Anda di halaman 1dari 15

TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

KURVA PERMINTAAN DAN PENAWARAN


KESEIMBANGAN HARGA PASAR

Permintaan dan penawaran suatu barang dan jasa berkaitan dengan interaksi
antara pembeli dan penjual di pasar yang akan menentukan tingkat harga suatu barang
dan jasa yang berlaku di pasar serta jumlah barang dan jasa tersebut yang akan
diperjualbelikan di pasar.

Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas (
barang dan jasa) dan juga menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta dan
harga serta pembentukan kurva permintaan.

Teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan komoditas yang
akan dijualnya penggabungan permintaan pembeli dan penawaran penjual dapat
menunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual akan menentukan harga
keseimbangan atau harga pasar serta jumlah komoditas yang akan diperjualbelikan.

Dalam analisis ekonomi dianggap bahwa permintaan suatu barang terutama


dipengaruhi oleh tingkat harganya. Oleh sebab itu, dalam teori permintaan yang
terutama dianalisis adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan
harga barang tersebut.

Dalam analisis tersebut diasumsikan bahwa “faktor-faktor lain tidak mengalami


perubahan“ atau ceteris paribus. Tetapi dengan asumsi yang dinyatakan ini tidaklah
berrati bahwa kita mengabaikan faktor-faktor yang dianggap tetap tersebut. Setelah
menganalisis hubungan diantara jumlah permintaan dan tingkatharga maka kita
selanjutnya oleh mengasumsikan bahwa harga adalah tetap dan kemudian menganalisis
bagaimana permintaan suatu barang dipenggaruhi oleh berbagai faktor lainnya.

Analisis permintaan dan penawaran merupakan hal yang penting untuk :


 Memahami respon harga dan kuantitas suatu komoditas terhadap perubahan
perubahan variabel ekonomi ( misalnya variabel perubahan teknologi,selera
konsumen ,harga komoditas lain ,harga faktor produksi)
 Menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dan pembeli dalam
menghasilkan harga dan kuantitas suatu komoditas
 Menunjukkan kebebasan yang diberikan pasar kepada konsumen dan produsen
 Menganalisis efek berbagai intervensi kebijakan pemerintah di pasar ( seperti
pengendalian harga, kuota, pajak, subsidi,penetapan upah minimum,dll)
A. PASAR

Menurut fungsinya, satuan satuan ekonomi individual dapat dibagi menjadi


dua kelompok besar yaitu pembeli dan penjual.
Pasar adalah suatu institusi yang pada umumnya tidak berwujud secara fisik yang
mempertemukan penjual dan pembeli suatu komoditas ( barang dan jasa).
Pasar komoditas adalah interaksi antara para pembeli dan para penjual dari suatu
komoditas dalam menentukan jumlah dan harga barang atau jasa yang
diperjualbelikan.
Terkait dengan luas pasar adalah defenisi pasar. Defenisi pasar penting karena
beberapa alasan berikut :
 Memberi informasi bagi manajemen perusahaan , tentang pihak –pihak yang
merupakan pesaing nyata dan pesaing potensial untuk komoditas yang
berbeda atau yang sama.
 Memberikan acuan pada pihak manajemen perusahaan tentang batas dari sifat
komoditas dan batas biografis pasarnya untuk keperluan penetapan harga.
 Memberikan masukan yang berharga bagi pemerintah dalam penetapan
kebijakan yang terkait dengan kepentingan publik seperti pemerintah
mengizinkan atau menolak merger atau akuisisi perusahaan yang
memproduksi komoditas yang sama.

B. TEORI PERMINTAAN DAN KURVA PERMINTAAN

Apabila harga suatu produk meningkat maka permintaan terhadap produk


tersebut akan berkurang dan apabila harga suatu produk tersebut menurun maka
permintaan terhadap produk tersebut akan meningkat.

