Anda di halaman 1dari 11

Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.

A. Landasan Teori Geodatabe

Geodatabase adalah bentuk atau struktur data asli bagi data spasial arcgis yang
diimplementasikan didalam struktur file dari arsitektur basisdata DBMS (Database management
system) relasional. Selain itu database milik arcgis ini secara konseptual juga merupakan kumpulan
dari feature class (layer vector), raster class (layer raster), table (tabel atribut), dan atau dataset
(feature class, raster class, dan atau tabel yang setema dan dibundel menjadi satu) yang disimpan
daidalam suatu foldel yang dapat diakses bersama(file basisdata DBMS) pada saat yang sama.

Mengingat bahwa setiap basisdata relasional DBMS tersebut memiliki beberapa fungsional,
fitur dan kemampuan seperti ukuran dan skala yang berbeda, dan jumlah pengguna yang (client)
yang berfariasi (single user dan multy user) maka perancang system arcgis dan geodatabase
membagi kedalam dua tipe besar yaitu single user dan multy user geodatabase. Personal
geodatabase adalah geodatabase arcgis yang bias diakses oleh seorang pengguna pada saat yang
sama atau single user. Geodatabase tipe ini diimplementasikan dalam file database DBMS Ms.
Access (MDB). Sementara itu Multy User Geodatabase adalah geodatabase arcgis yang setiap
saatnya dapat diakses oleh lebih dari satu pengguna secara bersamaan. Geodatabese tipe ini dapat
diimplementasukan dalam file basis data relasional DBMS Oracle, Ms. SQL Server dan DBMS yang
sejenis.

1. Keunggulan geodatabase jika di bandingkan shapefile adalah:

a. Data dapat di klasifikasikan dalam populasi data tertentu, tanpa harus membuat folder dan
file yang dibuat tidak terlalu banyak jadi sangat mudah untuk mengorganisasi dan mengatur
data.
b. Geodatase dapat di gunakan untuk keperluan akses data baik secara intranet maupun
internet karena bisa menggunakan beberapa software database seperti Oracle, SQL-Server,
DB2 dan lain-lain
c. Untuk beberapa analisa tertentu di dalam ArcGIS hanya bisa di lakukan dengan
geodatabase, tidak dapat dilakukan dengan shapefile seperti topology , cartographic
representation, linear referencing dan lain-lain.
d. Dapat menyimpan metadata mengenai data itu sendiri, sehingga informasi mengenai data
dapat tersimpan bersama data. Metadata ini penting untuk memberi informasi detai
mengenai data seperti deskrisi data, system koordinat yang digunakan dan hal lain yang
menyangkut data itu sendiri.

1
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

2. Komponen geodatabase didalam ArcCatalog yang mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. Feature Dataset: tempat/wadah untuk feature class yang memiliki referensi spasial sama.
Dataset ini perlu apabila kita ingin membuat network dan topologi.
b. Feature Class: kumpulan dari obyek spasial:titik,garis,area (poligon).Bisa juga untuk
menyimpan feature anotasi, dimensi, rute.
c. Tabel: menyimpan obyek non-spasial (informasi tabular), seperti tabel pemilik lahan, tabel
jumlah penduduk, kepadatan penduduk, dsb.
d. Relationship classes: mengatur hubungan tematik antara tabel, feature classes, atau kedua-
duanya. Mendukung integrasi antara origin data dan destination class.
e. Raster Catalog: tempat dari kumpulan data raster.
f. Raster Dataset: data grid yang diturunkan dari berbagai sumber format (IMG, JPEG, dll)
g. Toolbox: berisi tool-tool geoprocessing.
h. Geometrik Netwrok: hubungan topologi khusus antara titik dan garis yang digunakan untuk
analisa pada alur sistem jaringan langsung.
i. Topologi: hubungan spasial antara feature classes yang digunakan untuk menentukan dan
memperbaiki kesalahan(error) spasial, seperti parcel yang overlap satu sama lain atau yang
tidak berada dalam batas wilayah.
j. Survey Dataset: menyimpan informasi survey dan menggabungkan data survey dalam
proyek dan banyak proyek ke dalam folder proyek.
k. Behaviour Rules: dapat dibuat untuk mendefinisikan atribut legal,relation, topologi,
koneksi.

