Anda di halaman 1dari 25

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Peningkatan kualitas sumber daya manusia suatu negara salah satunya ditentukan oleh
bagaimana pendidikan di suatu negara dilaksanakan, pendidikan memegang peranan penting
dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Melalui pendidikan, sumber daya
manusia suatu negara mempelajari dan menguasai suatu kompetensi, serta mengembangkan
pengetahuan untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Untuk mengetahui kompetensi yang
dikuasai perlu adanya penilaian terhadap hal yang diperoleh tersebut. Profesi sebagai pendidik
kini semakin banyak tuntutan seiring dengan kebutuhan akan pendidikan yang bermutu.
Beberapa tugas pokok sebagai pendidik dalam pembelajaran meliputi: 1) menyusun program
pembelajaran, 2) melaksanakan program pembelajaran yang telah tersusun, 3) melaksanakan
penilaian hasil belajar, 4) melakukan analisis hasil belajar, dan 5) melakukan program tindak
lanjut dalam menyikapi hasil belajar yang diperoleh oleh siswa.
Tugas penting guru salah satunya adalah melakukan penilaian terhadap kualitas proses
belajar serta kualitas hasil belajar siswa. Penilaian proses belajar merupakan penilaian untuk
menemukan kelemahan dan kekuatan proses pembelajaran untuk digunakan memperbaiki
proses pembelajaran. Sedangkan penilaian hasil belajar adalah penilaian kemampuan siswa
dalam menguasai kompetensi pembelajaran selama atau setelah pembelajaran. Hasil belajar
siswa tidak selalu mudah untuk dinilai. Sebagaimana diketahui, tujuan pembelajaran meliputi
ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Ranah pengetahuan (kognitif) dan sikap (afektif)
relatif sulit untuk diamati, meski pun dapat diukur. Oleh karena itu, dalam proses penilaian
hasil belajar langkah yang pertama harus dimulai dari perumusan tujuan pembelajaran
memungkinkan untuk diamati dan diukur (observable and measurable). Berangkat dari tujuan
pembelajaran yang dirumuskan, maka disusunlah instrument untuk mengamati dan mengukur
hasil pembelajaran
Seluruh proses penilaian hasil belajar tentu harus dilakukan dengan cermat, mulai dari
penyusunan instrumen, pelaksanaan tes, pengolahan, sampai pada penetapan hasil akhir. Pada
setiap tahapan diperlukan keterampilan khusus yang perlu dipelajari. Tulisan ini bermaksud
membekali pengawas untuk dapat membina para guru dalam melaksanakan penilaian hasil

1
belajar. Pada kurikulum 2013, asesmen merupakan salah satu aspek penting dalam
pembelajaran terutama berkaitan dengan asesmen alternatif, baik asesmen autentik maupun
asesmen kinerja. Sehingga diperlukan pengetahuan mengenai pengertian macam-macam
asesmen, pengembangan instumen dan rubrik hingga analisis, pemanfaatan, dan laporan hasil
penilaian. Berdasarkan latar belakang di atas maka disusun makalah mengenai prinsip dasar
asesmen pembelajaran biologi.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana hakikat dan tujuan penilaian hasil belajar dalam pembelajaran biologi
2. Bagaimana penerapan penilaian kelas/ penilaian berbasis kelas dalam pembelajaran
biologi?
3. Bagaimana manfaat penilaian hasil belajar dalam pembelajaran biologi ?
4. Bagaimana penerapan asesmen dalam pembelajaran biologi?

C. Tujuan
1. Untuk menjelaskan hakikat dan tujuan penilaian hasil belajar dalam pembelajaran biologi
2. Untuk menjelaskan penerapan penilaian kelas/ penilaian berbasis kelas dalam
pembelajaran biologi
3. Untuk mengindentifikasi manfaat penilaian hasil belajar dalam pembelajaran biologi
4. Untuk menjelaskan penerapan asesmen dalam pembelajaran biologi

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Hakikat Dan Tujuan Penilaian Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Biologi


Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar
yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang
dinilai adalah hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan
tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup
bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris. Oleh sebab itu, dalam penilaian hasil belajar
rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai siswa (kompetensi)
menjadi unsur penting sebagai dasar dan acuan penilaian. Penilaian proses pebelajaran
adalah upaya memberi nilai terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa
dan guru dalam mencapai tujuan-tujuan pengajaran Menurut Griffin dan Nix (1991)
penilaian (assessment) adalah istilah umum yang mencakup semua metode yang biasa
digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok peserta didik. Proses
penilaian mencakup pengumpulan bukti yang menunjukkan pencapaian belajar peserta
didik. Penilaian merupakan suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk
menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu (Depdikanas, 2008).
Penilaian mencakup semua proses pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan
penilaian tidak terbatas pada karakteristik peserta didik saja, tetapi juga mencakup
karakteristik metode mengajar, kurikulum, fasilitas, dan administrasi sekolah. Instrumen
penilaian untuk peserta didik dapat berupa metode dan/atau prosedur formal atau informal
untuk menghasilkan informasi tentang peserta didik. Instrumen penilaian dapat berupa tes
tertulis, tes lisan, lembar pengamatan, pedoman wawancara, tugas rumah, dan sebagainya.
Penilaian juga diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran atau kegiatan
untuk memperoleh informasi tentang pencapaian kemajuan belajar peserta didik
(Depdiknas, 2008). Menurut Permendikbud No 104 tahun 2014 menyatakan bahwa tujuan
penilaian yaitu; a) mengetahui tingkat penguasaan kompetensi dalam sikap, pengetahuan,
dan keterampilan yang sudah dan belum dikuasai seorang/sekelompok peserta didik untuk
ditingkatkan dalam pembelajaran remedial dan program pengayaa, b) Menetapkan
ketuntasan penguasaan kompetensi belajar peserta didik dalam kurun waktu tertentu, yaitu