 PENGARUH FAKTOR BUKAN HARGA TERHADAP PERMINTAAN


Hukum permintaan terutama memperhatikan sifat hubungan antara harga sesuatu
barang dengan jumlah barang yang di minta. Sedangkan dalam kenyataan sebenarnya
seperti yang sudah dinyatakan sebelum ini banyaknya permintaan terhadap sesuatu
barang juga ditentukan oleh banyak faktor lain. Oleh sebab itu, untuk melengkapi
analisis mengenai teori permintaan, adalah perlu untuk menganalisis bagaimana faktor
penting lainnya dapat mempengaruhi permintaan.

a. Harga barang-barang lain

Hubungan antara sesuatu barang dengan berbagai jenis-jenis barang lainnya dapat di
bedakan menjadi tiga golongan yaitu ; (i) barang lain merupakan pengganti, (ii)
barang lain merupakan pelengkap, dan (iii) barang yang tidak ada kaitannya sama
sekali (netral).

 Barang pengganti

Sesuatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila ia dapat
menggantikan fungsi barang lain tersebut. Harga barang pengganti dapat
mempengaruhi permintaan barang yang di gantikannya. Sekiranya harga barang
pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami
pengurangan permintaan.

 Barang pelengkap

Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka
barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Kenaikan
atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan
perubahan permintaan barang yang di lengkapinya.

 Barang netral

Permintaan terhadap beras dan terhadap buku tulis tidak mempunyai hubungan sama
sekali. Maksudnya, perubahan permintaan dan harga beras tidak akan mempengaruhi
permintaan buku tulis dan begitu pula sebaliknya. Apabila du macam barang tidak
mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu
barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya. Barang seperti
ini di namakan barang netral.
b. Pendapatan para pembeli

Pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menetukan
corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu
menimbulkan perubahan terhadap berbagai jenis barang. Bersadasrkan kepada sifat
perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang
dapat dibedakan menjadi empat golongan yaitu ; barang inferior, barang esensial,
barang normal, dan barang mewah

 Barang inferior

Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang
berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaa terhadap
barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang. Para pembeli yang
mengalami kenikan pendapatan akan mengurangi pengeluarannya terhadap barang-
barang inferior dan menggantikannya dengan barang-barang yang lebih baik mutunya.

 Barang esensial

Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan
masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat
seperti makanan (beras, kopi, dan gula) dan pakain yang utama. Perbelanjaan seprti
ini tidak berubah walaupun pendapatan meningkat.

 Barang normal

Sesuatu barang yang dinamakam barang normal apabila ia mengalami kenikan


dalam permintaan sebagai akibat dari knaikan pendapatan. Kebanyakan barang yang
ada dalam masyarakat termasuk dalam golongan ini. Ada dua faktor yang
menyebabkan barang-barang seperti itu permintaannya akan engalami kenaikan kalau
pendapatn para pembeli bertambah yaitu ; (i) pertambahan pendapatan menambah
kemampuan untuk membeli lebih banyak barang, dan (ii) pertambahan pendapatan
memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari yang kurang baik
mutunya kepada barang yang lebih baik mutunya.
 Barang mewah

Jenis-jenis yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relatif tinggi
termasuk dalam golongan ini. Emas, intan, mobil adalah beberapa contoh barang
mewah. Selain itu perabot rumah yang mahal adalah contoh lainnya. Biasanya barang-
barang tersebut baru di beli masyarakat setelah dapat memenuhi kebutuhan yang
pokok seperti makanan, pakaian, perumahan.

c. Pendapatan para pembeli

Beberapa faktor lain yng cukup penting peranannya dalam mempengaruhi


permintaan terhadap suatu barang adalah distribusi pendapatan, cita rasa, jumlah
penduduk dan ekspektasi mengenai keadaan masa depan. Faktor-faktor tersebut
yakni:

 Distribusi pendapatan

Distribusi pendapatan juga dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berbagai


jenis barang. Sejumlah pendapatan masyarakat yang tertentu besarnya akan
menimbulkan corak permintaan masyarakat yang berbeda apabila pendapatan tersebut
diubah corak distribusinya. Sekiranya pemerintah menaikkan pajak terhadap orang-
orang kaya dan kemudian menggunakan hasil pajak ini untuk menaikkan pendapatan
pekerja yang bergaji rendah maka corak permintaan terhadap berbagai barang akan
mengalami perubahan.

 Cita rasa masyarakat

Cita rasa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat
untuk membeli barang-barang. Pada 1960-an sedikit sekali orang yang suka
menggunakan mobil-mobil buatan jepang. Tetapi semenjak tahun 1970-an suasananya
sudah sangat berubah. Di berbagai negara di dunia di dapati mobil buatan jepang
semakin populer dan banyak digunakan orang. Akibatnya, permintaan terhadap
mobil-mobil buatan amerika dan eropa menurun. Contoh ini menggambarkan
bagaiman perubahan cita rasa masyarakat dapat mempengaruhi permintaan berbagai
jenis barang.