B. Membangun Geodatabase

Didalam pembuatan geodatabase menggunakan ArcCatalog terdapat dua tipe geodatabase


yang disediatakan yaitu File Geodatabase dan Personal Geodatabase. Namun pada pembahasan kali
ini akan dibahas cara pembuatan geodatabase dengan menggunakan File Geodatabase. Untuk
dapat membuat file geodatabase langkah-lanhkah sebagai berikut:

1. Untuk dapat membuat geodatabase maka buka dulu software ArcCatalog pada software ArcGis
10.
2. Menyiapkan folder untuk menyipan geodatabase.
3. Setelah folder untuk menyimpan geodatabase telah dibuat maka selanjutnya klik kanan pada
folder dan pilih new → file geodatabase seperti gambar 1 dibawah ini.

2
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

Gambar 1. Membuat File Geodatabase

4. File Geodatabase telah siap digunakan, pertama isi nama geodatabase dalam hal ini
Geodatabase Kota Surabaya.
5. Membuat Fuature Dataset, tempat/wadah untuk feature class yang memiliki referensi spasial,
dan tipe feature class yang sama. Untuk membuat Fuature Dataset Klik kanan pada
Geodatabase Kota Surabaya→ New →Fuature Dataset, isi nama Fuature Dataset sesuai dengan
kategori dalam hal ini “Batas_Administrasi” , selanjutnya klik next untuk mengatur referensi
spasial yang digunakan (WGS_1984_UTM_Zone_49S untuk kota surabaya) dan pilih finish. Maka
Fuature Dataset telah selesai dibuat.

Gambar 2. Membuat Fuature Dataset


3
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

6. Setelah Fuature Dataset yang merupakan tempat utuk feature class yang mempunyai referensi
spasial dan tipe feature class yang sama. Untuk membuat feature class, klik kanan pada Fuature
Dataset→New→ feature class.
7. Kotak dialog New Feature Class akan muncul dan isi semua field yang ada pada kotag dialog
yang diberikan.
8. Namun pada kali ini untuk membuat Feature Class menggunakan fasilitas import yang ada pada
Feature Dataset. Untuk melakukan import data Feature Class, klik kanan pada Feature
Dataset→import→Feature Class (single). Maka akan tampil kotak dialog Feature Class to
Feature Class, pilih file yang akan di import pada Input Feature Class. Output Feature berisi
alamat hasil dari Feature Class yang di import. Output Feature Class isiakan nama FeatureClass,
kemudian klik OK, maka proses import Feature Class selesai dilakukan.
9. Setelah proses import Feature Class selesai dilakukan dan tersimpan pada Feature Dataset, kita
dapat melihat Preview pada ArcCatalog seperti gambar 3 berikut ini.

Gambar 3. Preview Feature Class Batas_Kecamatan

10. Untuk membuat Feature Dataset dan Feature Class yang dapat mengulangi langkah-langkah
diatas dari nomer 5 sampai dengan 8.
11. Membuat Raster Catalog (tempat dari kumpulan data raster). Untuk membuat raster catalog
klik kanan pada geodatabase yang telah dibuat→New→raster Catalog. Pada Raster Catalog
Name isikan nama, kemudian atur referensi koordinat sesuai dengan koordinat raster, setelah
selesai klik OK.
4
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

12. Mengisi data raster pada Raster Catalog dengan cara klik kanan pada Raster
Catalog→Load→Load Raster Datasets. Pada Input Rasters masukan raster yang akan dijadikan
Raster Class, setelah selesai kemudian klik OK. Hasil dari pembuatan Raster Catalog dan Raster
Class seperti gambar 4 berikut ini:

Gambar 4. Hasil dari pembuatan Raster Catalog dan Raster Clas

13. Untuk mengisi dataset raster yang lainnya lakukan langkah kerja seperti nomer 12.
14. Membuat tabel non spasial, data non spasial merupakan data attribute yang mandiri dan tidak
menjadi tabel attribute spasial, namun data attribute non spasial ini dapat di join dengan
attribute spasial sesuai dengan id yang mempunyai nilai yang sama dengan attribute spasial.
15. Untuk membuat tabel non spasial dapat lakukan hal-hal sebagai berikut, klik kanan pada
database yang telah dibuat→New→Table, isi nama tabel dan aliasnya pada new tabel.
Kemudian OK,