3
harian, tengah semesteran, satu semesteran, satu tahunan, dan masa studi satuan
pendidikan, c) menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat
penguasaan kompetensi bagi mereka yang diidentifikasi sebagai peserta didik yang lambat
atau cepat dalam belajar dan pencapaian hasil belajar, d) memperbaiki proses pembelajaran
pada pertemuan semester berikutnya.
Tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku pada diri
siswa. Oleh sebab itu dalam penilaian hendaknya diperiksa sejauh mana perubahan tingkah
laku siswa telah terjadi melalui proses belajarnya. Dengan mengetahui tercapai tidaknya
tujuan pembelajaran, dapat diambil tindakan perbaikan proses pembelajaran dan perbaikan
siswa yang bersangkutan. Misalnya dengan melakukan perubahan dalam strategi mengajar,
memberikan bimbingan dan bantuan belajar kepada siswa. Dengan perkataan lain, hasil
penilaian tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tercapai tidaknya perubahan tingkah
laku siswa, tetapi juga sebagai umpan balik bagi upaya memperbaiki proses pembelajaran.
Pembelajaran biologi memerlukan asessmen yang komprehensif untuk menilai segenap
kemampuan siswa (Depdiknas, 2008). Biologi merupakan salah satu cabang sains yang
mempunyai karakter dalam mempelajarinya tidak cukup pengetahuannya saja tetapi
menuntut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga membantu manusia
mendapaatkan kesejateraan. Pembelajarn yang digunakan dalam Biologi menggunakan
pendekatan keterampilan proses, sehingga siswa tidak cukup dinilai pengetahuannya saja
yaitu dari domain kognitif. Sejalan dengan pengertian diatas maka penilaian berfungsi
sebagai berikut.
1. Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka
penilaian harus mengacu pada rumusan-rumusan tujuan pembelajaran sebagai
penjabaran dari kompetensi mata pelajaran.
2. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan
dalam hal tujuan pembelajaran, kegiatan atau pengalaman belajar siswa, strategi
pembelajaran yang digunakan guru, media pembelajaran, dll.
3. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya.
Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam
berbagai bidang studi atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang
dicapainya.

4
Sejalan dengan fungsi penialaian di atas maka tujuan dari penilaian hasil belajar
adalah untuk (Depdiknas, 2008).
1. Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan
dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang
ditempuhnya. Dengan pendeskripsian kecakapan tersebut dapat diketahui pula posisi
kemampuan siswa dibandingkan dengan siswa lainnya.
2. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran disekolah, dalam aspek
intelektual, sosial, emosional, moral, dan ketrampilan yakni seberapa jauh
keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan
yang diharapkan. Keberhasilan pendidikan dan pembelajaran penting artinya
mengingat peranannya sebagai upaya memanusiakan atau membudayakan manusia,
dalam hal ini para siswa agar menjadi manusia yang berkualitas.
3. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan
penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pembelajaran serta strategi
pelaksanaannya. Kegagalan para siswa dalam hasil belajar yang dicapainya
hendakmya tidak dipandang sebagai kekurangan pada diri siswa semata-mata, tetapi
juga bisa disebabkan oleh program pembelajaran yang diberikan kepadanya atau oleh
kesalahan strategi dalam mekalsanakan program tersebut. Misalnya kekurangtepatan
dalam memilih dan menggunakan metode mengajar dan alat bantu pembelajaran.
4. Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-
pihak yang berkepentingan. Pihak yang dimaksud meliputi pemerintah, masyarakat,
dan para orang tua siswa. Dalam mempertanggungjawabkan hasil-hasil yang telah
dicapainya, sekolah memberikan laporan berbagai kekuatan dan kelemahan
pelaksanaan sistem pendidikan serta kendala yang dihadapinya. Laporan disampaikan
kepada pihak yang berkepentingan, misalnya dinas pendidikan setempat melalui
petugas yang menanganinya. Sedangkan pertanggungjawaban kepada masyarakat dan
orang tua disampaikan melalui laporan kemajuan belajar siswa (raport) pada setiap
akhir program, semester.

5
B. Penilaian Berbasis Kelas dalam Pembelajaran Biologi
Kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran berbasis aktivitas, yang diharapkan
akan menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui
penguatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terintegrasi. Hal ini berimplikasi
pada pelaksanaan penilaian yang meliputi penilaian sikap, pengetahuan,dan keterampilan,
yang dilakukan menggunakan berbagai cara, antara lain observasi, penilaian proyek, dan
portofolio (Kemendikbud, 2015).
1. Pengertian Penilaian Berbasis Kelas
Arifin (2009) menyatakan bahwa penilaian berbasis kelas merupakan proses
pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan data dan informasi tentang hasil belajar untuk
menetapkan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Proses ini menggunakan alat ukur yang terstandar. Seorang guru harus menerapkan
prinsip-prinsip penilaian, dan bukti-bukti autentik yang bersifat akurat dan konsisten
dalam mengimplementasikan penilaian berbasis kelas.
Karakteristik yang ditunjukkan dalam penilaian berbasis kelas antara lain:
a. Penilaian berbasis kelas menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) daripada
Penilaian Acuan Normatif (PAN).
b. Kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kurikulum menjadi acuan utama, sehingga
menjamin pencapaian tujuan pendidikan.
c. Penilaian dilakukan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomototik, sehingga validitas
penilaian bisa dijamin.
d. Memberikan informasi yang lebih lengkap dan mudah dipahami tentang kompetensi
peserta didik sebagai hasil belajar.
2. Prinsip-Prinsip Penilaian Berbasis Kelas
Berdasarkan Permendikbud (2016), prinsip-prinsip penilaian berbasis kelas antara
lain:
a. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang
diukur;
b. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak
dipengaruhi subjektivitas penilai;

