Anda di halaman 1dari 8

DESAIN OPTIMALISASI JARINGAN IRIGASI

AIR DERAS II (BENDUNGAN MOYAN)

3.1. UMUM
Pada kondisi awal, area persawahan yang ada pada irigasi Air Deras II (Bendungan Moyan)

adalah seluas 95 Ha. Setelah adanya pembangunan irigasi lakitan luas area yang ada pada
irigasi tersebut mengalami pengurangan.

Dengan hal tersebut, maka konsultan memberikan rekomendasi untuk melakukan optimalisasi
jaringan irigasi Air Deras II (Bendungan Moyan) untuk mengatasi permasalahan dengan
melakukan rehabilitasi jaringan irigasi di hulu kanan bendung dan membuat jaringan irigasi
baru di hulu kiri bendung. Dengan dilakukan optimalisasi tersebut luas area sawah yang ada

pada irigasi Air Deras II (Bendungan Moyan) bertambah menjadi 195 ha, yaitu 100 Ha di hulu
kanan bendung, 40 Ha di hulu kiri bendung, dan 55 Ha di primer kanan irigasi Moyan.

Detail jaringan Skema irigasi moyan eksisting dan rencana dapat dilihat pada Gambar 3.1 –
Gambar 3.2.

CV. CITRA PARAMA ARTA Bab 3. | 1


LAPORAN NOTA DESAIN
Study Ulang Bendung Moyan (Detail Engineering Design)

Saluran Primer Moyan Kiri


RAM.Ki.1
A = 0 Ha
BAM-0 Q = 0 m³/dt
L = 750 m

Air Moyan

AM.1.Ki
20 Ha 30 l/dt

BAM.Ka.1 BAM.Ka.2
RAM.Ka.1 RAM.Ka.2 AM.2 Te.
A = 95 Ha A = 75 Ha 40 Ha 70 l/dt
Q = 0 m³/dt Q = 0,162 m³/dt
L = 195 m L = 1750 m

AM.2 Ka
35 Ha 61.3 l/dt

Gambar 3.1 Skema Awal D.I. Air Deras II (Bendungan Moyan), Sumber Dinas PU Pengairan Musi Rawas

AM.Hu.Ki.1 Ka
40 Ha 60 l/dt Saluran Primer Moyan Kiri
RAM.Ki.1
RAM.Hu.Ki 1 A = 0 Ha
BAM-0 Q = 0 m³/dt
L = 750 m

BAM.Hu.Ka 1 A = 40 Ha
Q = 0 m³/dt
L = 1750 m

Air Moyan

AM.1.Ki
20 Ha 30 l/dt

BAM.Hu.Ka 5 BAM.Hu.Ka 4 BAM.Hu.Ka 3 BAM.Hu.Ka 2 BAM.Hu.Ka 1


BAM.Ka.1 BAM.Ka.2
RAM.Ka.1 RAM.Ka.2 AM.2 Te.
A = 55 Ha A = 35 Ha 20 Ha 30
Q = 0 m³/dt Q = 0 m³/dt
AM.Hu.Ka 5 Ki AM.Hu.Ka 4 Ki AM.Hu.Ka 3 Ki AM.Hu.Ka 2 Ki AM.Hu.Ka 1 Ki L = 195 m L = 1750 m
20 Ha 30 l/dt 20 Ha 30 l/dt 20 Ha 30 l/dt 20 Ha 30 l/dt 20 Ha 30 l/dt
AM.2 Ka
15 Ha 22.5 l/dt

Gambar 3.2 Skema Jaringan Irigasi Rencana D.I. Air Deras II (Bendungan Moyan)

CV. CITRA PARAMA ARTA Bab 3. | 2


LAPORAN NOTA DESAIN
Study Ulang Bendung Moyan (Detail Engineering Design)

3.2. DESAIN PEMBUATAN JARINGAN IRIGASI DI HULU KIRI BENDUNGAN

Pembuatan desain irigasi baru pada sisi tanggul bendungan kiri adalah untuk mengairi sawah
seluas 40 Ha yang ada di Dusun Pekalongan, Desa Sumber Asri pada musim kemarau. Jaringan

irigasi tersebut terdiri dari bangunan sadap langsung dan saluran pembawa hulu kiri.

