Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK

PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI

Disusun Oleh :
Kelompok: 5
Kelas: 3 Reguler B

1. Brian Febriansah (P3.73.20.1.15.057)


2. Ester Hutabarat (P3.73.20.1.15.065)
3. Junia Arum Mustini (P3.73.20.1.15.073)
4. Nadya MeilyaRizki (P3.73.20.1.15.081)
5. Riza Septiana (P3.73.20.1.15.090)
6. Wulan Suci Rahayu (P3.73.20.1.15.046)

Dosen Pembimbing: Ns.Nurhalimah, M.Kep., Sp.Kep.J

PRODI D-III KEPERAWATAN JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES


KEMENKES JAKARTA III
TAHUN 2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Program terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu asuhan keperawatan dengan
gangguan jiwa tidak hanya difokuskan pada aspek psikologis, fisik, dan sosial tetapi juga
kognitif. Ada beberapa terapi modalitas yang dapat diterapkan salah satunya adalah terapi
Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi. Terapi kelompok merupakan suatu psikoterapi yang
dilakukan sekelompok klien bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang
dipimpin atau diarahkan oleh seorang therapis.
Pengertian TAK stimulasi persepsi menurut adalah terapi yang bertujuan untuk
membantu klien yang mengalami kemunduruan orientasi, menstimulasi persepsi dalam
upaya memotivasi proses berpikir dan afektif serta mengurangi perilaku maladaftif.
Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan sensori persepsi yang dialami oleh pasien
dengan gangguan jiwa. Pasien merasakan sensasi berupa suara, penglihaan, pengecapan,
perabaan, atau penghidupan tanpa stimulus nyata. (Budi Anna Keliat, 2011). Pasien
merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Dampak dari halusinasi yang diderita klien
diantaranya dapat menyebabkan klien tidak mempunyai teman dan asyik dengan fikirannya
sendiri. Salah satu penanganannya yaitu dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok
yang bertujuan untuk mengidentifikasi halusinasi dan mengontrol halusinasi yang
dialaminya.
Atas dasar tersebut, maka kami menganggap dengan Therapy Aktivitas Kelompok (TAK)
klien dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal sosialisasinya dengan
lingkungan sekitarnya, tentu saja klien yang mengikuti therapy ini adalah klien yang sudah
mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien dapat bekerja sama
dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lain. Dengan melihat latar belakang tersebut
penulis tertarik membuat “Proposal Terapi Akitivitas Kelompok Persepsi Halusinasi”.

B. Topik
Terapi aktivitas kelompok: stimulasi persepsi halusinasi.
C. Tujuan
1. Tujuan umum
Klien mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh
adanya stimulus kepadanya.
2. Tujuan khusus
a. Klien dapat mengenal halusinasi.
b. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
c. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
d. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal.

D. Landasan Teori
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan
aktivitas yang menggunakan aktivitas mempersepsikan berbagai stimulasi yang terkait
dengan pengalaman dengan kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Hasil diskusi
kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau alternatif penyelesaian masalah.
Dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi dibagi dalam 3 sesi, yaitu:
1. Sesi I : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
2. Sesi II : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
3. Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal.

E. Klien
1. Klien Karakteristik dan kriteria klien yang mengikuti TAK.
a. Klien menarik diri yang sudah berada pada tahap mampu bergabung dalam
kelompok kecil.
b. Klien dengan persepsi halusinasi yang sudah mulai dapat mengontrol halusinasinya.
c. Klien dengan kondisi badan (fisik) baik atau sehat.
2. Proses seleksi
a. Berdasarkan observasi perilaku sehari-hari.
b. Berdasarakan informasi dan diskusi dengan perawat ruangan mengenaai terapi klien
sehari-hari.
F. Pengorganisasian
1. Waktu pelaksanaan
Tempat : Laboratorium Jurusan Keperawatan Poltekkes Jakarta III.
Waktu/jam : Pukul 08.00 - 09.00 WIB
Hari : Jumat
Tanggal : 06 Oktober 2017

2. Waktu yang dieprlukan untuk setiap tindakan


a. Persiapan : 5 menit
b. Fase orientasi : 5 menit
c. Fase kerja : 25 menit
d. Fase terminasi : 10 menit
e. Lain-lain : 5 menit

3. Tim terapi dan uraian tugas


a. Leader : Riza Septiana
Tugas :
1) Memimpin jalannya kegiatan
2) Menyampaikan tujuan dan waktu permainan
3) Menjelaskan cara dan peraturan kegiatan
4) Memberi respon yang sesuai dengan perilaku klien
5) Meminta tanggapan dari klien atas permainan yang telah dilakukan
6) Memberi reinforcement positif pada klien
7) Merencanakan, mengontrol, dan mengendalikan jalannya terapi
8) Menciptakan suasana saling menerima
9) Bekerja sama degan CO Leader
10) Menyimpulkan kegiatan
b. CO Leader : Wulan Suci Rahayu
Tugas :
1) Mendampingi leader, mengingatkan leader jika disukusi menyimpang dan
membantu tugas leader.
2) Bacakan tujuan dan peraturan sebelumnya
3) Membantu fasilitator yang kurang aktif
4) Mengganti tugas leader, jika leader tidak bisa
5) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader
6) Bersama leader mencadi contoh kegiatan

c. Fasilitator : Junia Arum Mustini, Nadya Meylyarizki, Brian Febriansah.


