Anda di halaman 1dari 1

Sejarah kebidanan merupakan suatu cerita yang panjang dan menarik.

Wanita dari segala usia dan


berbagai negara telah menyelesaikan pekerjaan mulia sebagai bidan di seluruh penjuru dunia.
Bahkan beberapa catatan yunani kuno dibuat untuk para bidan. Ibu dari Socrates adalah seorang
bidan dan Socrates mengakuinye sebagai "sebuah profesi yang paling terhormat". Plato menunjuk
bidan sebagai seorang "penjaruman sempurna". Aristotle memberikan deskripsi tentang seorang
bidan: pada usia pertengahan, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua dan dengan kebiasaan baik.
Tidak mempermasalahkan penyakit, rasa takut atau ketakutan yang tiba - tiba. Sebuah tangan
wanita, sebuah mata elang dan sebuah hati singa. Bijaksana dan baik hati, tidak
mempermasalahkan keinginan, banyaknya hadiah dan rasa kasihan dan rasa bahagia dan
kesenangan. Seorang bidan adalah seseorang yang paling penting dan terhormat, menjadi seorang
penolong alam raya.
Pada abad kedua, Soranus dari Ephesus menulis buku tentang bidan dan selama 14 abad buku itu
menjadi satu - satunya buku yang dapat menjadi acuan mereka. Pada abad ke-16 buku The Birth
of Mankind diluncurkan, berdasarkan tulisan awal dari Soranus dari Ephsus, tetapi buku itu
terbatas karena hanya sedikit bidan yang dapat membaca.
Sampai akhir abad ke-16, kebidanan diterapkan secara keseluruhan oleh perempuan; dan laki-laki
benar - benar harus dihukum untuk menemani wanita pada saat proses persalinan. Seorang dokter
Willoughby menceritakan bahwa pada tahun 1658 putrinya, seorang bidan, berkonsultasi padanya
tentang sebuah kasus dengan presentasi bokong. Tanpa sepengetahuan pasien, ia mengendap -
endap ke dalam ruangan dengan keadaan merangkak dan memeriksanya tanpa menarik perhatian.
Ia menyarankan putrinya untuk menarik kaki bayi tersebut, dan melakukannya dengan peringatan
akan kemungkinan komplikasi dan kemudian ia meminta ayahnya untuk menyelesaikan proses
pertolongan persalinan selanjutnya.
Pada abad ke-17, laki-laki mulai mengambil studi kebidanan, tetapi ada banyak pertentangan dari
para bidan dan sebagian masyarakat.