Anda di halaman 1dari 11

Kegiatan dalam pengusahaan pelabuhan terdiri atas penyediaan  Penyediaan dan/atau pelayanan pusat distribusi dan

dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan dan jasa terkait dengan konsolidasi barang; dan/atau
kepelabuhanan yang meliputi penyediaan dan/atau pelayanan  Penyediaan dan/atau pelayanan jasa penundaan kapal.
jasa kapal, penumpang dan barang.
Penyediaan dan/atau pelayanan jasa kapal, penumpang dan 4. Kegiatan jasa terkait dengan kepelabuhanan sebagaimana
barang terdiri atas: dimaksud meliputi kegiatan yang menunjang kelancaran
operasional dan memberikan nilai tambah bagi pelabuhan.
1. Kegiatan pengusahaan di pelabuhan terdiri atas penyediaan
dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan dan jasa terkait dengan Dalam pelabuhan tersebut terdapat terminal yang merupakan
kepelabuhanan. suatu kolam sandar dan tempat kapal bersandar atau tambat,
tempat penumpukan, tempat menunggu dan naik turun
2. Penyediaan dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan penumpang, dan/atau tempat bongkar muat barang.
sebagaimana dimaksud diatas meliputi penyediaan dan/atau
pelayanan jasa kapal, penumpang, dan barang.

3. Penyediaan dan/atau pelayanan jasa kapal, penumpang,


dan barang sebagaimana dimaksud terdiri atas:

 Penyediaan dan/atau pelayanan jasa dermaga untuk


bertambat;
 Penyediaan dan/atau pelayanan pengisian bahan bakar
dan pelayanan air bersih;
 Penyediaan dan/atau pelayanan fasilitas naik turun
penumpang dan/atau kendaraan;
 Penyediaan dan/atau pelayanan jasa dermaga untuk
pelaksanaan kegiatan bongkar muat dan peti kemas;
 Penyediaan dan/atau pelayanan jasa gudang dan tempat
penimbunan barang, alat bongkar muat, serta peralatan
pelabuhan;
 Penyediaan dan/atau pelayanan jasa terminal peti kemas,
curah cair, curah kering, dan Ro-Ro;
 Penyediaan dan/atau pelayanan jasa bongkar muat
barang;
tentang PerubahanKetiga atas Undang-Undang Nomor
Peraturan Pemerintah 74 TAHUN 2015 :
8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang
dan Jasa danPajak Penjualan atas Barang Mewah,
Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Jasa
perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang
Kepelabuhanan Tertentu Kepada Perusahaan Angkutan Laut
Perlakuan PajakPertambahan Nilai atas Penyerahan
Yang Melakukan Kegiatan Angkutan Laut Luar Negeri
Jasa Kepelabuhanan Tertentu kepada Perusahaan
TANGGAL PENERBITANThu, 10/01/2015 - 12:00 Angkutan Lautyang Melakukan Kegiatan Angkutan Laut
TIPE REGULASI Luar Negeri;
Peraturan Pemerintah
NOMOR REGULASI Mengingat :
74 TAHUN 2015
Menimbang :
1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945;
1. bahwa untuk meningkatkan daya saing dan dengan 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak
adanya kelaziman di dunia internasional Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan
mengenaipelayanan jasa kepelabuhanan, serta untuk PajakPenjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara
memberikan kemudahan dan kepastian Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51,
perlakuanperpajakan terhadap perusahaan angkutan TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor
laut yang melakukan kegiatan angkutan laut luar 3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah
negeri,perlu memberikan kemudahan berupa terakhirdengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009
pembebasan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor
ataspenyerahan jasa kepelabuhanan tertentu kepada 8Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang
perusahaan angkutan laut yang melakukan dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang
kegiatanangkutan laut luar negeri; Mewah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara
2. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16B ayat RepublikIndonesia Nomor 5069);
(1) huruf b Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1983tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
sebagaimanatelah beberapa kali diubah terakhir MEMUTUSKAN :
dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009
Menetapkan : Kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan
dan keamanan pelayaran dan kegiatanpenunjang
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERLAKUAN PAJAK pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan
PERTAMBAHAN NILAI ATAS PENYERAHAN JASA intramoda dan/atau antarmoda transportasi.
KEPELABUHANAN TERTENTU KEPADA PERUSAHAAN
ANGKUTAN LAUT YANG MELAKUKAN KEGIATAN ANGKUTAN 4. Kepelabuhanan adalah segala sesuatu yang berkaitan
LAUT LUAR NEGERI. dengan pelaksanaan fungsi Pelabuhan
untukmenunjang kelancaran, keamanan, dan
ketertiban arus lalu lintas Kapal, penumpang dan/atau
Pasal 1 barang,keselamatan dan keamanan berlayar, tempat
perpindahan intramoda dan/atau antarmoda
Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : transportasi,serta mendorong perekonomian nasional
dan daerah dengan tetap memperhatikan tata ruang
wilayah.
1. Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis
tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin,tenaga 5. Badan Usaha Pelabuhan adalah badan usaha yang
mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kegiatan usahanya khusus di bidang
kendaraan yang berdaya dukungdinamis, kendaraan di pengusahaanterminal dan fasilitas Pelabuhan lainnya.
bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan
terapung yang tidakberpindah-pindah.

