Anda di halaman 1dari 37

3.

9 Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana


3.9.1 Organisasi dan Manajemen Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana

3.9.1.1 Visi

Menjadi salah satu unit terbaik dalam memberikan pelayanan terutama dalam
pemeliharaan sarana prasarana.

Tabel
Uji Checklist Visi Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana RS. Stella Maris
Tahun 2013

No. Pernyataan Uji Ya Tidak


1 Apakah pernyataan visi memberikan gambaran 
yg jelas dari kondisi ideal organisasi di masa
datang ?

2 Apakah pernyataan visi memiliki pengaruh & 


menantang ?
3 Apakah pernyataan visi bersifat singkat & 
mudah dimengerti ?

4 Apakah pernyataan visi bersifat menarik bagi 


karyawan, pelanggan, & stakeholders ?

5 Apakah pernyataan visi bersifat tetap sepanjang 


waktu atau selalu up to date ?

Sumber : Data Primer, tahun 2013

Analisis :

Visi rumah sakit adalah gambaran keadaan rumah sakit di masa mendatang
dalam menjalankan misinya. Isi pernyataan visi tidak hanya berupa gagasan-
gagasan kosong. Visi merupakan gambaran mengenai keadaan lembaga di masa
depan yang bisa dilihat dari para stakeholders yang berpijak dari masa sekarang.
Pernyataan visi yang bagus tidak hanya menginspirasikan dan menantang, namun
juga sangat berarti sehingga setiap pegawai bisa menghubungkan tugas yang
dilakukanya dengan visi. Pernyataan visi harus mampu menjadi inspirasi dalam
setiap tindakan yang dilakukan setiap pegawai, yang paling penting pernyataan visi
harus measurable, terukur sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah
tindakan yang dilakukannya dalam rangka mencapai visi organisasi atau tidak.

Pernyataan visi yang baik harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

1. Visi bukanlah fakta, tetapi gambaran pandangan ideal masa depan


yang ingin diwujudkan.

2. Visi dapat memberikan arahan, mendorong anggota organisasi untuk


menunjukkan kinerja yang baik.

3. Visi dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan

4. Visi dapat berfungsi sebagai jembatan masa kini dan masa yang akan
datang.

5. Visi berisi gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan
yang menarik.

6. Visi sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.

Hasil Uji Check List

1. Pernyataan visi memberikan gambaran yang jelas dari kondisi ideal


yang ingin dicapai di masa depan namun tidak menunjuk jangka waktu
pencapaian sehingga tidak dapat dilakukan pengukuran kinerja.
2. Pernyataan visi menantang dengan menggugah emosi positif karyawan
untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.
3. Pernyataan visi bersifat singkat karena hanya terdiri dari beberapa kata
dan mudah dimengerti karena menggunakan bahasa yang mudah.
4. Pernyataan visi cukup menarik bagi karyawan, pelanggan, &
stakeholders karena ingin menjadi salah satu unit terbaik dalam
memberikan pelayanan pemeliharaan sarana prasarana.
5. Pernyataan visi selalu up to date.
3.9.1.2 Misi
1. Mengupayakan agar fasilitas sarana prasarana yang dimiliki oleh RS.
Stella Maris Makassar dapat berfungsi baik, selama 24 jam.
2. Meningkatkan dan memberdayagunakan sumber daya manusia yang
ada.
Tabel
Uji Checklist Misi Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana RS. Stella
Maris Tahun 2013

No. Pernyataan Uji Ya Tidak


1 Apakah pernyataan misi menyatakan secara 
jelas tentang manfaat kehadiran organisasi ?
2 Apakah pernyataan misi telah jelas sehingga 
semua karyawan dalam organisasi dapat melihat
bagaimana mereka berkontribusi ?

3 Dapatkah misi itu bertahan terhadap 


perubahan-perubahan dalam organisasi ?

4 Apakah pernyataan misi itu mampu menjawab 


tentang siapa kita, apa dan untuk apa kita
melakukan itu dan mengapa itu penting?
5 Apakah pernyataan misi itu mampu 
memberikan jawaban terhadap alasan mengapa
kita membelanjakan dana pada usaha-usaha
organisasi , program atau sub program ?
Sumber : Data Primer, tahun 2013
Analisis :

Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai organisasi bagi
pihak-pihak yang berkepentingan di masa datang. Pernyataan misi mencerminkan
tentang penjelasan produk atau pelayanan yang ditawarkan.

Misi rumah sakit merupakan pernyataan mengenai mengapa sebuah rumah


sakit didirikan, apa tugasnya, dan untuk siapa rumah sakit tersebut melakukan
kegiatan. Pernyataan misi harus menunjukkan secara jelas mengenai apa yang
hendak dicapai oleh organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang
bersangkutan. Misi harus secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan
untuk mencapainya serta mengundang partisipasi masyarakat luas terhadap
perkembangan bidang utama yang digeluti organisasi.

Misi memberikan tuntunan agar organisasi terhindar dari perumusan alasan


yang tidak jelas atas berdirinya organisasi. Misi juga memberikan landasan untuk
memotivasi penggunaan sumber daya organisasi. Misi dapat menjadi basis dan
standar untuk mengalokasikan sumber daya organisasi terutama utuk keputusan-
keputusan besar dan berdampak luas (disiplin yang ingin dibangun).

Ada beberapa kriteria dalam pembuatan misi, antara lain :

1. Penjelasan tentang produk atau pelayanan yang ditawarkan yang


sangat diperlukan oleh masyarakat.

2. Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani.

3. Kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing


yang meyakinkan masyarakat.
4. Penjelasan aspirasi bisinis yang diinginkan pada masa mendatang juga
bermanfaat dan keuntungannya bagi masyarakat dengan produk dan
pelayanan yang tersedia

Pernyataan misi yang efektif adalah mendefinisikan bisnis dari tiap


group kecil dalam organisasi. Pernyataan tersebut akan membuat para
karyawan lebih mengerti mengenai tujuan mereka.

Pernyataan misi menjawab pertanyaan “Apakah bisnis kita?,


Pernyataan misi yang baik haruslah memasukkan komponen penting berikut
ini:

1. Konsumen (Customer), siapakah konsumen perusahaan.

2. Produk dan jasa (product and service), apakah produk atau jasa utama
perusahaan.

3. Pasar (Market) secara geografis, di manakah perusahaan bersaing.

4. Teknologi (technology), apakah perusahaan canggih secara teknologi?

5. Fokus pada kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan profitabilitas


(concern for survival, growth, and profitability), apakah perusahaan
komitment terhadap pertumbuhan dan kondisi keuangan yang sehat?

6. Filosofi (philosophy), apakah keyakinan, nilai, aspirasi, prioritas etis


perusahaan?

7. Konsep diri (self consept), apakah kompetensi khusus atau keunggulan


kompetitif utama perusahaan?
8. Fokus pada citra publik (concern for public image), apakah
perusahaan responsif terhadap masalah-masalah sosial, komunitas, dan
lingkungan hidup?

9. Fokus pada karyawan (concern for employees), apakah karyawan


dipandang sebagai aset perusahaan yang berharga?

Hasil Uji Check List

1. Pernyataan misi menyatakan secara jelas manfaat organisasi karena


mengupayakan agar fasilitas sarana prasarana yang dimiliki oleh RS.
Stella Maris Makassar dapat berfungsi baik, selama 24 jam.
2. Pernyataan misi menggambarkan kontribusi karyawan secara spesifik
yaitu meningkatkan dan memberdayagunakan sumber daya manusia
yang ada. Memberdayakan staf baru dengan melakukan pelatihan yang
bertujuan untuk menambah keahlian karyawan agar tidak hanya ahli
dalam satu bidang melainkan ahli dalam segala bidang pada kegiatan
pemeliharaan sarana prasarana.
3. Pernyataan misi tetap bertahan terhadap perubahan-perubahan dalam
organisasi dilihat dari tahun ke tahun misi rumah sakit ini masih sama
hingga sekarang. Dengan sifat misi yang dapat bertahan lama maka
sumber daya manusia rumah sakit dapat mempunyai komitmen
terhadap tujuan lembaga.
4. Pernyataan misi tersebut mampu menjawab tentang siapa kita, apa dan
untuk apa kita melakukan itu dan mengapa itu penting karena
mengupayakan agar fasilitas sarana prasarana yang dimiliki oleh RS.
Stella Maris Makassar dapat berfungsi baik, selama 24 jam serta
meningkatkan dan memberdayagunakan sumber daya manusia yang
ada.
5. Pernyataan misi tersebut dapat menjawab alasan mengapa kita
membelanjakan dana pada usaha-usaha organisasi dalam
mengupayakan agar fasilitas sarana prasarana yang dimiliki oleh RS.
Stella Maris Makassar dapat berfungsi baik selama 24 jam, program
atau sub program dengan meningkatkan dan memberdayagunakan
sumber daya manusia yang ada.
3.9.1.3 Motto
Motto Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana yaitu melayani dengan suka
cita.
3.9.1.4 Falsafah
Sebagai salah satu unit yang selalu siap memelihara, menjaga seluruh
fasilitas/inventaris yang dimiliki oleh RS. Stella Maris Makassar.
3.9.1.5 Tujuan
Mengupayakan agar fasilitas/inventaris yang dimiliki oleh RS. Stella Maris
Makassar terpelihara dengan baik sehingga dapat digunakan setiap saat tanpa
mengenal waktu.

Tabel

Uji Checklist Tujuan Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana RS. Stella Maris
Tahun 2013

No. Pernyataan Uji Ya Tidak


1 Apakah tujuan yang ditetapkan mendukung 
misi dan sasaran ?
2 Apakah tujuan yang ditetapkan itu 
merefleksikan secara spesifik pencapaian yang
diinginkan?
3 Apakah kemajuan menuju pencapaian suatu 
tujuan dapat diukur ?

4 Apakah tujuan yang ditetapkan bersifat agresif 


menantang, namun realistis dan dapat dicapai
dalam periode perencanaan dan sumber-sumber
daya yang tersedia?
5 Apakah tujuan yang ditetapkan menyatakan 
suatu hasil, bukan aktivitas ?

6 Apakah ada batas waktu untuk pencapaian 


tujuan tersebut ?

7 Apakah telah ditetapkan penanggung jawab 


pencapaian tujuan ?

8 Apakah pencapaian tujuan akan memimpin 


kepada pencapaian sasaran ?

9 Apakah telah ditetapkan paling sedikit satu 


tujuan untuk setiap sasaran yang dirumuskan ?

10 Apakah seseorang yang tidak akrab dengan 


unit anggaran (atau program/atau subprogram)
memahami maksud dari tujuan yang telah
ditetapkan ?
Sumber : Data Primer Tahun 2013

Analisis :
Tujuan merupakan penjabaran dari pernyataan misi, tujuan adalah sesuatu
yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
Penetapan tujuan pada umumnya didasarkan pada faktor-faktor kunci keberhasilan
yang dilakukan setelah penetapan visi dan misi. Tujuan tidak harus dinyatakan
dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat menunjukkan kondisi yang ingin
dicapai dimasa mendatang. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran,
kebijaksanaan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi, oleh
karena itu tujuan harus dapat menyediakan dasar yang kuat untuk menetapkan
indikator. Pencapaian tujuan dapat dijadikan indikator untuk menilai kinerja sebuah
organisasi.

Beberapa kriteria tujuan antara lain :

1. Tujuan harus serasi dan mengklarifikasikan misi, visi dan nilai-nilai


organisasi.
2. Pencapaian tujuan akan dapat memenuhi atau berkontribusi memenuhi
misi, program dan sub program organisasi.
3. Tujuan cenderung untuk esensial tidak berubah, kecuali terjadi
pergeseran lingkungan, atau dalam hal isu strategik hasil yang
diinginkan.
4. Tujuan biasanya secara relatif berjangka panjang
5. Tujuan menggambarkan hasil program
6. Tujuan menggambarkan arahan yang jelas dari organisasi.
7. Tujuan harus menantang, namun realistik dan dapat dicapai.

Tujuan menggambarkan arahan yang jelas bagi organisasi. Perumusan tujuan


akan strategi/perlakuan, arah kebijakan dan program suatu organisasi. Oleh karena
itu perumusan tujuan harus memberikan ukuran lebih spesifik dan akuntabel.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan tujuan, antara lain:

1. Tujuan organisasi harus memberikan ukuran yang spesifik dan


akuntabel (dapat diukur)
2. Tujuan organisasi merupakan penjabaran dari misi, oleh karena itu
tujuan harus selaras dengan visi dan misi.
3. Tujuan organisasi menyatakan kegiatan khusus apa yang akan
diselesaikan dan kapan diselesaikannya?
Rambu- rambu tujuan organisasi :

1. Memberikan arah atas hasil yang ingin dicapai organisasi.


2. Jangka waktu “tujuan organisasi’’ lebih panjang dari “ sasaran”
tergantung tingkat organisasi yang bersangkutan.
3. Memuat apa dan kapan suatu hal (dalam tujuan) akan dicapai
organisasi
4. Seharusnya dapat mendorong kinerja pelaku organisasi.
5. Setiap satu “tujuan organisasi” dirumuskan lebih dari satu “sasaran”
organisasi.

