Anda di halaman 1dari 6

Kompetensi Dasar

3.4 Mendeskripsikan dan menganalisis konsep vektor dan menggunakannya untuk


memecahkan masalah

Indikator Dasar

3.4.1 Memahami definisi vektor

3.4.2 Memahami operasi-operasi pada vektor

Tujuan Pembelajaran

3.4.1.1 Melalui proses mengamati, menanya, dan mengumpulkan


informasi/mencoba siswa dapat mengemukakan definisi vektor.

3.4.2.1 Jika diberikan masalah yang berkaitan dengan operasi penjumlahan,


pengurangan, pada vektor, siswa dapat menyelesaikannya dengan benar.

VEKTOR
A. DEFINISI
Vektor adalah besaran yang mempunyai besar/nilai dan arah.
Secara geometris vektor digambarkan sebagai ruas garis berarah, dengan
panjang ruas garis menyatakan besar vektor dan arah ruas garis menyatakan
arah vektor.
B

Contoh : vektor ⃗⃗⃗⃗⃗


𝐴𝐵

A B

A Panjang ruas garis pada vektor ⃗⃗⃗⃗⃗


𝐴𝐵 yang menyatakan
besar vektor ⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ |
𝐴𝐵 dinotasikan dengan |𝐴𝐵

Titik A disebut titik pangkal dan titik B dinamakan titik ujung atau titik
tangkap vektor.
Sekarang bayangkan vektor berada pada koordinat kartesius.


𝒂

Secara aljabar vektor dapat dinyatakan oleh titik koordinat pada ujung
vektor dalam bentuk matriks.

⃗⃗⃗⃗⃗ 9
𝑂𝐴 = [ ] = 𝑎, sehingga⃗⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐴 dapat juga ditulis dengan 𝑎.
4
⃗⃗⃗⃗⃗ secara phytagoras yaitu |𝑂𝐴
Maka panjang/besar vektor 𝑂𝐴 ⃗⃗⃗⃗⃗ | = √92 + 42 .

Jadi, secara umum untuk menentukan panjang vektor |𝑣| = √𝑣1 2 + 𝑣2 2


(vektor pada dimensi 2) dan |𝑣| = √𝑣1 2 + 𝑣2 2 + 𝑣3 2 (vektor pada dimensi 3 dan
berlaku sama untuk vektor dengan dimensi lebih dari 3).

B. VEKTOR KHUSUS
1. Vektor Nol adalah vektor yang besarnya nol satuan dan arahnya tak
tertentu.
2. Vektor Posisi
Vektor posisi titik A adalah vektor
yang titik pangkalnya berada di titik pusat O
dan titik ujungnya di titik A dilambangkan
dengan ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐴 atau 𝑎 atau 𝑎.

Sembarang vektor 𝐴𝐵⃗⃗⃗⃗⃗ dapat dinyatakan


dalam bentuk hasil pengurangan dari
vektor posisi sebagai berikut : ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = 𝑏 −
𝑎
3. Vektor Basis
Vektor basis adalah vektor yang panjangnya satu satuan dan arahnya
searah dengan sumbu koordinat.
Vektor basis yang searah dengan sumbu x dinamakan vektor 𝑖.
Vektor basis yang searah dengan sumbu y dinamakan vektor 𝑗.
Vektor basis yang searah dengan sumbu z dinamakan vektor 𝑘.

Secara aljabar sebuah vektor dapat dinyatakan dengan salah satu cara,
sebagai berikut:

1. Vektor kolom (matriks kolom)


𝑥𝐴
⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ =
Jika 𝐴(𝑥𝐴 , 𝑦𝐴 , 𝑧𝐴 ) dan 𝐵(𝑥𝐵 , 𝑦𝐵 , 𝑧𝐵 ) maka 𝑂𝐴 = 𝑎 = ( 𝑦𝐴 ) dan 𝑂𝐵
𝑧𝐴
𝑥𝐵 𝑥𝐵 − 𝑥𝐴
𝑏 = ( 𝑦𝐵 ), sehingga : ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = 𝑏 − 𝑎 = ( 𝑦𝐵 − 𝑦𝐴 )
𝑧𝐵 𝑧𝐵 − 𝑧𝐴
2. Vektor baris (matriks baris)
⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑎 = (𝑥𝐴 𝑦𝐴 𝑧𝐴 )
Jika 𝐴(𝑥𝐴 , 𝑦𝐴 , 𝑧𝐴 ) dan 𝐵(𝑥𝐵 , 𝑦𝐵 , 𝑧𝐵 ) maka𝑂𝐴
⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑏 = (𝑥𝐵 𝑦𝐵 𝑧𝐵 ), sehingga 𝐴𝐵
dan 𝑂𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑏 − 𝑎 =
(𝑥𝐵 − 𝑥𝐴 𝑦𝐵 − 𝑦𝐴 𝑧𝐵 − 𝑧𝐴 )
3. Vektor basis