2. Angkutan Laut Luar Negeri adalah kegiatan angkutan Pasal 2


laut dari Pelabuhan atau terminal khusus yangterbuka
bagi perdagangan luar negeri ke Pelabuhan luar negeri
atau dari Pelabuhan luar negerike Pelabuhan atau Penyerahan jasa Kepelabuhanan tertentu oleh Badan
terminal khusus Indonesia yang terbuka bagi Usaha Pelabuhan kepada perusahaan angkutanlaut
(1)
perdagangan luar negeri yangdiselenggarakan oleh yang melakukan kegiatan Angkutan Laut Luar Negeri
perusahaan angkutan laut. dibebaskan dari pengenaan PajakPertambahan Nilai.

3. Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan Pembebasan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai
dan/atau perairan dengan batas-batas tertentusebagai (2) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikandengan
tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ketentuan sebagai berikut:
pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempatKapal
bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar
muat barang, berupa terminal dan tempatberlabuh
untuk Kapal yang dioperasikan oleh perusahaan
1. jasa pelayanan Kapal, yaitu jasa labuh, jasa
angkutan laut nasional yang melakukankegiatan
pandu, jasa tunda, dan jasa tambat;
Angkutan Laut Luar Negeri harus memenuhi syarat
a.
tidak mengangkut penumpangdan/atau barang 2. jasa pelayanan barang, yaitu jasa bongkar muat
dari satu Pelabuhan ke Pelabuhan lainnya di peti kemas sejak dari Kapal sampaike lapangan
wilayah Indonesia; penumpukan dan/atau sejak dari lapangan
penumpukan sampai ke Kapal.
untuk Kapal yang dioperasikan oleh perusahaan
angkutan laut asing yang melakukan
kegiatanAngkutan Laut Luar Negeri harus Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai yang terutang
memenuhi syarat: atas penyerahan jasa Kepelabuhanan
(4) tertentusebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak
memerlukan Surat Keterangan Bebas Pajak
1. tidak mengangkut penumpang dan/atau PertambahanNilai.
b. barang dari satu Pelabuhan ke
Pelabuhanlainnya di wilayah Indonesia; dan Pajak Masukan yang dibayar atas perolehan Barang
Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak oleh BadanUsaha
2. negara tempat kedudukan perusahaan Pelabuhan berkenaan dengan penyerahan jasa
angkutan laut asing tersebut (5)
Kepelabuhanan tertentu yang dibebaskan
memberikanperlakuan yang sama terhadap daripengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana
Kapal angkutan laut Indonesia berdasarkan
dimaksud pada ayat (1) tidak dapat dikreditkan.
asastimbal balik.