3.2.1. Pembuatan Bangunan Sadap Langsung Hulu Kiri (BAM.Hu.Ki.1)

Pembuatan sadap langsung terletak pada tanggul kiri bendungan moyan 100 m dari patok
M.10. pembuatan sadap langsung dilakukan dengan menjebol/ menggali tanggul kiri

eksisting sepanjang 3,00 m. Detail pembuatan bangunan sadap langsung sebagai berikut:
o Menggali tanggul eksisiting sepanjang 3,00 m.

o Membuat saluran pengarah menggunakan pasangan batu dengan mortar.

o Pemasangan trasrasch sebagai penyaring (filter) agar sampah tidak masuk pipa.

o Pemasangan cerucuk dengan Ø 10 cm sedalam 2,00 m, jarak pasangan 30 cm x 30 cm.

o Pemasangan pipa PVC Ø 10” sepanjang 10,20 m untuk mengalirkan air.

o Pemasangan gate valve Ø 10” untuk mengatur aliran air dari genangan ke saluran

pembawa.
o Pengecoran beton tumbuk sebagai selimut pipa dengan tebal 0,20 m sepanjang 8,50 m.

o Menimbun kembali tanah galian setinggi tanggul eksisting.

o Memasang perkuatan tebing menggunakan pasangan batu dengan mortar dan

diplester dengan ketebaan 1,5 cm pada sisi kiri dan kanan sepanjang 3,00 m.

Tipikal bangunan sadap langsung di hulu bendungan kiri dapat dilihat pada Gambar 3.3.

3.00 4.00 3.60 1.00 1.00


Tanggul Existing
0.30 +51.75
0.30

0.90

Trasrach 0.30

Sal. pengarah
Gate Valve dia. 10 "
+49.65 Pipa PVC dia. 10 "

+48.75 = Mercu Bendung


1.90

+48.20 +48.20

+47.75 +47.70
1.15
0.60

+47.20

0.30 0.60 0.60 8.50 0.60 2.15


2.00

2.00

Cerucuk dia. 10 cm L= 2,0 m' Cerucuk dia. 10 cm L= 2,0 m'


Jarak pasang 30x30cm Jarak pasang 50x50cm

Gambar 3.3 Tipikal Bangunan Sadap Langsung hulu Kiri

CV. CITRA PARAMA ARTA Bab 3. | 3


LAPORAN NOTA DESAIN
Study Ulang Bendung Moyan (Detail Engineering Design)

3.2.2. Pembuatan Saluran Pembawa Hulu Kiri

Pembuatan saluran pembawa untuk mengairi areal sawah di dusun pekalongan difungsikan
apabila pada musim terjadi kekurangan air pada musim kemarau. Panjang total pembuatan

saluran pembawa adalah 1500 m. Pembuatan saluran pembawa menggunakan cor beton
bertulang dengan mutu K-225, ditambah dengan pemasangan cerucuk Ø 10 cm sedalam 2

m dengan jarak pasangan 50 cm x 50 cm. Dimensi rencana saluran pembawa adalah lebar
bawah = 1,00 m, dan tinggi = 1,00 m. Detail desain dan dimensi saluran pembawa dapat

dilihat pada Gambar 3.4 Berikut:

Skoor Beton Bertulang per 5m


1.00 1.00

Tanggul Existing
+48.20 +48.20

+48.70

1.00
+47.20

0.15
Beton Bertulang K-225
1.00
2.00

Cerucuk dia. 10 cm L= 2,0 m'


Jarak pasang 50x50cm

Gambar 3.4 Tipikal Saluran Pembawa Hulu Kiri

3.3. DESAIN REHABILITASI JARINGAN IRIGASI DI HULU KANAN BENDUNGAN


Rehabilitasi jaringan irigasi pada sisi tanggul bendungan kanan adalah untuk mengairi sawah

seluas 100 Ha yang ada di Desa Sukamaju dan Desa Jambu Rejo. Rehab jaringan tersebut
meliputi rehab sadap langsung BAM.Hu.Ka.1, BAM.Hu.Ka.2, BAM.Hu.Ka.3, dan BAM.Hu.Ka.4.