Gambar 5. Hasil dari pembuatan Data Non Spasial

16. Untuk menambah data non spasial dapat melakukan perintah yang sama seperti nomer 15.
5
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

C. Membuat Metadata
Metadata adalah data tentang isi, kualitas, kondisi dan karakteristik lainnya dari data.
Metadata diperlukan untuk memberikan informasi kepada user mengenai informasi data itu
sendiri. Metadata yang telah dibuat kemudian akan disimpan bersama data yang bersangkutan.
Untuk membuat metadata pada Feature Class yang telah dibuat maka langkah-langkah yang perlu
dilakukan sebagai berikut:
1. Klik layer yang bersangkutan pada panel kiri aplikasi ArcCatalog.
2. Klik tab preview yang terdapat pada panel sebelah kanannya hingga muncul preview data
spasialnya.
3. Munculkan toolbar Geografi pilih tool Create Thumbnail hingga preview unsure-unsur yang
bersangkutan juga masuk kedalam metadatanya.
4. Mengisi metadata dengan memilih halaman kerja Deskription lalu pilihlah edit maka tabel
metadata siap disisi sesuai dengan informasi yang ingin disampaikan kepada user sampai
dengan selesai. Setelah selesai melakukan pengisian metadata maka hasil metadata seperti
gambar 6 berikut.

Gambar 6. Hasil pengisisan metadata pada Feature Class

5. Untuk mengisi metadata pada data spasial yang lain dapat melakukan perintah yang sama dari
nomer 1 sampai dengan nomer 4.

6
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

D. Melakukan Join

Setelah Feature Class dan tabel attributnya telah terisi dengan data values satu dengan yang
benar, setelah itu melakukan joint (relasi) antara tabel yang ada pada attribute spasial dan dengan
data non spasial yang dibuat. Untuk melakukan joint attribute dapat mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut:

1. Mengaktifkan software ArcMap pada halaman kerja


2. Membuka kedua tabel attribute spasial dan data attribute non spasial (tabel mandiri).
3. Klik kanan pada Feature Class yang akan dilakukan joint hingga muncul menu konteksnya.
4. Pada kotak dialog yang baru muncul kemudian pilih sub menu “Joint and Relates’ kemudian
pilih joint hingga muncul kotak dialog Joint Data.
5. Pada kotak dialog yang baru muncul tersebut pilih item join attribute from a table yang terdapat
pada combobox yang tersedia.
6. Pilih nama field milik Feature Class yang berfungsi menjadi pengenal unsure-unsurnya.
7. Pada combobox “chosse the file” pilih nama tabel attribute mandiri yang akan di joint.
8. Pada combobox “chosse the field” pilih nama field pada tabel attribute mandiri yang berfungsi
menjadi nomer pengenal deskripsi unsure-unsurnya.
9. Tekan tombol OK, kemudian YES ketika ditanya apakah akan dibuat indeks bagi proses joinnya.
Hasil dari proses join seperti pada gambar 7 berikut ini.

Gambar 7. Hasil join tabel attribute spasial dengan tabel mandiri

7
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

E. Melakukan Topologi
Topologi secara praktis dapat dipandang sebagai struktur data spasial yang paling sering
digunakan untuk memastikan bahwa data yang terkait dapat membentuk susunan (topological
fabric) yang konsisten. Dadalam arcgis topolpgi diimplementasikan sebagai behaviour dan rules
yang memungkinkan sekumpulan relasi spasial dapat dimodelkan lebih fleksibel dari sekedar
sebaga struktur data. Secara mendasar topologi digunakan untuk memastikan kualitas data dan
memungkinkan geodatabase yang bersangkutan agar menyajikan unsure-unsur spasialnya lebih
realistic. Untuk dapat merealisasikan salah satu jenis topologi langkah-langkah kerjanya sebagai
berikut:
1. Dengan menggunakan ArcCatalog, klik kanan pada feature dataset→New→Topology. Setelah
muncul kotak dialog New Topoloy klik Next dan isikan nama topologinya kemudian Next dan
centang Feature Class yang akan dilakukan topologi. Klik next hingga muncul kotak dialog Add
Rule dan pilih Rule yang akan digunakan dalam kali ini akan dipilih dengan menggunakan Must
Not Overlap, dan OK, maka proses topologi Landuse dengan menggunakan Must Not Overlap
telah selesai dilakukan. Hasil dari topologi dapat dilihat pada gambar 8 berikut:

Gambar 8. Hasil Topologi pada Landuse dangan menggunakan Rule Must Not Overlap

2. Seperti terlihat pada gambar 11 masih terdapat kesalahan dalam data spasial yaitu berupa
duplikasi data spasial pada lokasi yang sama.

