Anda di halaman 1dari 2

DALLAS, SENIN -- cuaca ekstrem dan bencana berlanjut diberbagai penjuru dunia, dari badai, topan dan

banjir di Amerika Serikat, banjir di Inggris dan sejumlah negara Amerika Selatan, sampai kebakaran di
Spanyol. Ekstremnya cuaca yang antara lain disebutkan dipengaruhi oleh fenomena cuaca El Niño itu
menyebabkan jumlah korban meningkat.

Sebuah mobil hancur setelah terhempas badai tornado di Rockwell, Texas, Amerika Serikat, Minggu (27/12). Cuaca ekstrem dan
bancana berlanjut di berbagai penjuru dunia, dari badai, topan dan banjir di AS, banjir di Inggris dan sejumlah negara di Amerika
Selatan sampai kebakaran di Spanyol.

Badai yang menghantam AS bagian selatan, barat daya, dan Midwest pada akhir pekan liburan
Natal itu menyebabkan banjir dan topan yang menewaskan sedikitnya 43 orang, meratakan
bangunan-bangunan dan memacetkan transportasi bagi jutaan orang dalam massa perjalanan
yang sibuk.

Cuaca buruk atau ancaman cuaca buruk membuat gubernur Missouri dan gubernur New
Mexico menyatakan keadaan darurat untuk negara bagian mereka.

Di Missouri, petugas telah mengevakuasi warga dari rumah mereka dan melakukan puluhan
operasi penyelamatan dari banjir. Menurut gubernur Missouri, Jay Nixon, Minggu (27/12),
mengatakan setidaknya 8 orang tewas dan banyak jalan tertutup.

Nixon menyatakan keadaan darurat dengan menyebutkan hujan yang terus turun akan
memperburuk keadaan banjir yang telah meluas.

Di Texas, sedikitnya 11 orang tewas dikawasan Dallas pada akhir pekan karena topan dengan
kecepatan angin hingga 322 kilometer per jam. Tornado itu menghantam kota Garland,
menewaskan 8 orang, menerbangkan kendaraan-kendaraan dari jalan raya.

Tiga korban tewas dilaporkan di kawasan metropolitan Dallas, kota nomor empat terpadat AS
dengan sekitar 7 juta penduduk. Sejumlah orang cedera didaerah itu, dan lebih dari 100 rumah
rusak, menurut para pejabat.

"Sebuah topan dengan kekuatan seperti itu sangat jarang terjadi disebuah kawasan
metropolitan," kata meteorologi Badan Cuaca Nasional AS, Matt Bishop.