Anda di halaman 1dari 5

1.

SEJARAH PERKEMBANGAN FUNGSI PENGAUDITAN


Pengauditan telah dimulai sejak abad kelima belas, dimana jasa auditor telah mulai
digunakan di Inggris. Meskipun pengauditan telah lahir sejak beberapa abad yang lalu,
namun perkembangan yang pesat baru terjadi pada abad ini.
A. Pengauditan Independen Sebelum Tahun 1990
Akuntansi sebagai profesi diperkenalkan di Amerika Utara oleh Inggris pada
paruh kedua abad kesembilan belas dan mengadopsi bentuk laporan dan prosedur
audit sebagaimana yang berlaku di inggris. Ketika fungsi audit mulai diekspor ke
Amerika Serikat bentuk pelaporan model Inggris turut diadopsi pula meskipun
peraturan di Amerika Serikat tidak sama dengan peratuan di Inggris yang disebut
dengan Companies Act, yang mengharuskan semua perusahaan diaudit. Keharusan
untuk diaudit datang dari badan yang mengatur pasar modal yang disebut dengan
Securities and Exchange Commision (SEC), serta dari pengakuan umum mengenai
manfaat pendapat auditor atas laporan keuangan
B. Perkembangan di Abad Keduapuluh
Memasuki abad keduapuluh, revolusi industri telah berumur 50 tahun dan
industri berkembang dengan pesat. Kebanyakan pemegang saham baru tidak
mengetahui makna pekerjaan seorang auditor. Menurut mereka, pendapat auditor
adalah jaminan keakuratan pelaporan keuangan. Profesi akuntansi di Amerika
berkembang dengan pesat setelah Perang Dunia I. Namun kesalahpahaman tentang
fungsi pendapat auditor masih terus berlangsung, sehingga pada tahun 1917 Federal
Reserve Board menerbitkan Federal Reserve Buletin yang memuat cetak ulang
dokumen yang disusun oleh American Institute of Accountant (yang kemudian
berubah menjadi American Institute of Certified Public Accountant atau AICPA pada
tahun 1957) yang berisi himbauan tentang perlunya akuntansi seragam. Pada tahun 50
terakhir profesi profesi dengan cepat mengembangkan redaksi laporan yang umum
digunakan oleh AICPA, sehingga pembuatan laporan hasil audit tidak lagi merupakan
pekerjaan mengarang kalimat dalam laporan.
C. Perkembangan Pengauditan Di Indonesia
Akuntansi baru mulai dikenal di Indonesia setelah tahun lima puluhan, yaitu
ketika banyak perusahaan berkembang dan akuntansi sistem Amerika mulai dikenal.
Sebelumnya ketika masa penjajahan Belanda, perusahaan mengikuti model
pembukuan di negaranya. Tonggak perkembangan akuntasi terjadi tahun 1973 yaitu
ketika Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) menetapkan Prinsip-prinsip Akuntansi
1
Indonesia (PAI) dan Norma Pemeriksaan Akuntan (NPA), yang sepenuhnya
mengadopsi sistem di Amerika. Tahun 1988 perusahaan yang akan mengajukan kredit
ke bank diharuskan untuk mengaudit laporan keuangannya. Kemudian tahun 1995
lahirlah Undang-Undang Perseroan Terbatas yang mewajibkan PT harus menyusun
laporan keuangan dan apabila berupa perusahaan publik harus diaudit oleh akuntan
publik. Pada tahun yang sama juga lahir Undang-Undang Pasar Modal yang terus
meningkatkan peran akuntansi dan pengauditan. Pada tahun 1994, IAI menyusun
ulang prinsip akuntansi dan standar audit yang disebut Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Selanjutnya pada tahun 2007
Kompartemen Akuntan Publik memisahkan diri dari IAI dan membentuk Institut
Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Menyusul pada tahun 2011 diterbitkannya Undang-
Undang Akuntan Publik. Selain itu standar akuntandi di berbagai negara semakin
diselaraskan dengan International Financial Reporting Standars (IFRS) yang
diterbitkan oleh Internasional Accounting Standards Board (IASB). Mulai tahun 2012
Indonesia telah mencanangkan sleuruh perusahaan menganut IFRS.

2. JASA ASURANSI DAN PENGAUDITAN


Jasa Asurans adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi
bagi pengambil keputusan. Pengambil keputusan memerlukan informasi yang handal dan
relevan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu mereka
membutuhkan jasa asurans untuk meningkatkan kualitas informasi. Contoh jasa asurans
adalah jasa pengujian produk oleh organisasi konsumen dan jasa pemeringkatan televisi
dan lain-lain. Adapun tipe jasa asurans yaitu :
A. Jasa Atestasi
Jasa Atestasi adalah jasa yang diberikan oleh profesi akuntan publik dimana
dengan mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan atas keandalan
pernyataan tertulis yang dibuat dan ditanggungjawabi pihak lain. Ada tiga bentuk
jasa atestasi yaitu :
1. Audit atas Laporan Keuangan Historis.
Yaitu jasa atestasi dimana auditor menerbitkan suatu laporan tertulis yang
berisi pernyataan apakah Laporan Keuangan telah disusun sesuai dengan keangka
pelaporan keuangan yang berlaku. Para pemakai laporan keuangan eksternal

