Anda di halaman 1dari 6

Rancang bangun radar ultrasonik berbasis

mikrokontroler arduino dan processing

Nama Kelompok :
Insyafi yanuar ( )
Haryo Wahyoga ( )
Yon Ardiyono ( )
Abstrak

Matakuliah : Interfacing

Judul : Rancang bangun radar ultrasonik berbasis mikrokontroler arduino dan


processing.

Rancang bangun radar ultrasonik berbasis mikrokontroler arduino dan


processing disini bertujuan untuk membangun sebuah radar pendeteksi
keberadaan suatu benda, menggunakan sensor ultrasonic sebagai pendeteksi
atau pengukur jarak keberadaan benda yang ada di depannya,piranti ini
berbasis mikrokontroler arduino sebagai kontroler dari sensor ultrasonic dan
motor servo, motor servo digunakan sebagai penggerak dari sensor ultrasonic
atau yang biasa disebut dengan sensor jarak. Piranti ini menggunakan software
arduino IDE sebgai pengirim data untuk diterima oleh board arduino.

Processing adalah sebuah software open source yang memungkinkan


kita untuk mengolah berbagai karya visual seperti gambar, tulisan, grafik, dan
lain sebagainya. Processing ini juga bisa kita hubungkan dengan perangkat
keras lain seperti halnya Arduino. Processing disini digunakan sebagai
interface dari data yang di dapat oleh sensor ultrasonic.
Komponen Hardware dan software yang digunakan pada
Rancang bangun radar ultrasonik berbasis mikrokontroler arduino
dan processing adalah sebagai berikut :

1. Hardware.
a. Arduino Uno

Arduino digunakan untuk menerima script atau perintah yang


sudah kita buat pada software Arduino IDE sebelumnya pada PC atau
laptop.

Microcontroller ATmega328P
Operating Voltage 5V
Input Voltage
7-12V
(recommended)
Input Voltage (limit) 6-20V
14 (of which 6 provide
Digital I/O Pins
PWM output)
PWM Digital I/O Pins 6
Analog Input Pins 6
DC Current per I/O Pin 20 mA
DC Current for 3.3V Pin 50 mA
32 KB (ATmega328P)
Flash Memory of which 0.5 KB used by
bootloader
SRAM 2 KB (ATmega328P)
EEPROM 1 KB (ATmega328P)
Clock Speed 16 MHz
LED_BUILTIN 13
Length 68.6 mm
Width 53.4 mm
Weight 25 g

b. Mikro Servo
Sebuah servomotor atau motor servo adalah aktuator rotari yang
memungkinkan untuk dikontrol secara presisi dari posisi sudut,
kecepatan dan percepatannya. Motor ini cocok digabungkan dengan
sensor sebagai umpan-balik posisinya, dan seringkali perlu modul yang
dirancang khusus untuk digunakan dengan servomotors.
Mikro servo atau motor servo digunakan sebagai penggerak dari
sensor ultrasonic untuk membantu pergerakan sensor ultrasonic saaat
mendeteksi keberadaan suatu benda

c. Sensor Ultrasonik
Sensor ultrasonik adalah sebuah sensor yang berfungsi untuk
mengubah besaran fisis (bunyi) menjadi besaran listrik dan sebaliknya.
Cara kerja sensor ini didasarkan pada prinsip dari pantulan suatu
gelombang suara sehingga dapat dipakai untuk menafsirkan eksistensi
(jarak) suatu benda dengan frekuensi tertentu.
Sensor ultrasonik, disini sensor tersebut diubah fungsinya untuk
menjadi sensor pendeteksi benda yang berada di depan sesnsor
tersebut.

2. Software.
a. Arduino IDE.

IDE merupakan kependekan dari Integrated Developtment


Enviroenment, atau secara bahasa mudahnya merupakan lingkungan
terintegrasi yang digunakan untuk melakukan pengembangan. Disebut
sebagai lingkungan karena melalui software inilah Arduino dilakukan
pemrograman untuk melakukan fungsi-fungsi yang dibenamkan
melalui sintaks pemrograman.

Arduino menggunakan bahasa pemrograman sendiri yang


menyerupai bahasa C. Bahasa pemrograman Arduino (Sketch) sudah
dilakukan perubahan untuk memudahkan pemula dalam melakukan
pemrograman dari bahasa aslinya. Sebelum dijual ke pasaran, IC
mikrokontroler

Arduino telah ditanamkan suatu program bernama Bootlader yang


berfungsi sebagai penengah antara compiler Arduino dengan
mikrokontroler.
b. Processing software.

Processing dibuat dengan tujuan untuk mempermudah


pemrograman grafis yang bersifat interaktif. Processing adalah
software yang sangat cocok digunakan untuk membuat gambar,
animasi dan interaksi. Tujuan lainnya saat awal software ini diinisiasi
adalah bagaimana membuat bahasa pemrograman untuk pengajaran di
bidang seni dan desain kepada para siswa di bidang pemrograman
grafis. Ide pembuatan Processing diawali sejak tahun 2001.

software Processing digunakan dalam proses pembelajaran dan


ribuan orang diseluruh dunia. Berbagai masukan dan revisi dari
berbagai pihak telah dilakukan untuk proses penyempurnaan. Selama
perkembangannya, pada pendiri Processing membuat berbagai ekstensi
yang dikenal sebagai pustaka (library), yang memungkinkan berbagai
aplikasi dapat dikembangkan lebih jauh dengan menggunakan
Processing. Saat ini, telah dibuat ratusan pustaka yang dapat
menghubungkan Processing dengan berbagai bidang, seperti komputer
visi, pengolahan suara, video, data/network, perangkat keras (misalnya
mouse, keyboard, tablet) dan sebagainya.