Jika 𝐴(𝑥𝐴 , 𝑦𝐴 , 𝑧𝐴 ) dan 𝐵(𝑥𝐵 , 𝑦𝐵 , 𝑧𝐵 ) maka ⃗⃗⃗⃗⃗


𝑂𝐴 = 𝑎 = 𝑥𝐴 𝑖 + 𝑦𝐴 𝑗 +
⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑏 = 𝑥𝐵 𝑖 + 𝑦𝐵 𝑗 + 𝑧𝐵 𝑘, sehingga :
𝑧𝐴 𝑘 dan 𝑂𝐵

⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑏 − 𝑎 = (𝑥𝐵 − 𝑥𝐴 ) 𝑖 +
𝐴𝐵 ( 𝑦𝐵 − 𝑦𝐴 ) 𝑗 + ( 𝑧𝐵 − 𝑧𝐴 ) 𝑘

Contoh :

Diketahui titik-titik A(10,3,7), B(6,-2,5) dan C(-8,4,1).


a. Nyatakan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐴 = 𝑎 dengan vektor kolom.
⃗⃗⃗⃗⃗ dengan vektor baris.
b. Nyatakan vektor 𝐵𝐶
c. Nyatakan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 dengan vektor basis.

Penyelesaian :

a. Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐴 = 𝑎 dapat dinyatakan dengan vektor kolom : ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑂𝐴 = 𝑎 =
10
(3)
7
⃗⃗⃗⃗⃗ dapat dinyatakan dengan vektor baris : 𝐵𝐶
b. Vektor 𝐵𝐶 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑐 − 𝑏 =
(−8 4 1) − (6 −2 5) = (−14 6 −4)
⃗⃗⃗⃗⃗ dapat dinyatakan dengan vektor basis : 𝐴𝐵
c. Vektor 𝐴𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑏 − 𝑎 =
(6𝑖 − 2𝑗 + 5𝑘) − (10𝑖 + 3𝑗 + 7𝑘) = −4𝑖 − 5𝑗 − 2𝑘

C. MODULUS VEKTOR (PANJANG VEKTOR)


Jika 𝐴(𝑥𝐴 , 𝑦𝐴 , 𝑧𝐴 ) dan 𝐵(𝑥𝐵 , 𝑦𝐵 , 𝑧𝐵 ) maka panjang vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐴 adalah
⃗⃗⃗⃗⃗ | atau |𝑎|, yaitu :
|𝑂𝐴

|𝑎| = √𝑥 2𝐴 + 𝑦 2𝐴 + 𝑧 2𝐴

⃗⃗⃗⃗⃗ | adalah :
Dan panjang vektor |𝐴𝐵

⃗⃗⃗⃗⃗ | = √(𝑥𝐵 − 𝑥𝐴 )2 + (𝑦𝐵 − 𝑦𝐴 )2 + (𝑧𝐵 − 𝑧𝐴 )2


|𝐴𝐵

Contoh :

1. Hitunglah panjang vektor 𝑟 = 14𝑖 + 2𝑗 − 5𝑘.


2. Jika 𝐴(−10, 8, 4) dan 𝐵(−2, 3, −1) hitunglah panjang vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵

Penyelesaian :

