Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Mahas Esa, pengukuran

kuesioner TRACER STUDY telah dapat diselesaikan dan dilaporkan. Kami mengucapkan

terima kasih kepada berbagai pihak yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan

kegiatan ini, dari mulai awal pelaksanaan sampai akhir pelaksanaan kegiatan sehingga dapat

tersusun dalam bentuk laporan tracer study untuk periode 2014-2015 ini.

Ucapan terima kasih ini kami apresiasikan setinggi-tingginya kepada : 1. Ketua

STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya yang telah banyak memberikan dukungan baik moril

maupun materil kepada Pusat Karir. 2. Para Dosen di lingkungan STIKes Mitra Kencana

Tasikmalaya yang telah memberikan kesempatan dalam melakukan penyebaran instrument

kuesioner terhadap alumni dan pengguna lulusan. 3. Ketua jurusan dan ketua prodi di

lingkungan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya yang telah membantu dalam memberikan

masukan penyebaran instrumen kuesioner ini. 4. Para responden yaitu pengguna lulusan yang

menyempatkan dan meluangkan waktunya untuk mengisi instrument tracer study ini

Penyusun Menyadari Pelaksanaan dan penyajian hasil pengukuran ini tentunya

masih banyak kekurangan, oleh karenanya kami sangat berharap masukan dari segenap

civitas akademika sebagai umpan balik untuk dijadikan perbaikan dalam pelaksanaan

pengukuran dan evaluasi periode yang akan datang.

Tasikmalaya, 2015

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1. TUJUAN

Kuesioner keharusan pelaksanaan studi pelacakan (tracer study) lulusan dari

pengguna lulusan bertujuan melihat :

a. Masa tunggu lulusan memperoleh pekerjaan baik pekerjaan yang relevan atau tidak

relevan dengan bidang studi.

b. Jenis pekerjaan yang sedang dilakukan

c. Jumlah penghasilan awal bekerja dan jumlah penghasilan pada saat di survei.

d. Kepuasan pengguna lulusan dan masyarakat lain yang terkait.

e. Citra lulusan dan almamater STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya di kalangan

pengguna lulusan.

f. Kontribusi lulusan terhadap almamater STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya.

2. SASARAN

a. Kepuasaan alumni.

b. Pengguna lulusan

3. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup pelaksanaan studi pelacakan (tracer study) lulusan dari pengguna lulusan

meliputi : (1) aspek outcome, (b) aspek impact

4. PELAKSANAAN DAN TEKNIK STUDI PELACAKAN

4.1. Pelaksanaan

Studi pelacakan dilaksanakan dengan Durasi waktu pelacakan lulusan

dilakukan sekali dalam Empat Tahun. Pelacakan dilakukan di masing masing

program studi. :
1. Tahap Persiapan

 Membentuk tim studi pelacakan.

 Menyusun Instrumen survei mulai dari penetapan kisi-kisi instrumen

 Penyusunan butir-butir instrumen, melakukan uji petik melalui judgement

pakar pengukuran.

Uji validitas instrumen studi pelacakan dilakukan melalui validasi 5 butir

dengan korelasi product moment menggunakan program excel dan expert

judgement (uji tenaga ahli pengukuran) untuk mengetahui ketepatan atau

kesahihan instrumen. Uji validitas instrumen studi pelacakan lulusan dilakukan

melalui validasi butir dengan korelasi product moment menggunakan program

excel dan expert judgement (uji tenaga ahli pengukuran) untuk mengetahui

ketepatan atau kesahihan instrumen. Berdasarkan uji coba instrumen terhadap

20 alumni diperoleh hasil dari 30 butir pernyataan yang diujicobakan, 4 item

terbukti tidak valid, dan 26 butir pernyataan yang valid. Uji validitas yang

dimaksudkan berkaitan dengan ketepatan isi instrument. Mempersiapkan

perangkat surat tugas dari pimpinan serta perangkat instrumen survei.

2. Tahap Pelaksanaan

 Melakukan koordinasi internal tim survei, dan koordinasi (1) dengan pihak

ketua STIKes, dan (2) dengan ketua program studi.

 Menetapkan responden sampel survei secara acak bersama program studi

masing-masing.

 Menyebarkan kuesioner dan format isian kepada sampel.

 Melakukan pengumpulan instrumen survei.

