Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan hidayahNya.
Sehingga kami dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah PERBEDAAN DAN
PERSAMAAN DARI KODE ETIK MENURUT PPNI, ANA, ICN dengan lancar.
Penulis menyadari segala kekurangan dalam penyusunan makalah ini, baik dari segi
materi maupun dari segi bahasa. Namun demikian, kami sebagai penulis berharap semoga
makalah ini bisa bermanfaat bagi semua pembaca.
Kami mengucapkan terimakasih kepada:
1) Dosen pembimbing dan guru pendamping;
2) Pustakawan yang banyak membantu dalam peminjaman buku panduan.
3) Dan teman-teman semua yang telah banyak mendukung jalannya pembuatan makalah ini.
Akhirnya bagi Tuhan segala sifat kesempurnaan dan tidak satu pun pekerjaan manusia yang
sempurna. Termasuk penyusunan makalah ini. Penulis mengharapkan kritik dan saran untuk
kesempurnaan makalah kami. Semoga Tuhan senantiasa memberikan hidayahNya pada kita
semua. Amin

Kediri, Maret 2012


Hormat kami,

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebelum membahas lebih lanjut masalah kode etik keperawatan menurut Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI), International Council of Nurses (ICN) dan American Nurses
Association (ANA), kita harus tau dulu pengertian kode etik keperawatan itu sendiri.

Kode Etik Keperawatan merupakan bagian dari etika kesehatan yang menerapkan
nilai etik terhadap bidang pemeliharaan atau pelayanan kesehatan masyarakat. pengertian lainnya
Kode etik merupakan salah satu ciri/persyaratan profesi, yang memberikan arti penting dalam
penentuan, pemertahanan dan peningkatan standar profesi. Kode etik menunjukan bahwa
tanggung jawab dan kepercayaan dari masyarakat telah diterima oleh profesi. (Kelly, 1987)
Tujuan kode etik keperawatan menurut Kozier, Erb, 1990 adalah
a. Sebagai aturan dasar terhadap hubungan antara perawat, pasien tenaga kesehatan, masyarakat
dan profesi.
b. Sebagai standar dasar untuk mengeluarkan perawat yang tidak mentaati peraturan dan untuk
melindungi perawat yang menjadi pihak tertuduh secara tidak adil.
c. Sebagai dasar pengembangan kurikulum pendidikan keperawatan dan untuk mengorientasikan
lulusan baru pendidikan keperawatan dalam memasuki jajaran praktik keperawatan praktik
professional.
d. Membantu masyarakat dalam memahami perilaku keperawatan professional.

1.2 Rumusan Masalah

 Apakah perbedaan dari kode etik menurut PPNI, ANA, ICN ?


 Apakah persamaan dari kode etik menurut PPNI, ANA, ICN ?

1.3 Tujuan
 Untuk mengetahui perbedaan dari kode etik menurut PPNI, ANA, ICN
 Untuk mengetahui persamaan dari kode etik menurut PPNI, ANA, ICN
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 International Council of Nurses (ICN)

Internasional Council Of Nurses (ICN) Merupakan organisasi profesional wanita pertama


didunia yang didirikan tanggal 1 Juli 1899 yang dimotori oleh Mrs. Bedford Fenwick. ICN
merupakan federasi perhimpunan perawat nasional diseluruh dunia. Tujuan pendirian ICN
adalah memperkokoh silaturahmi para perawat diseluruh dunia, memberi kesempatan bertemu
bagi perawat diseluruh dunia untuk membicarakan berbagai maslah tentang keperawatan,
menjunjung tinggi peraturan dalam ICN agar dapat mencapai kemajuan dalam pelayanan,
pendidikan keperawatan berdasarkan dan kode eik profesi keperawatan.

Kode etik keperawatan menurut ICN (1973) menegaskan bahwa keperawatan bersifat
universal. Keperawatan menjunjung tinggi kehidupan, martabat dan hak asasi manusia.
Keperawatan tidak dibatasi oleh perbedaan kebangsaan, ras, warna kulit, usia, jenis kelamin,
aliran politik, agama, dan status sosial.

ICN mengadakan kongres setiap 4 tahun sekali. Pusatnya di Geneva, switzerland. Adapun kode
etiknya adalah sebagai berikut :

2.1.1 Tanggung jawab utama perawat:

Tanggung jawab utama perawat adalah meningkatkan kesehatan, mencegah timbulnya


penyakit, memelihara kesehatan dan mengurangi penderitaan. Untuk melaksanakan tanggung
jawab tersebut, harus meyakini bahwa :
a. Kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat adalah sama.
b. Pelaksanaan praktik keperawatan dititik beratkan pada penghargaan terhadap kehidupan yang
bermartabat dan menjungjung tinggi hak asasi manusia.
c. Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan / atau keperawatan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat, perawat mengikut sertakan kelompok dan intansi terkait

2.1.2 Perawat, individu, dan anggota kelompok masyarakat

Tanggung jawab perawat adalah melaksanakan asuhan peperawatan sesuai dengan


kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu. Dalam menjalankan tugas, perawat perlu meningkatkan
keadaan lingkungan kesehatan dengan menghargai nilai nilai yang ada di masyarakat,
menghargai adat kebiasaan serta kepercayaan individu, keluarga, kelompok dan masyarakatdan
masyarakat yang menjadi pasiaen atau kliaenya. Perawat dapat memegang teguh rahasia pribadi
(privasi) dan hanya d pat memberikan keterangan bila di perluakan oleh pihak yang
berkepentingan atau pengadilan.

