Anda di halaman 1dari 9

HARAP

DIPASANG
LOGO KOTA
/KABUPATEN
PERJANJIAN KERJA SAMA
ANTARA
DIREKTORAT PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DAN
PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA ……………….

NOMOR: ……………………..…..
NOMOR: HARAP DIISI NOMOR PKS DARI PIHAK KEDUA

TENTANG
PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR SANITASI BERBASIS MASYARAKAT DI
KABUPATEN/KOTA ……………….

Pada hari ini, ….. tanggal … bulan … tahun Dua ribu tujuh belas (…-…-2017), yang
bertanda tangan di bawah ini:

1. DODI KRISPRATMADI : Direktur Pengembangan Penyehatan


Lingkungan Permukiman, Direktorat
Jenderal Cipta Karya, Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat, yang diangkat berdasarkan
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Nomor
334/KPTS/M/2015 tentang
Pemberhentian dan Pengangkatan dari
dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi
Pratama di Lingkungan Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat, dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama Direktorat Jenderal Cipta
Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat, yang berkedudukan
di Jalan Pattimura Nomor 20, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, selanjutnya
disebut PIHAK KESATU.

2. DIISI NAMA BUPATI/WALIKOTA : Bupati/Walikota Kabupaten/Kota


(TANPA GELAR) ……………. yang diangkat berdasarkan
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor
…………………… Tahun ………….
Tanggal ………………………., dalam hal
ini bertindak dalam jabatannya untuk dan
atas nama Pemerintah Kabupaten/Kota
………………… berkedudukan di Jalan
……………………………….
Kabupaten/Kota ………………,
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan sebagai berikut:


1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4355);
3. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4725);
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan
Permukiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 7,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5188);
6. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5679);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air
8. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Kerjasama Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 112,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4761);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5285);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air
Minum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 345, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5802);
12. Peraturan Presiden Nomor 185 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Air
Minum dan Sanitasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 389);
13. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 3);
14. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
16);
15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan, dan Pemindahtanganan Barang Milik
Negara
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis
Tata Cara Kerjasama Daerah
17. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52 Tahun 2016 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244 Tahun 2012 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 492);
18. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2013 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2009 tentang Pedoman
Pelaksanaan Penetapan Dan Pengalihan Status Penggunaan, Pemanfaatan,
Penghapusan, dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara Di Lingkungan
Departemen Pekerjaan Umum (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Nomor 1431);
19. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1/PRT/M/2014 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 267);
20. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor
P.68/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1323);
21. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Pemanfaatan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 588);
22. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 246 Tahun 2014 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Penggunaan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 1977);
23. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15/PRT/M/2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 881);
24. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Nomor 04/PRT/M/2017
tentang Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah
Domestik (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 456)
25. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 29/PRT/M/2016
tentang Pembentukan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama di
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 1358);
26. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota ........ No. .. Tahun ...Tentang... ; dan
27. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota ......... No. ...... Tahun .......Tentang RTRW
Kabupaten/Kota ………… Tahun .........

PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut PARA PIHAK, lebih
dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:
a. bahwa dalam menciptakan lingkungan yang aman, serasi, teratur dan berkelanjutan
perlu didukung oleh infrastruktur pengelolaan air limbah berbasis masyarakat;
b. bahwa dalam rangka pencapaian gerakan 100-0-100 (seratus persen akses aman air
minum, nol persen kawasan permukiman kumuh, dan seratus persen akses sanitasi)
maka perlu dilakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia;
c. bahwa pengelolaan infrastruktur perlu didukung oleh pendanaan, pemeliharaan dan
kelembagaan; dan
d. bahwa berdasarkan surat minat bupati/walikota nomor … tanggal … tentang …

Berdasarkan hal tersebut di atas, PARA PIHAK sepakat untuk melakukan Perjanjian Kerja
Sama tentang Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di
Kabupaten/Kota …………………., dengan ketentuan sebagai berikut:

BAB I
PENGERTIAN
Pasal 1

1. Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga termasuk tinja manusia
dari lingkungan permukiman.
2. Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan/atau kegiatan
permukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama.
3. Pengelolaan air limbah adalah kegiatan mengelola Air Limbah dalam rangka
perlindungan air baku dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
4. Sanitasi Berbasis Masyarakat yang Selanjutnya disebut Sanimas adalah penyediaan
prasarana dan sarana air limbah permukiman berbasis masyarakat.

BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2

(1) Maksud Perjanjian Kerja Sama ini yaitu sebagai pedoman dalam pengelolaan
Infrastruktur Sanimas.
(2) Tujuan Perjanjian Kerja Sama ini agar Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mengelola
Infrastruktur Sanimas untuk meningkatkan pelayanan sanitasi kepada masyarakat.

BAB III
OBJEK
Pasal 3

Objek Perjanjian Kerja Sama ini yaitu Pengelolaan Infrastruktur Sanimas di


Kabupaten/Kota ………….. berupa bangunan /instalasi pengolahan air limbah
domestik di lokasi:
a. Kelurahan……………..,Kecamatan………….;
b. Kelurahan……………..,Kecamatan………….;
c. Kelurahan……………..,Kecamatan………….;
d. Kelurahan……………..,Kecamatan………….;
e. Kelurahan……………..,Kecamatan………….;

BAB IV
RUANG LINGKUP
Pasal 4

Ruang lingkup dalam Perjanjian Kerja Sama ini, meliputi:


a. Hak dan Kewajiban;
b. Pembiayaan;
c. Jangka Waktu;
d. Keadaan Kahar;
e. Penyelesaian Perselisihan;
f. Perubahan Perjanjian; dan
g. Berakhirnya Perjanjian.