Detail Rehab bangunan sadap langsung sebagai berikut:


o Menggali tanggul eksisiting sepanjang 3,00 m.

o Pemasangan trasrasch sebagai penyaring (filter) agar sampah tidak masuk pipa.

o Pemasangan cerucuk dengan Ø 10 cm sedalam 2,00 m, jarak pasangan 30 cm x 30 cm.

o Pemasangan pipa PVC Ø 10” sepanjang 10,20 m untuk mengalirkan air.

o Pemasangan gate valve Ø 10” untuk mengatur aliran air dari genangan ke saluran

pembawa.

CV. CITRA PARAMA ARTA Bab 3. | 4


LAPORAN NOTA DESAIN
Study Ulang Bendung Moyan (Detail Engineering Design)

o Pengecoran beton tumbuk sebagai selimut pipa dengan tebal 0,20 m sepanjang 8,50 m.

o Menimbun kembali tanah galian setinggi tanggul eksisting.

o Memasang perkuatan tebing menggunakan pasangan batu dengan mortar dan diplester

dengan ketebaan 1,5 cm pada sisi kiri dan kanan sepanjang 3,00 m.

Tipikal bangunan sadap langsung di hulu bendungan kanan dapat dilihat pada Gambar 3.5.

3.00 4.00 3.60 1.00 1.00


Tanggul Existing
0.30 +51.75
0.30

0.90

Trasrach 0.30

Sal. pengarah
Gate Valve dia. 10 "
+49.65 Pipa PVC dia. 10 "

+48.75 = Mercu Bendung


1.90

+48.20 +48.20

+47.75 +47.70

1.15
0.60

+47.20

0.30 0.60 0.60 8.50 0.60 2.15


2.00

2.00
Cerucuk dia. 10 cm L= 2,0 m' Cerucuk dia. 10 cm L= 2,0 m'
Jarak pasang 30x30cm Jarak pasang 50x50cm

Gambar 3.5 Tipikal Bangunan Sadap Langsung Hulu Kanan

3.4. DESAIN REHABILITASI JARINGAN IRIGASI MOYAN

Rehabilitasi irigasi moyan dimaksudkan agar dapat mengoptmalisasi berkurangnya area


persawahan pada irigasi moyan akibat pembangunan irigasi lakitan. rehab jaringan irigasi
moyan dilakukan pada saluran primer kiri, saluran primer kanan, dan bangunan sadap
BAM.Ka.1. Luas area yang dapat dioptimalisasi pada jaringan irigasi moyan adalah 55 Ha.

3.4.1. Rehabilitasi saluran primer kiri


Pada rehabilitasi saluran primer kiri irigasi moyan, desain rehabilitasi dilakukan secara

keseluruhan atau rehab total. Rehab saluran dilakukan sepanjang 725,9 m, mulai dari intake
kiri sampai bangunan sadap BAM.Ki.1. item pekerjaan pada rehab saluran primer kiri adalah

galian tanah, pasanga batu dengan mortar, dan plesteran setebal 1,5 cm. Dimensi rencana
pada rehab saluran primer kiri adalah sebagai berikut:

- Lebar bawah : 1,30 m


- Lebar atas : 3,50 m

- Tinggi : 1,10 m
- Kemiringan : 1:1

CV. CITRA PARAMA ARTA Bab 3. | 5


LAPORAN NOTA DESAIN
Study Ulang Bendung Moyan (Detail Engineering Design)

3.4.2. Rehabilitasi Saluran Primer Kanan

Rehab saluran primer kanan irigasi moyan dilakukan sepanjang 1977,6 m, mulai dari intake
kanan sampai bangunan sadap BAM.Ka.3. pada saluran primer kanan rehab yang dilakukan

hanya plesteran pasangan saja. Dimensi rencana pada rehab saluran primer kanan adalah
sebagai berikut:

- Lebar bawah : 0.80 m


- Lebar atas : 3,00 m

- Tinggi : 1,10 m
- Kemiringan : 1:1

3.4.3. Rehab Bangunan Sadap BAM.Ka.1


Rehab pada bangunan sadap BAM.Ka.1 dilakukan secara keseluruhan bangunan atau rehab

total. Bangunan sadap dibuat menggunakan pasangan batu dengan mortar, kemudian
diplester setebal 1,5 cm. Selain penggantian bangunan baru pada rehab bangunan sadap

juga dialakukan penggantian 1 unit pintu air dengan lebar pintu 0,5 m.

