Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laboratorium adalah tempat untuk melakukan berbagai manipulasi percobaan, baik
bersifat pembuktian (verificative) maupun penemuan (discovery). Pada pembelajaran sains,
laboratorium sangatlah penting, sehingga perlu memperhatikan desain standart pembuatan
serta pengelolaan laboratorium.
Pengelolaan laboratorium (laboratory management) adalah usaha untuk mengelola
laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh
beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat
laboratorium yang canggih, dengan staf profesional yang terampil belum tentu dapat
berfungsi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen laboratorium yang
baik. Oleh karena itu manajemen laboratorium adalah suatu bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari.
Laboratorium yang baik, pasti memiliki manajemen yang baik. Manajemen adalah
kemampuan dan ketrampilan khusus untuk melakukan suatu kegiatan, baik bersama orang
lain maupun melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. Manajemen juga
diartikan sebagai proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan
tertentu. Menurut Terry (1977 : 18), fungsi manajemen ada empat, yaitu: Planning,
Organizing, Actuating, dan Controlling. Lebih jelasnya akan dikaji mengenai Organizing
/ Pengorganisasian.
Organisasi laboratorium adalah suatu sistem kerja sama dari kelompok orang, barang,
atau unit tertentu tentang laboratorium untuk mencapai tujuan. Mengorganisasikan
laboratorium berarti menyusun sekelompok orang / petugas dan sumber daya lain untuk
melaksanakan suatu rencana atau program dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dengan cara yang berdaya guna terhadap laboratorium. Pengorganisasian
laboratorium meliputi pengaturan dan pemeliharaan alat-alat dan bahan-bahan
laboratorium, pengadaan alat-alat dan bahan-bahan, dan menjaga kedisiplinan dan
keselamatan laboratorium. Orang-orang yang terlibat langsung dalam organisasi lab adalah
Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, koordinator lab, penanggung
jawab teknis lab, laboran, dan guru-guru mapel IPA (Kimia, Fisika, Biologi).
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan rumusan masalah yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimanakah manajemen laboratorium di sekolah ?
2. Bagaimanakah aspek pengelolaan laboratorium di sekolah?
3. Bagaimanakah prosedur pengelolaan organisasi laboratorium di sekolah ?
1.3 Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas maka dapat ditulis tujuan penulisan yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan manajemen laboratorium di sekolah
2. Untuk mendeskripsikan aspek pengelolaan laboratorium di sekolah
3. Untuk mengetahui prosedur pengelolaan organisasi laboratorium yang baik

1.4 Manfaat Penulisan


Dari tujuan diatas maka dapat ditulis tujuan penulisan yaitu sebagai berikut:
1. Dapat mengetahui manajemen laboratorium di sekolah
2. Dapat mengetahui aspek pengelolaan laboratorium di sekolah
3. Dapat mengetahui prosedur pengelolaan laboratorium yang baik