Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN IMUNISASI PADA BAYI

Pokok bahasan : Imunisasi Lengkap Pada Bayi

Sub pokok bahasan : Imunisasi Pada Bayi

Sasaran : Pengunjung Puskesmas Puter

Waktu : 15-20 Menit

Tempat : Puskesmas Puter

Penyuluh : Iva Saripah

I. Tujuan Instruksional Umum :

Setelah dilakukan tindakan pendidikan kesehatan diharapkan keluarga dapat

memahami mengenai Imunisasi lengkap pada bayi.

II. Tujuan Instruksional Khusus :

Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 15-20 menit, diharapkan keluarga

dapat mengetahui tentang :

1. Pengertian Imunisasi

2. Tujuan pemberian Imunisasi

3. Penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian Imunisasi

4. Jenis-jenis Imunisasi

5. Kapan Imunisasi tidak boleh diberikan

6. Sasaran Imunisasi

7. Reaksi yang ditimbul setelah Imunisasi

8. Tempat pelayanan Imunisasi


III. Strategi Pelaksanaan :

Metode : Ceramah dan Diskusi

IV. Proses Pelaksanaan

Tahap Kegiatan
Waktu
Kegiatan Penyuluh Sasaran

3 Menit Pembukaan 1. Membuka acara 1. Menjawab salam

2. Menyampaikan topik 2. 2. Mendengarkan

3. Kontrak waktu 3. 3.Menyetujui kontrak

7 Menit Kegiatan 1. Mengkaji ulang tingkat 1. Mendengarkan

Inti pengetahuan sasaran 2. 2. Menanyakan.

2. Memberikan materi 3. 3. Memahami

3. Melakukan diskusi

5 Menit Evaluasi / 1. Memberikan feed back 1. Menanggapi

Penutup 2. Memberikan pertanyaan 2. Menjawab

3. 3. Menyimpulkan materi 2. 3. Menyimak

4. Menutup (mengucapkan 3. 4. Menjawab salam

salam)

V. Setting Tempat :

Peserta penyuluhan duduk berhadapan dengan perawat


VI. Kriteria Evaluasi :

1. Mampu menyebutkan pengertian dari Imunisasi

2. Mampu menyebutkan Tujuan dari Imunisasi

3. Mampu menyebutkan Penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian Imunisasi

4. Mampu menyebutkan jenis- jenis Imunisasi

5. Mampu menyebutkan kapan Imunisasi tidak boleh diberikan

6. Mampu menyebutkan Sasaran dari Imunisasi

7. Mampu menyebutkan Reaksi yang timbul setelah Imunisasi

8. Mampu menyebutkan Tempat pelayanan Imunisasi


IMUNISASI LENGKAP PADA BAYI

1. Pengertian imunisasi

Imunisasi adalah suatu usaha untuk memberikan kekebalan kepada bayi dan

anak serta ibu hamil terhadap penyakit tertentu.

2. Tujuan Imunisasi

Membentuk daya tahan tubuh sehingga bayi/anak terhndar dari penyakit

tertentu dankalau terkena penyakit tidak menyebabkan kecacatan atau kematian.

3. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi

a. Penyakit TBC

Penyakit TBC sangat menular dan menyerang semua umur. Banyak terdapatpada

masyarakat dengan ekonomi rendah, kurang gizi dan pada daerahperumahan

padat. Ditandai dengan :

1) Batuk lebih dari 2 minggu,

2) dahak dapat bercampur darah.

3) Nafsu makan menurun, BB menurun.

4) Berkeringat malam tanpa aktifitas.

5) Tes Mantoux : untuk menguji apakah pernah terinfeksi kuman TBC.

b. Penyakit Difteri

Difteri merupakan penyakit menular, teutama menyerang anak kecil. Ditandai

dengan :

1) Leher bengkak, terbentuk selaput putih kelabu dikerongkongan dan

hidungsehingga menyumbat jalan napas.

2) Anak gelisah karena sesak napas yang makin berat.


3) Anak tekak dan amandel membengkak dan merah.

c. Penyakit Batuk Rejan / Batuk Seratus Hari

Batuk Rejan adalah penyakit menular yang menyerang anak-anak. Ditandai

dengan :

1) Diawali batuk pilek biasa yang berlangsung sekitar 7 - 14 hari. Kemudian

diikuti batuk hebat yaitu lebih keras dan menyambung terus 10 - 30 kali

disertai tarikan napas dan berbunyi, kemudian muntah, muka merah sampai

biru dan mata berair.

