Anda di halaman 1dari 2

RUMAH SAKIT PANTI RAHAYU

ALAMAT : JL. WONOSARI-PONJONG KM 7 KELOR, KARANGMOJO, GUNUNG KIDUL


TELP : ( 0274 ) – 392718 FAX : ( 0274 ) – 391964
Email : rs_pantirahayukelor@yahoo.com

No. Dokumen
PROSEDUR TETAP BERSAMA
Revisi
TIM DOTS – TIM VCT
UNTUK PENATALAKSANAAN Tanggal Berlaku
PASIEN TB DAN HIV
RSUD. DR. MOEWARDI SURAKARTA Halaman

PENGESAHAN

DISIAPKAN OLEH DIPERIKSA OLEH DISETUJUI OLEH

Nama : Dr. Nana Hoemar Dewi, M.Kes Nama : Dr. Tri Lastiti W, Sp.RM, M.Kes Nama : Dr. Mardiatmo, Sp.R
NIP : 140 185 681 NIP : 140 150 592 NIP : 140 092 398
Tgl : 18 Juli 2007 Tgl : 18 Juli 2007 Tgl : 18 Juli 2007

Pengertian Pelayanan kasus pasien koinfeksi tuberculosis dan HIV / AIDS ( ODHA ), secara bersama
oleh Tim DOTS dan Tim VCT RSUD. Dr. Moewardi Surakarta

Tujuan 1. Memberikan pelayanan kepada pasien koinfeksi tuberkulosis dan HIV / AIDS ( ODHA ),
secara terpadu, profesional dan menyeluruh
2. Acuan komunikasi dan koordinasi, bagi Tim DOTS maupun Tim VCT, dalam melakukan
penatalaksanaan pasien koinfeksi tuberkulosis dan HIV / AIDS ( ODHA )
3. Monitoring, pencatatan dan pelaporan pasien koinfeksi tuberkulosis dan HIV / AIDS
( ODHA ), dengan tetap menjamin hak pasien ( voluntary and confidential )

Kebijakan 1. Bahwa penatalaksanaan pasien koinfeksi tuberkulosis dan HIV / AIDS ( ODHA ), harus
diselenggarakan secara terpadu, profesional dan menyeluruh, oleh karena itu di perlu
kan koordinasi antara unit pelayanan yang terkait, yaitu Tim DOTS dan Tim VCT
2. Ada monitoring, pencatatan dan pelaporan pasien koinfeksi tuberkulosis dan HIV / AIDS
( ODHA ), dengan tetap menjamin hak pasien ( voluntary and confidential )

Prosedur 1. Pasien tuberkulosis yang di rawat Tim DOTS :

a. Pasien tuberkulosis, yang di rawat oleh Tim DOTS, di klinik rawat jalan maupun di
bangsal rawat inap, apabila di temukan salah satu atau lebih indikasi terinfeksi HIV /
AIDS :

 Multi Drug Resistance / MDR


 hasil terapi dengan OAT tidak memuaskan
 perilaku beresiko tertular HIV / AIDS

maka pasien di buatkan surat konsultasi kepada Tim VCT


Prosedur
b. Tim VCT melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang di konsultasikan oleh Tim
DOTS :

 apabila pasien sero positif ( positif HIV ), selanjutnya dilakukan rawat bersama
antara Tim DOTS dengan Tim VCT, dan masuk dalam registrasi / pencatatan
pelaporan bersama Tim DOTS – Tim VCT
 apabila pasien sero negatif ( negatif HIV ), selanjutnya pasien di kembalikan
kepada Tim DOTS untuk penatalaksanaan tuberkulosis dengan strategi DOTS

2. Pasien ODHA yang di rawat Tim VCT :

a. Pasien ODHA, yang di rawat oleh Tim VCT, di klinik rawat jalan maupun bangsal
rawat inap, apabila di temukan salah satu atau lebih indikasi terinfeksi tuberkulosis :

 batuk lebih dari 3 minggu


 batuk darah
 pembesaran kelenjar getah bening / limfonodi
 gambaran radiologi thorax mendukung
 gambaran TB ekstra paru

maka pasien di buatkan surat konsultasi kepada Tim DOTS

b. Tim DOTS melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang di konsultasikan oleh Tim
VCT :

a. apabila pasien positif tuberkulosis, selanjutnya dilakukan rawat bersama an


-tara Tim VCT dan Tim DOTS, dan masuk dalam registrasi / pencatatan
pelaporan bersama Tim VCT – Tim DOTS
b. apabila pasien negatif tuberkulosis, selanjutnya pasien di kembalikan kepada
Tim VCT untuk penatalaksanaan HIV / AIDS

Alur Kegiatan Algoritme Penatalaksanaan Pasien TB / HIV

PASIEN
PASIEN TUBERKULOSIS DIRAWAT OLEH TIM DOT,ODHA DIRAWAT
INDIKASI OLEH TIM
TERINFEKSI HIVVCT, INDIKASI TERINFEKSI TUBERKULOSIS
/ AIDS

KONSULTASI KEPADA KONSULTASI KEPADA


KLINIK VCT KLINIK DOTS

SERO NEGATIF
PASIEN TUBERKULOSIS SERO POSITIF ( POSITIFPASIEN
HIV ) SERO POSITIF NEGATIF TUBERKULOSIS
( HIV NEGATIF ) POSITIF TUBERKULOSIS

KEMBALI DI RAWAT TIM DOTS RAWAT BERSAMA KEMBALI DI RAWAT


TIM DOTS – TIM VCT TIM VCT

Unit Terkait 1. Tim DOTS


2. Tim VCT
3. Seluruh SMF yang terkait
4. Seluruh Instalasi yang terkait

Catatan : Protap penatalaksan pasien DOTS dan protap penatalaksanaan pasien VCT menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari protap bersama ini