3.5. DESAIN REHABILITASI BENDUNG MOYAN


Rencana rehabilitasi Bendungan Moyan dilakukan guna mengatasi berkurangnya luas area

pada Irigasi Moyan akibat dari pembangunan Irigasi Lakitan. Pada rencana rehabilitasi Bendung
Moyan, terdapat dua item pekerjaan penting yang akan dilakukan perehaban diantaranya yaitu

rehab jembatan gantung dan rehab pintu air bendungan.

3.5.1. Rehabilitasi Jembatan Gantung

Rehabilitasi jembatan gantung eksisting dilakukan agar jembatan gantung dapat

difungsikan secara optimal. Dengan kondisi jembatan gantung eksisting yang sudah
kurang layak, sehingga dilakukan rehabilitasi total kecuali pada tiang pilon eksisting. Desain

rencana rehab jembatan gantung dilakukan pada pondasi, block angkur, plat lantai
jembatan, lantai jembatan, sling utama dan penggantung, serta tiang dan pipa sandaran.

Detail desain jembatan gantung dapat dilihat pada Gambar 3.6 – Gambar 3.7.

CV. CITRA PARAMA ARTA Bab 3. | 6


LAPORAN NOTA DESAIN
Study Ulang Bendung Moyan (Detail Engineering Design)

+51.75
10 11
+48.75 17 18

+51.75
8 20

+51.75

+51.75
7 21

9 19

22

12 16

+51.75

+51.75
+46.25
1.80 1.80

+48.75

+48.75
0.75 0.25 0.25 0.75
1.00 1.00

A A

1.00 0.80 1.00

1.80

1.80

1.00 0.80 1.00


5 23

2.50

2.00

2.00
1.80

3.50

2.50

3.50

1.30

1.80
1.30

1.30

1.30
1.80

1.80
4 24

+51.75

+51.75
3
9.65 23.50 13.50

Gambar 3.6 Denah Desain Jembatan Gantung


Kontruksi Jembatan Baru

9.65 23.50 9.65


1.25 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.50 1.25

Tiang Pylon Eksisting Tiang Pylon Eksisting


Seling Utama Ekisting Seling Utama Ekisting
Seling Utama Rencana Seling Utama Rencana
4.50

Blok Angker Rencana Blok Angker Rencana


Blok Angker Eksisting Blok Angker Eksisting
11.00
0.60

+ 51.75

Rencanan Pondasi Baru Rencanan Pondasi Baru


+ 48.75

+ 46.25

9.65 3.00 1.50 1.25 12.00 1.25 1.50 3.00 9.65

Gambar 3.7 Detail Potongan Desain Jembatan Gantung

CV. CITRA PARAMA ARTA Bab 3. | 7


LAPORAN NOTA DESAIN
Study Ulang Bendung Moyan (Detail Engineering Design)

3.5.2. Rehabilitasi Pintu Air Bendungan

Penggantian pintu air eksisting Bendungan Moyan dimaksudkan agar pengaturan air pada
Bendung Moyan dapat berfungsi secara optimal. Item pintu air yang akan dilakukan

penggantian adalah pintu penguras kiri, pintu penguras kanan, pintu intake kiri, dan pintu
intake kanan.

Detail dimensi untuk masing-masing pintu air sebagai berikut:


a. Pintu intake kiri

- Lebar plat pintu = 0,90 m


- Tinggi plat pintu = 2,50 m

- Tinggi stang = 2,10 m


- Tinggi pintu total = 4,60 m

b. Pintu intake kanan


- Lebar plat pintu = 0,60 m

- Tinggi plat pintu = 2,50 m


- Tinggi stang = 2,10 m

- Tinggi pintu total = 4,60 m

c. Pintu penguras kiri dan kanan

- Lebar plat pintu = 1,50 m


- Tinggi plat pintu = 2,50 m

- Tinggi stang = 4,00 m


- Tinggi pintu total = 6,50 m

CV. CITRA PARAMA ARTA Bab 3. | 8