Tugas :
1) Memfasilitasi jalannya kegiatan
2) Memberikan stimulus pada klien yang kurang aktif
3) Mampu memotivasi klien untuk kesuksesan acara
4) Dapat mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi dari dalam atau dalam
keompok
5) Ikut serta dalam anggota sebagai kelompok

d. Observer : Ester Hutabarat


Tugas ;
1) Observasi jalannya acara
2) Mencatat jumlah klien yang hadir
3) Mencatat perilaku verbal dan nonverbal selama kegiatan langsung
4) Mencatat tanggapan tanggapan yang dikemukan klien
5) Mencatat penyimpanagn acara terapi aktivitas
6) Membuat laporan hasil kegiatan
7) Memberikan penilaian terhadap jalannya kegiatan
3. Setting Tempat

Keterangan :
: Leader dan Co Leader

: Peserta

: Fasilitator

: Observer

G. Proses Pelaksanaan TAK


Sesi I : Mengontrol Halusinasi Dengan Cara Menghardik
1. Tujuan
a. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi halusinasi
b. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi
c. Klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi
2. Langkah kegiatan
a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak kepada klien
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b. Orientasi
1) Salam terapeutik
2) Klien dan terapis pakai papan nama
c. Orientasi
1) Leader menanyakan perasaan klien saat ini
2) Leader menanyakan pengalaman halusinasi yang terjadi: isi, waktu, situasi dan
perasaan
d. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan
latihan cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
2) Menjelaskan aturan main
3) Jika ada yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta izin kepada leader
4) Lama kegiata 45 menit
5) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
e. Tahap keja
1) Leader meminta klien menceritakan apa yang dilakukan pada saat mengalami
halusinasi dan bagaimana hasilnya . Ulangi sampai semua pasien mendapat giliran
2) Berikan pujian setiap klien selesai bercerita
3) Leader menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik halusinasi pada
saat halusinasi muncul
4) Co-Leader memperagakan cara menghardik halusinasi yaitu: ”Pergi, pergi jangan
ganggu saya, kamu suara palsu...”
5) Leader meminta masing-masing klien memperagakan cara menghardik halusinasi
6) Leader memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk tangan
a) setiap klien memperagakan menghardik halusinasi
f. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Leader menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
b) Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
2) Tindak Lanjut
a) Leader mengajarkan klien untuk menerapkan cara yang telah dipelajari jika
halusinasi muncul
b) Memasukkan kegiatan menghardik ke dalam jadwal kegiatan harian klien
3) Kontrak yang akan datang
a) Leader membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya yaitu cara
mengontrol halusinasi dengan melakukan bercakap-cakap dengan orang lain
b) Leader membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya

3. Pengorgnisasian
a. Pelaksanaan
1. Hari/Tanggal : Jumat, 06 Oktober 2017
2. Waktu : Pkl. 08.00 – 08.45 WIB s.d selesai
3. Alokasi Waktu : Persiapan (5 Menit )
Fase Orientasi (5 menit)
Fase Kerja (25 menit)
Fase Terminasi (5 menit)
Lain lain (5 Menit)
Penutup (5 menit)
4. Tempat : Laboratorium Jurusan Keperawatan Poltekkes Jakarta III
5. Jumlah Klien : 6 orang
6. Tim Terapi
a) Leader Sesi I : Riza Septiana
Uraian tugas :
1. Mengkoordinasi seluruh kegiatan
2. Memimpin jalannya terapi kelompok
3. Memimpin diskusi
b) Co-leader Sesi I : Wulan Suci Rahayu
Uraian tugas :
1. Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan
2. Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang
3. Membantu memimpin jalannya kegiatan
4. Menggantikan leader jika terhalang tugas
c) Observer Sesi I
1. Ester Hutabarat
Uraian tugas :
Mengamati semua proses kegiatanyang berkaitan dengan waktu, tempat
dan jalannya acara
Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota kelompok
denga evaluasi kelompok
d) Fasilitator Sesi I :
1. Junia Arum Mustini
2. Nadya Meilyarizki
3. Brian Febriansah
Uraian tugas :
1. Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
2. Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
3. Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan
kegiatan
4. Membimbing kelompok selama permainan diskusi
5. Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
6. Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah
b. Metode dan Media
1) Metode
1. Diskusi dan tanya jawab
2. Bermain peran/stimulasi
4. Evaluasi dan Dokumentasi
a. Evaluasi
Sesi I : Stimulasi Persepsi Sensori (Halusinasi)
Kemampuan Menghardik Halusinasi

Nama Klien :
No Aspek yang dinilai

1 Menyebutkan cara yang


selama ini digunakan
untuk mengatasi
halusinasi
2 Menyebutkan efektivitas
cara yang digunakan
3 Menyebutkan cara
mengatasi halusinasi
4 dengan menghardik
Memperagakan cara
menghardik halusinasi

Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama
2. Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan menyebutkan; cara yang
biasa digunakan untuk mengatasi halusinasi, efektifitas cara yang
digunakan, cara mengatasi halusinasi dengan menghardik dan
memperagakan cara menghardik halusinasi. Beri tanda √ jika klien
mampu dan berikan tanda X jika klien tidak mampu.

b. Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses
keperawatan setiap klien. Contoh: klien mengikuti TAK stimulasi persepsi
sensori. Klien mampu memperagakan cara menghardik halusinasi, anjurkan klien
mengguanakannnya jika halusinasi muncul.