2.1.3 Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan

Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan standar


praktik keperawatan untuk mencapai kemempuan yang sesuai dengan standar pendidikan
keperawatan. Perawat dapat mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya secara aktif untuk
menopang perannya dalam situasi tertentu. Perawat sebagai anggota profesi, setiap saat dapat
mempertahankan sikap sesuai dengan standar profesi keperawatan.

2.1.4 Perawat dan lingkungan masyarakat

Perawat dapat memprakarsai pembaharuan, tanggap, mempunyai inisiatif, dan dapat


berperan serta secara aktif dalam menentukan masalah kesehatan dan masalah sosial yang terjadi
di masyarakat.

2.1.5 Perawat dan sejawat

Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman kerja, baik tenaga
keperawatan maupun tenaga profesi lain di keperawatan. Perawat dapat melindungi dan
menjamin seseorang, bila dalam masa perawatannya merasa terancam.

2.1.6 Perawat dan profesi keperawatan

Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan standar praktik
keperawatan dan pendidikan keperawatan . Perawat diharapkan ikut aktif dalam
mengembangkan pengetahuan dalam menopang pelaksanaan perawatan secara profesional.
Perawat sebagai anggota profesi berpartisipasi dalam memelihara kestabilan sosial dan ekonomi
sesuai dengan kondisi pelaksanaan praktik keperawatan.

2.2 Kode Etik Keperawatan American Nurses Association (ANA)

a. Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi martabat kemanusiaan dan keunikan
klien yang tidak dibatasi oleh pertimbangan status sosial atau ekonomi
b. Perawat melindungi hak klien akan privasi dengan memegang teguh informasi yang bersifat
rahasia
c. Perawat melindungi klien dan publik bila kesehatan dan keselamatannya terancam oleh praktek
seseorang yang tidak berkompoten, tidak etis atau illegal
d. Perawat memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan tindakan perawatan yang dijalankan
masing-masing individu
e. Perawat memelihara kompetensi keperawatan
f. Perawat melaksanakan pertimbangan yang beralasan dan menggunakan kompetensi dan
kualifikasi individu sebagai kriteria dalam mengusahakan konsultasi, menerima tanggung jawab
dan melimpahkan kegiatan keperawatan kepada orang lain.
g. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melaksanakan dan meningfkatkan standar
keperawatan
h. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk dan membina kondisi kerja
yang mendukung pelayanan keperawatan yang berkualitas
i. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk dan membina
kondisi kerja yang mendukung pelayanan keperawatan yang berkualitas
j. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melindungi publik terhadap informasi dan
gambaran yang salah serta mempertahankan integritas perawat
k. Perawat bekerja sama dengan anggota profesi kesehatan atau warga masyarakat lainnya dalam
meningkatkan upaya-upaya masyarakat dan nasional untuk memenuhi kebutuhan kesehatan
public.

2.3 Kode Etik Keperawatan Menurut Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku
dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan.
Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat
adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang perawat selalu berpegang teguh
terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan.

Kode etik keperawatan di Indonesia telah disusun oleh Dewan Pinpinan Pusat Persatuan
Perawat Nasioanl Indonesia (DPP PPNI) melalui munas PPNI di Jakarta pada tanggal 29
November 1989.
Fungsi kode etik perawat, kode etik perawat saat ini berfungsi sebagai landasan bagi status
profesional dengan cara sebagai berikut :
a. Kode etik perawat menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat diharuskan memahami dan
menerima kepercayaan dan tanggungjawab yang diberikan kepada perawat oleh masyarakat
b. Kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk berprilakudan menjalin hubungan keprofesian
sebagai landasan dalam penerapan praktek etikal
c. Kode etik perawat menetapkan hubungan-hubungan profesional yang harus dipatuhi yaitu
hubungan perawat dengan pasien/klien sebagai advokator, perawat dengan tenaga profesional
kesehatan lain sebagai teman sejawat, dengan profesi keperawatan sebagai seorang kontributor
dan dengan masyarakat sebagai perwakilan dari asuhan kesehatan
d. Kode etik perawat memberikan sarana pengaturan diri sendiri sebagai profesi.
Kode etik keperawatan Indonesia : terdiri dari 5Bab, dan 17 pasal. Yaitu :

1. Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat


a. Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya senantiasa berpedoman kepada tanggungjawab
yang bersumber dari adanya kebutuhan akan keperawatan individu, keluarga dan masyarakat.
b. Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya di bidang keperawatan senantiasa memelihara
suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup
beragama dari individu, keluarga dan masyarakat.
c. Perawat dalam melaksanakan kewajibannya bagi individu, keluarga dan masyarakat senantiasa
dilandasi dengan rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur
keperawatan.Tanggungjawab terhadap tugas
d. Perawat senantiasa menjalin hubungan kerja sama dengan individu, keluarga dan masyarakat
dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan khususnya serta upaya
kesejahteraan umum sebagai bagian dari tugas kewajiban bagi kepentingan masyarakat.
2. Tanggungjawab terhadap tugas
a. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran
profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan
kebutuhan individu, keluarga dan masyarakat.
b. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang
dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan
hukum yang berlaku.
c. Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang
bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.
d. Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh
kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur,
jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.
e. Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan klien dalam melaksanakan
tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau
mengalihtugaskan tanggungjawab yang ada hubungannya dengan keperawatan.

3. Tanggungjawab terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya


a. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama perawat dan dengan tenaga
kesehatan lainnya, baik dalam memelihara kerahasiaan suasana lingkungan kerja maupun dalam
mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
b. Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya kepada
sesama perawat serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari profesi lain dalam rangka
meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan.

4. Tanggungjawab terhadap profesi keperawatan


a. Perawat senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan profesional secara sendiri-sendiri dan
atau bersama-sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman
yang bermanfaat bagi perkembangan keperawatan.
b. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan menunjukkan
perilaku dan sifat pribadi yang luhur.
c. Perawat senantiasa berperan dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan
keperawatan serta menerapkan dalam kegiatan dan pendidikan keperawatan.
d. Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi keperawatan
sebagai sarana pengabdiannya.

5. Tanggung jawab terhadap pemerintah, bangsa dan Negara


a. Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang diharuskan
oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan.
b. Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah
dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Perbedaan kode etik menurut ICN, ANA,PPNI yaitu :
3.1.1 kode etik menurut ICN :
Kode etik keperawatan menurut ICN (1973) menegaskan bahwa keperawatan bersifat
universal. Keperawatan menjunjung tinggi kehidupan, martabat dan hak asasi manusia.
Keperawatan tidak dibatasi oleh perbedaan kebangsaan, ras, warna kulit, usia, jenis kelamin,
aliran politik, agama, dan status sosial.
Adapun kode etiknya adalah sebagai berikut :
a) Tanggung jawab utama perawat
b) Perawat, individu, dan anggota kelompok masyarakat
c) Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan
d) Perawat dan lingkungan masyarakat
e) Perawat dan sejawat
f) Perawat dan profesi keperawatan

3.1.2 kode etik menurut ANA


a. Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi martabat kemanusiaan dan keunikan
klien yang tidak dibatasi oleh pertimbangan status sosial atau ekonomi
b. Perawat melindungi hak klien akan privasi dengan memegang teguh informasi yang bersifat
rahasia
c. Perawat melindungi klien dan publik bila kesehatan dan keselamatannya terancam oleh praktek
seseorang yang tidak berkompoten, tidak etis atau illegal
d. Perawat memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan tindakan perawatan yang dijalankan
masing-masing individu
e. Perawat memelihara kompetensi keperawatan
f. Perawat melaksanakan pertimbangan yang beralasan dan menggunakan kompetensi dan
kualifikasi individu sebagai kriteria dalam mengusahakan konsultasi, menerima tanggung jawab
dan melimpahkan kegiatan keperawatan kepada orang lain.
g. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melaksanakan dan meningfkatkan standar
keperawatan
h. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk dan membina kondisi kerja
yang mendukung pelayanan keperawatan yang berkualitas
i. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk dan membina
kondisi kerja yang mendukung pelayanan keperawatan yang berkualitas
j. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melindungi publik terhadap informasi dan
gambaran yang salah serta mempertahankan integritas perawat
k. Perawat bekerja sama dengan anggota profesi kesehatan atau warga masyarakat lainnya dalam
meningkatkan upaya-upaya masyarakat dan nasional untuk memenuhi kebutuhan kesehatan
public.

3.1.3 Kode etik menurut PPNI


a. Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat
b. Tanggungjawab terhadap tugas
c. Tanggungjawab terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya
d. Tanggungjawab terhadap profesi keperawatan
e. Tanggung jawab terhadap pemerintah, bangsa dan Negara

Persamaan kode etik menurut ICN, ANA, PPNI yaitu :


ketiga kode etik tersebut membahas tentang standar yang mengukur dan mengevaluasi
perilaku moral keperawatan, dan sama-sama bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan
kepercayaan klien kepada perawat, kepercayaan diantara sesama perawat, dan kepercayaan
masyarakat kepada profesi keperawatan.

DAFTAR PUSTAKA

 http://kaliniari.blogspot.com/2011_04_01_archive.html
 http://kode-etik-keperawatan-menurut-ppni-icn.html
 Suhaemi,emi,mimin,Dra,hj,MPd.2004.ETIKA KEPERAWATAN.Jakarta:EGC