Anda di halaman 1dari 8

Nomor Tugas : 07

Tanggal Penyerahan : 12 Desember 2015

NILAI NILAI PERENCANAAN


Tugas ini disusun guna melengkapi tugas mata kuliah Pengantar Perencanaan Wilayah dan Kota

Disusun Oleh :

Muhammad Wazir 153060048

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PASUNDAN

2015
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................3
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................................................3
1.2 Maksud dan Tujuan ..........................................................................................................................3
1.3 Rumusan Masalah ............................................................................................................................3
BAB II (ISI) ...................................................................................................................................................4
2.1 KEAHLIAN YANG DIBUTUHKAN PERENCANA ...................................................................................4
2.2 NILAI-NILAI YANG HARUS DIPERHITUNGKAN DALAM PERENCANAAN............................................4
2.3 SASARAN YANG PERLU KITA PERHATIKAN SEBAGAI SEORANG PERENCANA: .................................6
BAB III .........................................................................................................................................................7
Kesimpulan .............................................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................................8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan apa yang telah dipelajari dalam Studi Perencanaan Wilayah Kota, masih
banyak yang harus kita ketahui dalam proses pembelajarannya, termasuk cara kita dalam
memasukan nilai-nilai perencanaan pada sebuah rencana yang kita keluarkan.

1.2 Maksud dan Tujuan


Maksud dibuatnya makalah ini adalah sebagai acuan bagi penulis untuk lebih mendalami
materi Perencanaan Wilayah dan Kota, dan juga sebagai bahan ajar baik itu bagi penulis maupun
bagi masyarakat luas khususnya bagi Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa yang harus dilakukan oleh seorang Perencana guna meningkatkan kualitas rencana?
2. Siapa saja sasaran yang harus diperhatikan guna menjadikan rencana tersebut terlaksana
dengan baik?
3. Bagaimana sikap seorang Perencana untuk meyakinkan rencananya kepada Masyarakat?
4. Tujuan utama perencana dalam menentukan perencanaan?
5. Nilai apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang perencana?
BAB II (ISI)

Komponen yang paling esensial dari keseluruhan proses perencanaan adalah keterlibatan
masyarakat. Menggalang keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan bukanlah hal yang
mudah. Salah satu strategi untuk menggalang keterlibatan masyarakat adalah dengan pendekatan
komunikasi secara intensif. Komunikasi dapat menggunakan media apa saja, seperti elektronik,
media massa, cyber net, charrette, dan sebagainya.
Charrette adalah salah satu bentuk komunikasi publik dalam perencanaan dengan
melakukan public meeting guna menampung aspirasi/opini publik terhadap perencanaan yang
baik untuk lingkungan mereka. Charrette dapat menggunakan media gambar, peta, dan
sebagainya.

2.1 KEAHLIAN YANG DIBUTUHKAN PERENCANA


Beberapa keahlian yang dibutuhkan seorang perencana untuk melakukan pekerjaannya
adalah:

1. Keahlian menganalisa (research skills);


2. Kemampuan berkomunikasi dengan baik;
3. Kemampuan menganalisa angka (angka pertumbuhan penduduk, angka unit permukiman,
angka mata pencaharian penduduk, dan sebagainya);
4. Memiliki pemahaman yang baik tentang geografi;
5. Mampu mengoperasikan peralatan dalam pemetaan dan analisa informasi spasial; dan
6. Memiliki kemampuan dalam bidang arsitektur, arsitektur lansekap, atau urban design.

2.2 NILAI-NILAI YANG HARUS DIPERHITUNGKAN DALAM PERENCANAAN

1. Nilai Politik
Aspek ini menentukan apakah perencanaan akan dijalankan atau tidaknya.
Contoh :
 Pembangunan perumahan di kabupaten tertentu, nilai politik yang terkandung adalah,
apakah pemerintah menyetujui pembangunan perumahan tersebut. Sebab, politik bisa
menjadi keputusan untuk dijalankan atau tidaknya suatu rencana.
2. Nilai Ekonomi
Aspek ini sangat penting. Karna aspek ini melihat apakah mampu atau tidaknya suatu
rencana akan dijalankan bergantung pada keadaan ekonomi yang ada.
Contoh :

3. Nilai Sosial
Nilai yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat, nilai ini juga berkaitan dengan
budaya yang harus dinamis dan mengikuti perkembangan zaman.
Contoh :
 Pembangunan puskesmas atau perumahan di suatu daerah demi meningkatkan kualitas
hidup masyarakat banyak.
 Memperhatikan keadaan sosial lingkungan di daerah perencanaan tersebut apakah
penerapan perencanaan tersebut cocok atau tidak.
4. Nilai Keindahan
Keutamaan dari perencanaan suatu Wilayah dan Kota adalah bagaimana agar Kota bisa
terlihat indah (bersih, tertib, dan nyaman).
Contoh :
 Pembangunan perumahan di suatu daerah, di dalam perumahan tersebut harus dibuat
ruang terbuka hijau (RTH) agar masyarakat dapat menikmati RTH tersebut dan
perumahan tersebut harus aman, maksudnya adalah menjaga bagaimana perumahan
tersebut bebas dari kriminalitas.

5. Nilai Engineering
Aspek teknik merupakan aspek yang memperhatikan infrastruktur daerah perencanaan.

Contoh :

 Tata guna lahan. Pola tata guna lahan meliputi pengaturan penggunaan tanah dan
ruang. Kepastian penggunaan tata guna lahan merupakan faktor keteraturan struktur
kota baik fisik maupun non-fisik.
6. Nilai Keamanan
Aspek ini merupakan aspek penjamin kemanan di suatu daerah yang direncanakan.
Contoh :
 Adanya penjagaan dari satuan keamanan atau biasa disebut security dan pemasangan
CCTV

2.3 SASARAN YANG PERLU KITA PERHATIKAN SEBAGAI SEORANG PERENCANA:


1. Memprioritaskan kebutuhan masyarakat dari tingkat kepentingannya.
2. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
3. Menumbuhkan keamanan dan kenyamanan serta keharmonisan guna meningkatkan kualitas
kehidupan bermasyarakat.
4. Meningkatkan infrastruktur guna meminimalisir bencana yang tidak dapat diprediksi.
BAB III
Kesimpulan

Sebagai seorang perencana kita tidak boleh melihat hanya pada satu kepentingan
melainkan kita harus mempertimbangkan dan memperhitungkan kepentingan sekitar. Ketika kita
hanya melihat pada satu tujuan, besar kemungkinan kita dalam menghadapi berbagai masalah
dari berbagai aspek. Oleh karena itu kita harus menerapkan nilai-nilai dalam merencana, demi
meminimalisir ketidak pastian di masa yang akan mendatang.
DAFTAR PUSTAKA

http://prayitno-dedi.blogspot.co.id/
http://perencanaankota.blogspot.co.id/2011/09/peranan-ekonomi-regional-dalam.html
http://perencanaankota.blogspot.co.id/