6
c. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena
berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat
istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
d. Terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari
kegiatan pembelajaran;
e. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
f. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek
kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk
memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik;
g. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
mengikuti langkah-langkah baku;
h. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi
yang ditetapkan; dan
i. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segimekanisme,
prosedur, teknik, maupun hasilnya.
3. Jenis-Jenis Penilaian Berbasis Kelas
Berdasarkan panduan penilaian dalam Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah (2015), penilaian berbasis kelas dibagi menjadi 3 yaitu:
a. Penilaian sikap
Penilaian sikap adalah penilaian terhadap kecenderungan perilaku siswa sebagai hasil
pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Penilaian sikap terutama dilakukan oleh
guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling (BK), dan wali kelas, melalui observasi yang
dicatat dalam jurnal berupa catatan anekdot (anecdotal record) dan catatan kejadian tertentu
(incidental record).
Teknik penilaian sikap yang dilakukan dapat berupa:
a) Observasi
Observasi dalam penilaian sikap siswa merupakan teknik yang dilakukan secara
berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang sangat baik (positif) atau kurang
baik (negatif) yang berkaitan dengan indikator sikap spiritual dan sikap sosial. Instrumen
yang digunakan dalam observasi adalah lembar observasi atau jurnal. Hasil observasi
dicatat dalam jurnal yang dibuat selama satu semester oleh guru mata pelajaran, guru BK,

7
dan wali kelas. Jurnal memuat catatan sikap atau perilaku siswa yang sangat baik atau
kurang baik, dilengkapi dengan waktu terjadinya perilaku tersebut, dan butir-butir sikap.
Berdasarkan catatan tersebut guru membuat deskripsi penilaian sikap siswa selama satu
semester.
b) Penilaian diri
Penilaian diri dalam penilaian sikap merupakan penilaian dengan cara meminta
siswa untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam berperilaku. Hasil
penilaian diri siswa dapat digunakan sebagai data konfirmasi. Instrumen yang digunakan
untuk penilaian diri berupa lembar penilaian diri yang dirumuskan secara sederhana,
namun jelas dan tidak bermakna ganda, dengan bahasa lugas yang dapat dipahami siswa,
dan menggunakan format sederhana yang mudah diisi siswa. Lembar penilaian diri dibuat
sedemikian rupa sehingga dapat menunjukkan sikap siswa dalam situasi yang
nyata/sebenarnya, bermakna, dan mengarahkan siswa mengidentifikasi kekuatan atau
kelemahannya.
c) Penilaian antar siswa/antar teman
Penilaian antarsiswa/antarteman merupakan penilaian dengan cara meminta siswa
untuk saling menilai perilaku temannya.Sebagaimana penilaian diri, hasil penilaian
antarteman dapat digunakan sebagai data konfirmasi. Instrumen yang digunakan berupa
lembar penilaian antarteman. Penilaian antarteman paling cocok dilakukan pada saat siswa
mengerjakan kegiatan kelompok.
b. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian untuk mengukur kemampuan siswa yang
meliputi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif serta kecakapan
berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Penilaian ini berkaitan dengan ketercapaian
Kompetensi Dasar pada KI-3 yang dilakukan oleh guru mata pelajaran.
Teknik penilaian pengetahuan yang dilakukan dapat berupa:
a) Tes tertulis
Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawaban disajikan secara tertulis untuk
mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta tes. Tes tertulis
menuntut adanya respons dari peserta tes yang dapat dijadikan sebagai representasi dari
kemampuan yang dimilikinya. Tes terlulis ada 2 macam yaitu:
1) Tes tulis bentuk pilihan ganda
Butir soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban
(option). Untuk tingkat SMA biasanya digunakan 5 (lima) pilihan jawaban. Dari kelima

8
pilihan jawaban tersebut, salah satu adalah kunci (key) yaitu jawaban yang benar atau
paling tepat, dan lainnya disebut pengecoh (distractor).
2) Tes tulis bentuk uraian
Tes tulis bentuk uraian atau esai menuntut siswa untuk mengorganisasikan dan
menuliskan jawaban dengan kalimatnya sendiri.
b) Tes lisan
Tes lisan merupakan pemberian soal/pertanyaan yang menuntut siswa menjawabnya
secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal pada waktu pembelajaran. Jawaban siswa
dapat berupa kata, frase, kalimat maupun paragraf.Tes lisan menumbuhkan sikap siswa
untuk berani berpendapat.
c) Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas kepada siswa untuk mengukur dan/atau
meningkatkan pengetahuan. Penugasan yang digunakan untuk mengukur kompetensi
pengetahuan (assessment of learning)dapat dilakukan setelah proses pembelajaran
sedangkan penugasan yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan (assessment for
learning) diberikan sebelum dan/atau selama proses pembelajaran.Penugasan dapat berupa
pekerjaan rumah dan/atau proyek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai
dengan karakteristik tugas.Penugasan lebih ditekankan pada pemecahan masalah dan tugas
produktif lainnya.
d) Observasi
Observasi bukan hanya dilakukan untuk menilai sikap, namun penilaian terhadap
pengetahuan siswa dapat juga dilakukan melalui observasi selama proses pembelajaran,
misalnya pada waktu diskusi atau kegiatan kelompok.Teknik ini adalah cerminan dari
penilaian autentik.
4. Penilaian Keterampilan
a. Penilaian kinerja
Penilaian kinerja digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran yang berupa
keterampilan proses dan/atau hasil (produk). Penilaian kinerja yang menekankan pada hasil
(produk) biasa disebut penilaian produk, sedangkan penilaian kinerja yang menekankan
pada proses dan produk dapat disebut penilaian praktik. Aspek yang dinilai dalam penilaian
kinerja adalah proses pengerjaannya atau kualitas produknya atau kedua-duanya.
b. Penilaian proyek