Pembahasan Uji Checklist

1. Tujuan yang ditetapkan mendukung misi dan sasaran yaitu


mengupayakan agar fasilitas/inventaris yang dimiliki oleh RS. Stella
Maris Makassar terpelihara dengan baik sehingga dapat digunakan
setiap saat tanpa mengenal waktu.
2. Tujuan yang ditetapkan merefleksikan secara spesifik pencapaian yang
diinginkan yaitu mengupayakan agar fasilitas/inventaris yang dimiliki
oleh RS. Stella Maris Makassar terpelihara dengan baik sehingga
dapat digunakan setiap saat tanpa mengenal waktu.
3. Pernyataan tujuan tidak dapat diukur kemajuannya menuju pencapaian
suatu tujuan.
4. Tujuan yang ditetapkan bersifat agresif menantang, namun realistis
dan dapat dicapai dalam periode perencanaan dan sumber- sumber
daya yang tersedia karena mendorong karyawan berupaya agar
fasilitas/inventaris terpelihara dengan baik.
5. Tujuan yang ditetapkan menyatakan suatu aktivitas dengan pernyataan
mengupayakan agar fasilitas/inventaris yang dimiliki oleh RS. Stella
Maris Makassar terpelihara dengan baik.
6. Pernyataan tujuan tidak menetapkan target waktu untuk pencapaian
tujuan tersebut karena tidak dibatasi jangka waktu yaitu dapat
digunakan setiap saat tanpa mengenal waktu.
7. Tujuan tidak menetapkan penanggung jawab pencapaian tujuan.
8. Pencapaian tujuan memimpin kepada pencapaian sasaran karena
pernyataan tujuan mendukung misi dan sasaran.
9. Pernyataan tujuan telah menetapkan satu tujuan untuk setiap sasaran
yang dirumuskan secara spesifik.
10. Seseorang yang tidak akrab dengan unit anggaran (atau program/atau
subprogram) mampu memahami maksud dari tujuan yang telah
ditetapkan karena menggambarkan hasil program atau subprogram
yang direncanakan dan arah yang jelas dari “perjalanan” organisasi
serta aktivitas yang dilakukan dalam proses pencapaian tujuan yang
dapat terlihat dan dirasakan oleh orang di luar program.
3.9.1.6 Struktur Organisasi Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana RS.
Stella Maris
Analisis :

Struktur organisasi instalasi ini menganut sistem organisasi garis. Di mana


dalam bagan organisasinya terlihat adanya kesatuan komando karena kepemimpinan
berada ditangan satu orang dan setiap bawahan hanya bertanggung jawab terhadap
satu orang pemimpin saja.

Struktur organisasi merupakan faktor penting dalam menentukan dan melihat


cara kerja suatu organisasi, yang mana dapat dianalisa melalui strukturnya yang
tergambar dan akan bisa diketahui bagian dan sub bagian, wewenang masing-
masingnya serta hubungan koordinasi antar bagian dan sub bagian dalam pelaksanaan
tugas serta tanggungjawab masing-masing dengan pembagian tugas berdasarkan
spesialisasi yang ada sehingga menggambarkan saling ketergantungan antar bagian
dan sub bagian dalam suatu organisasi.

Dari struktur di atas, dapat dilihat bahwa sistem kerja di instalasi


pemeliharaan sarana prasarana tersebar di dua bagian area kerja, yaitu bagian
pemeliharaan alat medik dan bagian pemeliharaan alat non medik, yang
bertanggungjawab masing-masing koordinator instalasi pemeliharaan sarana
prasarana. Kemudian koordinator tersebut bertanggungjawab kepada kepala sub
bagian sarana secara langsung.

3.9.2 Deskripsi Fisik dan Bangunan Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana


3.9.2.1 Letak Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana

Ruang instalasi pemeliharaan sarana prasarana terletak di lantai 1 Rumah


Sakit Stella Maris bersebelahan dengan gudang sarana dan ruang auditorium.
3.9.2.2 Deskripsi Fisik dan Bangunan
1. Satu kantor Kepala Sub Bagian instalasi pemeliharaan sarana prasarana
2. Satu ruang bengkel (workshop)
3. Satu ruang rapat
4. Satu ruang gudang

Lantai ruang kantor kepala ruang instalasi pemeliharaan sarana


prasarana maupun gudang adalah tegel. Luas kantor kepala sub bagian
instalasi pemeliharaan sarana prasarana adalah 8 m x 3,5 m dan dinding
beton dengan warna cat putih. Luas ruangan bengkel (workshop)
kemudian ruang rapat serta halaman (tempat penyimpanan barang rusak)
adalah 22 m x 12 m. Kemudian luas gudang adalah 8 m x 3,5 m.

Bengkel (workshop) adalah tempat para teknisi memperbaiki


peralatan yang rusak di RS. Stella Maris baik itu peralatan medik maupun
non medik.

Gudang adalah ruangan tersendiri untuk menyimpan alat-alat


pertukangan atau alat-alat kerja.

Ketentuan Syarat Bangunan Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana


Berdasarkan Kepmenkes No. 1204 Tahun 2004
Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Kondisi
Standar Kepmenkes
No. Rumah Sakit Keterangan
No. 1204 Thn 2004
Stella Maris
1 Permukaan dinding harus rata Permukaan Memenuhi
dan berwarna terang. dinding berwarna Standar
terang
2 Lantai harus terbuat dari bahan Lantai IPSRS Memenuhi
yang kuat, mudah dibersihkan, terbuat dari bahan Standar
kedap air, dan berwarna terang yang kuat yaitu
dari bahan ubin
3 Langit-langit harus terbuat dari Langit-langit harus Memenuhi
bahan multipleks atau bahan terbuat dari bahan Standar
yang kuat, warna terang, mudah multipleks
dibersihkan, kerangka harus
kuat, dan tinggi minimal 2,70
meter dari lantai.