Pasal 3
Jasa Kepelabuhanan tertentu yang penyerahannya
dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan
Nilaisebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah jasa
pelayanan Kapal dan jasa pelayanan barang Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan
(3) jasa Kepelabuhanan tertentu sebagaimanadimaksud
yangdiberikan oleh Badan Usaha Pelabuhan kepada
perusahaan angkutan laut yang melakukan (1) dalam Pasal 2 ayat (1) wajib menerbitkan Faktur Pajak
kegiatanAngkutan Laut Luar Negeri, berupa: sesuai dengan ketentuan peraturanperundang-
undangan di bidang perpajakan.
pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan
Pada setiap lembar Faktur Pajak yang diterbitkan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diberi
(2) capatau keterangan yang menerangkan bahwa fasilitas
Pajak Pertambahan Nilai dibebaskan tersebutdiberikan
berdasarkan Peraturan Pemerintah ini.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 1 Oktober 2015
Pasal 4 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd
Dalam hal persyaratan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 ayat (2) tidak terpenuhi, PajakPertambahan JOKO WIDODO
Nilai atas penyerahan jasa Kepelabuhanan tertentu
kepada perusahaan angkutan laut yangmelakukan
(1) Diundangkan di Jakarta
kegiatan Angkutan Laut Luar Negeri yang dibebaskan
wajib dibayar dalam waktu palinglambat 1 (satu) bulan pada tanggal 1 Oktober 2015
terhitung sejak tanggal persyaratan tersebut tidak MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
terpenuhi. REPUBLIK INDONESIA,

ttd
Apabila Pajak Pertambahan Nilai yang dibebaskan tidak
dibayar dalam jangka waktu 1 (satu) bulansebagaimana
YASONNA H. LAOLY
dimaksud pada ayat (1), Direktur Jenderal Pajak
(2)
menerbitkan Surat Ketetapan PajakKurang Bayar
ditambah dengan sanksi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangandi bidang perpajakan.
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015
NOMOR 220

Pasal 5

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku setelah 30 (tiga puluh) PENJELASAN