9
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang meliputi
kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam
periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan,
pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek
dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, inovasi dan
kreativitas,kemampuan penyelidikan dan kemampuan siswa menginformasikan
matapelajaran tertentu secara jelas.
c. Penilaian portofolio
Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan
informasi yang bersifat reflektif-integratif yang menunjukkan perkembangan kemampuan
siswa dalam satu periode tertentu. Dalam kurikulum 2013, portofolio digunakan sebagai
salah satu bahan penilaian. Hasil penilaian portofolio bersama dengan penilaian yang lain
dipertimbangkan untuk pengisian rapor/laporan penilaian kompetensi siswa. Portofolio
merupakan bagian dari penilaian autentik, yang langsung dapat menyentuh sikap,
pengetahuan, dan keterampilan siswa.

C. Manfaat Penilaian Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Biologi


Konsep penilaian autentik memandang bahwa penilaian harus transparan dan dapat
dilakukan oleh siapa saja termasuk siswa. Transparan artinya bahwa hal-hal apa yang
akan dinilai harus dikomunikasikan kepada siswa (pihak yang dinilai). Siswa juga harus
diberdayakan untuk mampu menilai dirinya sendiri (self assessment) maupun menilai
teman-temannya (Suwono,2012). Konsep penilaian diri memiliki makna untuk
memperbaiki kemajuan diri. Dengan demikian jika siswa sudah mampu melakukan
penilaian diri maka ia mampu mengembangkan dirinya.
Penilaian hasil belajar dalam pembbelajaran biologi harus bermanfaat dalam dua
hal yaitu, pertama untuk memberikan umpan balik kepada siswa maupun kepada proses
pembelajaran, kedua sebagai dasar melakukan evaluasi. Penilaian sebagai umpan balik
disebut juga sebagai penilaian formatif. Jika hasil penilaian menunjukan bahwa siswa
belum menguasai kompetensi yang diajarkan, maka hasil penilaian ini memiliki fungsi
sebagai umpan balik bagi siswa maupun kepada proses pembelajaran (Suwono,2012).
Bagi proses pembelajaran umpan balik dari hasil penilaian bermanfaat untuk
memperbaiki proses pembelajaran, terutama agar proses pembelajaran dapat disesuaikan

10
dengan gaya belajar siswa dan kondisi lingkungan siswa. Bagi siswa hasil penilaian
terutama berfungsi dalam memberikan masukan kepada siswa tentang kompetensi yang
belum dikuasai. Selama ini hasil penilaian hanya berfungsi sebagai evaluasi saja sehingga
siswa tidak pernah mendapat kesempatan untuk menilai proses belajarnya sudah baik
atau belum(Suwono,2012).
1. Manfaat Penilaian Sebagai Umpan Balik (Penilaian Formatif)
Strategi penilaian formatif diyakini mampu meningkatkan proses dan hasil belajar
siswa. Black dan Wiliam telah mengkaji 580 artikel yang berasal lebih dari 160 jurnal
dalam periode 9 tahun dan menyimpulkan bahwa penilaian formatif memiliki dampak
positif pada hasil belajar siswa dan motivasi siswa Yin,et al (dalam Farina 2014).
Menurut Vispoel dan Austin (dalam Farina 2014) penilaian formatif membantu
mendukung harapan bahwa semua anak dapat belajar pada tingkat yang tinggi dan
membuat siswa yang memiliki kinerja dan kemampuan kurang baik bersedia untuk
berinvestasi dalam pembelajaran lebih lanjut.Strategi penilaian formatif diyakini sebagai
alat belajar yang efektif karena melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, siswa dapat
memantau pemahamannya sendiri,
2. Manfaat Penilaian sebagai Dasar dari Evaluasi
Evaluasi pada setiap akhir proses pembelajaran merupakan tahap yang perlu
dilakukan oleh guru untuk menentukan kualitas pembelajaran. Kegiatan ini sering disebut
juga sebagai refleksi proses pembelajaran, karena kita akan menemukan kelebihan dan
kekurangan setelah proses pembelajaran dilakukan.
Dalam Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses dinyatakan
bahwa evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran
secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan
proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran
dilakukan dengan cara:
 Membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses.
 Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi
guru.
a. Evaluasi Diri

