Anda di halaman 1dari 3

ANALYSIS OF PRESCRIPTIONS

Assesment points of a prescriptions:


1. Assess of components of a prescription based on the complete
prescription form (50%)

Identitas dokter

Kota/tanggal penulisan

Inscription

Signatura

Identitas pasien

Komponen resep yang lengkap sebaiknya memiliki struktur:


a. Identitas dokter :Nama dokter, alamat, no telp, SID/SIP, Hari
praktek/jam
b. Nama kota, tanggal resep dibuat
c. Superscriptio :Tanda “R/” sebagai singkatan recipe yang memiliki
arti ambillah atau buatlah
d. Inscription :Nama obat atau bahan obat dan jumlahnya
e. Subscription :Cara pembuatan atau bentuk sediaan yang
dikehendaki
f. Signatura :Aturan pakai
g. Identitas pasien : Nama, umur/berat badan, dan alamat
h. Tanda tangan/paraf dokter penulis resep
Menurut analisis kelompok kami, resep tersebut belum memiliki struktur
yang lengkap, dimana resep obat tersebut memiliki kekurangan antara
lain tidak tercantum superscription (R/), subscription dan tanda tangan
ataupun paraf dokter penulis resep. Selain itu identitad pasien juga tidak
lengkap karena bagian alamat tampak belum terisi.

2. Analyze the prescriptions for its clarity and legality (50%)


a. Clarity (kejelasan)
Resep sebaiknya menggunakan singkatan yang sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan yaitu dalam Bahasa latin. Selain itu
resep juga seharusnya dituliskan dengan jelas dan dapat dibaca untuk
menghindari adanya kesalahan pemberian obat maupun kesalahan
yang mungkin timbul akibat ketidak jelasan dalam menulis resep yang
berakibat buruk bagi pasien.

Menurut kelompok kami, resep tersebut belum memenuhi kaidah


clarity dengan baik karena kami sulit membaca nama obat maupun
aturan pakai yang ditulis dalam resep tersebut.

b. Legalitas
Dalam Permenkes Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Apotek, Resep obat tertulis harus memenuhi kaidah
administrasi, kesesuaian farmasetik dan pertimbangan klinis. Salah
satu aspek legalitas administrasi adalah adanya paraf penulis resep
dan kajian kesesuaian farmasetik salah satunya adalah bentuk dan
kekuatan sediaan serta kaidah pertimbangan klinis salah satunya
meliputi aturan, cara dan lama penggunaan obat serta kontra indikasi
yang mungkin timbul.
Menurut kelompok kami, ditinjau berdasarkan Permenkes Nomor 73
Tahun 2016, resep tersebut belum memenuhi kaidah resep sesuai
dengan Permenkes tersebut karena belum secara lengkap tertulis.
Aspek legalitas resep juga diatur dalam beberapa peraturan:
 Permenkes No.26/Menkes/Per/I/I/1984: resep harus ditulis
dengan jelas dan lengkap
 Kepmenkes No.280/Menkes/Sk/V/1984: resep harus
mencantumkan: (1) Nama dan alamat penulis resep, serta nomor
izin praktek (2) Tanggal penulisan resep. (3) Tanda R/ pada bagian
kiri setiap penulisan resep. (4) Dibelakang lambang R/ harus
ditulis nama setiap obat atau komposisi obat.(5) Tanda tangan
atau paraf penulis resep (6) Jenis hewan, nama serta alamat
pemiliknya untuk resep dokter hewan
 PKBPOM Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan
Obat-Obat Tertentu yang Sering Disalahgunakan
 Peraturan lainnya mengenai perlindungan konsumen (pasien),
peresepan, kriteria obat, daftar obat dan peraturan lainnya yang
berkaitan dengan dunia farmasi dan kesehatan.