hari terhitung sejak tanggal diundangkan. ATAS

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 74 TAHUN 2015
perdagangan internasionalmelalui angkutan laut.
TENTANG
Berdasarkan pertimbangan tersebut, perlu menetapkan
Peraturan Pemerintah yang mengatur pemberianfasilitas
PERLAKUAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS PENYERAHAN
Pajak Pertambahan Nilai atas penyerahan jasa
JASA
KePelabuhanan tertentu kepada perusahaanangkutan
KEPELABUHANAN TERTENTU KEPADA PERUSAHAAN
laut yang melakukan kegiatan Angkutan Laut Luar
ANGKUTAN LAUT
Negeri sebagai pelaksanaan dari Pasal 16Bayat (1) huruf
YANG MELAKUKAN KEGIATAN ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI
b Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak
Pertambahan Nilai Barang dan Jasadan Pajak Penjualan
atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali
UMUM diubah terakhir denganUndang-Undang Nomor 42
Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-
Angkutan Laut Luar Negeri, sebagaimana halnya dengan Undang Nomor 8 Tahun1983 tentang Pajak
moda angkutan lainnya, memiliki peranan yangsangat Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan
penting dalam memperlancar mobilitas penumpang atas Barang Mewah.
dan/atau barang dari Pelabuhan dalamnegeri ke
Pelabuhan luar negeri atau sebaliknya. Angkutan laut
PASAL DEMI PASAL
mempunyai karakteristik dan keunggulantersendiri yang
perlu dikembangkan karena mampu mengangkut barang
Pasal 1
dalam jumlah besar denganbiaya yang lebih murah,
sehingga sangat diperlukan dalam menunjang
Cukup jelas.
I. keberhasilan sektor kegiatanekonomi yang berprioritas
tinggi dalam skala nasional yang dapat mendorong
Pasal 2
perkembangan duniausaha dan meningkatkan daya
saing atas barang produksi dalam negeri. II.
Ayat (1)
Jasa angkutan laut mempunyai hubungan integral
Jasa KePelabuhanan tertentu adalah jasa yang diberikan
dengan jasa KePelabuhanan dan merupakankelaziman
oleh Badan Usaha Pelabuhankepada perusahaan
internasional bahwa atas penyerahan jasa
angkutan laut yang melakukan kegiatan Angkutan Laut
KePelabuhanan termasuk jasa bongkar muat petikemas
LuarNegeri, yang biayanya menjadi beban perusahaan
di Pelabuhan (sea side area) dibebaskan dari pengenaan
angkutan laut yang mengoperasikanKapal Angkutan
Pajak Pertambahan Nilai. Hal tersebutsebagaimana telah
Laut Luar Negeri, terdiri dari jasa pelayanan Kapal dan
dilaksanakan di beberapa negara yang membangun
jasa pelayananbarang.
luarnegeri. Kapal Indonesia Bahari
mengangkut/memuat penumpang dan/atau barang
Ayat (2)
dari Pelabuhan asal di Surabaya ke Pelabuhan
tujuandi Singapura. Dalam perjalanan dari
Huruf a
Pelabuhan di Surabaya menujuPelabuhan di
Singapura, Kapal Indonesia Bahari singgah di
Yang dimaksud memenuhi syarat "tidak mengangkut
PelabuhanSemarang untuk mengangkut/memuat
penumpang dan/ataubarang dari satu Pelabuhan ke
penumpang dan/atau barangdengan tujuan ke
Pelabuhan lainnya di wilayah Indonesia" adalah:
Pelabuhan di Singapura. Di Pelabuhan
kapal yang dioperasikan oleh perusahaan angkutan Semarangtersebut, Kapal Indonesia Bahari tidak
laut nasional yangmengangkut/memuat menurunkan/membongkar penumpang dan/atau
penumpang dan/atau barang dari Pelabuhanasal di barang yang diangkut/dimuat dari Pelabuhandi
wilayah Indonesia ke Pelabuhan tujuan di luar Surabaya.
a.
negeri, tidakmenurunkan/membongkar penumpang
dan/atau barang yang dimuatdari satu Pelabuhan Selanjutnya, Kapal Indonesia Bahari singgah di
di wilayah Indonesia ke Pelabuhan lainnyadi Pelabuhan Jakartauntuk mengangkut/memuat
wilayah Indonesia; atau penumpang dan/atau barang dengantujuan ke
Pelabuhan di Singapura. Di Pelabuhan Jakarta
kapal yang dioperasikan oleh perusahaan angkutan tersebut,Kapal Indonesia Bahari tidak
laut nasional yangmemuat penumpang dan/atau menurunkan/membongkar penumpangdan/atau
barang dari Pelabuhan asal di luarnegeri ke barang yang diangkut/dimuat dari Pelabuhan di
Pelabuhan tujuan di wilayah Indonesia tidak Surabayamaupun yang diangkut/dimuat dari
b. Pelabuhan di Semarang. DariPelabuhan di Jakarta,
menurunkan/membongkar penumpang dan/atau
barang yang dimuat dari satuPelabuhan di wilayah Kapal Indonesia Bahari kemudian
Indonesia ke Pelabuhan lainnya di melanjutkanperjalanan menuju Pelabuhan tujuan
wilayahIndonesia. yaitu di Singapura. Sesampaidi Pelabuhan di
Singapura, Kapal Indonesia Bahari
kemudianmenurunkan/membongkar penumpang
Contoh: dan/atau barang yangdiangkut/dimuat dari
Kapal Indonesia Bahari dioperasikan oleh PT Pelabuhan di Surabaya, Pelabuhan di
1. Lautan Nusantara, sebuahperusahaan angkutan Semarang,dan Pelabuhan di Jakarta.
laut nasional, untuk kegiatan angkutan laut
Dalam kondisi sebagaimana tersebut di atas, Pelabuhan tujuan yaitu Pelabuhan di Surabaya.
penyerahan jasaKePelabuhanan tertentu oleh Sesampainyadi Pelabuhan tujuan tersebut, Kapal
Badan Usaha Pelabuhan kepadaPT Lautan Putra Samudera menurunkan/membongkar semua
Nusantara untuk kegiatan angkutan laut luar penumpang dan/atau barang yang diangkut/dimuat
negeridibebaskan dari pengenaan Pajak dari Pelabuhan di Singapura maupun yang
Pertambahan Nilai. diangkut/dimuatdi Pelabuhan Semarang.

