Anda di halaman 1dari 6

PENGENDALIAN VEKTOR DAN BINATANG PENGGANGGU-B

UJI BIO ASSAY VEKTOR PADA RESIDUAL DENGAN


MENGGUNAKAN FOGGING

Disusun oleh :

KELOMPOK 2

Fakhry Muhammad
Fathul Fitriyah Rosdyani
Erni Triwulandari
Indah Nur Abidah
Larasati Wijayanti
Latri Hidayah
Wahyu Widi Santoso
Widhy Reza Putra
2DIV

POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA II

2014
1. LATAR BELAKANG

Keadaan transisi Epidemiologi yang ditandai dengan semakin berkembangnya penyakit


degeneratif dan penyakit menular yang belum dapat diatasi sepenuhnya seperti malaria
merupakan sebagian tantangan kesehatan dimasa depan. Penyakit menular tersebut disebabkan
oleh vektor penyakit. Terkait dengan masalah penyakit menular khususnya malaria yang
disebabkan oleh vektor nyamuk perlu adanya tindakan penanganan yang tepat.

Tindakan untuk memutus rantai penularan penyakit dan pemberantasan vektor sangatlah
diperlukan. Tindakan pemberantasan vektor nyamuk dapat dilakukan dengan berbagai cara
seperti menggunakan insektisida. Kekuatan atau daya bunuh insektisida yang digunakan
untuk pengendalian vektor cara kimiawi, baik untuk pengendalian stadium dewasa
maupun jentik perlu diukur. Kecuali daya bunuhnya terhadap nyamuk sasaran, efek
residual insektisida yang digunakan perlu pula diketahui. Untuk mengetahui kemampuan
insektisida dalam membunuh vektor khususnya nyamuk dilakukan pengujian yang disebut uji
bioassay. Oleh karena itu, kami melakukan praktikum bioassay untuk mengetahui cara pengujian
daya bunuh insektisida terhadap nyamuk.

2. TUJUAN

1. Untuk mengetahui daya toksisitas insektisida dalam bentuk residu di area (


ruangan ) pada periode waktu tertentu .
2. Untuk mengetahui priode waktu papar ( expoure time ) terhadap residu insektisida
yang ada di area ( ruangan ).

3. ALAT DAN BAHAN.

a. Insekta ( nyamuk )

b. Aspirator

c. Paper Cup

d. Gula dan kapas


e. Aplikator ( fogging )

f. Higrometer dan Thermometer.

g. Kotak media untuk residu

4. PROSEDUR KERJA.

1. Siapkan alat dan bahan

2. Sebelum dimasukkan kedalam kotak media sasaran hendaknya insekta

tersebut dimasukkan kedalam tabung kontrol selama 5 menit.

3. Masukkan insekta ke kotak media sasaran sejumlah 20 ekor.

4. Letakkan kotak media sasaran pada suatu ruangan dengan posisi 2 meter dari

permukaan . Pengabutan dilakukan pada ruangan ditutup semua pintu dan

jendela ruangan.

5. Lakukan pengamatan dengan jarak lebih kurang 3 meter dari kotak media

sasaran amati selama selama 30 - 60 menit.

6. Amati dan analisa insekta yang mati terpapar .

7. Pindahkan insekta yang masih hidup kedalam paper cup selama lebih kurang

24 jam ( paper cup telah diberi gula ).

8. Catat jumlah nyamuk yang mati


5. HASIL PENGAMATAN

Jenis Tabung Kontrol 1 (5 menit) Tabung Uji (1 jam )


No Insekta
Insekta Hidup Mati Pingsan Hidup Mati Pingsan
Nyamuk
1 NUVEX 15 - - 8 5 -
Culex

Hasil Pengamatan dari praktikum yang kami lakukan :

1. Tidak ada nyamuk yang mati setelah pengamatan selama 5 menit

di dalam tabung control.

2. Setelah dilakukan pengamatan selama 1 jam di dapatkan data bahwa


nyamuk mati berjumlah 5 ekor
3. Karena masih ada nyamuk yang hidup maka dilanjutkan pengamatan 24 jam.Setelah
dilakukan pengamatan 24 jam didapat semua nyamuk mati.

6. Interpretasi Data

RA = % ( NKM ) - % ( NKP ) x 100

100 - % ( NKP )

Keterangan :

NKM = Jml kematian insekta pada kotak media


NKP = Jml kematian insekta pada paper cup
NKM = ( 5 : 15 ) x 100 = 33 %

NKP = ( 0 : 15 ) x 100 = 0%

RA (60 Menit) = 33,33% - 0 % x 100 = 33,33%


100 - 0 %
NKM = ( 15 : 15 ) x 100 = 100 %

NKP = ( 0 : 15 ) x 100 = 0%

RA (24 jam) = 100% - 0 % x 100 = 100%


100 - 0 %

PEMBAHASAN

Dari hasil yang ada dapat dijelaskan bahwa pada saat praktikum dilakukan, jumlah
nyamuk yang dimasukkan kedalam kotak media adalah 15 ekor. Seperti pengertian yang ada, Uji
Bioassay adalah suatu cara untuk mengukur efektivitas suatu insektisida terhadap vektor
penyakit sehingga pengujian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui daya bunuh insektisida
dan untuk mengetahui kualitas/cakupan penyemprotan yang dilakukan.

Pengujian pada kotak media dalam waktu 1 jam dan kemudian diamati kembali setelah
24 jam (1 hari). Seperti yang ada didalam tabel pada kotak media terdapat 5 nyamuk yang mati,
dan 8 ekor nyamuk masih hidup. Sedangkan pada saat pengamatan setelah 24 jam (1 hari),
nyamuk yang ada didalam kotak media telah mati semua,

Dari cara perhitungan yang ada (jumlah nyamuk mati / jumlah nyamuk yang diuji x
100%), dapat diprosentasikan antara jumlah nyamuk yang diuji dan jumlah nyamuk yang mati
setelah 1 jam dan setelah 24 jam (1 hari). Dapat dilihat bahwa prosentase di dalam kotak media
waktu 1 jam adalah 33,33 % dan pada waktu 24 jam 100 % . Dari hal tersebut dapat dijelaskan
bahwa daya bunuh insektisida yang digunakan adalah baik.
5.1 KESIMPULAN

Dari pembahasan yang ada dapat disimpulkan bahwa setelah praktikum dilaksanakan
didapat beberapa angka yang setelah di dihitung dengan rumus yang telah ditentukan didapatkan

Daya toksiditas pestisida icon melalui fogging dalam ruangan pada periode selama 60 menit
adalah sebesar 33,33 %

Terjadinya keterpaparan selama 24 jam pada nyamuk dengan insektisida icon melalui
aplikasi dengan menggunakan fogging menyebabkan kematian 100 % pada nyamuk. sehingga dapat
dikatakan bahwa daya bunuh insektisida yang digunakan adalah kurang efektif membunuh
nyamuk.