2) Batuk batuk berlangsung beberapa minggu kemudian berkurang. Penyakit ini

dapat menyebabkan radang apru-paru dan terjadi kerusakan otak sehingga

dapat menyebabkan kejang, pingsan sampai terjadi kematian.

d. Penyakit Tetanus

Penyakit Tetanus menyerang semua umur, yang menyebabkan masalah yang

cukup besar di Indonesia karena banayk bai yang baru lahir mati akibat penyakit

tersebut. Ditandai dengan :

1) Kejang / kaku seluruh tubuh.

2) Mulut kaku dan sukar dibuka, punggung kaku dan melengkung.

3) Kejang dirasakan sangat sakit.

4) Pada bayi yang baru lahir (5 - 28 hari) mendadak tidak dapat menetek karena

mulutnya kaku dan mencucu seperti mulut ikan.

e. Penyakit Polimielitis

Polimielitis sangat cepat menular di daerah perumahan padat dan lingkungan

kumuh. Ditandai dengan :

1) Anak rewel, panas dan batuk, dua hari kemudian leher kaku, sakit kepala,

otot badan dan kaki terasa kaku.


2) Lumpuh anggota badan tetapi biasanya hanya satu sisi. Penyakit ini dapat

menyerang otot pernapasan dan otot menelan yang dapat menyebabkan

kematian.

f. Penyakit Campak

Penyakit ini sangat menular dan menyerang hampir semua bayi. Tanda-tanda

campak :

1) Badan panas, batuk, pilek, mata merah dan berair.

2) Mulut dan bibir kering serta merah.

3) Beberapa hari kemudian keluar bercak-bercak di kulit dimulai di belakang

telinga, leher muka, dahi dan seluruh tubuh.

Akibat lanjut dari penyakit ini adalah radang telinga sampai tuli, radang mata

sampai terjadi kebutaan, diare dan menyebabkan radang paru-paru serta

radang otak yang dapat menyebabkan kematian.

g. Hepatitis Virus B

Penyakit ini adalah penyakit menular yang menyerang semua umur. Tanda-tanda:

1) Mual, muntah serta nafsu makan menurun.

2) Nyeri sendi, nyeri kepala dan badan panas.

4. Jenis-jenis imunisasia.

a. BCG : memberi kekebalan pada penyakit TBC

b. DPT : memberi kekbalan pada penyakit difteri, batuk rejan dan tetanus.

c. Polio : memberi kekebalan pada penyakit poliomielitis.

d. Campak: memberi kekebalan pada penyakit campak.

e. H B : memberi kekbalan pada penyakit hapatitis B

f. TT : memberi kekebalan pada penyakit tetanus

g. DT : memberi kekebalan pada penyakit difteri dan tetanus.


5. Kapan imunisasi tidak boleh diberikan

Keadaan-keadaan di mana imunisasi tidak dianjurkan :1. BCG, tidak diberikan pada

bayi yang menderita sakit kulit lama, sedang sakit TBCdan panas tinggi.2. DPT, tidak

diberikan bila bayi sedang sakit parah, panas tinggi dan kejang.3. Polio, tidak

diberikan bila diare dan sakit parah.4. Campak, tidak diberikan bila bayi sakit

mendadak dan panas tinggi.

6. Sasaran imunisasi

a. Bayi 0 -9 bulan untuk imunisasi BCG, polio, DPT, HB, dan campak.

b. Anak SD kelas I untuk imunisasi DT.

c. Calon pengantin dan ibu hamil untuk imunisasi TT.

7. Reaksi yang timbul setelah imunisasi

Keadaan-keadaan yang timbul setelah imunisasi berbeda pada masing-masing

imunisasi, seperti yang diuraikan di bawah ini.

a. BCG, dua minggu setelah imunisasi terjadi pembengkakan kecil dan

merah ditempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.

b. DPT, umumnya bayi menderita panas sore hari setelah mendapatkan imunisasi,

tetapi akan turun dalam 1 - 2 hari. Di tempat suntikan merah dan bengkak

sertasakit, walaupun demikian tidak berbahaya dan akan sembuh sendiri.

c. Campak, panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4 - 10 hari setelah

penyuntikan.

8. Tempat pelayanan imunisasi

Pelayanan imunisasi dapat diperoleh pada :

a. Posyandu

b. Puskesmas
c. Bidan / dokter praktek

d. Rumah bersalin

e. Rumah sakit
DAFTAR PUSTAKA

- Direktorat Jenderal PPM dan PLP, Pelaksanaan Imunisasi Modul Latihan Petugas

Imunisasi, Jakarta, 1985

- Departemen Kesehatan, Bercakap Dengan Ibu-Ibu-Petunjuk Bagi Kader Dalam

RangkaPromosi Posyandu, Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Jakarta, 1988

- Tim Pengelola UPGK Tk. Pusat, Buku petunjuk Untuk Latihan Kader, Jakarta, 1988