Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

Konsep recovery dianut dari dan untuk individu dengan gangguan kesehatan mental
untuk menjelaskan pengalaman mereka sendiri dan untuk menegaskan identitas personal diluar
dari diagnosis.Gerakan recovery diawal tahun1970an diperuntukan sebagai gerakan hak warga
sipil yang bertujuan memulihkan hak asasi manusia dan sebagai keterbukaan untuk masyarakat
dengam masalah kesehatan mental.1

Pendekatan recovery dilihat sebagai gerakan alternatif untuk pemeriksaan medis dengan
penekanan pada patologi, kelemahan, dan ketergantungan. Belum ada satupun yang
mendskripsikan recovery karena recovery sangat berbeda pada tiap individu. Namun, paradigma
kepada seluruh pusat recovery adalah harapan, penentuan diri, manejem diri, pemberdayaan. Dan
juga hak seseorang untuk memenuhi kebebasan dan untuk hidup mereka yang berarti, bebas dari
stigma masyarakat dan diskriminasi.1

Recovery adalah sebuah perjuangan bagi banyak orang. Perjuangan muungkin berasal
dari tingkat keparahan gejala, efek samping obat-obatan, riwayat trauma di masa lalu, keadaan
sosial ekonomi yang sulit, atau pengalaman menggunakan layanan kesehatan mental. Praktisi
juga mendapat tantangan sebagai akibat dari banyaknya kendala dalam lingkungan kerja mereka
atau diwaktu mereka mendapatkan orang yang putus asa.1

Pendeketan recovery akan berbeda pada tiap individu tergantung pada tahap perjalanan
perjalanan individu sendiri. Pada keadaan akut fokus utamanya adalah pengobatan dan
perawatan. Dengan tujuan mendapatkan kapasitas untuk menentukan nasib sendiri atau lebih
dalam dalam hal kerjasama. Ketika kapisitas meningkat maka ada peluang bagi setiap individu
untuk mempertimbangkan lebih luas strategi pemulihan.1
BAB II
TINJAUAN PUSATAKA

2.1 Konsep Reocvery

Konsep recovery menganut paham dari dan diperuntukan kepada orang dengan gangguan
kesehatan mental untuk menjelaskan pengalaman mereka sendiri. Gerakan recovery muncul
diawal tahun 1970an sebagai gerakan hak asasi manusia dengan tujuan memulihkan hak asasi
manusia itu sendiri secara penuh dan juga melibatkan masyarakat secara penuh terhadap orang
dengan gangguan kesehatan mental. Pendekatan recovery dinilai sebagai model alternatif
pengobatan dengan menitikberatkan pada patologi, defisit dan ketergantungan. Tidak ada
satupun yang dapat menjelaskan recovery karena recovery sangat berbeda pada tiap individu.
Dengan itu, kunci paradigma recovery adalah harapan, menentukan nasib dan manejemen
individu sendiri dan kelangsungan hidup mereka sendiri. Juga kunci atas hak asasi manusia
secara utuh dan kehidupan mereka sendiri yang lebih bermakna, bebas dari stigma dan
diskriminasi masyarakat.2

2.1.1 Karakteristik pada umumnya pada recovery ; 3

1. Uniqueness of the individual

• Mengakui bahwa recovery ialah bukan tentang menyembuhkan tetapi adalah tentang
memiliki peluang untuk pilihan dan hidup yang berarti, memiliki tujuan hidup yang
berarti, dan menjadi bagian dalam masyarakat.
• Memberdayakan setiap individu maka mereka mengetahui bahwa mereka berada
ditengah – tengah perawatan yang mereka terima.

2. Real Choices

• Mendukung dan memberdayakan individu untuk membuat keputusan mereka sendiri


tentang bagaimana cara menjalani hidup mereka dan mengakui setiap keputusan yang
mereka pilih sangat berarti.
• Mendukung individu untuk membangun kekuatan mereka sendiri dan mencoba
bertanggung jawab atas kehiduapan mereka sendiri.
• Memastikan dan mendukung individu untuk mengambil resiko dan membuat kesempatan
baru yang lebih besar.
3. Attitudes and rights
• Mengajarkan berdasarkan hukum, kewarganegaraan dan hak asasi manusia.
• Mendukung individu unuk menjaga dan mengembangkan kegiatan sosial, kejujuran dan
kegiatan yang bermakna untuk individu itu sendiri.
• Menanamkan harapan tentang masa depannya dan kemampuan untuk hidup yang lebih
bermakna.

4. Dignity and respect

• Menjadi jujur, hormat, sopan disetiap interaksi.


