Anda di halaman 1dari 2

Pertanyaan dan jawaban SPM BAB 3

Dari Kelompok 3

1. Pertanyaan NIKEN ANGELICA SATIVA


 Tindakan apa yang memotivasi orang untuk bertindak demi kepentingan diri mereka sendiri?
Jawaban:
Yang mempengaruhi/memotivasi orang untuk bertindak untuk kepentingan diri sendiri, ada
dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor internalnya adalah melalui sikap dan
perilaku dari orang itu sendiri, sedangkan faktor eksternalnya adalah melalui lingkungan yang
memberi kesempatan atau peluang untuk orang yang bisa memikirkan dirinya sendiri.
 Bagimana cara menyikapi hal tersebut?
Jawaban:
Cara menyikapinya adalah dengan membentuk aturan-aturan yang mengikat seseorang
sehingga orang tersebut tidak akan sempat berpikir untuk dirinya sendiri karena aka nada
konsekuensinya yang diterima jika ia tidak sejalan dengan tujuan pedoman kerja di perusahaan
tersebut.
2. Pertanyaan INDRA BAGUS CHRISTIAWAN
Mengapa struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada sebuah perusahaan dengan
produk dan pasar yang beragam ?
Jawaban:
Struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada sebuah perusahaan dengan produk
dan pasar yang beragam karena ruang lingkup masing-masing manajer menjadi sangat luas
dengan beragamnya produk dan segmen konsumen yang dilayani. Beban masing-masing
manajer funsionalnya pun menjadi berat sehingga dikhawatirkan tidak dapat tertangani dengan
baik. Contohnya perusahaan Deere & Co yang pada awalnya memproduksi cor baja bajar.
Namun sekarabg perusahaan tersebut telah berkembang. Pada tahun 2005, Deere& Co
diorganisasikan ke dalam empat bisnis yaitu perlengkapan pertanian, perlengkapan konstruksi,
perlengkapan konsumen, dan kredit. Karena beragamnya produk dan segmen konsumsi uang
dilayaninya, Deere & Co tidak bisa menetapkan struktur fungsionalnya.
3. Pertanyaan KARMILA
Bagaimana hubungan perilaku dalam organisasi dengan manajemen?
Jawaban:
Organisasi itu adalah wadah atau tempat berkumpulnya orang utnuk saling bekerjasama. Jadi
oragnisasi dan manajemen adalah sebuah hubungan timbal balik yang baik. Karena keduanya
saling memerlukan sehingga kerjasama yang dibangun lebih efektif dalam mencapai tujuannya.
4. Pertanyaan FIRMAN VAJERO HUTAJULU
Unit bisnis tersebut bertanggungjawab untuk melakukan perencanaan dan koordinasi kerja dari
berbagai fungsi yang berbeda, jelaskan maksud dari fungsi yang berbeda dan berikan
contohnya!
Jawaban:
Maksud dari fungsi yang berbeda atau terpisah adalah tugas atau fungsi dari epartemen/divisi
mempunyai funsi dan divisi yang berbeda, misalnya sebagai contoh dalam departemen
pemasaran ada divisi-divisinya yang mempunyai fungsi yang berbeda , memastikan agar rencana
departemen pemasaran bisa disesuaikan dengan kemampuan produksi dan untuk
menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul di antara fungsi-fungsi.
5. Pertanyaan pertanyaan dari Patrisius Wejo
Bagaimana seharusnya hubungan antara pengendali perusahaan dan pengendali divisi. Langkah
konkret apakah yang akan diambil untuk mebangun hubungan-hubungan ini?
Jawaban:
Ya perusahaan dan divisi kaitannya harus erat harus erat karena divisi dan perusahaan harus
mempunyai suatu tujuan dan visi misi yang sama dalam menjalankan kegiatannya. Langkah
konkretnya dalam mewujudkannya adalah yng petama harus menjalin komunikasi yang baik
karena dengan komunikasi yang baik maka semua akan mudah tersampaikan, baru setelah itu
menyusun sistem pengendalian manajemennya seperti aturan-aturan yang mengikat dalam
proses kerja dan membuat proses kendali secara formal seperti menentukan tujuan dan strategi
perusahaan.
6. Pertanyaan RATNA MUTIA DEWI
Filosofi organisasi apakah yang digunakan Martex dalam fungsi pengendali? Bagaimana
menurut kalian? Haruskah Radell menerapkan filosofi ini?
Jawab :
Metode filosofi Martex adalah pengendali divisional melapor pada pengendali korporat
dengan tujuan transparansi dalam isu pengendalian anggaran. Laporan dari pengendali
perusahaan umumnya dirasa lebih valid, karena adanya informasi yang masih biasa dari
hasil audit atau pemeriksaan yang dilakukan oleh kontroler divisi.
a) Keuntungan filosofi Martex yaitu : Meminimalisir biaya-biaya tambahan di
anggaran biaya dan lebih mudah untuk adaptasi program kontrol yang baru.
b) Kelemahan dari filosofi Martex tersebut adalah terjadinya keterlambatan dalam
proses pengambilan keputusan. Sulitnya melakukan perubahan, juga berpotensi
menimbulkan masalah antar anggota organisasi atau karyawan perusahaan sehingga
bahkan bisa menyebabkan disfungsi dan inefisiensi dan proses kerja.

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa agar Rendell tidak melakukan perubahan
organisasi yang langsung radikal, tetapi lebih kepelaksanaan sistem atau aplikasi
perangkat pengendali tambahan mengingat keterbatasan budget yang ada.