4 Lebar pintu minimal 1,20 meter Lebar pintu lebih Memenuhi


dan tinggi minimal 2,10 meter, dari 1,20 meter & Standar
dan ambang bawah jendela tinggi berkisar
minimal 1,00 meter dari lantai. 2,10
5 Ventilasi harus dapat menjamin Ventilasi di ruang Memenuhi
aliran udara di dalam IPSRS menjamin Standar
kamar/ruang dengan baik, bila adanya pergantian
ventilasi alamiah tidak udara dengan baik
menjamin adanya pergantian
udara dengan baik, harus
dilengkapi dengan penghawaan
mekanis (exhauster) .
6 Semua stop kontak dan saklar Hanya beberapa Memenuhi
dipasang pada ketinggian yang dilakukan Standar
minimal 1,40 meter dari lantai. pengamatan
Sumber : Kepmenkes No. 1204 Tahun 2004

Analisis :

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa ketentuan syarat bangunan Instalasi


Pemeliharaan Sarana Prasarana telah memenuhi standar sesuai dengan standar yang
ditetapkan Kepmenkes No 1204 Tahun 2004 tentang Persayaratan kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit.
Tabel
Perbandingan Standar Pedoman Teknis Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
Tipe B Tahun 2010 dengan Kondisi Ruang Instalasi Pemeliharaan Sarana
Prasarana Rumah Sakit Stella Maris Tahun 2013

Besaran
Nama Kebutuhan Kondisi Rumah
No. Ruang / Keterangan
Ruangan Fasilitas Sakit
Luas
1. Ruang Min. 8 Meja, kursi, Ruang Kepala Memenuhi
Kepala m2 lemari IPSRS memiliki standar
IPSRS berkas/arsip, luas 28 m2
intercom/tele
pon, safety
box
2
2 Ruang 3~5 m / Kursi, meja, 1. Ruang kerja staf 1. Memenuhi
Kerja Staf petugas komputer, memiliki luas standar
(min. 12 printer, dan 264 m2 2. Belum
m2 ) peralatan 2. Tidak memiliki memenuhi
kantor komputer dan standar
lainnya. printer.
3 Ruang Min. 9 Kursi, meja, 1. Ruang rapat 1. Memenuhi
2
Rapat/ m screen, dll. memiliki luas standar
Pertemuan 264 m2 2. Belum
Teknis 2. Tidak memiliki memenuhi
screen. standar
4 Gudang Min. 9 Lemari/rak Gudang memiliki Memenuhi
2
m luas 28 m2 standar
Sumber : Data Primer, tahun 2013

Analisis :

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa kondisi ruang Instalasi


Pemeliharaan Sarana Prasarana telah memenuhi standar sesuai dengan standar yang
ditetapkan Pedoman Teknis Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Tipe B Tahun 2010.
3.9.2.3 Denah Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana

Berdasarkan denah diatas dapat diketahui bahwa Instalasi


Pemeliharaan Sarana Prasarana memiliki 4 ruangan yakni ruang kantor kepala
sub bagian IPSRS, gudang, ruang bengkel (workshop) dan ruang rapat. Letak
ruang kantor kepala sub bagian berada di sebelah kiri gudang dan sebelah
kanan gudang adalah ruang auditorium. Ruang bengkel (workshop) berada di
samping ruang rapat.
3.9.2.4 Inventaris Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana
Di bawah ini merupakan daftar inventaris instalasi pemeliharaan sarana
prasarana :
Tabel
Daftar Inventaris Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Tahun 2012

Tahun
No. Nama Alat Merk Jumlah Keterangan
pembelian
1 Boor listrik 1990 1 Baik
2 Gurinda listrik Makita 1997 1 Baik
3 Snei pipa 1992 1 Digunakan
4 Klem 1997 1 Baik
5 Obeng plat besar 2003 1 Rusak
6 Obeng plat sedang 2003 4 Baik
7 Obeng bunga sedang 2011 4 Baik
8 Mesin las listrik Esap 1950 1 Bisa
digunakan
9 Mesin las listrik 2011 1 Baik
10 Gergaji besi 2010 2 Rusak
11 Gergaji kayu potong 2009 1 Baik
12 Gergaji kayu listrik 2010 1 Baik
13 Mesin potong besi Bosch 2012 1 Baik
14 Mesin profil kayu 2011 1 Baik
15 Mesin ketam listrik 2011 1 Baik
16 Tang ampar 2008 1 Baik
17 Tang biasa 2008 6 Baik
18 Tang jepit 2003 1 Rusak
19 Palu-palu 2003 2 Baik
20 Siku-siku 2009 2 Baik
21 Avometer Sanwa 1999 1 Bisa
digunakan
22 Soldik listrik 2009 1 Baik
23 Rol meter 3M 2011 4 Baik
24 Obeng set 2005 4 Rusak
25 Kunci pipa besar 1992 1 Baik
26 Kunci pipa sedang 1992 1 Bisa
digunakan
27 Catok pipa 1992 1 Baik
28 Catok besi 1992 1 Bisa
digunakan
29 Sendok semen 2009 2 Baik
30 Gunting seng 2010 2 Baik
31 Ketam kayu 2011 1 Baik
32 Pahat lebar 2009 2 Rusak
33 Pahat sedang 2009 2 Digunakan
34 Pahat kecil 2009 1 Rusak
35 Hygro meter 2001 1 Berfungsi
36 Kunci sock 2008 1 Rusak
37 Generator Caterpillar 1992 1 Bisa
digunakan
38 Generator Perkin 104 KVA 2005 1 Baik
39 Generator Perkin 60 KVA 2008 1 Baik
40 Tangga aluminium 2 1990 1 Rusak
meter
41 Tangga aluminium 4 1995 1 Rusak tapi
meter digunakan
42 Meja kantor 1990/2009 2 Baik
43 Meja kerja 1990/2009 2 Digunakan
44 Lemari alat 1990/2009 4 Baik
45 Jam dinding 1990/2009 2 Baik
46 Amplifier TOA 1998 1 Digunakan
47 Kaki mice TOA 2006 2 Digunakan
48 Pemotong kaca 2007 2 Digunakan
49 White boar 2 Digunakan
50 Pesawat telepon 2 Baik
Total 84
Sumber : Data Sekunder, tahun 2012
Analisis :

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa peralatan di Instalasi Pemeliharaan


Sarana Prasarana berjumlah 84 alat. 7 alat mengalami kerusakan yakni obeng plat
besar, gergaji besi, tang jepit, obeng set, pahat lebar, tangga aluminium 2 meter, dan 1
alat rusak tapi masih digunakan karena belum ada penggantinya sehingga alat
tersebut dimodifikasi agar masih dapat digunakan yakni tangga aluminium 4 meter
kemudian 28 alat lainnya masih dalam keadaan baik sehingga masih dijamin
kegunaannya, 12 alat masih digunakan tetapi kondisi alat tersebut kurang baik dan 1
alat yang masih berfungsi, artinya alat tersebut mendekati rusak tetapi masih bisa
difungsikan.

3.9.3 Deskripsi Kegiatan Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana

Instalasi sarana prasarana merupakan instalasi yang melaksanakan pelayanan


pemeliharaan sarana, prasarana, peralatan kesehatan, pengamanan fasilitas serta
pekerjaan mesin, listrik, pembersihan air bersih agar terjaga kualitasnya. Fungsi kerja
instalasi ini adalah penyediaan, pengolahan, pemeliharaan dan perbaikan, rancang
bangun, produksi dan pelatihan.

