Anda di halaman 1dari 6

BAB 2

HUKUM MAXWELL

2.1 Pendahuluan Hukum Maxwell


Menurut maxwell ketika perubahan medan listrik (E) akan terjadi juga
perubahan terhadap medan magnet (B). Perubahan yang terjadi pada medan
listrik dan medan magnet menghasilkan gelombang medan listrik dan medan
magnet yang dapat merambat di ruang hampa. Terdapat beberapa hubungan
dari medan magnet dan medan listrik yaitu :
1. Hukum coloumb dimana muatan listrik dapat meghasilkan medan litrik
di sekitarnya.
2. Bio savart menjelaskan bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan
magnet disekitarnya.
3. Induksi faraday menjelaskan tentang perubahan medan magnet dapat
menimbulkan ggl induksi sehingga menghasilkan medan listrik.
2.2 Hukum Ampere [2]

Hukum Ampere menyebutkan bahwa medan magnet dihasilkan pada


suatu permukaan yang melingkupi arus listrik. Dalam notasi matematis, hukum
Ampere dinyatakan sebagai berikut:

Oleh Maxwell, persamaan Ampere kemudian mengalami sedikit


modifikasi dengan menambahkan apa yang disebut sebagai variabel arus
perpindahan Maxwell. Hukum Ampere yang diperumum memiliki bentuk
persamaan sebagai berikut:

Dari persamaan tersebut diketahui bahwa medan magnet dapat


dihasilkan dari arus listrik atau perubahan medan listrik atau dari kedua-
duanya.
2.3 Hukum Faraday [2]
Faraday menuangkan sebuah konsep revolusioner yang terangkum
dalam tulisannya, “Mengubah magnetisme menjadi listrik”. Faraday berhasil
membangkitkan arus listrik dari magnet dengan cara mengubah-ubah fluks
magnet yang mengenai suatu permukaan tertutup. Proses tersebut dikenal
dengan nama induksi elektromagnetik sedangkan arus listrik dan beda
potensial yang dihasilkan disebut dengan arus listrik induksi dan GGL induksi.

Tanda negatif pada suku di sebelah kanan menunjukkan bahwa medan


listrik induksi akan menghasilkan arus listrik induksi yang selalu berlawanan
dengan perubahan fluks magnetik, ingat kembali hukum Lenz.

2.4 Hukum Gauss medan listrik [2]


Coulomb menyimpulkan bahwa dua muatan atau lebih saling
berinteraksi satu sama lain mengikuti hukum kuadrat jarak terbalik. Hukum
coulomb mengalami muncul nya medan listrik. Suatu muatan menghasilkan
medan listrik ke segala arah. Jika suatu muatan q berada dalam pengaruh
medan listrik dari muatan listrik maka interaksi keduanya akan mengahsilkan
gaya listrik atau gaya Coulomb. Oleh Gauss, konsep medan listrik dinyatakan
kedalam sebuah persamaan yang dikenal sebagai hukum Gauss.

Dalam keadaan statik, hukum Gauss ekuivalen dengan hukum


Coulomb. medan listrik yang dihasilkan oleh muatan sumber Q pada suatu titik
tertentu bergantung pada kuadrat jarak terbalik yang memisahkan muatan
dengan titik tersebut. Medan listrik yang mengenai suatu permukaan disebut
dengan fluks listrik. hukum Gauss ini adalah bahwa muatan listrik merupakan
sumber medan listrik.
2.5 Hukum Gauss medan magnet [2]
Hukum Gauss juga berlaku untuk medan magnet. Medan magnet yang
berinteraksi dengan muatan yang bergerak atau arus listrik dapat menghasilkan
gaya magnet. Magnet tidak dapat muncul dalam keadaan monopol atau
berkutub tunggal. Magnet selalu muncul dalam konfigurasi yang berpasangan.
Ketidak-bisaan magnet muncul dalam formasi monopol tersebut membawa
pada konsep Gauss untuk magnet.

Fluks magnet yang menembus suatu permukaan tertutup adalah nol.


Garis medan magnet tidak memiliki awal dan akhir.
2.6 Persamaan Maxwell dan Gelombang Elektromagnetik [2]
Persamaan Maxwell terdiri dari empat persamaan antara lain hukum
Gauss untuk listrik, hukum Gauss untuk magnet, hukum Ampere, dan hukum
Faraday dapat dituliskan sebagai berikut:

Dari empat persamaaan tersebut dibuatlah sebuah hipotesis yaitu bahwa


medan listrik dan medan magnet dapat merambat melalui ruang dalam bentuk
gelombang. Hipotesis Maxwell ini didasarkan pada sifat simetris alam dimana
jika perubahan medan magnet dapat menghasilkan medan listrik pada
persamaan nomor 4, maka hal sebaliknya juga seharusnya dapat terjadi yaitu
perubahan medan listrik dapat menghasilkan medan magnet.
Alat yang digunakan untuk melakukan percobaan terdiri dari dua
bagian yaitu pemancar dan penerima.

Gambar Skema percobaan Hertz yang digunakan untuk memverifikasi hipotesis Maxwell.
2.7 Hukum Maxwell bentuk differensial [3]
Persamaan Maxwell adalah untuk mencari nilai E dan B. Untuk kondisi
tertentu, misalnya bentuk benda tidak simetris, menyelesaikan persamaan
Maxwell dalam bentuk integral akan sulit. Akan lebih mudah menggunakan
bentuk diferensial.
2.7.1 Gradient [3]
Untuk mencari gaya listrik dapat digunakan rumus gradien dari fungsi
skalar, dimana fungsi skalarnya adalah potensial dari medan gravitasi.
Misalkan ɸ(x,y,z) terdefinisi dan diferensiabel pada setiap titik (x,y,z) dalam
ruang 𝑅 3 , maka gradien ɸ atau grad atau ɸ didefinisikan oleh :

“gradien mengubah fungsi skalar menjadi fungsi vektor”

Sifat- sifat gradient:

Misalkan ɸ(x,y,z) dan Ψ(x,y,z) adalah fungsi- fungsi skalar yang


differensial pada setiap tititk (x,y,z) dan c adalah bilangan real, maka
berlaku :
2.7.2 Divergensi [3]
Misalkan vektor v(x,y,z) = 𝑉1 𝑖 + 𝑉2 𝑗 + 𝑉3k terdefinisi dan

differensiable pada setiap titik(x,y,z). Divergensi dari atau div V


didefinisikan oleh :

“Divergensi mengubah fungsi vektor menjadi fungsi skalar”


2.7.3 Curl [3]

Berikut ini sifat-sifat curl: