Anda di halaman 1dari 2

8 Tip Mencegah Keputihan

================================================
=========================
Banyak wanita mengeluhakan keputihan. Sangat tidak nyaman. Gatal,
berbau, bahkan terkadang perih. Usut punya usut, ternyata itu berkait
dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satu penyebab keputihan adalah
masalah kebersihan di sekitar organ intim.

Umumnya wanita sangat peduli dengan kebersihan, terutama yang


berhubungan dengan penampilan. Setiap hari tidak lupa mandi dan selalu
telaten menyingkirkan sisa-sisa make up dari wajah. Tapi, bila ditanya apakah
setelaten itu pula kaum Hawa menjaga kebersihan organ kewanitaannya?
Harus kita akui tidak semua wanita melakukannya. Contoh, entah berapa
banyak wanita yang tidak mengeringkan bagian organ intimnya seusai buang
air kecil. Usai dibasuh langsung mengenakan celana dalam. Alhasil celana ikut
basah, akibatnya ms v “terperangkap” dalam suasana lembab.

Organ intim wanita, seperti ms v sangat sensitif dengan kondisi lingkungan.


Karena letaknya tersembunyi dan tertutup, vgina memerlukan suasana
kering. Kondisi lembab akan mengundang berkembanbiaknya jamur dan
bakteri pathogen. Inilah salah satu penyebab keputihan.

Bila ingin terhindar dari keputihan, Anda mesti menjaga kebersihan daerah
sensitif itu. Kebersihan organ kewanitaan hendaknya sejak bangun tidur dan
mandi pagi. Bagaimana caranya?

Berikut Tip yang dapat dilakukan:


1. Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu
kestabilan pH di sekitar vgina. Salah satunya produk pembersih yang terbuat
dari bahan dasar susu. Produk seperti ini mampu menjaga seimbangan pH
sekaligus meningkatkan pertumbuhan flora normal dan menekan
pertumbuhan bakteri yang tak bersahabat. Sabun antiseptik biasa umumnya
bersifat keras dan dapat flora normal di vgina. Ini tidak menguntungkan bagi
kesehatan vgina dalam jangka panjang.
2. Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar
vgina harum dan kering sepanjang hari. Bedak memiliki partikel-partikel halus
yang mudah terselip disana-sini dan akhirnya mengundang jamur dan bakteri
bersarang di tempat itu.
3. Selalu keringkan bagian ms v sebelum berpakaian.
4. Gunakan celana dalam yang kering. Seandainya basah atau lembab,
usahakan cepat mengganti dengan yang bersih dan belum dipakai. Tak ada
salahnya Anda membawa cadangan celana dalam tas kecil untuk berjaga-jaga
manakala perlu menggantinya.
5. Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat, seperti
katun. Celana dari bahan satin atau bahan sintetik lain membuat suasana
disekitar organ intim panas dan lembab.
6. Pakaian luar juga perlu diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan
karena pori-porinya sangat rapat. Pilihlah seperti rok atau celana bahan non-
jeans agar sirkulasi udara di sekitar organ intim bergerak leluasa.
7. Ketika haid, sering-seringlah berganti pembalut
8. Gunakan panty liner disaat perlu saja. Jangan terlalu lama. Misalkan
saat bepergian ke luar rumah dan lepaskan sekembalinya Anda dirumah.
Jika pengeluaran cairan ini tidak menimbulkan rasa gatal atau tidak berbau busuk,
mungkin hal ini bukan merupakan masalah. Sering kali seorang wanita, terutama selama
masa kehamilan, mengalami keputihan yang disertai rasa gatal di dalam vagina.

A. Keputihan yang cair dan berbusa, berwarna kuning kehijauan atau keputih-
putihan, berbau busuk dengan rasa gatal.

Pengobatan :

1. Membasuh vagina, atau douche dengan air hangat yang telah ditambah larutan
cuka sulingan. Penderita harus melakukan douche sebanyak satu atau tiga kali
sehari sampai ia sembuh. Jika tidak ada larutan cuka, gunakan perasan jeruk
nipis.
2. B. Cairan keputihan yang berwarna putih seperti keju lembut atau dadih
dan berbau seperti jamur atau ragi roti.

Pengobatan :

Peringatan:

C. Cairan keputihan yang kental seperti susu dengan bau yang amis/anyir.

Pengobatan:

D. Cairan keputihan yang encer seperti air, berwarna cokelat atau keabu-
abuan dengan bercak-bercak darah, berbau busuk.

Penting:

Beberapa tip mengobati keputihan (secara umum)

1. Hindari penggunaan produk berbentuk bedak karena akan memicu


pertumbuhan jamur
2. Gunakan celana dalam yang kering
3. Sebisa mungkin hindari pemakain celana jins karena akan mengganggu
masuknya udara ke organ vital