 Mengolah dan menganalisis data


3. Tahap Pelaporan

Laporan hasil survei berisi tentang hasil studi pelacakan lulusan telah

digunakan oleh institusi dan program studi terutama dalam perbaikan: (1)

kurikulum, (2) proses pembelajaran, (3) informasi pekerjaan pasar kerja, dan (4)

membangun jejaring. Hasil studi pelacakan lulusan telah dijadikan dasar dalam

mengembangkan kurikulum di STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya . Hal ini

dilakukan dengan mengembangkan kurikulum berdasarkan hasil angket yang

telah kembali dari lulusan. Disamping itu dalam mengembangkan kurikulum di

STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya , melibatkan alumni, pengguna lulusan dan

stakeholder untuk mendapatkan informasi tentang masukan yang akan dijadikan

dasar dalam mengembangkan kurikulum. Basis pengembangan kurikulum di

STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya adal.ah visi dan misi dengan

mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang

melibatkan para pengguna lulusan dan stakeholder. Hal ini dimaksud agar

kurikulum yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan stakeholder dan tuntutan

masyarakat serta kebutuhan dunia kerja. Terdapat satu usulan yang paling

penting adalah perbaikan kurikulum disesuaikan dengan kurikulum program

Studi D III kebidanan dalam hal ini kurikulum 2006 di ganti dengan kurikulum

2011 yang telah diberlakukan oleh STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya.

Perubahan kurikulum tiap program studi harus disesuaikan dengan kebutuhan

kurikulum, terutama pada perangkat pembelajaran meliputi; Silabus, RPP, dan

Penilaian Autentik .

4.3. Teknik Survey

Bentuk instrumen tracer study adalah kuesioner tertutup bentuk pilihan dengan

5 alternatif jawaban
5. INSTRUMEN PENGUKURAN DAN NILAI SKOR

Instrumen pengukuran masa tunggu lulusan memperoleh pekerjaan terdiri dari 5

pernyataan, Relevansi pekerjaan dengan bidang studi terdiri dari 5 pernyataan, Jenis

pekerjaan yang sedang dilakukan terdiri dari 5 pernyataan, Jumlah penghasilan awal

bekerja terdiri dari 5 pernyataan dan jumlah penghasilan pada saat disurvei terdiridari 5

pernyataan, Kontribusi lulusan terhadap almamater STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya

terdiri dari 5 pernyataan.Nilai pernyataan dalam instrument kuesioner ini terdiri atas

pernyataan dalam skala 1-4. Nilai skala 1 adalah nilai terendah dalam rentang nilai

kepuasan yang ada, artinya responden sangat tidak puas terhadap pernyataan yang

diberikan di dalam kuesioner tersebut. Nilai skala 2 adalah tidak puas, artinya responden

tidak puas terhadap pernyataan yang diberikan didalam kuesioner tersebut. Nilai skala 3

adalah puas, artinya responden puas terhadap pernyataan yang diberikan didalam

kuesioner tersebut. Nilai skala 4 adalah sangat puas, artinya responden sangat puas

terhadap aspek-aspek pelayanan yang diberikan oleh STIKes Mitra kencana Tasikmalaya

selama ini.

6. METODE ANALISIS DATA

Metode analisis data hasil survei menggunakan analisis deskriptif kuantitatif

dalam bentuk persentase. Hasil analisis data angket selanjutnya dibandingkan dengan

data ideal berdasarkan angket yang disebarkan, sehingga diperoleh empat kategori

kepuasan yaitu sangat puas, puas, kurang puas, dan sangat tidak puas. Hasil analisis data

angket selanjutnya dibandingkan dengan data ideal berdasarkan angket yang disebarkan,

sehingga diperoleh empat kategori kepuasan yaitu sangat puas, puas, cukup puas, dan

kurang puas. Adapun tabelnya adalah sebagai berikut:


Tabel 1.1

Klasifikasi Skala Tracer Study pengguna lulusan dan Stakeholder

Rata-rata Skor Jawaban Klasifikasi Kepuasan

76-100 Sangat Puas

51-75 Puas

25-50 Cukup Puas

<25 Kurang Puas


BAB II

HASIL PENGUKURAN TINGKAT KEPUASAN

Hasil tracer study pengguna lulusan dan stake holder yang dianalisis oleh Pusat Karir