• Melibatkan kepekaan dan rasa hormat kepada setiap individu, terutama bagi nilai-nilai
yang dianutnya seperti keyakinan dan budaya.

5. Partnership and communication

• Memahami bahwa setiap individu itulah yang mengetahui kebutuhan dalam


kehidupannya dan mereka yang pemulihannya melibatkan kemitraan untuk selalu
diberikan dukungan yang masuk akal.
• Mengajarkan pentingnya nilai tentang berbagai informasi yang relevan dan kebutuhan
untuk berkomunikasi dengan jelas untuk memungkinkan keterlibatan yang efektif.
• Melibatkan pekerjaan yang positif dengan cara yang realisits dengan setiap individu
untuk membantu mereka menyadarkan harapan, tujuan dan aspirasi mereka sendiri.

6. Evaluating recovery

• Memastikan dan mengevaluasi secara berkala pemulihan berdasarkan praktek pada


beberapa tingkat.
• Individu dan penjaga dapat mengevaluasi progressnya sendiri.
• Sistem kesehatan mental melaporkan hasil penting yang menunjukan pemulihan
termasuk pekerjaan, pendidikan, dan hubungan sosial, hubungan keluarga serta kesehatan
dan kesejahteraan.
Recovery memiliki tantangan bagi semua orang, tantangan tersebut mungkin disesuaikan
dari berat ringannya gejala, efek samping dari pengobatan, riwayat trauma, sosioekonomi yang
sulit, pengalaman pengguna layananan kesehatan mental sebelumnya. Praktisi juga mendapat
tantangan dari lingkungan kerja mereka atau ketika mereka merasakan keputuasaan. (Davidson
& Roe 2007).2
Recovery sendiri dituangkan dalam kerangka kerja yang mampu menciptakan dan
menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berkontribusi dalam komunitas dengan atau tanpa
adanya masalah kesehatan mental. Pendekatan recovery akan berbeda tergantung dimana
seseorang itu berada dalam tahap pemulihannya. Selama fase akut, penanganan difokuskan pada
perawatan. Untuk mendapatakan kembali kapasitas dalam menentukan nasib sendiri dibutuhkan
fokus dalam tahap pengobatan dan berikutnya tentunya dukungan. Pada tahap selanjutnya, saat
kapasitasnya ditingkatkan, ada peluang bagi orang tersebut untuk memilih rencana recovery yang
lebih luas.2
Pandangan personal tentang recovery dinilai sebagai pengalaman pribadi yang unik untuk
tiap orangnya. Sering disebutkan perihal mendapatkan dan mempertahankan harapan,
pemahaman tentang kemampuan dan keterbtasan, terlibat kehidupan aktif, memiliki perasaan
positif pada diri sendiri. Inti sudut pandang tentang recovery adalah tentang perjalanan hidup
yang lebih bermakna dan berarti.2
Gambar 2.1 Konsep Recovery
2.2 Jenis Konsep Recovery
Dalam beberapa tahun terakhir, layanan dan program kesehatan mental diseluruh
Australia telah mengadopsi jenis yang berbeda untuk membantu para praktisi memahami dan
mendukung proses recovery.2
Andresen, Oades dan Caputri (2003, 2006 & 2011), dengan mempelajari catatan pribadi
recovery, tim peneliti Australia mengembangkan model konseptual proses recovery sebagai
acuan untuk penelitian berikutnya. Tim ini mengindentifikasikan empat proses yang dalam
recovery.2
Menemukan dan memelihara harapan.
a)
Membangun identitas positif.
b)
Membuat kehiudpan yang lebih berarti.
c)
Mengemban tanggung jawab.
d)
Glover (2012), Mencerminkan usaha yang diemban orang dalam perjalanan recovery
melalui lima proses
a) From passive to active sense of self.
b)From hopelessness and despair to hope.
c)From others’ control to personal control and responsibility.
d)From alienation to discovery.
e)From disconnectedness to connectedness.
Sesuai jenis yang dikembangkan Andersen, Oades dan Caputi, jenis recovery
menitikberatkan tanggung jawab dan kontrol sendiri. Ini merupakan konsep yang menantang
bagi para praktisi dalam membantu recovery. Motivasi mereka ialah “do for another” untuk
mereka yang kesusahan, sakit, cacat tubuh dan jika dilakukan terus menerus hingga menjadi
kebiasaan akan tercermin peran aktif dalam proses recovery.2