11
Evaluasi setiap akhir proses pembelajaran dapat dilakukan oleh guru yang
bersangkutan secara mandiri. Guru dapat menuangkan evaluasi yang telah dilakukan
dalam jurnal refleksi pembelajaran. Guru dapat mengisi jurnal pada setiap pelajaran yang
telah diajarkan selama guru melaksanakan tugasnya sebagai guru.
b. Evaluasi Kolaboratif
Guru dapat melakukan evaluasi setiap akhir proses pembelajaran secara
kolaboratif. Kolaborasi dapat dilakukan dengan sesama rekan guru atau peserta didik.
5. Dokumen Proses Pembelajaran
Dalam evaluasi setiap akhir proses pembelajaran, yang perlu diperhatikan adalah
mendokumentasikan berbagai hal yang menyangkut proses pembelajaran. Hal-hal yang
perlu didokumentasi adalah:
a. Dokumen silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
b. Dokumen hasil diskusi, kliping, tugas peserta didik, laporan hasil analisis terhadap
suatu masalah yang menunjukkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan proses
pembelajaran.
c. Dokumen pemanfaatan berbagai fasilitas yang menunjukkan difungsikannya sumber-
sumber belajar.
d. Dokumen yang menunjukkan adanya kegiatan mengunjungi perpustakaan, mengakses
internet, kelompok belajar, mengunjungi sumber belajar di luar lingkungan sekolah
(museum, kebun raya, pusat industri, dan lain-lain) yang menunjukkan adanya
program pembiasaan mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai
sumber belajar.
e. Dokumen kegiatan pekan olahraga pelajar dan seni, kepramukaan, olympiade MIPA,
latihan tari, latihan musik, dan sebagainya yang menunjukkan adanya pengalaman
mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
f. Dokumen kegiatan mengikuti perlombaan/pertandingan tingkat
g. kecamatan/kabupaten/provinsi/nasional yang menunjukkan adanya pengalaman
belajar untuk menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif.
h. Dokumen pembiasaan dan pengamalan ajaran agama seperti aktivitas ibadah
bersama, peringatan hari-hari besar agama, membantu warga sekolah yang
memerlukan.

12
i. Dokumen penugasan latihan keterampilan menulis peserta didik, seperti: hasil
portofolio, buletin siswa, majalah dinding, laporan kunjungan lapangan, dan lainlain.
j. Dokumen laporan kepengawasan proses pembelajaran yang dilakukan oleh Kepala
Sekolah.
Komponen ini sangat berkaitan erat dengan tujuan pendidikan karena evaluasi
berusaha menentukan apakah tujuan pendidikan tercapai atau tidak. Dengan demikian
kegiatan evaluasi sangat penting untuk mengukur sejauh mana keberhasilan peserta didik
maupun pendidik/guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.

 Manfaat Penilaian Pembelajaran (Arifin, 2011) antara lain:


a. Manfaat Penilaian Bagi Guru
1. Dengan melaksanakan penilaian, guru akan memperoleh data tentang kemajuan
belajar siswa.
2. Guru akan mengetahui apakah materi yang diajarkannya sudah sesuai atau tidak
dengan kemampuan siswa, sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk
menentukan materi pelajaran selanjutnya.
3. Dengan melaksanakan penilaian guru akan dapat mengetahi apakah metode
mengajar yang digunakannya sudah sesuai atau tidak.
4. Hasil penilaian dapat dimanfaatkan guru untuk merlaporkan kemajuan belajar siswa
kepada orang tua/wali siswa.
b. Manfaat penilaian bagi siswa
1. Hasil penilaian dapat menjadi pendorong siswa agar belajar lebih giat.
2. Hasil penilaian dapat dimanfaatkan siswa untuk mengetahui kemajuan belajarnya.
3. Hasil penilaian merupakan data tentang apakah cara belajar yang dilaksanakannya
sudah tepat atau belum.

c. Manfaat Penilaian bagi Lembaga/Sekolah


1. Hasil penilaian dapat dimanfaatkan sekolah untuk mengetahui apakah kondisi belajar
mengajar yang dilaksanakan sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum.
2. Hasil penilaian merupakah data yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk
merencanakan pengembangan sekolah pada masa yang akan datang.

13
3. Hasil penilaian merupakan bahan untuk menetapkan kebijakan dalam upaya
meningkatkan kualitas sekolah.

D. Penerapan Asesmen Dalam Pembelajaran Biologi


Biologi merupakan salah satu dari cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
makhluk hidup dan lingkungannya. Mempelajari biologi tidak sekedar mendapatkan pengetahuan
tentang makhluk hidup, namun juga mendapat pengetahuan tentang metode mempraktekkan ilmu
pengetahuan tersebut. Dalam mempelajari sains, para ilmuwan menggunakan keterampilan yang
disebut dengan keterampilan proses sains (sciense process skills). Keterampilan ini pada diri siswa
harus diukur agar dapat memberikan informasi bagaimana kondisi sebelum, pada saat, dan setelah
pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Mengukur pengetahuan siswa dapat
digunakan dengan asesmen. Proses penerapannya dapat dilakukan sesuai dengan panduan yang
dijelaskan dalam buku panduan penilaian untuk sekolah menengah atas KEMENDIKBUD (2015).
1. Perumusan Indikator
Dalam pelaksanaan penilaian, guru lebih dahulu merumuskan indikator pencapaian
kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dijabarkan dari Kompetensi Dasar
(KD) dan Kompetensi Inti (KI) pada setiap mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi
diperlukan untuk penyusunan instrumen penilaian dengan menggunakan kata kerja
operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk Kompetensi Dasar pada KI-3 dan
KI-4 sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut dan perilaku yang
dapat diobservasi sebagai pemenuhan kompetensi dasar pada KI-1 dan KI-2. untuk
pegetahuan dan pengetahuan.
Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan substansi/materi, konstruksi, dan
bahasa. Persyaratan substansi merepresentasikan kompetensi yang dinilai; persyaratan
konstruksi memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan,
dan persyaratan bahasa adalah penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif
sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.
Indikator untuk mengukur pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan
mengandung kata kerja operasional. Indikator tersebut digunakan sebagai rambu-rambu
dalam penyusunan butir soal atau tugas. Indikator pencapaian kompetensi pengetahuan dan
keterampilan merupakan ukuran, karakteristik, atau ciri-ciri yang menunjukkan ketercapaian
suatu kompetensi dasar tertentu dan menjadi acuan dalam penilaian kompetensi dasar mata