Waktu pelayanan Sub Bagian Sarana Prasarana RS. Stella Maris dibagi
menjadi 3 shift yaitu :

a. Shift pagi : pukul 07.00 – 14.00 Wita.


b. Shift siang : pukul 14.00 – 21.00 Wita.
c. Shift malam : pukul 21.00 – 07.00 Wita.
Ketentuan jam kerja mulai hari Senin-Minggu berdasarkan pembagian shift.

Berikut ini merupakan deskripsi kegiatan instalasi pemeliharaan sarana


prasarana RS. Stella Maris Makassar :
1. Kegiatan Pemeliharaan
Pemeliharaan dibagi menjadi 2 bagian :
1. Pemeliharaan rutin
2. Pemeliharaan tidak rutin
Pemeliharaan sarana prasarana yang meliputi pemeliharaan rutin dan
tidak rutin/harian adalah suatu kegiatan yang keberadaannya sangat erat
terkait dengan bagian-bagian lain dalam menunjang terlaksananya pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Stella Maris.

Dalam pelaksanaannya, dibagian sarana prasarana didukung oleh staf


pelaksana yang secara keseluruhan akan melakukan kegiatan saling mengisi,
dimana satu staf akan mampu mengatasi pekerjaan staf lainnya yang
disebabkan oleh pergeseran dan perubahan dinas.

Secara keseluruhan jumlah staf yang ada 10 orang, dimana secara


kontroling akan menenangani pekerjaan sebagai berikut :

1. Robertus Sunardi (kabag. Sarana prasarana)


Disamping sebagai kepala bagian, juga terjun langsung menangani
pekerjaan-pekerjaan umum baik mesin, listrik, alat medik, air.
Bangunan gedung, konstruksi besi, konstruksi kayu.
2. Johanis Seleng
Menangani pekerjaan pertukangan, westafel, kran air, pengelasan
3. Sergius Nani Noeng
Menangani masalah pekerjaan listrik dan elektronik
4. Benyamin Banga’
Menangani pekerjaan listrik, life, pengelasan
5. Rivandy
Menangani pekerjaan elektronik, mesin, pengelasan
6. Marthen Pasanna
Menangani pekerjaan pertukangan bangunan, pengelasan,
perkayuan
7. Rudy Marsel Limsa
Menangani pekerjaan listrik, air, kayu, besi
8. Yoachim Ronald
Menangani pekerjaan listrik, air, kayu, besi
9. Mikhael Buang Diaz
Menangani pekerjaan bangunan gedung
10. Sr. Agustine Klau, JMJ.
a. Selain sebagai penyelia (pemilik) juga bertugas kerjasama
dengan kepala bagian (mengatur pembagian tugas staf
sarana)
b. Mengontrol pemakaian bahan dan inventaris sarana

Pemeliharaan Rutin
1. Pemeriksaan mesin-mesin pompa air yang ada diseluruh
bagian, memberikan pelumasan, pengencangan baut-baut
yang longgar, mengatur jalannya mesin air dan mengawasi
kemampuan mesin. Pemeliharaan ini dilakukan setiap hari.
2. Pemeriksaan stop kontak diseluruh bagian yang alat bersifat
overtable (pasang cabut). Pemeriksaan ini dilakukan setiap 2
minggu sekali dan 3 bulan sekali.
3. Pembersihan panel-panel listrik di seluruh unit dengan
menggunakan tekanan angin (kompresor) untuk
menghilangkan debu-debu yang melengket kemudian
dilakukan pengencangan baut-baut yang longgar.
Pemeriksaan ini dilakukan 3 bulan sekali.
4. Pemeriksaan alat medik dengan jalan mengunjungi bagian-
bagian yang memiliki alat medik seperti :
c. IGD
d. ICU/ICCU
e. Poliklinik
f. Kamar operasi
g. Laboratorium
h. Fisiotherapi
i. Radiologi
j. Theresia
k. Elisabeth
Dengan jelas memeriksa instalasi-instalasi yang ada,
mengencangkan sekrup-sekrup yang kemungkinan longgar dan uji
fungsi alat tersebut.

Alat-alat medik ini telah ditempel LOGO LAYAK PAKAI dari


BPFK maupun dari Tenaga Atom Nasional (BATAN)

5. Pemeliharaan alat non medik


1. Generator
a. Dengan jalan melakukan pemanasan 3 hari
sekali supaya pada saat akan digunakan
(pemadaman dari PLN) baterai tetap terisi
b. Pembersihan dengan menggunakan kompresor
angin untuk menghilangkan debu-debu yang
melekat maupun komponen-komponen lainnya.
Pembersihan dilakukan 3 bulan sekali.
2. Lift
Untuk pemliharaan lift ini dilakukan dengan pihak
ke III dengan dipantau oleh IPRS (sarana prasarana)
3. AC Split
Pemeliharaan AC ini ditangani oleh pihak ke III
dengan jelas pembersihan filter-filter yag dilakukan
3 bulan sekali dan pencucian keseluruhan yang
dilakukan 3 bulan sekali dengan menggunakan
mesin khusus pencuci AC dan perangkat lainnya
(ember, penadah dari plastik atau sejenisnya) agar
pada saat pencucian, percikan air tidak mengenai
komponen elektronik (modul) yang dapat
menimbulkan kerusakan pada modul tersebut.
Setelah dicuci dengan mesin cuci AC modul
dibersihkan kompresor angin agar apabila ada sisa-
sisa air pada modul ataupun elektronik lainnya tidak
korsleting atau rusak. Pelaksanaan pemeliharaan ini
di awasi/tangani oleh bagian umum dan penyelia.
4. Mesin Cuci
Pemeliharaan mesin cuci ini dilakukan oleh bagian
pemeliharaan sarana prasarana dengan mengontrol
setiap hari dan membersihkan panel-panel listrik
dan seluruh body pada mesin cuci dengan
menggunakan kompresor angin. Pembersihan ini
dilakukan 3 bulan sekali.
5. Mesin Pompa Air
Pemeliharaan dilakukan ada yang setiap hari
dengan jelas memperhatikan fungsi mesin pompa
air seperti mesin pompa air yang melayani :
a. Gedung Santa Maria
b. Gedung Bernadeth
c. Gedung Thresia
Mesin pompa air ini perlu dijaga pada saat di
operasionalkan karena kelistrikannya menggunakan
3 phase, dengan demikian daya listrik yang
dibutuhkan cukup besar (2500 watt). Mesin pompa
air ini sengaja tidak dipasangkan automatic tangki,
karena selain pemborosan air juga berisiko tinggi
untuk rusak (putaran mesin bisa terbalik apabila ada
perbaikan jaringan dari PLN).