2.3 Recovery oriented service delivery

Layanan kesehatan mental yang berorientasi pada recovery menyediakan perawatan,


terapi, rehabilitasi dan dukungan psikososial yang teruji informasi, yang bertujuan untuk
mencapai hasil terbaik untuk kesehatan mental, kesehatan fisik dan kesejahteraan masyarakat
(Victorian Department of Health 2011)2. Penyampaian layanan dipusatkan pada, dan disesuaikan
dengan, kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Layanan ini menerima semua orang dengan
memberi rasa aman. Recovery adalah visi dan komitmen yang dimiliki di semua golongan. Visi
ini didukung oleh tenaga kerja yang beragam, didukung secara tepat dengan sumber daya yang
berpengalaman. Pelayanan memfokuskan pada recovery dengan mempertimbangkan bahwa
orang-orang dengan trauma yang belum terselesaikan harus merasa aman. Kemungkinan trauma
yang belum terselesaikan diakui di semua layanan dan prinsip utama keselamatan trauma. Dalam
mengadvokasi ditekanan juga secara komperhensif dari aspek sosial dan hak asasi manusia pada
individu dengan masalah kesehatan mental dalam upaya mengurangi stigma dan diskriminasi
serta layanan recovery juga bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat dan Lembaga
Bantuan Hukum.2

Pelayanan recovery kesehatan mental bertindak untuk:

• Mengembangkan dan memanfaatkan keahlian individu sendiri berdasarkan pengalaman.

• Mendukung mereka memperoleh kembali peran aktif dan tanggung jawab dalam
kehidupan mereka.

• Mendukung untuk merangkul kekuatan dan ketahanan untuk memilih kehidupan yang
lebih berarti.
• Mendukung masyarakat sekitar agar dapat menerima mereka(orang-orang dengan
masalah kesehatan mental).

• Merangkul dan akif kepada orang-orang dengan masalah kesehatan mental, keluarga
mereka dan masyarakat untuk saling berinteraksi antara satu sama lain (New Zealand
Mental Comision Health 2001)

• Menjelaskan akan kemungkinan bahwa setiap orang yang ikut layanan, mungkin belum
terselesaikan trauma yang mendasari tekanan mental mereka.

The Australian Mental Health Outcomes and Classification Network Review of recovery
measures (Burgess, Pirkis, Coombs & Rosen 2010) telah mengidentifikasi empat alat yang
dirancang mengukur layanan recovery ;2

• Recovery-oriented Systems Indicators Measure (ROSI)

• Recovery Self-assessment (RSA)

• Recovery-oriented Practices Index (ROPI)

• Recovery Promotion Fidelity Scale (RPFS)

Slade (2009) menunjukkan sejumlah alat ukur lainnya ;2

• Practice guidelines for recovery-oriented behavioral health care, Connecticut


Department of Mental Health and Addiction Services (2006)

• Fidelity Assessment Common Ingredients Tool (FACIT)

• Pillars of Recovery Service Audit Tool (PoRSAT)

• Recovery-promoting Relationships Scale

The Review of recovery measures menyarankan untuk menerapkan instrumen yang


mereka gunakan untuk mengukur proses recovery. Kriteria penting itu adalah orang-orang
dengan pengalaman hidup telah menjalankan atau berkontribusi pada pengembangan alat ini.
Sebagai tambahan alat apapun harus :

• Secara tegas mengukur domain yang terkait


• Ringkas dan mudah digunakan
• Mengambil perspektif konsumen
• Menghasilkan data kuantitatif
• Telah mengalami proses pengembangan, uji coba dan dokumentasi yang sesuai, dan
idealnya telah diteliti secara ilmiah
• Bisa digunakan untuk mereka dengan pengalaman hidup

2.4 Recovery Oriented Service Indicator

Recovery Oriented Service Indicator (ROSI) (Dumont, Ridgway, Onken, Dornan, &
Ralph, & 2005) dirancang untuk menilai hasil recovery sistem kesehatan mental. Instrumen ini
dikembangkan dari dan didasarkan pada pengalaman hidup orang dewasa dengan penyakit
mental serius dan berkepanjangan. Dengan demikian, survei dan survei profil konsumen ROSI
dirancang untuk menilai orientasi recovery sistem kesehatan mental masyarakat untuk orang
dewasa dengan gangguan kejiwaan yang serius dan berkepanjangan. Proyek penelitian ini
berkembang dari upaya kerjasama antara tim peneliti koresponden dan non koresponden, otoritas
SMHA, dan konsorsium yang bekerja untuk mengoperasikan serangkaian indikator kinerja
sistem kesehatan mental untuk proses recovery . Paradigma untuk mengatur dan
menginterpretasikan recovery kesehatan mental muncul dari temuan. Sementara perjalanan
recovery memiliki banyak kesamaan.4,5