8
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

F. Melakukan Query Data


Query adalah suatu user reques, semacam permintaan atau pertanyaan yang pada umumnya
dikirim kedalam suatu system DBMS, basis data, atau file basis data dalam rangka tertentu dengan
syarat kondisi atau kreteria tertentu pula. Denga query suatu system (termasuk GIS yang juga dapat
berperan sebagai system atau DBMS spasial) akan menelusuri semua record atau entitas (unsure)
yang terdapat didalam tebel, layer atau entitas set (feature class) yang terkait kemudian
memilihnya sesuai dengan kreteria yang diinginka.
Pada kali ini akan menggunakan salah satu fungsi Query dengan Menerapkan memilih unsure
garis yang terdapat pada jarak tertentu dari tipe unsure point. Untuk dapat melakukan query
tersebut langkah kerjanya sebagai berikut:
1. Memenculkan layer-layer spasial pada jendela ArcMap yang akan dilakukan query.
2. Memilih unsure spasial point dengan menggunakan Select Features.
3. Melakukan query dengan menggunakan menu Selection → Select by Location, hingga muncul
kotak dialog Select by Location. Pada Selection method pilih select features from, pada Target
layer pilih Jalan dan pada Source layer pilih Infrstruktur, dengan menggunakan Spasial selection
method Target layer (s) features are within the source layer feature. Kemudian OK maka unsure
spasial jalan yang berada pada jarak 100 meter akan terblok. Hasil dari query spasial tersebut
seperti pada gambar 9 berikut ini:

Gambar 9. Query unsure garis yang terdapat pada jarak tertentu dari tipe unsure point

9
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

G. Melihat Schema Geodatabase


Skema mendefinisikan struktur fisik dari geodatabase bersama dengan aturan, hubungan, dan
sifat dari masing-masing dataset di geodatabase tersebut. Mendefinisikan dan menerapkan skema
praktis untuk geodatabase adalah tugas penting yang sering membutuhkan prototipe dan pengujian
dari desain yang di desain. Pengujian akan membantu dalam implementasi, system yang baik.
Untuk dapat melihat schema pada geodatabase yang telah kita buat dapat dilakukan dengan
menggunakan ArcGIS Diagrammer dengan cara meng export XML Workspace Dokument
geodatabase yang kita buat. Hasil dari Schema Geodatabase seperti gambar 10 berikut ini:

Gambar 10. Hasil desain Schema Geodatabase

H. Kesimpulan
Geodatabase merupakan management data spasial, non spasial dan raster dapat dikelolah di
dalamnya, di dalam melakukan desain geodatabase Schema Geodatabase dari desain dapat kita
ketahui. Selain kelebihan tersebut system penyimpanan geodatabase dapat diatur berdasarkan
feature class yang sama di dalam feature dataset. Dengan menggunakan geodatabase buhungan
dari data spasial dapat dilakukan dan dengan geodatabase juga topology dapat dilakukan, dan hal
itu tidak dapat dialakukan dengan menggunakan system penyimpanan data spasial yang shapefile.

10
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog
Dosen Pengasuh: Trias Aditya KM, ST., M.Sc., Ph.D

Daftar Pustaka

1. A. anam, Desain Geodatabse dengan ArcGIS Diagramer


2. A Copying the schema of a geodatabase,
http://webhelp.esri.com/arcgisserver/9.3/java/index.htm#geodatabases/copyin-
1662552459.htm
3. ArcGIS 9, Building a Geodatabase
4. Eddy Prahasta, System Informasi Geografi
5. Eddy Prahasta , Tutorial ArcGis Desktop
6. Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika, Membangun Geodatabase

11
Desain dan Manajemen Informasi Geospasial
Desain geodatabase dengan menggunakan ArcCatalog