Mekanisme secara manual yang dimaksudkan adalah pelaksanaan studi tersebut dilakukan

dengan mengirimkan instrumen pelacakan (monev) melalui jasa kurir (kantor pos dan titipan

kilat) kepada instansi/ perusahaan pengguna lulusan. Kegiatan studi pelacakan tersebut

diawali dengan melakukan survei terhadap lulusan D3 kebidanan lulusan tahun 2011-2014

sebanyak 103 lulusan. Pengiriman instrumen kepada lulusan dilakukan pada Bulan Januari

tahun 2015, dan sekaligus pengiriman dilakukan kepada instansi pengguna lulusan. Masa

tenggang waktu pengisian instrumen diberikan antara bulan Januari sampai dengan Maret

tahun 2015. Sehingga masa pengembalian kembali instrumen pelacakan ke STIKes Mitra

Kencana Tasikmalaya adalah April tahun 2015. Dari sebanyak lulusan D III yang dikirimi

instrumen, hanya sebanyak 103 (27,9%) lulusan yang merespon dan mengembalikan

instrumen tersebut ke STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya . Berdasarkan jumlah lulusan yang

memberikan respon atas instrumen pelacakan yang diberikan selama lima tahun terakhir

adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1
Respon Lulusan Tracer Studi STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya
Tahun 2017
Jumlah Lulusan pada Jumlah Lulusan yang Memberi
No Tahun
Tahun (N) Respon (NA)
1 TS-4 130 26
2 TS-3 138 27
3 TS-2 132 27
4 TS-1 107 23
5 TS 85 0
Total 591 103
Ratio 20
A. HASIL PENGUKURAN PELACAKAN ALUMNI

1. Masa Tunggu Lulusan

Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai masa tunggu lulusan STIKes
Mitra Kencana Tasikmalaya Tahun 2017 dapat disajikan pada tabel 2.1.
Tabel 2.1
Masa Tunggu Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya
Tahun 2017
Kategori Frekuensi Persentase (%)
≤ 6 Bulan 53 51,4
6 – 12 Bulan 22 21,4
1 – 2 Tahun 14 13,6
>2 Tahun 14 13,6
Total 103 100

Berdasarkan hasil survei masa tunggu lulusan STIKes Mitra Kencana

Tasikmalaya Tahun 2017 secara umum tergolong kategori ≤6 bulan atau sekitar

51,4% .

2. Relevansi Pekerjaan Dengan Bidang Studi

Dari hasil pengolahan data diperoleh relevansi pekerjaan dengan bidang studi

STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya Tahun 2017 relevansi pekerjaan dengan bidang

studi disajikan pada tabel 2.2.

Tabel 2.2
Relevansi Pekerjaan Dengan Bidang Studi
Kategori Frekuensi Persentase (%)

Sesuai 101 98

Tidak sesuai 2 2

Total 103 100


Berdasarkan tabel 2.2 dapat disimpulkan bahwa tingkat relevansi pekerjaan

dengan bidang studi secara umum tergolong kategori sesuai atau sekitar 98% atau

sekitar 101 orang responden.

3. Jenis Pekerjaan Yang Dilakukan

Dari hasil pengolahan data diperoleh gambaran jenis pekerjaan yang

dilakukan dapat disajikan pada tabel 2.3.

Tabel 2.3
Jenis Pekerjaan Yang Dilakukan
Kategori Frekuensi Persentase (%)

Sesuai 101 98

Tidak sesuai 2 2

Total 103 100

Berdasarkan tabel 2.3 dapat disimpulkan bahwa jenis pekerjaan yang

dilakukan secara umum tergolong kategori sesuai atau sekitar 98% atau sekitar 101

orang responden.

4. Jumlah Penghasilan Awal kerja

Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai jumlah penghasilan awal

kerja dapat disajikan dalam Tabel 2.4

Tabel 2.4
Jumlah Penghasilan Awal kerja
Kategori Frekuensi Persentase (%)

Tidak ada 5 4,9

≤ 1 Juta 14 13,6

>1 Jt – 3 Jt 80 77,7

>3 Jt – 5 Jt 2 1,9
>5 jt 2 1,9

Total 103 100

Berdasarkan tabel 2.4 dapat disimpulkan bahwa jumlah penghasilan awal

kerja secara umum tergolong kategori >1 Jt – 3 Jt atau sekitar 77,7% atau sekitar 80

orang responden.