2.4.1 Guideline ROSI

ROSI dikembangkan dari dan didasarkan pada pengalaman hidup orang dewasa dengan
gangguan kejiwaan yang serius dan berkepanjangan. Dengan demikian, survei laporan dan profil
konsumen konsumen ROSI dirancang untuk menilai recovery kesehatan mental masyarakat
untuk orang dewasa dengan gangguan kejiwaan yang serius dan berkepanjangan. Dengan
menggunakan survei self-report ROSI sebanyak 42 item ROSI. Hasil survei dilengkapi dengan
profil data administratif. Data administratif mengumpulkan data tentang indikator penting dari
sistem recovery yang tidak tercakup dalam survei. Menjelaskan persetujuan tertulis atau verbal,
apa risikonya dan manfaatnya bagi peserta. Mejelaskan istilah yang digunakan dalam ROSI dan
menjelaskan kepada peserta untuk membaca setiap item dengan hati-hati untuk menjawab barang
berurutan secara akurat. New York Office of Mental Health telah menerjemahkan 42-item ROSI
consumer self-report survey kedalam bahasa Spanyol karena perbedaan dialek dan huruf, Tim
Peneliti juga menyarankan agar seorang ahli bahasa tersedia untuk responden yang berbicara di
Spanyol selama proses survei. Saat ini survei self-report consument ROSI tidak tersedia dalam
bahasa lain, namun tim peneliti terbuka untuk bekerja dengan pihak yang berkepentingan dalam
upaya tersebut. Catat bagaimana cara mengelola ROSI menggunakan Formulir Proses ROSI.5

2.4.2 Cara mengajukan penggungaan Recovery Oriented Service Indicators ;4

1. Mengajukan kepada Tim Peneliti atas keinginan Anda untuk menggunakan ROSI.
Pemberitahuan ini bisa dilakukan dengan menghubungi Tim Peneliti melalui email.

2. Mengunakan langkah-langkah yang dipakai saat ini, jangan mengubah kata-kata dari
salah satu item, atau persingkat ukuran dengan hanya mengumpulkan data pada beberapa
item.
3. Rancang penggunaan data anda sedemikian rupa sehingga data dapat dibagi dengan tim
peneliti. Membagikan kumpulan data secara akurat dengan tim peneliti.
4. Mengumpulkan data tambahan yang mencakup survei diri responden survei variabel
demografis, deskriptor instansi dan metode pengumpulan data.

BAB III
KESIMPULAN

Konsep recovery menganut paham dari dan diperuntukan kepada orang dengan
gangguan kesehatan mental untuk menjelaskan pengalaman mereka sendiri. Gerakan
recovery muncul diawal tahun 1970an sebagai gerakan hak asasi manusia dengan tujuan
memulihkan hak asasi manusia itu sendiri secara penuh dan juga melibatkan masyarakat
secara penuh terhadap orang dengan gangguan kesehatan mental.
Motivasi mereka ialah “do for another” untuk mereka yang kesusahan, sakit,
cacat tubuh dan jika dilakukan terus menerus hingga menjadi kebiasaan akan tercermin
peran aktif dalam proses recovery.
Layanan kesehatan mental yang berorientasi pada recovery menyediakan
perawatan, terapi, rehabilitasi dan dukungan psikososial yang teruji informasi, yang
bertujuan untuk mencapai hasil terbaik untuk kesehatan mental, kesehatan fisik dan
kesejahteraan masyarakat (Victorian Department of Health 2011).
Recovery Oriented Service Indicator (ROSI) (Dumont, Ridgway, Onken, Dornan,
& Ralph, & 2005) dirancang untuk menilai hasil recovery sistem kesehatan mental.
Instrumen ini dikembangkan dari dan didasarkan pada pengalaman hidup orang dewasa
dengan penyakit mental serius dan berkepanjangan. Masih kurangnya ketersediaan ROSI
pada beberapa negara yang menyulitkan hasil recovery oriented mental health service
berjalan atau berfungsi dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

1. “framework for recovery oriented practice” State Government of Victoria, 50 Lonsdale Street,
Melbourne. Print managed by Finsbury Green. August 2011; hal 2
2. “A national framework for recovery-oriented mental health services GUIDE FOR
PRACTITIONERS AND PROVIDERS” Australian health minister advisory consil.
Commonwealth. Canberra 2013 hal 17-19
3. “Priciiples of recoverey oriented mental health practice” National Standart fro mental health
service 2010;hal 42-44
4. “National Recovery-Oriented Mental Health Practice Framework Project Discussion Paper
“;craze lateral solution; Gunyah place, asutralo hal 51