 Jumlah penduduk

Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan


permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk di ikuti oleh perkembangan
dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima
pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini
akan menambah permintaan.

 Ekspetasi tentang masa depan

Perubahan-perubahan yang di ramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan


datang dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-harga
akan menjadi lebih bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk
membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang
akan datang. Sebaliknya, ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar di
peroleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih
hemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan.

d. Hukum permintaan
“ makin rendah harga suatu barang maka permintaan terhadap barang tersebut
akan meningkat. Dan sebaliknya makin tinggi harga suatu barang maka
permintaan akan menurun.”

e. Daftar permintaan
Pada dasarnya , daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam
angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta
masyarakat.
Satu contoh dari daftar permintaan ditunjukkan dalam Tabel 4.1. dalam tabel tersebut
dijelaskan tentang permintaan terhadap buku tulis pada berbagai tingkat harga.
TABEL 4.1
Keadaan Harga ( rupiah) Jumlah yang diminta( unit)
P 5000 200
Q 4000 400
R 3000 600
S 2000 900

f. Kurva permintaan

Dengan menggunakan data yang terdapat dalam daftar permintaan kita dapat membuat
kurva permintaan. Dengan demikian kurva permintaan dapat didefenisikan sebagai
suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu
dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.apabila ahli ekonomi
mengatakan “permintaan” yang mereka maksudkan adalah keseluruhan daripada kurva
permintaan. GAMBAR 4.1Kurva permintaan terhadap buku tulis
P
5
4
3
2
1

0 200 600 1000 1400 Q

g. Permintaan perseorangan dan permintaan pasar

Permintaan terhadap sesuatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan
yang dilakukan oleh seseorang dan permintaan yang dilakukan oleh semua orang di
dalam pasar. Oleh karena itu, dalam analisis perlu di bedakan antara kurva permintaan
perseorangan dan kurva permintaan pasar. Untuk memperoleh kurva permintaan pasar,
kurva permintaan berbagai individu dalam pasar harus dijumlahkan.
Contoh :

Jumlah yang diminta


Harga
Permintaan ali Permintaan badu Permintaan pasar
5000 10 + 10 = 20
4000 15 + 15 = 30
3000 30 + 20 = 50
2000 50 + 30 = 80
1000 70 + 45 = 115

h. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan


1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa
tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan
margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan / penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang
dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan
mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga dimasa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau
membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan
sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau,
sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan
lainnya.

C. TEORI PENAWARAN DAN KURVA PENAWARAN


Apabila harga suatu produk meningkat makan jumlah penawaran yang diberikan akan
meningkat dana apabila harga suatu produk menurun maka permintaan terhadap suatu
produk tersebut akan menurun juga.

a. PENENTU-PENENTU PENAWARAN
1. Harga komoditas itu sendiri
2. Harga komoditas lainnya
3. Biaya produksi, yaitu merupakan faktor produksi dan bahan mentah
4. Tujuan dari perusahaan
5. Tingkat teknologi yang digunakan
6. Musim
7. Dll

Dalam menganalisis mengenai permintaan telah dinyatakan bahwa adalah tidak


mungkin untuk membicarakan secara sekaligus bagaimana permintaan
dipengaruhi oleh perubahan daripada berbagai faktor yang menetukannya. Kita
haruslah menganalisis secara satu demi satu setiap faktor yang mempengaruhinya.

b. Ciri hubungan antara harga dan penawaran

Harga suatu barang selalu sebagai faktor yang sangat penting dalam menentukan
penawaran barang tersebut. Oleh sebab itu teori penawaran terutama
mengumpulkan perhatiannya kepada hubungan di antara tingkat harga dengan
jumlah barang yang di tawarkan.

c. Hukum penawaran

Adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga
sesuatu barang dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan para penjual.
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi harga
sesuatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh
para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang maka makin sedikit
jumlah barang tersebut yang ditawarkan.

d. Kurva penawaran

Kurva penawran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara


harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan.
P
4

1
200 600 1000 Q
e. Pengaruh faktor bukan harga terhadap penawaran

 Harga barang lain

Telah yang diterangkan dalam membahas teori permintaan bahwa barang-


barang ada yang saling bersaingan (barang-barang pengganti) satu sama lain
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang –barang seperti itu dapat
menimbukan pengaruh yang penting kepada penawaran sesuatu barang.