5. Jumlah Penghasilan Saat Survey

Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai jumlah penghasilan awal

kerja dapat disajikan dalam Tabel 2.5.

Tabel 2.5

Jumlah Penghasilan Awal kerja

Kategori Frekuensi Persentase (%)

Tidak ada 5 4,9

≤ 1 Juta 14 13,6

>1 Jt – 3 Jt 80 77,7

>3 Jt – 5 Jt 2 1,9

>5 jt 2 1,9

Total 103 100

Berdasarkan tabel 2.5 dapat disimpulkan bahwa jenis pekerjaan yang

dilakukan secara umum tergolong kategori >1 Jt – 3 Jt atau sekitar 77,7% atau

sekitar 80 orang responden.

B. PENGUKURAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN


Pengukuran tingkat kepuasan pengguna lulusan dilakukan terhadap 50 responden

yang terdiri dari Bidan Praktek Mandiri (BPM), Klinik Swasta, Puskesmas, Rumah Sakit

Swasta dan Rumah Sakit pemerintah. Aspek-aspek yang di lihat diantaranya adalah :

1. Integritas (etika dan moral)

Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai Kepuasaan Pengguna

Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Integritas (etika dan

moral) dapat disajikan pada Tabel 2.6.

Tabel 2.6
Kepuasaan Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya
Berdasarkan Integritas (Etika Dan Moral)

Kategori Frekuensi Persentase

Sangat Puas 30 60

Puas 20 40

Cukup Puas 0 0

Kurang Puas 0 0

Total 50 100

Berdasarkan Tabel 2.6 menunjukkan bahwa secara umum Kepuasaan

Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Integritas (etika

dan moral) tergolong pada kategori sangat puas sebanyak 30 orang atau sekitar 60

% dan kategori puas sebanyak 20 orang atau sekitar 40%

2. Keahlian Berdasarkan Bidang Ilmu (Kompetensi Utama)


Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai Kepuasaan Pengguna

Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Bidang Ilmu (Kompetensi

Utama) dapat dilihat pada Tabel 2.7

Tabel 2.7
Kepuasaan Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya
Berdasarkan Keahlian Bidang Ilmu (Kompetensi Utama)

Kategori Frekuensi Persentase


Sangat Puas 28 55
Puas 20 40
Cukup Puas 2 5
Kurang Puas 0 0
Total 50 100

Berdasarkan Tabel 2.7 menunjukkan bahwa secara umum Kepuasaan

Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Bidang Ilmu

(Kompetensi Utama) tergolong pada kategori sangat puas sebanyak 28 orang atau

sekitar 55 % dan kategori puas sebanyak 20 orang atau sekitar 40% dan Cukup Puas

sebanyak 20 orang sekitar 5%.

3. Kemampuan Berbahasa Inggris

Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai Kepuasaan Pengguna

Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan Berbahasa

Inggris dapat dilihat pada Tabel 2.8.

Tabel 2.8
Kepuasaan Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya
Berdasarkan Kemampuan Berbahasa Inggris
Kategori Frekuensi Persentase
Sangat Puas 10 20
Puas 30 60
Cukup Puas 10 20
Kurang Puas 0 0
Total 50 100

Berdasarkan Tabel 2.8 menunjukkan bahwa secara umum Kepuasaan

Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan

Berbahasa Inggris tergolong pada kategori sangat puas sebanyak 10 orang atau

sekitar 20 % dan kategori puas sebanyak 30 orang atau sekitar 60% dan Cukup Puas

sebanyak 10 orang sekitar 20%.

4. Kemampuan Penggunaan Teknologi Informasi

Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai Kepuasaan Pengguna

Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan Penggunaan

Teknologi Informasi dapat dilihat pada Tabel 2.9.

Tabel 2.9
Kepuasaan Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya
Berdasarkan Kemampuan Penggunaan Teknologi Informasi

Kategori Frekuensi Persentase


Sangat Puas 35 70
Puas 15 30
Cukup Puas 0 0
Kurang Puas 0 0
Total 50 100

Berdasarkan Tabel 2.9 menunjukkan bahwa secara umum Kepuasaan

Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan


Penggunaan Teknologi Informasi tergolong pada kategori sangat puas sebanyak 35

orang atau sekitar 70 % dan kategori puas sebanyak 15 orang atau sekitar 30%.