BAB V
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 5

(1) PIHAK KESATU berhak mendapatkan laporan Pengelolaan Infrastruktur Sanimas


setiap 3 (tiga) bulan dari PIHAK KEDUA.
(2) PIHAK KESATU berkewajiban
a. Menyiapkan konsultan pendamping
b. Mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Infrastruktur Sanimas;
c. Menetapkan pedoman/panduan program Sanimas;
d. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia;
e. Melakukan pemantauan dan evaluasi; dan
f. Melakukan pengawasan terhadap keberlanjutan Infrastruktur Sanimas yang telah
dibangun.

Pasal 6

(1) PIHAK KEDUA berhak:


a. Mendapatkan pedoman/panduan program Sanimas dari PIHAK KESATU; dan
b. Menerima pembinaan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dari PIHAK
KESATU.
(2) PIHAK KEDUA berkewajiban:
a. Menjamin ketersediaan lahan
b. Menyusun laporan Pengelolaan Infrastruktur Sanimas setiap 3 (tiga) bulan;
c. Menjamin keamanan dan kelancaran proses pelaksanaan pembangunan
Infrastruktur Sanimas yang dilakukan PIHAK KESATU;
d. Menyiapkan sumber daya manusia dalam rangka pemanfaatan Infrastruktur
Sanimas ;
e. Melakukan pendampingan pengoperasian dan pemeliharaan Infrastruktur Sanimas
secara rutin dan berkala, sesuai norma, standar, prosedur dan kriteria;
f. Melakukan optimalisasi pemanfaatan Infrastruktur Sanimas;
g. Mengalokasikan anggaran untuk operasional dan pemeliharaan Infrastruktur
Sanimas sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis pedoman Sanimas dan ; dan
h. Tidak memindahtangankan kepemilikan Infrastruktur Sanimas kepada pihak lain
tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK KESATU.
i. Melakukan pengawasan terhadap keberlanjutan infrastruktur Sanimas

BAB VI
PEMBIAYAAN
Pasal 7

Biaya yang timbul akibat pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama ini dibebankan pada:
a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Kerja di lingkungan Direktorat Pengembangan
Penyehatan Lingkungan Permukiman; atau
b. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota ………………..

BAB VII
JANGKA WAKTU
Pasal 8
(1) Perjanjian Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu 36 (tiga puluh enam ) bulan
sejak ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama ini dan dapat diperpanjang sesuai
kesepakatan PARA PIHAK.
(2) Apabila salah satu PIHAK berniat memperpanjang Perjanjian Kerja Sama
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus menyampaikan pemberitahuan secara
tertulis kepada PIHAK lainnya paling lambat 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
Perjanjian Kerja Sama ini.

BAB VIII
KEADAAN KAHAR
Pasal 9

(1) Dalam hal terjadi peristiwa diluar kemampuan PARA PIHAK yang merupakan keadaan
kahar dan berakibat merugikan PARA PIHAK, maka pihak yang mengalami keadaan
kahar wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada pihak lainnya.
(2) Keadaan kahar sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:
a. Peperangan;
b. Kerusuhan/huru-hara;
c. Revolusi;
d. Bencana alam (banjir, gempa bumi besar, badai, gunung meletus, tanah longsor,
angin topan, wabah penyakit);
e. Pemogokan umum; dan
f. Kebakaran.
(3) Dalam hal terjadi keadaan kahar, PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Perjanjian Kerja Sama ini.

BAB IX
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Pasal 10

(1) Dalam hal terjadi perselisihan terhadap pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama ini akan
diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
(2) Apabila penyelesaian secara musyawarah untuk mencapai mufakat tidak terpenuhi,
maka penyelesaian perselisihan dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan
Perundangan-undangan.

BAB X
PERUBAHAN PERJANJIAN
Pasal 11

(1) Perubahan perjanjian kerja sama ini dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan
PARA PIHAK.
(2) Perubahan perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan dengan
terlebih dahulu mengajukan permohonan secara tertulis kepada salah satu PIHAK.
(3) Perubahan perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus ditandatangani
PARA PIHAK dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian kerja
sama ini.

BAB XI
BERAKHIRNYA PERJANJIAN
Pasal 12

Perjanjian Kerja Sama ini berakhir, apabila:


a. merupakan kesepakatan tertulis dari PARA PIHAK;
b. batas waktu Perjanjian Kerja Sama berakhir; dan
c. munculnya norma baru dalam Peraturan Perundang-undangan yang mengakibatkan
Perjanjian Kerja Sama ini tidak dapat dilaksanakan.

BAB XII
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 13

(1) Dalam hal terdapat kebijakan Pemerintah atau peraturan lain yang mengakibatkan
perubahan dalam pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama ini akan didiskusikan lebih
lanjut dan disepakati bersama oleh PARA PIHAK.
(2) Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama ini tidak terpengaruh dengan terjadinya
pergantian kepemimpinan di lingkungan PARA PIHAK.

BAB XIII
PENUTUP
Pasal 14

Perjanjian Kerja Sama ini berlaku sejak ditandatangani, pada tanggal, bulan, dan tahun
sebagaimana tersebut di atas, dibuat dalam rangkap 2 (dua), bermaterai cukup dan
masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PIHAK KEDUA, PIHAK KESATU,


(NAMA BUPATI/WALIKOTA) DODI KRISPRATMADI