 Biaya untuk memperoleh faktor produksi

Pembayaran kepada faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang


sangat penting dalam proses produksi berbagai perusahaan.pengeluaran tersebut
mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi.
Tanpa adanya kenaikan produktivitas dan efisiensi, kenaikan harga fakto-faktor
produksi akan menaikan biaya produksi. Diberapa perusahaan kenaikan
pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor produksi akan menyebabkan biaya
produksi melebihi hasil penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini
dapat menimbulkan penutupan usaha tersebut dan jumlah penawaran barang
menjadi berkurang.

 Tujuan perusahaan

Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha memaksimumkan


keuntungan. Dalam prakteknya perusahaan-perusahaan banyak yang mempunyai
tujuan lain. Ada perusahaan yang tidak mau menanggung resiko, dan untuk itu
mereka melakukan kegiatan yang lebih selamat walaupun keuntungannya lebih
kecil.

Tujuan yang berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda terhadap


penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan
berbeda sifatnya sekiranya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai
perusahaan .

 Tingkat teknologi
Tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan
banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan. Kenaikan produksi dan
perkembangan ekonomi yang pesat diberbagai Negara terutama disebaabkan oleh
penggunaan teknologi yang semakin modern. Dalam hubungannya dengan
penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan 2 efek berikut :

1. Produksi dapat ditambah dengan lebih cepat.

2. Biaya produksi semakain murah.

D. KESEIMBANGAN PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN PERUBAHANNYA

 Penentuan harga dan jumlah yang diperjualbelikan

Keadaan di suatu pasar di katakan dalam keseimbangan atau ekuilibrium apabila


jumlah yang ditawarkan oleh para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama
dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Tiga cara dapat di
gnakan untuk menunjukkan keadaan keseimbangan tersebut, yaitu (a) dengan contoh
yang menggunakan angka, (b) dengan menggunakan kurva permintaan dan
penawaran, (c) menentukannya secara matematik.

a. Menentukan Keseimbangan Secara Angka

Sekarang dapat di bandingkan permintaan dan penawaran buku tulis pada


tingkat harga itu. Di dapati ada tiga keadaan yang mungkin wujud. Keadaan
pertama adalah keadaan kelebihan penawaran yaitu jumlah yang di tawarkan di
pasar adalah melebihi daripada yang di minta para pembeli. Keadaan ini berlaku
apabila harga melebihi Rp 3000. Pada tingkat harga sebesar Rp 3000 yang berlaku
adalah keadaan dimana permintaan sama dengan penawaran yaitu pada harga
tersebut jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan yang diinginkan
pembeli. Keadaan yang ketiga adalah keadaan yang kelebihan permintaan yaitu
jumlah yang diminta para pembeli melebihi daripada yang di tawarkan para
penjual. Misalkan harga buku tulis yang berlaku dipasar adalah Rp 5000 pada
harga ini hanya sebanyak 200 buku tulis akan diminta pembeli sedangkan penjual
menawarkan 900 buah. Kelebihan penawaran tersebut akan mendorong para
penjual menurunkan harga. Juga apabila harga adalah Rp 4000 keadaan yang baru
dinyatakan ini akan wujud.

b. Menentukan Keseimbangan Secara Grafik

Cara kedua untuk menjelaskan bagaiman harga dan jumlah barang yang
diperjualbelikan ditentukan di pasar adalah dengan secara gambaran grafik yaitu
seperti yang ditunjukkan dalam gambar dibawah ini.

Kurva DD menggambarkan permintaan buku tulis dan kurva SS


menggambarkan penawaran buku tulis. Kedua kurva tersebut dilukiskan
berdasarkan angka permintaan dan penawaran yang terdapat dalam tabel di
bawah ini. Pada harga melebihi dari Rp 3000 kurva penawaran berada disebelah
kanan kurva permintaan ; berarti penawaran melebihi permintaan. Keadaan ini
tidak stabil dan harga akan mengalami penurunan. Pada harga kurang dari Rp
3000 keadaannya sebaliknya berlaku.