6. Alat-alat pertukangan
Alat-alat ini antara lain :
1. Mesin ketam kayu listrik
2. Mesin las listrik
3. Mesin gurinda listrik
4. Mesin profil untuk kayu
5. Mesin bor listrik
Mesin-mesin ini telah dilengkapi dengan manual
cara penggunaannya.

Pemeliharaan Tidak Rutin

Pemeliharaan tidak rutin merupakan kegiatan pemeliharaan yang


tidak direncanakan seperti kegiatan pembersihan dan pengontrolan.
Sebagai contoh yakni pengontrolan terhadap panel listrik di masing-
masing bagian.
2. Kegiatan Perbaikan
Kegiatan ini dilakukan di bengkel sarana. Bengkel sarana merupakan
tempat untuk perawatan/pemeliharaan serta perbaikan fasilitas/inventaris yang
dimiliki RS. Stella Maris. Peralatan dari unit tertentu yang telah rusak di bawa
ke bengkel sarana untuk diperbaiki dan dikerjakan oleh staf sarana sehingga
alat tersebut dapat digunakan kembali dengan baik.
3. Kegiatan Administrasi
1. Untuk memudahkan pengontrolan dan menunjang proses kelancaran
pelayanan, setiap ada kerusakan maupun pemasangan instalasi, pembuatan
baru dari unit kerja (bagian) telah disiapkan formulir adanya gangguan,
yang harus diisi oleh kepala bagian masing-masing dengan mencantumkan
hari, tanggal, jenis gangguan, dan lain-lain. Setelah ditanda tangani oleh
kepala bagian, formulir tersebut diserahkan ke kantor pemeliharaan sarana
prasarana.

Dengan memperhatikan formulir adanya gangguan dari unit tersebut,


utusan dari staf sarana segera menuju ke unit tersebut. Apabila kerusakan
(gangguan) dalam penyelesainnya tidak memerlukan bahan/barang, maka
gangguan tersebut langsung dikerjakan oleh staf sarana. Bila harus
memerlukan bahan, maka utusan dari sarana tersebut segera menghubungi
kepala bagian sarana ataupun penyelia untuk memperoleh bahan
pengganti dengan jalan menulis dalam buku laporan penggunaan bahan-
bahan/barang yang sudah disiapkan, misalnya : jenis barang apa,
digunakan dimana, siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan
barang-barang tersebut. Kepala bagian sarana dan penyelia tetap
mengontrol penggunaan/pengambilan barang-barang tersebut.

Barang-barang ini telah disiapkan dan tersimpan dalam suatu ruangan


tersendiri (gudang). Adapun proses untuk memperoleh bahan-bahan ini
telah dibuat kebijakan oleh Rumah Sakit dengan jalan menganfrag melalui
komputer satu minggu sebelumnya (setiap minggu menganfrag ke bagian
logistik Rumah Sakit dengan melalui komputer sesuai bahan-bahan yang
dibutuhkan untuk minggu yang akan datang).
Apabila dalam stock sarana kebutuhan kosong, tetap diberi kemudahan
untuk memperoleh bahan tersebut dengan jalan belanja sendiri dengan
syarat harus disetujui oleh wadir keuangan Rumah Sakit Stella Maris
apalagi yang sifatnya cyto.

Setiap akhir tahun kepala bagian sarana bekerjasama dengan penyelia


melaporkan hasil penggunaan bahan-bahan tersebut dengan jalan merekap
kembali data dari komputer yang telah dibuat setiap minggu
(mencocokkan sisa stock dan penggunaannya).
2. Secara rutin 2 bulan sekali mengadakan pertemuan staf sarana dengan
maksud dan tujuan untuk mengevaluasi dan menyelesaikan masalah-
masalah yang mungkin muncul, baik dalam pelaksanaan tugas maupun
hubungan dengan unit lain.
3. Untuk menjaga kebersamaan antara staf sarana, setiap pagi jam 07.00
tepat dilakukan doa pagi bersama sebelum bekerja. Tidak menutup
kemungkinan setelah doa pagi bersama selalu diadakan pertemuan rutin,
dengan melihat staf yang kebetulan shift pagi cukup banyak, dengan
maksud untuk tetap menjaga kebersamaan, kerjasama, mengevaluasi
kegiatan, menyelesaikan hal-hal yang muncul setiap saat yang terkait
dengan kelancaran dan kepuasan pelanggan.
3.9.4 Kinerja Kegiatan Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana RS. Stella
Maris

Tabel

Perbandingan Kinerja Kegiatan Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana


dengan Standar Kepmenkes No. 129 Tahun 2008

Standar Kepmenkes No.


No. Kondisi Rumah Sakit Keterangan
129 Tahun 2008
1 Kecepatan waktu Respon time penanganan Belum
menanggapi kerusakan alat kerusakan alat masih sulit memenuhi
≤ 80% untuk diperkirakan mencapai standar
80% karena bergantung
faktor kesulitan penanganan
alat
2 Ketepatan waktu Ketepatan waktu Belum
pemeliharaan fasilitas pemeliharaan fasilitas medik memenuhi
medik dan non medik dan non medik agak rumit standar
100% untuk mencapai 100%
karena jarang membuat
laporan
Sumber : Data Primer, tahun 2013

Analisis :

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa instalasi pemeliharaan sarana


prasarana masih belum memenuhi standar Kepmenkes No. 129 Tahun 2008 dalam
kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat karena sulit untuk diperkirakan
mencapai 80% karena bergantung kesulitan penanganan alat kurang dari 15 menit
atau lebih dari 15 menit. Kemudian ketepatan waktu pemeliharaan fasilitas medik dan
non medik agak rumit untuk mencapai 100% karena jarang membuat laporan
sehingga masih belum memenuhi standar.
3.9.5 Sumber Daya Manusia Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana
3.9.5.1 Jumlah dan Spesifikasi SDM

Sumber Daya Manusia pada Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana RS


Stella Maris terdiri atas 9 karyawan dengan latar belakang pendidikan dan
jabatan masing-masing yang terlihat pada tabel berikut ini :

Tabel

Spesifikasi SDM Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana RS. Stella Maris


Tahun 2012

No. Nama Pendidikan Jabatan

1 Robertus Sunardi STM Kepala Sub


Bangunan Bagian
2 Sergius Nani Noeng SMA Staf

3 Johanis Seleng SMEA Staf

4 Marthen Pasanna STM BANG. Staf


AIR
5 Marsel Rudy Limsa STM Staf
LISTRIK
6 Mikael Buang Diaz SMA Staf

7 Benyamin Banga’ STM Staf


LISTRIK
9 Yoachim Ronald STM Staf
Mengkana LISTRIK
10 Sr. Agustine Klau, JMJ Penyelia

Sumber : Data Sekunder, tahun 2013


Analisis :

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata latar belakang pendidikan staf
di instalasi sarana prasarana adalah STM. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 971/menkes/per/xi/2009 Tentang Standar Kompetensi
Pejabat Struktural Kesehatan untuk rumah sakit tipe B kepala sub bagian minimal
seorang S1 di bidang kerjanya. Berdasarkan tabel diatas yang menjabat sebagai
kepala sub bagian belum sesuai standar karena masih berpendidikan STM.