2
mendasarkan pengambilan keputusan bisnisnya dengan melihat laporan auditor
untuk mendapatkan keyakinan bahwa laporan keuangan bisa diandalkan.
2. Review atas Laporan Keuangan Historis.
Review atas laporan keuangan historis adalah jenis lain dari jasa atestasi yang
diberikan kantor akuntan publik. Audit akan menghasilkan asurans yang tinggi
sedangkan review hanya menghasilkan asurans yang moderat dan untuk
mendapatkan asurans dibutuhkan bukti yang lebih sedikit.
3. Jasa Atestasi Lainnya.
KAP dapat juga memberi asurans tentang efektivitas penegndalian interen
peklaporan keuangan pada peusahaan kliennya, selain itu juga dapat melakuakn
atestasi atas laporan keuangan prospekif kliennya untuk memperoleh pinjaman.
B. Jasa Asurans Lainnya
Kebanyakan jasa asurans yang diberikan KAP tidak merupakan jasa testasi
namun mirip dengan jasa atestasi yaitu akuntan publik harus independen dan
memberikan jaminan atas informasi yang akan dipakai pengambil keputusan.
Perbedaannya adalah akuntan publik tidak diminta untuk menerbitkna laporan
tertulis dana surans tidak mengenai keandalan pernyataan tertulis yang dibuat pihak
lain.
C. Jasa Bukan Asurans
KAP dapat pula memberikan jasa bukan asurans antara lain jasa akuntansi dan
pembukuan, jasa perpajakan dan jasa konsultasi manajemen. Jasa kosultasi
manajemen dan jasa asurans sering kali tumpang tindih. Tujuan utama penugasan
konsultasi manajemen yaitu memberikan rekomendasi kepada manajemen
sedangkan tujuan utama penugasan jasa asurans adalah untuk memeprbaiki kualitas
informasi.
3. DEFINISI DAN JENIS-JENIS PENGAUDITAN
A. Definisi Pengauditan
Pengauditan adalah proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi
bukti yang berhubungan dengan asersi tentang tindakan dan kejadian ekonomi
secara obyektif untuk menentukan tingkat kepatuhandengan kriteria dan
mengomunikasikan hasilnya dnegan pihak yang berkepentingan.

3
Proses Sistematis. Megandung arti bahwa pengauditan didasarkan disiplin dan
filosofi metode ilmiah, karena audit menyangkut perumusandan pengujian hipotesa
serta menggunakan observasi, deduksi, dan induksi.
Memperoleh dan Mengevaluasi Bukti Secara Obyektif. Bukti yang diperoleh
harus diinterpretasikan dan dievaluasi agar dapat membuat pertimbangan akuntansi
yang diperlukan sebelum sampai pada kesimpulan sesuai dengan kriteria obyektif.
Asersi Tentang Tindakan-Tindakan Dan Kejadian-Kejadian Ekonomi. Asersi
adalah subyek dari audit atas laporan keuangan. Asersi dibuat oleh manajemen
perusahaan untuk dikomunikasikan kepada pemakai laporan keuangan.
Tingkat Kepatuhan Antara Asersi Dengan Kriteria Yang Telah Ditetapkan.
Tujuan utama pelaksanaan audit yaitu merumuskan pendapat auditor mengenai
asersi tentang tindakan dan kejadian ekonomi yang diaudit.
Mengomunikasikan Hasilnya Kepada Pihak-Pihak Yang Berkepentingan.
Dalam hal audit laporan keuangan, pengomunikasian disebut laporan auditor yang
berisi kesimpulan yang dicapai auditor mengenai sesuai tidaknya laporan keuangan.

B. Jenis-Jenis Audit
1. Audit Laporan Keuangan
Audit laporan keuangan digunakan untuk menentukan apakah laporan
keuanagn sebagai keseluruhan – yaitu informasi kuantitatif yang diperiksa –
dinyatakan sesuai kriteria tertentu yaitu kerangka pelaporan keuangan yang
berlaku meskipun dapat pula menggunakan dasar tunai
2. Audit Kepatuhan
Tujuan audit kepatuhan adalah untuk menentukan apakah pihak yang
diaudit telah mengikuti prosedur. Audit kepatuhan untuk perusahaan dapat
berupa penentuan karyawan bidang akuntansi apakah telah sesuai prosedur,
mengkaji ulang tarif upah sesuai UMR, atau memeriksa perjanjian yang dibuat
dengan bankir. Sedangkan audit kepatuhan untuk instansi pemerintah lebih
beragam.
3. Audit Operasional
Audit operasional adalah pengkajian prosedur dan metoda yang
diterapkan entitas dnegan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas,
dimana hasilnya dapat berupa rekomendasi kepada manajemen untuk perbaikan

4
operasi. Dalam audit operasional pengkajian tidak hanya terbatas pada
akuntansi, melainkan juga struktur organisasi, operasi komputer, dan lainnya.