Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang dapat berakibat fatal. Penyakit
ini disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium tuberkulosis atau tubercle bacillus.
Menurut WHO, Indonesia adalah negara yang menduduki peringkat ketiga dalam
jumlah penderita TB setelah India dan Cina. Diperkirakan 140.000 orang meninggal
akibat TB setiap tahun atau setiap 4 menit ada satu penderita yang meninggal di
negara – negara tersebut, dan setiap 2 detik terjadi penularan. Tuberkulosis paru
masih menjadi penyebab utama kematian yang berkaitan dengan infeksi tunggal.
Disebutkan 95 % tuberkolusis terjadi di negara sedang berkembang dengan kondisi
ekonomi yang lemah, dan 5 % sisanya terjadi di negara industri. Lebih dari 80 %
tuberkolusis di negara sedang berkembang menyerang populasi usia produktif,
sementara di negara maju mencapai 20 %.
Indonesia masih menempati urutan ke 3 di dunia untuk jumlah kasus tuberkulosis
paru setelah India dan Cina. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru tuberkulosis
paru dan sekitar 140.000 kematian akibat tuberkulosis paru. Di Indonesia
tuberkulosis adalah pembunuh nomor satu diantara penyakit menular lainnya dan
merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit
pernapasan akut pada seluruh kalangan usia. Berdasarkan data riset kesehatan dasar
tahun 2013 prevalensi tubrkulosis paru di indonesia pada tahun 2013 ialah sebanyak
0,4% dengan Lima provinsi dengan prevalensi tuberkulosis paru tertinggi diantaranya
adalah jawa barat (0,7%), papua (0,6%), DKI jakarta (0,6%), Gorontalo (0,5%),
Banten (0,4%), dan papua barat (0,4%) (Kemenkes RI, 2013).

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah melakukan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga dapat memahami
tentang TB paru.
2. Tujuan khusus
Setelah melakukan penyuluhan diharapkan pasien memahami :
1) Pengertian TB paru
2) Penyebab TB paru
3) Tanda dan gejala TB paru
4) Pengobatan TB paru

C. Sasaran
Sasaran dari penyuluhan ini adalah ...................

D. Tempat dan waktu


Waktu dan tempat pelaksanaan penyuluhan :
Hari : Rabu
Tanggal : 21 November 2017
Pukul : 10.00 wib
Tempat : Rumah Tn. N

E. Media dan alat


Media dan alat yang digunakan :
Leaflet

F. Metode
1) Ceramah
2) Tanya jawab

G. Alur kegiatan
NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KETERANGAN

1 10.00 -10.10 WIB Pembukaan Pemberi


1) Salam perkenalan penyuluhan
2) Menawarkan kontrak
waktu
2 10.10-10.55 WIB Penyajian Pemberi
1) Penyampaian materi penyuluhan
2) Demonstrasi
3) Tanya jawab
4) Evaluasi
3 10.55-11.00 WIB Penutup Pemberi
1) Salam penutup penyuluhan

H. Materi Penyuluhan
1) Pengertian TB paru
2) Penyebab TB paru
3) Tanda dan gejala TB paru
4) Cara penularan TB paru
5) Pengobatan TB paru
6) Komplikasi TB paru

I. Evaluasi
1. Jelaskan kembali materi yang telah keluarga dan klien dapatkan
Lampiran

A. Pengertian TBC
Tuberculosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis. Kuman batang tahan aerobic dan tahan asam ini dapat
merupakan organisme patogen maupun saprofit (Silvia A Price, 2005).
Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksius, yang terutama
menyerang parenkim paru, dengan agen infeksius utama Mycobacterium
tuberculosis (Smeltzer & Bare, 2001).
Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi pada paru yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis yaitu suatu bakteri yang tahan asam (Suriadi, 2001). Dari
beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Tuberculosis Paru adalah
penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis suatu basil yang
tahan asam yang menyerang parenkim paru atau bagian lain dari tubuh manusia.