1. Panjang vektor 𝑟 = 14𝑖 + 2𝑗 − 5𝑘 adalah : |𝑟| = √142 + 22 + (−5)2


= √169 + 4 + 25
= √225 = 15
2. Jika 𝐴(−10, 8, 4) dan 𝐵(−2, 3, −1) maka panjang vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 adalah :
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √(−2 − 10)2 + (3 − 8)2 + (−1 − 4)2
|𝐴𝐵
= √82 + (−5)2 + (−5)2
= √64 + 25 + 25 = √144
D. OPERASI VEKTOR
1. Perkalian Vektor dengan Bilangan Real
Diketahui vektor 𝑎 dan 𝑘 ∈ 𝑅.
Secara geometris vektor 𝑘 𝑎 adalah vektor yang panjangnya 𝑘 kali
panjang vektor 𝑎 dan arahnya searah dengan vektor 𝑎.
𝑥𝐴 𝑥𝐴 𝑘𝑥𝐴
𝑦 𝑦
Secara aljabar, jika 𝑎 = ( 𝐴 ) maka : 𝑘 𝑎 = 𝑘 ( 𝐴 ) = (𝑘𝑦𝐴 ).
𝑧𝐴 𝑧𝐴 𝑘𝑧𝐴

Contoh :
−7 −7 6 × −7 42
a. Jika 𝑎 = ( 3 ) maka 6𝑎 = 6 ( 3 ) = ( 6 × 3 ) = (18)
12 12 6 × 12 72
b. Jika 𝑏 = 8𝑖 − 4𝑗 − 2𝑘, maka −2𝑏 = −2 (8𝑖 − 4𝑗 − 2𝑘) =
−16𝑖 + 8𝑗 + 4𝑘

2. Penjumlahan Vektor
Diketahui vektor 𝑎 dan 𝑏.
Secara geometris vektor 𝑎 dan 𝑏 dapat dijumlahkan dengan cara sebagai
berikut :

𝑥𝐴 𝑥𝐵
Jika 𝑎 = (𝑦𝐴 ) dan 𝑏 = (𝑦𝐵 ).
𝑧𝐴 𝑧𝐵

Secara aljabar hasil penjumlahan antara vektor 𝑎 dan 𝑏, adalah :

𝑥𝐴 𝑥𝐵 𝑥𝐴 + 𝑥𝐵
𝑦 𝑦
𝑎 + 𝑏 = ( 𝐴 ) + ( 𝐵 ) = ( 𝐴 + 𝑦𝐵 )
𝑦
𝑧𝐴 𝑧𝐵 𝑧𝐴 + 𝑧𝐵

Contoh:

Diketahui titik-titik 𝐴(12, −3, −6), 𝐵(8, 6, −10), dan 𝐶(−3, −9, 14).
⃗⃗⃗⃗⃗ + 𝐶𝐵
Hitunglah : 𝐴𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ + 3𝐴𝐶
⃗⃗⃗⃗⃗ .

Penyelesaian:

⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ + 3𝐴𝐶


𝐴𝐵 + 𝐶𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ = (𝑏 − 𝑎) + (𝑏 − 𝑐) + 3(𝑐 − 𝑎)

= −4𝑎 + 2𝑏 + 2𝑐

12 8 −3 −38
= −4 (−3) + 2 ( 6 ) + 2 (−9) = ( 6 )
−6 −10 14 32

3. Pengurangan vektor
Diketahui vektor 𝑎 dan 𝑏. Pengurangan vektor 𝑎 − 𝑏 dapat dinyatakan
dalam bentuk penjumlahan vektor 𝑎 + (−𝑏 ), dengan vektor −𝑏 adalah
vektor yang panjangnya sama dengan vektor 𝑏 dan arahnya berlawanan
dengan vektor 𝑏.
Contoh :

𝑥𝐴 𝑥𝐵
Jika 𝑎 = (𝑦𝐴 ) dan 𝑏 = (𝑦𝐵 ). Secara aljabar hasil pengurangan 𝑎 − 𝑏,
𝑧𝐴 𝑧𝐵
adalah :
𝑥𝐴 𝑥𝐵 𝑥𝐴 − 𝑥𝐵
𝑎 − 𝑏 = ( 𝐴 ) − ( 𝐵 ) = ( 𝐴 − 𝑦𝐵 )
𝑦 𝑦 𝑦
𝑧𝐴 𝑧𝐵 𝑧𝐴 − 𝑧𝐵

Contoh:

Diketahui titik-titik 𝐾 = (9,4,3), 𝐿 = (16, −5, −10) dan 𝑀 =


(80,20, −12). Hitunglah : 𝑀𝐿 − 𝐾𝐿!

9 8
𝑀𝐿 − 𝐾𝐿 = (𝑙 − 𝑚) − (𝑙 − 𝑘) = (𝑘 − 𝑚) = (4) − ( 20 ) =
3 −12
1
(−16)
15