14
pelajaran. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi satu atau lebih indikator
pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan untuk mengukur pencapaian
kompetensi sikap digunakan indikator penilaian sikap yang dapat diamati.
2. Pelaksanaan Penilaian
a. Penilaian Sikap Spritual
Pelaksanaan penilaian sikap spiritual dilakuan setiap hari selama pembelajaran satu
semester. Penilaian dilakukan oleh wali kelas, guru BK, dan guru mata pelajaran serta siswa.
Penilaian sikap spiritual di dalam kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran. Sikap siswa di
luar jam pelajaran diamati/dicatat wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan
wali kelas mencatat perilaku siswa yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera
setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku tersebut.
b. Penilaian Sikap Sosial
Pelaksanaan penilaian sikap sosial dilakukan setiap hari selama pembelajaran satu
semester. Penilaian dilakukan oleh wali kelas, guru BK, dan guru mata pelajaran serta siswa.
Penilaian sikap sosial dilakukan secara terus-menerus selama satu semester. Penilaian sikap
sosial di dalam kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran. Sikap siswa di luar jam pelajaran
diamati/dicatat wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas
mencatat perilaku siswa yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah
perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku tersebut.
c. Penilaian Pengetahuan
Pelaksanaan penilaian kompetensi pengetahuan dilakukan untuk menilai proses dan
hasil belajar siswa. Penilaian proses dilakukan melalui ulangan harian yang dapat dilakukan
melalui tes tertulis, tes lisan, maupun penugasan. Cakupan ulangan harian meliputi seluruh
indikator dari satu kompetensi dasar atau lebih sedangkan cakupan penugasan disesuaikan
dengan karakteristik kompetensi dasar.
Penilaian hasil belajar dilakukan melalui ulangan tengah semester (UTS) dan ulangan
akhir semester (UAS). UTS merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan untuk mengukur
pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran setelah kegiatan pembelajaran berlangsung 8 -
9 minggu. Cakupan UTS meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada
periode tersebut. UAS merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan untuk mengukur

15
pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran di akhir semester. Cakupan UAS meliputi
seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada satu semester.
d. Penilaian Keterampilan
Pelaksanaan penilaian kompetensi keterampilan dilakukan untuk menilai proses dan
hasil belajar siswa. Penilaian proses dilakukan melalui penilaian praktik selama proses
pembelajaran. Sedangkan penilaian hasil dilakukan melalui penilaian produk, penilaian
proyek, dan penilaian portofolio yang diberikan setelah pembelajaran. Penilaian kompetensi
keterampilan dapat juga dilakukan melalui ulangan harian sesuai karakteristik kompetensi
dasar sedangkan penilaian keterampilan pada UTS dan UAS sesuai karakteristik setiap mata
pelajaran.
1) Penilaian Kinerja
Intensitas (frekuensi) pelaksanaan penilian kinerja ditentukan guru berdasarkan
tuntutan KD dan dapat dilakukan untuk satu atau beberapa KD. Beberapa langkah dalam
melaksanakan penilaian kinerja meliputi:
a) menjelaskan rubrik penilaian kepada siswa sebelum pelaksanaan penilaian.
b) memberikan tugas secara rinci kepada siswa.
c) memastikan ketersediaan dan kelengkapan alat serta bahan yang digunakan.
d) melaksanakan penilaian selama rentang waktu yang direncanakan.
e) membandingkan kinerja siswa dengan rubrik penilaian.
f) melakukan penilaian dilakukan secara individual.
g) mencatat hasil penilaian.
h) mendokumentasikan hasil penilaian.
2) Penilaian proyek
Penilaian proyek dilakukan untuk satu atau beberapa KD pada satu mata pelajaran
atau lintas mata pelajaran. Beberapa langkah dalam melaksanakan penilaian proyek:
a) menjelaskan rubrik penilaian kepada siswa sebelum pelaksanaan penilaian.
b) memberikan tugas kepada siswa.
c) memberikan pemahaman yang sama kepada siswa tentang tugas yang harus dikerjakan.
d) melakukan penilaian selama perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan proyek.
e) memonitor pengerjaan proyek siswa dan memberikan umpan balik pada setiap tahapan
pengerjaan proyek.