Kapal Putra Samudera dioperasikan oleh PT Setiya Dalam kondisi sebagaimana tersebut di atas,
Putra Bahari,sebuah perusahaan angkutan laut penyerahan jasaKePelabuhanan tertentu oleh
nasional, untuk kegiatan angkutanlaut luar negeri. Badan Usaha Pelabuhan kepadaPT Setiya Putra
Kapal Putra Samudera Bahari untuk kegiatan angkutan laut luar negeri
mengangkut/memuatpenumpang dan/atau barang tidakmemenuhi syarat sebagaimana dimaksud
dari Pelabuhan asal di Singapurake Pelabuhan dalam Pasal 2 ayat (2)huruf a Peraturan
tujuan di Surabaya. Dalam perjalanan dari Pemerintah ini, sehingga atas penyerahan
Pelabuhandi Singapura menuju Pelabuhan di jasaKePelabuhanan tertentu tersebut tidak
Surabaya, Kapal Putra Samuderasinggah di mendapatkan fasilitasdibebaskan dari pengenaan
Pelabuhan Jakarta untuk Pajak Pertambahan Nilai sebagaimanadimaksud
menurunkan/membongkarsebagian penumpang dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah ini.
dan/atau barang yang diangkut/dimuat
2. dariPelabuhan di Singapura. Kapal Putra Samudera
Huruf b
tidak mengangkut/memuat penumpang dan/atau
barang di Pelabuhan Jakarta tersebut.Selanjutnya,
Yang dimaksud memenuhi syarat "tidak mengangkut
Kapal Putra Samudera singgah di Pelabuhan
penumpang dan/ataubarang dari satu Pelabuhan ke
Semaranguntuk menurunkan/membongkar
Pelabuhan lainnya di wilayah Indonesia" adalah:
sebagian penumpang dan/ataubarang yang
diangkut/dimuat dari Pelabuhan di Singapura. kapal yang dioperasikan oleh perusahaan angkutan
Namundemikian, Kapal Putra Samudera juga laut asing yangmemuat penumpang dan/atau
mengangkut/memuatpenumpang dan/atau barang barang dari Pelabuhan asal di wilayah Indonesia ke
a.
di Pelabuhan Semarang untuk diangkut/dimuat Pelabuhan tujuan di luar negeri tidak
dengan tujuan ke Pelabuhan di Surabaya. Dari menurunkan/membongkar penumpang dan/atau
PelabuhanSemarang, Kapal Putra Samudera barang yang dimuat dari satuPelabuhan di wilayah
kemudian melanjutkan perjalananmenuju
Indonesia ke Pelabuhan lainnya di Pelabuhan di Shanghai.
wilayahIndonesia; atau
Di Pelabuhan Jakarta tersebut, Kapal Singapore
kapal yang dioperasikan oleh perusahaan angkutan Marine tidakmenurunkan/membongkar penumpang
laut asing yangmemuat penumpang dan/atau dan/atau barang yangdiangkut/dimuat dari
barang dari Pelabuhan asal di luarnegeri ke Pelabuhan di Surabaya maupun yang
Pelabuhan tujuan di wilayah Indonesia tidak diangkut/dimuat di Pelabuhan Semarang. Dari
b. Pelabuhan di Jakarta, KapalSingapore Marine
menurunkan/membongkar penumpang dan/atau
barang yang dimuat dari satuPelabuhan di wilayah kemudian melanjutkan perjalanan menuju
Indonesia ke Pelabuhan lainnya di Pelabuhantujuan yaitu Pelabuhan di Shanghai.
wilayahIndonesia. Sesampainya di PelabuhanShanghai, Kapal
Singapore Marine kemudian
menurunkan/membongkar penumpang dan/atau
Contoh: barang yang diangkut/dimuat dariPelabuhan di
Kapal Singapore Marine dioperasikan oleh Surabaya, Pelabuhan di Semarang, dan
Singapore Marine Ltd.,sebuah perusahaan Pelabuhandi Jakarta.
angkutan laut asing, untuk kegiatan angkutan
lautluar negeri. Kapal Singapore Marine Dalam kondisi sebagaimana tersebut di atas,
mengangkut/memuat penumpangdan/atau barang penyerahan jasaKePelabuhanan tertentu oleh
dari Pelabuhan asal di Surabaya ke Pelabuhan Badan Usaha Pelabuhan kepada Singapore Marine
tujuandi Shanghai (Tiongkok). Dalam perjalanan Ltd. untuk kegiatan angkutan laut luar
dari Pelabuhan di Surabayamenuju Pelabuhan di negeridibebaskan dari pengenaan Pajak
Shanghai, Kapal Singapore Marine singgahdi Pertambahan Nilai.
1.
Pelabuhan Semarang untuk mengangkut/memuat
penumpang dan/atau barang dengan tujuan ke Kapal Atlantic International dioperasikan oleh China
