Anda di halaman 1dari 10

PENYEHATAN TANAH DAN PENGELOLAAN

SAMPAH - B

Teknik Minimasi Sampah

Dibuat oleh Kelompok 4 :

Aprilia Prihatiwi

Dinda Aulia Shakinah

Fathul Fitriyah

Larasati Wijayanti

2-DIV Kesehatan Lingkungan

Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II


2014
A. Pengertian Minimasi Sampah

 Menurut UU RI No.18 th.2008 minimasi sampah yaitu pengurangan sampah meliputi


kegiatan pembatasan sampah, pendaur ulang sampah dan pemanfaatan kembali sampah.
 Minimasi sampah merupakan implementasi untuk mengurangi jumlah dan tingkat
cemaran sampah yang dihasilkan dari suatu proses produksi dengan cara pengurangan,
pemanfaatan dan pengolahan sampah.
 Pengertian Minimasi sampah adalah upaya mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas
dan tingkat bahaya limbah yang berasal dari proses produksi dengan jalan reduksi pada
sumbernya dan atau pemanfaatan limbah.

B. Teknik Minimasi Sampah

1. Reduce

Reduce adalah mengurangi semaksimal mungkin kegiatan yang akan


menghasilkan banyak sampah, seperti mengurangi konsumsi barang yang dikemas
secara berlebihan. Kegiatan mereduksi sampah tidak mungkin bisa menghilangkan
sampah secara keseluruhan, tetapi secara teoritis aktifitas ini akan mampu mengurangi
sampah dalam jumlah yang nyata. (Kemeneg LH, 2006).

2. Reuse

Reuse yaitu menggunakan kembali barang atau bahan yang telah digunakan
namun masih bisa digunakan kembali tanpa melalui proses produksi. Melalui proses
pencucian, perbaikan, maupun sedikit penggantian, benda-benda tersebut dapat
digunakan kembali seperti semula. Dengan demikian fungsi benda-benda tersebut
sebagai sampah menjadi tertunda. Sehingga pada saat itu jumlah sampah akan berkurang
sebesar jumlah benda yang dapat dimanfaatkan kembali.

3. Recyle

Recyle adalah proses mengolah kembali sampah yang masih diproses ulang
menjadi barang lain yang bermanfaat, layak pakai, serta layak jual. Recyle yaitu
memanfaatkan kembali suatu barang namun masih perlu proses tambahan, misalnya
pemanfaatan kertas daur ulang yang berasal dari kertas bekas.
Mendaur ulang diartikan mengubah sampah menjadi produk baru, khususnya untuk
barang yang tdak dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama, misalnya kertas,
aluminium, gelas dan plastik. Langkah utama dari mendaur ulang adsalah memisahkan
sampah yang sejenis dalam suatu kelompok.

Daur ulang merupakan faktor penting dalam membantu mengurangi permintaan


terhadap sumber daya dan sekaligus mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke
tempat pembuangan akhir ((landfiil).

Daur ulang memiliki potensi yang besar untuk mengurangi timbunan sampah
secara berarti dan dengan demikian juga mengurangi biaya untuk transportasi,
pengolahan, dan pembuangan akhir. Keuntungan daur ulang juga diperoleh dan nilai
produk hasil daur ulang sendiri.

Daur ulang merupakan cara pengolaan yang paling optimal sekaligus menjadi
usaha yang layak secara ekonomis di tingkat informal. Daur ulang ini akan berjalan
secara maksimal jika ditunjang oleh pemilahan sampah di sumber (source separation)
yang baik dan benar, sekaligus dimantapkan dengan sistem pengelolaan sampah formal
yang mendukung, termasuk dari segi dasar hukumnya.

4. Recovery

Recovery merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan bahan dasar


kembali. Kegiatan ini misalnya mendapatkan bahan dasar lagi dari peleburan mobil
bekas.

5. Replant

Replant atau penanaman kembali adalah kegiatan penanaman kembali, sering


juga disebut reboisasi. Contohnya adalah melakukan kegiatan reboisasi hutan mangrove
untuk mengurangi global warming.
C. Upaya Penanganan Sampah 3-R di Beberapa Sumber Sampah.