5. Kemampuan Komunikasi
Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai Kepuasaan Pengguna
Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan Komunikasi
dapat dilihat pada Tabel 2.10.
Tabel 2.10
Kepuasaan Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya
Berdasarkan Kemampuan Komunikasi

Kategori Frekuensi Persentase


Sangat Puas 35 70
Puas 15 30
Cukup Puas 0 0
Kurang Puas 0 0
Total 50 100

Berdasarkan Tabel 2.9 menunjukkan bahwa secara umum Kepuasaan

Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan

Komunikasi tergolong pada kategori sangat puas sebanyak 35 orang atau sekitar 70

% dan kategori puas sebanyak 15 orang atau sekitar 30%.

6. Kemampuan Kerjasama Tim


Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai Kepuasaan Pengguna
Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan Kerjasama
Tim dapat dilihat pada Tabel 2.11.
Tabel 2.11
Kepuasaan Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya
Berdasarkan Kemampuan Kerjasama Tim
Kategori Frekuensi Persentase
Sangat Puas 45 70
Puas 5 30
Cukup Puas 0 0
Kurang Puas 0 0
Total 50 100

Berdasarkan Tabel 2.11 menunjukkan bahwa secara umum Kepuasaan

Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan

Komunikasi tergolong pada kategori sangat puas sebanyak 45 orang atau sekitar 70

% dan kategori puas sebanyak 5 orang atau 30%.

7. Pengembangan Diri
Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai Kepuasaan Pengguna

Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan

Pengembangan diri dapat dilihat pada Tabel 2.12.

Tabel 2.12
Kepuasaan Pengguna Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya
Berdasarkan Pengembangan Diri
Kategori Frekuensi Persentase
Sangat Puas 40 80
Puas 10 20
Cukup Puas 0 0
Kurang Puas 0 0
Total 50 100

Berdasarkan Tabel 2.12 menunjukkan bahwa secara umum Kepuasaan Pengguna

Lulusan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya berdasarkan Kemampuan Komunikasi

tergolong pada kategori sangat puas sebanyak 40 orang atau sekitar 80% dan kategori

puas sebanyak 10 orang atau sekitar 20%.


BAB III
TINDAK LANJUT HASIL TRACER STUDY

Berdasarkan hasil survei dilakukan beberapa kebijakan yang telah dilaksanakan

sebagai tindak lanjut hasil survei tracer study hasil studi pelacakan lulusan telah

digunakan oleh institusi dan program studi terutama dalam perbaikan: (1) kurikulum, (2)

proses pembelajaran, (3) informasi pekerjaan pasar kerja, dan (4) membangun jejaring.

Hasil studi pelacakan lulusan telah dijadikan dasar dalam mengembangkan kurikulum di

STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya . Hal ini dilakukan dengan mengembangkan

kurikulum berdasarkan hasil angket yang telah kembali dari lulusan. Disamping itu

dalam mengembangkan kurikulum di STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya , melibatkan

alumni pengguna lulusan dan stakeholder untuk mendapatkan informasi tentang masukan

yang akan dijadikan dasar dalam mengembangkan kurikulum. Basis pengembangan

kurikulum di STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya adalah visi dan misi dengan

mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melibatkan

para pengguna lulusan dan stakeholder. Hal ini dimaksudkan agar kurikulum yang ada

sudah sesuai dengan kebutuhan stakeholder dan tuntutan masyarakat serta kebutuhan

dunia kerja. Terdapat satu usulan yang paling penting adalah perbaikan kurikulum

disesuaikan dengan kurikulum sekolah dalam hal ini kurikulum 2013 dan hal ini telah

dilakukan terutama dalam mengembangkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

(KKNI) yang akan diberlakukan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya . Perubahan

kurikulum tiap program studi harus disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum 2013,

terutama pada perangkat pembelajaran meliputi; Silabus, RPP, dan Penilaian Autentik.

STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya selalu berusaha secara terus menerus memperbaiki

kualitas pembelajaran untuk menghasilkan kualitas lulusan yang memiliki daya

saingglobal yang disesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan. Dalammewujudkan


hal tersebut, berbagai pendekatan pembelajaran dilakukan. Pendekatan pembelajaran

yang dilakukan di STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya dengan pengembangan sistem

instruksional mengacu kepada ketentuan Universitas. Pendekatan ini memberikan

kesempatan belajar mandiri dan kreatif kepada mahasiswa dalam proses pembelajaran

guna mewujudkan kopetensi lulusan yang diharapkan.


BAB IV
KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Dari hasil tracer study STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya Tahun 2015 dapat

disimpulkan pada tabel berikut ini:

1. Aspek Outcome dengan responden Alumni STIKes Mitra kencana Tasikmalaya

kepada 103 responden:

a. Rata-rata masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan yang pertama adalah

6 bulan.

b. tingkat relevansi pekerjaan dengan bidang studi secara umum tergolong kategori

sesuai atau sekitar 98%.

c. Jumlah penghasilan awal bekerja dan jumlah penghasilan pada saat di survei

adalah

d. Kepuasan pengguna lulusan dan masyarakat lain yang terkait adalah

e. Citra lulusan dan almamater STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya di kalangan

pengguna lulusan adalah

f. Kontribusi lulusan terhadap almamater STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya

adalah

2. Aspek Outcome dengan responden Pengguna Lulusan STIKes Mitra kencana

Tasikmalaya sebanyak 103 responden dapat dilihat pada tabel 4.2.

Tabel 4.2
Aspek Outcome Tracer Study Dengan Responden Pengguna Lulusan
STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya Tahun 2017

Tanggapan Pihak Pengguna


No Aspek Sangat Cukup Kurang Jumlah
Puas
Puas Puas Puas
1 Integritas (etika dan moral) 60 40 100
Keahlian Berdasarkan
2 55 40 5 100
Bidang Ilmu
3 Berbahasa Inggris 20 60 20 100
Penggunaan Teknologi
4 70 30 100
Informasi
5 Komunikasi 70 30 100
6 Kerjasama Tim 90 10 100
7 Pengembangan Diri 80 20 100
Jumlah 445 230 25 0 700
Persentase (%) 66,4 29,9 3,7 100

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat disimpulkan untuk aspek outcome dari 4 pilihan

jawaban maka rata rata responden yang menjawab sangat puas sekitar 66,4 %,

responden yang menjawab puas sebanyak 29,9 %, dan responden yang menjawab

kurang puas sekitar 3,7 %.

NO ASPEK SANGAT PUAS PUAS KURANG PUAS SANGAT TIDAK PUAS

1 MASA TUNGGU LULUSAN 25% 60% 10% 5% 2 RELEVANSI PEKERJAAN

DENGAN BIDANG STUDI 15% 75% 5% 5% 3 JENIS PEKERJAAN YANG

DILAKUKAN 25% 65% 6% 4% 4 JUMLAH PENGHASILAN AWAL KERJA 14%

36% 37% 13% 5 JUMLAH PENGHASILAN SAAT SURVEY 13% 58% 15% 14% 6

KONTRIBUSI TERHADAP ALMAMATER 13% 78% 6% 3% Rata-rata 18% 62% 13%

7% Untuk aspek Aoutcome dari 4 pilihan jawaban maka rata rata responden yang

menjawab sangat puas sekitar 18 %, responden yang menjawab puas sebanyak 62 %,

responden yang menjawab kurang puas sekitar 13 % dan responden yang menjawab

sangat tidak puas sebayak 7 %. b. TINGKAT KEPUASAN STAKEHOLDER


(JUMLAH RESPONDEN SEBANYAK 198) NO ASPEK SANGAT PUAS PUAS

KURANG PUAS SANGAT TIDAK PUAS 1 KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN

13% 67% 12% 8% 2 CITRA LULUSAN 15% 78% 7% 0% 3 KUALITAS LULUSAN

15% 79% 6% 0% Rata-rata 14% 75% 8% 3% Untuk aspek Kepuasan stakeholder dari 4

pilihan jawaban maka rata rata responden yang menjawab sangat puas sekitar 14 %,

responden yang menjawab puas 21 sebanyak 75 %, responden yang menjawab kurang

puas sekitar 8 % dan responden yang menjawab sangat tidak puas sebayak 3 %.

https://STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya

.ac.id/file/Hasil%20Laporan%20Tracer%20Studi.pdf