Pelabuhan di Shanghai. Di PelabuhanSemarang Shipping Ltd.,sebuah perusahaan angkutan laut
tersebut, Kapal Singapore Marine tidak asing, untuk kegiatan angkutan lautluar negeri.
menurunkan/membongkar penumpang dan/atau Kapal Atlantic International
2.
barang yang dimuat dari PelabuhanSurabaya. mengangkut/memuatpenumpang dan/atau barang
Selanjutnya, Kapal Singapore Marine singgah di dari Pelabuhan asal di Shanghaike Pelabuhan
PelabuhanJakarta untuk mengangkut/memuat tujuan di Surabaya. Dalam perjalanan dari
penumpang dan/atau barangdengan tujuan ke PelabuhanShanghai menuju Pelabuhan di
Surabaya, Kapal Atlantic Internationalsinggah di Pasal 2 ayat (2) huruf b angka 1Peraturan
Pelabuhan Jakarta untuk Pemerintah ini, sehingga atas penyerahan jasa
menurunkan/membongkarsebagian penumpang KePelabuhanantertentu tersebut tidak
dan/atau barang yang diangkut/dimuat mendapatkan fasilitas dibebaskan daripengenaan
dariPelabuhan di Shanghai. Di Pelabuhan Jakarta Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana dimaksud
tersebut, Kapal AtlanticInternational tidak dalamPasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah ini.
mengangkut/memuat penumpang dan/atau
baranguntuk tujuan ke Pelabuhan lain di wilayah
Ayat (3)
Indonesia. Selanjutnya,Kapal Atlantic International
singgah di Pelabuhan Semarang
Huruf a
untukmenurunkan/membongkar sebagian
penumpang dan/atau barangyang diangkut/dimuat
Jasa pelayanan Kapal berupa:
dari Pelabuhan di Shanghai.
Jasa labuh adalah jasa yang diserahkan kepada
Namun demikian, Kapal Atlantic International juga semua Kapal yangberkunjung ke Pelabuhan umum,
mengangkut/memuat penumpang dan/atau barang 1) terminal untuk kepentingan sendiri,terminal khusus
di Pelabuhan Semarang dengantujuan ke atau yang memasuki perairan Pelabuhan atau
Pelabuhan di Surabaya. Dari Pelabuhan di lokasilain yang ditunjuk oleh pemerintah;
Semarangtersebut, Kapal Atlantic International
kemudian melanjutkan perjalananmenuju Jasa pandu adalah jasa pemanduan Kapal sewaktu
Pelabuhan tujuan yaitu Pelabuhan di Surabaya. memasuki alurpelayaran menuju dermaga dengan
Sesampainyadi Pelabuhan tujuan tersebut, Kapal tujuan membantu, memberikansaran dan informasi
Atlantic International menurunkan/membongkar kepada nahkoda tentang keadaan
semua penumpang dan/atau barang yang diangkut 2)
perairansetempat yang penting agar navigasi
dariPelabuhan di Shanghai maupun di Pelabuhan pelayaran dapat dilaksanakandengan selamat,
Semarang. tertib dan lancar demi keselamatan Kapal
danlingkungan;
Dalam kondisi sebagaimana tersebut di atas,
penyerahan jasaKePelabuhanan tertentu oleh Jasa tunda adalah jasa penundaan Kapal yang
Badan Usaha Pelabuhan kepada ChinaShipping Ltd. dilakukan dengan caramendorong, menarik atau
untuk kegiatan angkutan laut luar negeri tidak 3)
menggandeng Kapal yang berolah gerak,untuk
memenuhisyarat sebagaimana dimaksud dalam bertambat ke atau untuk melepas dari dermaga,
jetty, trestle,pier, pelampung, dolphin kapal dan
Cukup jelas.
fasilitas tambat lainnya denganmenggunakan Kapal
tunda;
Pasal 5

Jasa tambat adalah jasa yang diserahkan terhadap Cukup jelas.


Kapal yangbertambat pada dermaga besi, beton
dan kayu, breasting, dolphin,pelampung, tambatan
4)
pinggiran/talud dan Kapal yang bertambat/merapat
pada lambung kapal lain yang sedang
sandar/tambatdi dermaga (susun sirih). TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 5742

Huruf b

Yang dimaksud dengan "lapangan penumpukan" adalah


lapangan penumpukanyang terdapat di Pelabuhan,
termasuk lapangan penumpukan yang terdapatdi
wilayah tertentu di darat yang ditetapkan sebagai lokasi
yang berfungsisebagai Pelabuhan (dry port).

Ayat (4)

Cukup jelas.

Ayat (5)

Cukup jelas.

Pasal 3

Cukup jelas.

Pasal 4