16
f) membandingkan kinerja siswa dengan rubrik penilaian.
g) memetakan kemampuan siswa terhadap pencapaian kompetensi minimal.
h) memberikan umpan balik terhadap laporan yang disusun siswa.
i) mendokumentasikan hasil penilaian.
3) Penilaian portofolio
Penilaian portofolio dilakukan untuk melihat perkembangan pencapaian kompetensi
dan capaian akhir serta dapat digunakan untuk mendeskripsikan capaian keterampilan dalam
satu semester. Beberapa langkah dalam melaksanakan penilaian portofolio:
a) melaksanakan proses pembelajaran terkait tugas portofolio dan menilainya pada saat
kegiatan tatap muka, tugas terstruktur atau tugas mandiri tidak terstruktur, disesuaikan
dengan karakteristik mata pelajaran.
b) melakukan penilaian portofolio berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan atau
disepakati bersama dengan siswa;
c) siswa mencatat hasil penilaian portofolionya untuk bahan refleksi dirinya;
d) mendokumentasikan hasil penilaian portofolio sesuai format yang telah ditentukan;
e) memberi umpan balik terhadap karya siswa secara berkesinambungan dengan cara
memberi keterangan kelebihan dan kekurangan karya tersebut, cara memperbaikinya dan
diinformasikan kepada siswa;
f) memberi identitas (nama dan waktu penyelesaian tugas), mengumpulkan danmenyimpan
portofolio masing-masing dalam satu map atau folder di rumah masing masing atau di
loker sekolah;
g) setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, siswa diberikesempatan untuk
memperbaikinya;
h) membuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan dan
penyerahankarya hasil perbaikan kepada pendidik;
i) memamerkan dokumentasi kinerja dan atau hasil karya terbaik portofolio dengan
caramenempel di kelas;
j) mendokumentasikan dan menyimpan semua portofolio ke dalam map yang telahdiberi
identitas masing-masing siswa untuk bahan laporan kepada sekolah danorang tua siswa;

17
k) mencantumkan tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan
pesertadidik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu untuk
bahanlaporan kepada sekolah dan atau orang tua siswa;
l) memberikan nilai akhir portofolio masing-masing siswa disertai umpan balik.

3. Contoh Penilaian
a. Contoh penilaian kinerja/praktik
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Konsep : Difusi dan Fotosintesis
Kelas/semester : VIII/I

Petunjuk :
1. Pengamat memberikan skor masing-masing kelompok sesuai denga hasil pengamatan
dengan memberi tanda cek (√ ).
2. Hasil pengamatan disesuaikan dengan keterangan yang sudah ditetapkan
3. Pengamat menjumlahkan hasil skor yang diperoleh masing-masing kelompok
4. Pengamat memberikan ketuntasan penilaian cara berpikir proses ilmiah dengan cara skor
yang diperoleh dibagi dengan total keseluruhannya dikali 100%.
5. Hasil ketuntasan penilaian disesuaikan dengan kriteria penilaian yang sudah ditetapkan

1. Merumuskan Masalah/Pertanyaan
Skor Jlh skor
No Aspek yang diamati
0 1 2 3 4
1. Masalah yang dirumuskan telah
dipikirkan secara seksama dan
ada relevansinya
2. Masalah yang dibuat dengan
baik
3. Masalah yang muncul secara
logis
4. Masalah menuntut ke arah
pengamatan selanjutnya
5. Masalah menuntut ke prediksi
yang masuk akal
6. Suatu masalah yang dipilih
untuk penyelidikan
Rata-rata skor keseluruhan yang diperoleh

2. Merumuskan jawaban sementara (hipotesis)


No Aspek yang diamati Skor Jlh skor

18
0 1 2 3 4
1. Jawaban sementara dirumuskan
dalam kalimat pernyataan
(bukan pertanyaan) yang
mencerminkan pertanyaan-
pertanyaan.
2. Prediksi dapat dihasilkan dari
jawaban sementara tersebut.
3. Jawaban sementara tersebut
dapat digunakan untuk
merancang percobaan.
Rata-rata skor keseluruhan yang diperoleh

3. Merancang Percobaan
Skor Jlh skor
No Aspek yang diamati
0 1 2 3 4
1. Rancangan percobaan yang
dibuat dapat menguji prediksi
2. Metode dan prosedur yang
digunakan di dalam eksperimen
mengikuti urutan tertentu.
3. Prosedur eksperimen jelas dan
cukup jelas sehingga orang lain
dapat melaksanakannya
Rata-rata skor keseluruhan yang diperoleh

4. Membuat tabel pengamatan


Skor Jlh skor
No Aspek yang diamati
0 1 2 3 4
1. Tabel mengandung data yang
cocok
2. Tabel lengkap dengan judul
yang cocok
3. Tabel data teratur dan dapat
disajikan
Rata-rata skor keseluruhan yang diperoleh

5. Menafsirkan data
Skor Jlh skor
No Aspek yang diamati
0 1 2 3 4

19
1. Analisis dilakukan untuk
seluruh data
2. Analisis menggunakan prosedur
statistic yang cocok
3. Analisis dilakukan akurat da
seksama
Rata-rata skor keseluruhan yang diperoleh

6. Menyimpulkan
Skor Jlh skor
No Aspek yang diamati
0 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
Rata-rata skor keseluruhan yang diperoleh

Keterangan :
0 = Sangat kurang 3 = Baik
1 = Kurang 4 = Sangat baik
2 = Cukup

b. Format Asesmen Kinerja Psikomotor


Skor Skor Asesmen
No Rincian Tugas Kinerja Maksimum Oleh Oleh
siswa Guru
sendiri
1 Membuka diafragma mikroskop 10
2 Mengatur cermin untuk mendapatkan cahaya 10
3 Meletakkan preparat pada meja benda. 10
4 Menjepitkan kaca benda dengan penjepit. 10
5 Memutar lensa objektif pada pembesaran 10
lemah.
6 Dengan pemutar lensa kasar (makrometer) 10
mengatur posisi preparat sehingga tampak
sel epidermis dengan jelas.
7 Memutar pembesaran lemah ke pembesaran 10
kuat.
8 Dengan menggunakan pemutar halus 10
(mikrometer) mengatur posisi preparat