Kurva permintaan berada di sebelah kanan kurva penawaran yang berarti


permintaan melebihi penawaran. Ketdak keseimbangan ini menyebabkan harga
tidak stabil yaitu ia cenderung untuk mengalami kenaikan. Pada harga Rp 3000
kurva permintaan dan penawaran saling berpotongan yaitu di titik E. Perpotongan
itu berarti permintaan sama dengan penawaran dan dengan demikian keadaan
keseimbangan tercapai.

c. Menentukan Keadaan Keseimbangan Secara Matematik

Disamping dengan menggunakan tabel dan grafik, keadaan keseimbangan


pasar dapat juga ditunjukkan secara matematik. Pendekatan ini diterangkan dalam
contoh berikut

 Persamaan permintaan dan penawaran

Untuk keperluan tersebut perlulah ditentukan dua persamaan, yaitu persamaan


permintaan dan persamaan penawaran. Bentuk umum kedua persamaaan itu adalah:
Persamaan permintaan: Qd = c – dP

Persamaan penawaran: -m + nP

Di mana:

 c adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang diminta
apabila tingkat harga adalah 0. Nilai c selalu positif.
 d adalah kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu negatif (- d), karena
kurva permintaan menurun dari kiri ke kanan.

 m adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang


ditawarkan azpabila tingkat harga adalah 0. Biasanya nilai m adalah negatif ( -
m).

 n adalah kecondongan kurva peenawaran. Nilainya selalu positif karena kurva


penawaran naik dari kiri ke kanan.
 Qd adalah kuantitas yang diminta, Qs adalah kuantitas yang ditawarkan dan P
adalah tingkat harga.

Telah diterangkan bahwa keseimbangan pasaran dicapai apabila kuantitas


yang diminta sama dengan sama dengan kuantitas yang ditawarkan. Dengan
demikian secara matematik, syarat keseimbangan adalah:

Qd = Qs
Atau c – dP = -m + nP

Contoh perhitungan untuk memberikan gambaran yang lebih baik mengenai


penentuan keseimbangan secara matematik, di bawah ini diberikan suatu contoh
perhitungan.

Andaikan persamaan permintaan karet alam disuatu kampung adalah Qd =


22000 - 2P dan penawarannya adalah Qs = - 3000 + 3P. Berapakah harga karet
alam dan kuantitas karet yang diperjualbelikan?
Berdasarkan persamaan di atas keseimbangan dalam pasar itu akan tercapai
apabila: - 3000 + 3p = 22000 -2p

5p = 25000

P = 5000

Perhitungan di atas menunjukkan bahwa tingkat harga adalah 5000 rupiah.


Untuk menentukan kuantitas yang diperjualbelikan, Qd pada harga keseimbangan
perlu ditentukan. Didapati:

Qd = 22000 – 2p

= 22000 – 2 (5000)

= 12000

Perhitungan ini menunjukkan sebanyak 12000 kg karet alam diperjualbelikan.


Dengan menggunakan persamaan penawaran, nilai yang sama akan diperoleh
yaitu;

Qs = - 3000 + 3p

= - 3000 + 3 (5000)

= 12000

 Beberapa kasus perubahan keseimbangan

Terdapat 4 kemungkinan perubahan atau pergeseran kurva permintaan dan penawaran


yaitu :

1) Permintaan bertambah ( kurva permintaan bergeser ke kanan )

2) Permintaan berkurang ( kurva permintaan bergeser ke kiri)

3) Penawaran bertambah ( kurva penawaran bergeser ke kanan)


4) Penawaran berkurang ( kurva penawaran bergeser ke kiri)

Masing –masing perubahan yang dinyatakan di atas dapat (1) berubah secara tersendiri
yaitu hanya salah satu perubahan dari keempat kemungkinan yang berlaku atau (2)
permintaan dan penawaran berubah secara serentak.

 Perubahan permintaan dan penawaran

Untuk melihat bagaimana tiap – tiap perubahan permintaan atau penawaran akan
mempengaruhi keadaan keseimbangan, dalam gambar di bawah ini ditunjukkan 2
macam perubahan berikut:

1. Pergeseran kurva permintan ke sebelah kanan.

2. Pergeseran kurva penawaran ke sebelah kanan.