3.9.5.2 Job Deskripsi Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana


1. Kepala Sub Bagian Sarana Prasarana
Tugas Pokok :
c. Menyelenggarakan pengelolaan atas kegiatan pemeliharaan dari sarana
prasarana yang dimiliki oleh rumah sakit sesuai dengan kebijakan dan
ketentuan yang berlaku.
d. Menjamin keamanan dan berfungsinya seluruh sarana prasarana yang
ada untuk menunjang proses pelayanan rumah sakit selama 24 jam.
e. Menyelenggarakan upaya bagaimana fasilitas sarana prasarana di
rumah sakit (daftar inventaris).
Uraian Tugas :
a. Membuat program kerja prasarana bersama penyelia dan staf.
b. Mengatur, mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan staf.
c. Menyusun rencana anggaran tahunan.
d. Membuat laporan hasil kegiatan.
e. Memelihara daftar inventaris rumah sakit.
f. Mengadakan koordinasi dengan kepala bagian lain.
Tanggung Jawab :
a. Membuat laporan tertulis hasil kegiatan kepada atasan langsung.
b. Membuat laporan tertulis mengenai anggaran biaya perbaikan bila
perlu (alat pemasangan baru) kepada atasan langsung.
c. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas-tugas kepada atasan
langsung.
Wewenang :
a. Memberikan pembinaan kepada staf.
b. Memberikan penilaian prestasi kerja (DP3) kepada staf.
c. Menetapkan proses kerja yang akan dilaksanakan.
d. Mengajukan usulan untuk perbaikan proses kerja sarana prasarana.
2. Penyelia
Tugas Pokok :
a. Selain sebagai pemilik, turut menyusun program kerja sarana
prasarana bersama kasubbag sarana.
b. Turut memberikan pengawasan dan penilaian terhadap staf sarana
prasarana.
c. Memberikan pelayanan pengadaan bahan yang dibutuhkan dan belum
terlayani oleh bagian logistik umum rumah sakit.
d. Mengawasi stok barang yang ada di gudang logistik sarana prasarana.
e. Membantu menyusun roster dinas staf sarana.
f. Membuat laporan tahunan bersama kasubbag sarana penggunaan
bahan.
g. Membuat rencana aggaran tahunan bersama kasubbag sarana.
3. Koordinator Pemeliharaan Alat Medik
Tugas Pokok :
a. Mengkordinor pelaksanaan pemeliharaan alat-alat medik yang sudah
di susun oleh kasubbag sarana prasarana.
b. Selain sebagai koordinator, ikut serta sesama staf yang lain untuk
melaksanakan kegiatan pemeliharaan baik alat-alat medik maupun
alat-alat non medik.
c. Membuat laporan hasil kegiatan.
d. Membuat jadwal kalibrasi alat-alat medik.
e. Mengusulkan untuk mengkalibrasi alat-alat medik kepada kepala sub
bagian/atasan langsung.
Tanggung Jawab :
a. Bertanggung jawab atas semua kegiatan yang telah dilakukan bersama
staf lain kepada atasan langsung melalui penyelia.
b. Membuat laporan kegiatan.
Wewenang :
a. Menggunakan fasilitas rumah sakit sesuai kebijakan yang berlaku.
b. Menggunakan alat kerja pemeliharaan yang telah dipercayakan.
4. Koordinator Pemeliharaan Alat Non Medik
Tugas Pokok :
a. Melakukan kegiatan pemeliharaan alat-alat non medik yang sudah
disusun oleh kasubbag sarana prasarana.
b. Selain sebagai koordinator, ikut serta sesama staf yang lain untuk
melaksanakan kegiatan baik alat-alat medik maupun non medik.
c. Membuat laporan hasil kegiatan.
d. Mengusulkan untuk penggantian alat-alat yang diperlukan ataupun
penggantian instalasi baru.
Tanggung Jawab :
a. Bertanggung jawab atas semua kegiatan yang telah dilakukan bersama
staf yang lain, kepada atasan langsung maupun melalui penyelia.
b. Membuat laporan kegiatan.
Wewenang :
a. Menggunakan fasilitas rumah sakit sesuai kebijakan yang berlaku.
b. Menggunakan alat kerja yang sudah dipercayakan.
5. Pelaksana Sub Bagian Sarana Prasarana
Tugas Pokok :
a. Melakukan kegiatan pemeliharaan fasilitas sarana prasarana yang
dimiliki oleh RS. Stella Maris agar dapat berfungsi baik dan aman bagi
pengguna fasilitas.
b. Memberikan pelayanan secara professional kepada seluruh unit rumah
sakit sesuai kebijakan yang berlaku demi memenuhi kebutuhan dan
menunjang proses pelayanan rumah sakit setiap saat.
c. Memperhatikan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja
(membersihkan ruang kerja dan menggunakan alat pelindung diri
sesuai jenis pekerjaan).
Tanggung Jawab :
a. Bertanggung jawab atas semua kegiatan yang telah dilakukan baik
melalui penyelia maupun langsung kepada kepala sub bagian sarana
prasarana.
b. Membuat laporan kegiatan.
Wewenang :
a. Menggunakan fasilitas rumah sakit sesuai kebijakan yang berlaku.
b. Menggunakan alat kerja pemeliharaan yang telah dipercayakan.
Tugas Pelaksanaan :
a. Melaksanakan kegiatan/pekerjaan yang telah diatur oleh kepala sub
bagian dan penyelia.
b. Melaksanakan kegiatan/pekerjaan yang telah diatur oleh kepala sub
bagian (pembersihan tangki-tangki air, dll).
c. Membuat laporan kegiatan/pekerjaan yang telah dilakukan di bagian
atau unit kerja dan sebagai bukti, laporan kegiatan ini ditandatangani
oleh kepala sub bagian yang bersangkutan di buku yang disiapkan oleh
staf sarana.
d. Melaporkan pekerjaan yang belum terselesaikan kepada kepala sub
bagian atau penyelia atau rekan kerja supaya diselesaikan oleh rekan
kerja pada shift dinas berikutnya.
e. Menulis bahan atau barang yang diinginkan untuk mengganti yang
rusak atau membuat baru di buku pengeluaran bahan yang telah
disiapkan (tanggal, nama, jumlah, bagian dan tanda tangan pengguna)
sebagai bukti pemakaian.
f. Mengerjakan pekerjaan apa saja dengan tingkat kesulitan yang tidak
sama dari setiap bagian sesuai keluhan (listrik, mesin, bangunan,
fasilitas medis dan non medis). Singkatnya kayu, air dan lain-lain.
g. Memproduksi (tempat tidur, lemari, meja, roda, dll) dan memperbaiki
serta memelihara seluruh fasilitas yang ada.
h. Siap sedia melayani pekerjaan yang bersifat cyto dan non cyto.
i. Memelihara alat-alat inventaris milik sarana prasarana.
j. Bertanggung jawab atas rusak dan hilangnya alat inventaris sarana
prasarana.
k. Memberikan pelayanan air ke seluruh unit rumah sakit sesuai
kebutuhan selama 24 jam.
l. Mengontrol seluruh penerangan (lampu) di seluruh koridor rumah
sakit.
m. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan shift dinas yang telah disusun
oleh kasubbag.
n. Membersihkan secara rutin unit kerja sarana prasarana setiap minggu.