20
sehingga gambar sel tampak jelas.
9 Menggambar sel epidermis daun Rhoeo 10
discolor dengan benar.
10 Mengatur posisi lensa objektif, cermin dan 10
diafragma pada posisi simpan (tidak
digunakan)
Skor Total 100

c. Format Pengamatan Perilaku Berkarakter


Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter siswa diberi nilai dengan skala berikut ini:
A = Sangat baik
B = Memuaskan
C = Menunjukkan kemajuan
D = Memerlukan perbaikan
Perilaku Berkarakter
Terbuka
Nama
No. NIS Kerja dan
Siswa Ketelitian Kejujuran Peduli Komunikasi
Sama Menghargai
Teman
1
2
3
4
5
…….., …………………2010
Pengamat

( )

d. Format Pengamatan Keterampilan Sosial


Petunjuk:
Untuk setiap keterampilan sosial siswa diberi nilai dengan skala berikut ini:
A = Sangat baik
B = Memuaskan
C = Menunjukkan kemajuan
D = Memerlukan perbaikan

21
Keterampilan Sosial
Nama Menjadi
No. NIS Menyumbang
Siswa Bertanya Pendengar Komunikasi
Ide/Pendapat
yang Baik
1
2
3
4
5
…….., ………………….. 2018
Pengamat

( )
Sumber: Johnson, D.W. dan Johnson, R. T. 2002. Meaningful Assessment. A Manageable and
Cooperative Process. Boston: Allyn & Bacon.

e. Format penilaian proses belajar (eksperimen/pengamatan)

Skor Penilaian
No Elemen yang dinilai
maksimal Siswa Guru
1 Memprediksi/meramal desain percobaan 5
2 Merumuskan masalah yang diperlukan dalam 5
percobaan
3 Menggunakan metode dan prosedur dalam 5
percobaan
4 10
Prosedur percobaan harus lengkap dan ielas
5 Menentukan variabel bebas secara tepat dan 5
mudah diidentifikasi
6 Merencanakan variabel bebas dengan ukuran 5
yang akurat/teliti
7 Menetukan variabel terikat secara tepat 5
dan mudah diidentifikasi
8 Perencanaan terhadap variabel terikat 5
harus terukur dengan teliti
9 Desain percobaan menggunakan sistem 10
matriks
10 Percobaan harus dikontrol dengan tepat 10
11 Kesalahan dalam penulisan diupayakan 5
sangat sedikit
12 Data pengamatan harus lengkap 5

22
13 Menggunakan strategi uji coba berulang-ulang 5
dengan ukuran yang tepat
14 Desain percobaan dilaksanakan dengan hati- 10
hati dan tepat
15 Melaporkan hasil percobaan dengan rapi, 10
resentatif dan teratur
16 Kosakata yang digunakan harus bagus dengan 5
bahasa tulis yang bagus serta mengunakan
kalimat yang tepat
17 5
Pada petunjuk percobaan disediakan tata cara
untuk membersihkan kotoran sisa percobaan
TOTAL 100
Sumber., adaptasi Hibbart. K. M (1995.-23)

23
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Menurut Permendikbud No 104 tahun 2014 menyatakan bahwa tujuan penilaian yaitu; a)
mengetahui tingkat penguasaan kompetensi dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
sudah dan belum dikuasai seorang/sekelompok peserta didik untuk ditingkatkan dalam
pembelajaran remedial dan program pengayaa, b) Menetapkan ketuntasan penguasaan
kompetensi belajar peserta didik dalam kurun waktu tertentu, c) menetapkan program
perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi bagi mereka yang
diidentifikasi sebagai peserta didik yang lambat atau cepat dalam belajar dan pencapaian hasil
belajar, d) memperbaiki proses pembelajaran pada pertemuan semester berikutnya.
2. Penilaian berbasis kelas merupakan proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan data
dan informasi tentang hasil belajar untuk menetapkan penguasaan peserta didik terhadap
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
3. Manfaat dari penilaian hasil belajar adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi
selama dan setelah pembelajaran, memberikan umpan balik bagi peserta didik, serta
memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik.
4. Penerapan asesmen dalam pembelajaran biologi dapat berupa asesmen tradisional, asesmen
alternatif, asesmen kerja dan asesmen autentik terdiri dari observasi, penilaian diri, penilaian
antar teman, penilaian portofolio, penilaian proyek, penilaian produk dan jurnal.
pengembangan.

B. SARAN
Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini, baik dari segi
penyusunan maupun masih kurangnya sumber rujukan yang penulis gunakan. Oleh karena itu,
kritikan dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.

24
DAFTAR RUJUKAN

Arifin, Z. 2009. Evaluasi Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya: Bandung

Arifin, Zainal. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Depdiknas. 2008. Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Depdikas.

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. 2015. Panduan Penilaian untuk Sekolah
Menengah Atas. Kementrian Penddidikan dan Kebudayaan.

Farina, 2014. Pengaruh Penilaian Formatif Dengan Feedback Terhadap Proses Dan Hasil
Belajar Pada. Materi Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan. Bandung: Universitas
Pendidikan Indonesia.

KEMENDIKBUD. 2015. Panduan Penilaian Sekolah Menegah Atas. Jakarta : Direktorat


Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian

Sumber: Johnson, D.W. dan Johnson, R. T. 2002. Meaningful Assessment. A Manageable and
Cooperative Process. Boston: Allyn & Bacon.

Pantiawi, Yuni. Hakekat Asesmen Autentik Dan Penerapannya Dalam Pembelajaran Biologi.
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, Vol. 1 No.1.

Suwono. 2012. Penilaian Hasil Belajar IPA. Malang: Bayumedia Publishing.

25