B. Penyebab TBC
Penyebab dari penyakit tuebrculosis paru adalah terinfeksinya paru oleh
micobacterium tuberculosis yang merupakan kuman berbentuk batang dengan ukuran
sampai 4 mycron dan bersifat anaerob. Sifat ini yang menunjukkan kuman lebih
menyenangi jaringan yang tinggi kandungan oksigennya, sehingga paru-paru
merupakan tempat prediksi penyakit tuberculosis. Kuman ini juga terdiri dari asal
lemak (lipid) yang membuat kuman lebih tahan terhadap asam dan lebih tahan
terhadap gangguan kimia dan fisik. Penyebaran mycobacterium tuberculosis yaitu
melalui droplet nukles, kemudian dihirup oleh manusia dan menginfeksi (Depkes RI,
2002).

C. Tanda dan gejala TBC


Tanda dan gejala tuberculosis menurut Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam
(2006) dapat bermacam-macam antara lain :
1. Demam
Umumnya subfebris, kadang-kadang 40-410C, keadaan ini sangat dipengaruhi oleh
daya tahan tubuh pasien dan berat ringannya infeksi kuman tuberculosis yang
masuk.
2. Batuk
Terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Batuk ini diperlukan untuk membuang
produk radang. Sifat batuk dimulai dari batuk kering (non produktif). Keadaan
setelah timbul peradangan menjadi produktif (menghasilkan sputum atau dahak).
Keadaan yang lanjut berupa batuk darah haematoemesis karena terdapat pembuluh
darah yang cepat. Kebanyakan batuk darah pada TBC terjadi pada dinding
bronkus.
3. Sesak nafas
Pada gejala awal atau penyakit ringan belum dirasakan sesak nafas. Sesak nafas
akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah
setengah bagian paru-paru.
4. Nyeri dada
Gejala ini dapat ditemukan bila infiltrasi radang sudah sampai pada pleura,
sehingga menimbulkan pleuritis, akan tetapi, gejala ini akan jarang ditemukan.
5. Malaise
Penyakit TBC paru bersifat radang yang menahun. Gejala malaise sering
ditemukan anoreksia, berat badan makin menurun, sakit kepala, meriang, nyeri otot
dan keringat malam. Gejala semakin lama semakin berat dan hilang timbul secara
tidak teratur.

D. Penularan tuberkulosis
Penularan RBC dari seseorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang
terdapat dalam paru-paru penderita, pesebaran kuman tersebut diudara melalui dahak
berupa droplet. Penderita TB-Paru yang mengandung banyak sekali kuman dapat
terlihat lansung dengan mikroskop pada pemeriksaan dahaknya (penderita bta positif)
adalah sangat menular. Penderita TB Paru BTA positif mengeluarkan kuman-kuman
keudara dalam bentuk droplet yang sangat kecil pada waktu batuk atau bersin. Droplet
yang sangat kecil ini mengering dengan cepat dan menjadi droplet yang mengandung
kuman tuberkulosis. Dan dapat bertahan diudara selama beberapa jam. Droplet yang
mengandung kuman ini dapat terhirup oleh orang lain. Jika kuman tersebut sudah
menetap dalam paru dari oeang yang menghirupnya, maka kuman mulai membelah
diri (berkembang biak) dan terjadilah infeksi dari satu orang keorang lain.
E. Pengobatan TBC
Tuberkulosis paru diobati terutama dengan agen kemoterapi ( agen antituberkulosis )
selama periode 6 sampai 12 bulan. Lima medikasi garis depan digunakan adalah
Isoniasid ( INH ), Rifampisin ( RIF ), Streptomisin ( SM ), Etambutol ( EMB ), dan
Pirazinamid ( PZA ). Kapremiosin,
kanamisin, etionamid, natrium para-aminosilat, amikasin, dan siklisin merupakan obat
– obat baris kedua (Smeltzer & Bare, 2001).