Langkah-langkah pengerjaan penanganan sampah 3-R (Reduce, Reuse, Recycle)


dapat disesuaikan dengan sumber penghasil sampah, seperti daerah perumahan, fasilitas
sosial, fasilitas umum, dan daerah komersial. Tabel 1,2, dan 3 berikut menjelaskan tentang
upaya penanganan sampah 3-R di beberapa sumber sampah.

Tabel 1. Upaya 3-R di Daerah Perumahan dan Fasilitas Sosial

3-R Cara Pengerjaan

Reduce  Hindari pemakaian dan pembelian produk yang menghasilkan


sampah dalam jumlah besar

 Gunakan produk yang dapat diisi ulang

 Kurangi penggunaan bahan sekali pakai

 Jual atau berikan sampah yang telah terpilah kepada pihak yang
memerlukan.

Reuse  Gunakan kembali wadah/kemasan untuk fungsi yang sama atau


fungsi lain

 Gunakan wadah/kantong yang dapat digunakan berulang-ulang

 Gunakan baterai yang dapat diisi kembali

Recycle  Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur-ulang dan mudah
terurai

 Lakukan penanganan untuk sampah organik menjadi kompos


dengan berbagai cara yang telah ada (sesuai ketentuan) atau
manfaatkan sesuai dengan kreatifitas masing-masing.

 Lakukan penanganan sampah anorganik menjadi barang yang


bermanfaat.
Tabel 2. Upaya 3-R di Fasilitas Umum

3-R Cara Pengerjaan

Reduce  Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.

 Gunakan alat tulis yang dapat diisi kembali.

 Sediakan jaringan informasi dengan komputer (tanpa kertas)

 Khusus untuk rumah sakit, gunakan insinerator untuk sampah


medis.

 Gunakan produk yang dapat diisi ulang.

 Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.

Reuse  Gunakan alat kantor yang dapat digunakan berulang – ulang

Recycle  Olah sampah kertas menjadi kertas kembali

 Olah sampah organik menjadi kompos

Tabel 3. Upaya 3-R di Daerah Komersial (Pasar, Pertokoan, Restoran, Hotel)

3-R Cara Pengerjaan

Reduce  Berikan insentif oleh produsen bagi pembeli yang


mengembalikan kemasan yang dapat digunakan kembali.

 Berikan tambahan biaya bagi pembeli yang meminta


kemasan/bungkusan untuk produk yang dibelinya.

 Kenakan biaya tambahan untuk permintaan kantong plastik


belanjaan.

 Jual atau berikan sampah yang telah terpilah kepada yang


memerlukannya.

Reuse  Gunakan kembali sampah yang masih dapat dimanfaatkan untuk


produk lain, seperti pakan ternak.

 Berikan insentif bagi konsumen yang membawa wadah sendiri,


atau wadah belanjaan yang diproduksi oleh swalayan yang
bersangkutan sebagai bukti pelanggan setia.

 Sediakan perlengkapan untuk pengisian kembali produk umum


isi ulang (minyak, minuman ringan).

Recycle  Jual produk-produk hasil daur-ulang sampah dengan lebih


menarik.

 Olah kembali buangan dari proses yang dilakukan sehingga


bermanfaat bagi proses lainnya,

 Lakukan penanganan sampah organik menjadi kompos atau


memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan.

 Lakukan penanganan sampah anorganik.

D. Upaya Minimasi (Pembatasan) Timbulan Sampah Menurut UU RI No. 18 Tahun 2008


UU RI No.18/2008 ini menekankan bahwa prioritas utama yang harus dilakukan oleh
semua pihak adalah bagaimana agar mengurangi sampah semaksimal mungkin. Bagian
sampah atau residu dari kegiatan pengurangan sampah yang masih tersisa selanjutnya
dilakukan pengolahan (treatment) maupun pengurugan (landfilling).
Pengurangan sampah melalui 3R menurut UU RI No.18/2008 meliputi :
1. Pembatasan (Reduce), yaitu mengupayakan agar sampah yang dihasilkan sesedikit
mungkin.
2. Guna-ulang (Reuse), yaitu bila sampah akhirnya terbentuk, maka upayakan
memanfaatkan limbah tersebut secara langsung.

3. Daur-ulang (Recycle), sampah yang tersisa atau tidak dapat dimanfaatkan secara
langsung, kemudian diproses atau diolah untuk dapat dimanfaatkan, baik sebagai bahan
baku maupun sebagai sumber energi.