Uraian Kebijakan Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana

A. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)


1. Kriteria/kualifikasi SDM yang dibutuhkan dalam Sub Bagian Sarana
Prasarana RS. Stella Maris, adalah sebagai berikut :
a. Kualifikasi Pendidikan : STM, STM Jurusan Listrik, SMU
b. Kelulusan : Lulus Psikotest
Lulus Tes Kompetensi
2. Jumlah ketenagaan ditentukan melalui proses analisis kebutuhan SDM
berdasarkan metode beban kerja (Workload Indicator Staff Needs) dan
ditetapkan dalam Pola Ketenagaan RS. Stella Maris Makassar.
3. Evaluasi kinerja SDM dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali berdasarkan
ketentuan DP-III sebagaimana ditetapkan dalam kebijakan SDM di RS. Stella
Maris, yang mengacu pada Pokok-Pokok Kepegawaian Yayasan Ratna
Miriam.
4. Seluruh kebijakan SDM di Sub Bagian Sarana Prasarana didasarkan pada
Pokok-Pokok Kepegawaian Yayasan Ratna Miriam dan Kebijakan Internal
RS. Stella Maris yang diatur dalam PKB.
B. FASILITAS
1. Realisasi kebutuhan fasilitas di Sub Bagian Sarana Prasarana RS. Stella
Maris harus didasarkan pada anggaran yang telah direncanakan setiap
tahunnya. Apabila sangat dibutuhkan, kebutuhan fasilitas yang belum
dianggarkan sebelumnya dapat direalisasikan berdasarkan persetujuan dari
Direksi Rumah Sakit Stella Maris Makassar.
2. Pemeliharaan dilaksanakan secara berkala setiap 3 (tiga) bulan sekali.
3. Evaluasi terhadap kontinuitas pemanfaatan fasilitas di Sarana Prasarana
RS. Stella Maris dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali.
C. ANGGARAN/BIAYA
1. Seluruh kebutuhan operasional Sub Bagian Sarana Prasarana RS. Stella
Maris direncanakan dalam suatu anggaran tahunan RS. Stella Maris.
2. Periode penyusunan anggaran tahunan ditetapkan setiap bulan Juni.
3. Biaya operasional yang timbul terkait aktivitas sub bagian sarana
prasarana merupakan biaya operasional RS. Stella Maris.
D. WAKTU OPERASIONAL
1. Waktu operasional Sub Bagian Sarana Prasarana RS. Stella Maris,
ditetapkan sebagai berikut :
Berlaku 3 (tiga) shift yaitu :
a. Shift pagi : pukul 07.00 – 14.00 Wita.
b. Shift siang : pukul 14.00 – 21.00 Wita.
c. Shift malam : pukul 21.00 – 07.00 Wita.
Ketentuan operasional kerja mulai hari Senin-Minggu berdasarkan
pembagian shift.
2. Absensi kehadiran SDM di Sub Bagian Sarana Prasarana RS. Stella Maris
menggunakan sistem absensi Sidik Jari, sebagaimana telah diberlakukan
di RS. Stella Maris.
3. Keterlambatan kehadiran SDM akan berimplikasi pada penilaian kinerja
dan ketentuan punishment yang diatur oleh RS. Stella Maris.
E. AKTIVITAS
1. Berdasarkan Struktur Organisasi RS. Stella Maris, Sub Bagian Sarana
Prasarana RS. Stella Maris bertanggung jawab kepada Bidang Umum.
2. Dalam menjalankan aktivitasnya, Sub Bagian Sarana Prasarana RS. Stella
Maris harus berkoordinasi dengan setiap unit/bagian terkait pengelolaan
lingkungan RS. Stella Maris.
3. Ruang lingkup aktivitas Sub Bagian Sarana Prasarana RS. Stella Maris
mencakup pemeliharaan alat-alat non medik antara lain :
a. Lift
b. Generator
c. AC
d. Mesin cuci
e. Mesin las
f. Mesin ketam kayu
g. Mesin gurinda
h. Panel listrik
i. Mesin pemotong besi
j. Instalasi listrik dalam gedung
k. Instalasi penyalur petir
4. Jadwal pemeliharaan sub bagian sarana prasarana terhadap alat-alat non
medik sebagai berikut :
Waktu Pelaksanaan
No Komponen 1 3 6 1 3
Harian Mingguan Ket.
Bln Bln Bln Thn Thn
1 Lift x x x x
2 Generator x x x
3 AC x
4 Mesin Cuci x
5 x Setiap
Mesin Las
saat
6 Setiap
Mesin
saat
Ketam
bila
Kayu
perlu
7 Mesin
Gurinda
Listrik
8 Mesin Setiap
Pemotong saat
Besi
9 Panel x
Listrik
10 Inst. Listrik
dalam
gedung
11 Inst. x
Penyalur
Petir

F. MONITORING, PELAPORAN, DAN EVALUASI


4. Proses monitoring, pelaporan, dan evaluasi kegiatan Sub Bagian Sarana
Prasarana RS. Stella Maris dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan.
5. Laporan aktivitas Sub Bagian Sarana Prasarana RS. Stella Maris
dipertanggung jawabkan kepada Direktur RS. Stella Maris dalam bentuk
Laporan Pelaksanaan dan Laporan Evaluasi. Adapun aktivitas sub bagian
sarana prasarana selama tahun 2011 adalah seperti terlampir.
6. Dalam pelaksanaan proses monitoring, Sub Bagian Sarana Prasarana RS.
Stella Maris harus berkoordinasi sebelumnya dengan setiap unit/bagian
terkait.
7. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan akan ditindaklanjuti berdasarkan
pertimbangan /keputusan Bidang Umum ke Direktur RS. Stella Maris.