Anda di halaman 1dari 4

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN

HIPERTERMIA

A. PENGKAJIAN
1. Pengertian
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas titik pengaturan hipotalamus bila
mekanisme pengeluaran panas terganggu (oleh obat dan penyakit) atau dipengaruhi
oleh panas eksternal (lingkungan) atau internal (metabolik). Hipertermi adalah suatu
keadaan dimana seorang individu mengalami peningkatan suhu tubuh di atas 37,8 C
peroral atau 38,8 C perektal karena faktor eksternal (NANDA, 2007).

2. Penyebab
a. Dehidrasi
b. Penyakit atau trauma
c. Ketidakmampuan atau menurunnya kemampuan untuk berkeringat
d. Pakaian yang tidak layak
e. Kecepatan metabolisme meningkat
f. Pengobatan atau anesthesia
g. Terpajan pada lingkungan yang panas (jangka panjang)
h. Aktivitas berlebihan

3. Tanda dan Gejala


a) Mual
b) Kulit memerah
c) Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal
d) Frekuensi napas meningkat
e) Kejang atau konvulsi
f) (Kulit) hangat bila di sentuh
g) Takikardia

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Hipertermia

C. TINDAKAN KEPERAWATAN
1. Tujuan
a. Pasien akan menunjukkan termoregulasi, dibuktikan dengan indikator gangguan
sebagai berikut (sebutkan 1-5: eksterm, berat, sedang, ringan, atau tidak ada
gangguan).
b. Suhu kulit dalam rentang yang diharapkan
c. Suhu tubuh dalam batas normal
d. Nadi dan pernapasan dalam rentang yang diharapkan
e. Perubahan warna kulit tidak ada
f. Keletihan dan mudah tersinggung tidak tampak
2. Tindakan Keperawatan Generalis
a. Pasien
SP1
1) Bina hubungan saling percaya
2) Monitor suhu tubuh, tekanan darah, frekuensi pernapasan dan denyut nadi
3) Gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat
4) Berikan selimut tipis
5) Pertahankan ventilasi udara yang cukup di ruangan, AC 20 derajat/buka
jendela
6) Berikan minum 1 gelas / jam Jelaskan pentingnya cairan untuk
mempertahankan suhu tubuh yang normal
7) Ajarkan kompres yang benar/kompres dengan air biasa.

SP2
1) Evaluasi kemampuan melakukan kompres yang benar
2) Berikan terapi medikasi sesuai instruksi dokter
b. Keluarga
SP1
1) Diskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2) Menjelaskan tindakan untuk mencegah atau mengurangi peningkatan suhu
tubuh
3) Melaporkan tanda dan gejala dini hipertermia
SP2
1) Diskusikan tentang cara merawat pasien dengan hipertermia :
2) Monitor suhu tubuh minimal 2 jam sekali
3) Motivasi atau anjurkan banyak minum air putih 1 gelas tiap jam
4) Bantu pasien dalam mengkonsumsi obat-obatan sesuai indikasi dengan prinsip
5 benar
D. EVALUASI
1. Pasien mampu :
a) Menunjukkan suhu tubuh yang normal
b) Menunjukkan tekanan darah, frekuensi napas dan denyut nadi normal
c) Menunjukkan kompres yang benar
2. Keluarga mampu :
a) Memahami mengenal masalah hipertermia
(1)Mampu menjelaskan cara merawat pasien dengan masalah hipertermia
(2)Mampu mendemonstrasikan cara merawat pasien dengan masalah hipertermia
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN
RISIKO TINGGI PENYEBARAN INFEKSI

A. PENGKAJIAN
1. Pengertian
Risiko tinggi penyebaran infeksi adalah meningkatnya risiko untuk terjadinya
invasi/tertular oleh organisme patogen (NANDA, 2005).

2. Penyebab
a. Prosedur invasif (cateter, infus)
b. Kurangnya pengetahuan untuk menghindari terpaparnya patogen
c. Trauma
d. Rusaknya jaringan dan meningkatnya lingkungan yang terpapar patogen
e. Malnutrisi
f. Tidak adekuatnya imun tubuh
g. Tidak adekuatnya pertahanan sekunder (leokopenia, Hb yang rendah)
h. Tidak adekuatnya pertahanan primer (kulit yang rusak, trauma jaringan, perubahan pH
sekresi, gangguan peristaltik)
i. Penyakit kronik

3. Tanda dan Gejala: Belum ditemukan karena masih risiko

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Risiko tinggi penyebaran infeksi

C. TINDAKAN KEPERAWATAN
1. Tujuan:
a. Tidak adanya tanda-tanda infeksi
b. Status imunitas adekuat
c. Meningkatnya pengetahuan untuk pencegahan infeksi
d. Meningkatnya kemampuan untuk mencegah infeksi

2. Terapi Generalis
a. Pasien
Sp 1
1) Bina hubungan saling percaya
2) Pantau tanda vital dengan ketat, khususnya selama awal perawatan
3) Diskusikan dengan pasien proses terjadinya infeksi dan hal-hal yang dapat
menyebabkan infeksi
4) Ajarkan pasien cara melakukan personal hygiene yang benar
5) Lakukan prosedur tindakan dengan mempertahankan prinsip aseptik dan
antiseptik
6) Monitor tanda-tanda infeksi
Sp 2
1) Batasi pengunjung sesuai indikasi
2) Lakukan tehnik isolasi untuk pencegahan sesuai indikasi
3) Tingkatkan asupan nutrisi TKTP
4) Anjurkan pasien banyak istirahat atau batasi aktifitas
5) Berikan terapi antimikrobial sesuai indikasi; penisilin, eritromisin, tetrasiklin,
sepalosporin

b. Keluarga
Sp 1
1) Diskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien.
2) Diskusikan tentang proses terjadinya masalah risiko tinggi penyebaran infeksi,
serta tanda dan gejalanya

Sp 2
Diskusikan tentang cara merawat pasien dengan risiko tinggi penyebaran infeksi:
1) Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan personal higiene
2) Motivasi pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
3) Latih dan biasakan pasien untuk mencuci tangan dengan tehnik yang benar
4) Motivasi pasien dalam melakukan latihan untuk pencegahan terhadap penyebaran
infeksi

D. EVALUASI
1. Pasien mampu:
a. Memenuhi kebutuhan kebersihan diri sendiri secara adekuat (personal higiene)
b. Menunjukkan tidak adanya tanda-tanda infeksi
c. Mendemonstrasikan cara mengontrol infeksi: memonitor lingkungan dan perilaku
pribadi terhadap risiko terpaparnya patogen, menghindari ancaman terpaparnya
infeksi, memodifikasi gaya hidup untuk menurunkan risiko.

2. Keluarga mampu:
a. Memahami mengenal masalah risiko tinggi penyebaran infeksi yang dihadapi pasien
b. Mampu menjelaskan cara merawat pasien dengan masalah risiko tinggi penyebaran
infeksi
c. Mampu mendemonstrasikan cara merawat pasien dengan masalah risiko tinggi
penyebaran infeksi.
d. Mampu melaporkan adanya tanda dan gejala infeksi.