Beberapa hal yang diatur dalam UU No.18/2008 terkait dengan upaya minimasi
(pembatasan) timbulan sampah adalah :

a. Pemerintah dan pemerintah daerah wajib melakukan kegiatan:


- menetapkan target pengurangan sampah secara bertahap dalam jangka waktu tertentu
- memfasilitasi penerapan teknologi yang ramah lingkungan
- memfasilitasi penerapan label produk yang ramah lingkungan
- memfasilitasi kegiatan mengguna ulang dan mendaur ulang
- memfasilitasi pemasaran produk-produk daur ulang.
b. Pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan menggunakan bahan produksi yang
menimbulkan sampah sesedikit mungkin, dapat diguna ulang, dapat didaur ulang,
dan/atau mudah diurai oleh proses alam.

c. Masyarakat dalam melakukan kegiatan pengurangan sampah menggunakan bahan yang


dapat diguna ulang, didaur ulang, dan/atau mudah diurai oleh proses alam

d. Pemerintah memberikan :
- Insentif kepada setiap orang yang melakukan pengurangan sampah
- Disinsentif kepada setiap orang yang tidak melakukan pengurangan sampah.
Ketentuan tersebut di atas masih perlu diatur lebih lanjut dalam bentuk Peraturan
Pemerintah agar dapat dilaksanakan secara baik dan tepat sasaran.
Ketentuan tersebut di atas masih perlu diatur lebih lanjut dalam bentuk Peraturan
Pemerintah agar dapat dilaksanakan secara baik dan tepat sasaran.

E. Konsep Meminimasi Sampah


Dilihat dari keterkaitan terbentuknya limbah, khususnya limbah padat, ada 2 (dua)
pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengendalikan akibat adanya limbah, yaitu:
a. Pendekatan Proaktif
Upaya agar dalam proses penggunaan bahan akan dihasilkan limbah yang
seminimal mungkin, dengan tingkat bahaya yang serendah mungkin. Dikenal sebagai
proses bersih atau teknologi bersih yang bersasaran pada pengendalian atau reduksi
terjadinya limbah melalui penggunaan teknologi yang lebih bersih dan yang akrab
lingkungan.

b. Pendekatan reaktif
Penanganan limbah yang dilakukan setelah limbah tersebut terbentuk, dikenal
sebagai pendekatan end-of-pipe. Konsep ini mengandalkan pada teknologi pengolahan
dan pengurugan limbah, agar emisi dan residu yang dihasilkan aman dilepas kembali ke
lingkungan. Konsep pengendalian limbah secara reaktif tersebut kemudian diperbaiki
melalui kegiatan pemanfaatan kembali residu atau limbah secara langsung (reuse),
dan/atau melalui sebuah proses terlebih dahulu sebelum dilakukan pemanfaatan (recycle)
terhadap limbah tersebut.

F. Manfaat Minimasi Sampah

Pada dasarnya minimisasi limbah/sampah merupakan bagian dari pengelolaan limbah


dan dapat mengurangi penyebaran limbah di lingkungan, meningkatkan efisiensi produksi
dan dapat memberikan keuntungan ekonomi, antara lain :

a. Mengurangi sampah dari sumbernya

b. Mengurangi dampak lingkungan

c. Mengurangi biaya pengangkutan ke pembuangan akhir

d. Mengurangi biaya pengolahan selanjutnya

e. Meningkatkan pendapatan karena penjualan dan pemanfaatan limbah.


REFERENSI

http://pplpdinciptakaru.jatengprov.go.id/sampah/file/173400873_sampah_sebagai_sumber_daya.
pdf

http://kfivepedia.blogspot.com/2009/04/teknik-minimasi-sampah.html
http://beritakesling.blogspot.com/2009/04/teknik-minimasi-sampah.html

http://rafidokumen.blogspot.com/2013/09/penanganan-limbah-padat-secara-modern.html

http://safeyourearth.blogspot.com/2013/11/pengertian-5r-reducereuserecyclereplace.html

http://akuryfa.blogspot.com/2011/06/teknik-minimasi-sampah.html

http://hmtl.itb.ac.id/wordpress/wp-content/uploads/2011/03/DiktatSampah-2010.pdf