Anda di halaman 1dari 3

Berikut ini adalah pengertian mobilitas sosial yang dikemukakan oleh beberapa ahli

sosiologi:

 Menurut Soerjono Soekanto: mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur
sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.
 Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack: mobilitas sosial adalah suatu
mobilitas dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi
suatu kelompok sosial.
 Menurut William Kornblum: mobilitas sosial adalah perpindahan individu-
individu, keluarga-keluarga dan kelompok sosialnya dan satu lapisan ke lapisan sosial
lainnya.
 Menurut H.EdwardRansford: Mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke
bawah dalam lingkungan sosial secara hirarki.
 Menurut Robert M.Z. Lawang: mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari
lapisan yang satu ke lapisan yang lain atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya.
 Menurut Horton dan Hunt: mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari
suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya.

Berdasarkan tipenya, jenis-jenis mobilitas sosial terbagi menjadi:

 Mobilitas sosial vertikal: Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan status


yang dialami seseorang atau sekelompok pada lapisan sosial yang berbeda.
 Mobilitas sosial horizontal: Mobilitas sosial horizontal adalah perpidahan status
sosial seseorang atau kelompok dalam lapisan sosial yang sederajat. Disini tidak
terjadi perubahan derajat kedudukan seseorang atau sekelompok orang.
 Mobilitas sosial lateral: Mobilitas sosial lateral adalah perpindahan orang-orang dari
unit wilayah satu ke unit wilayah lainnya. Mobilitas sosial ini disebut juga mobilitas
geografis.

Sumber data demografi


Sumber Data Demografi Sumber data demografi terdiri dari : 1 Sensus penduduk 2 Registrasi
penduduk 3 Survei penduduk Masing masing mempunyai kekurangan dan kelebihan : metode
pengumpulan, validitas, reliabilitas, cakupan data, landasan hukum, perilaku masyarakat,
pelaksana. 1. Sensus penduduk Definisi : Sensus Penduduk sebagai keseluruhan proses
pencacahan (collecting), pengumpulan ( compilling),penyusunan( tabulation), dan penerbitan
(publishing) data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua orang, padawaktu
tertentu di suatu negara atau suatu wilayah tertentu (PBB, 1958). Sejarah Sensus Penduduk
Sensus Penduduk (Cacah Jiwa Jiwa) kali ) pertama-pertama dilakukan dilakukan di Babilonia
4000 tahun SM, di Mesir 2500 BC & di Cina 3000 BC. Pada abad ke 16 dan dan17 17 sensus
penduduk juga pernah dilakukan di Italia, Sisilia dan Spanyol. Tujuan Sensus saat itu untuk
tujuan militer, pemungutan pajak dan perluasan teritorial kerajaan. Sensus secara modern
dilaksanakan di Quebec tahun 1666, di Swedia tahun 1749, di Amerika Serikat sensus mulai
dilakukan tahun 1790 & di Inggris tahun 1801 yang diikuti oleh masing-masing negara
jajahannya. Di Indonesia, Raffles melakukan sensus pada tahun 1815, selanjutnya tahun 1920,
1930. Di Jawa, sensus dilakukan secara de facto sedang di luar Jawa secara de jure. Sejak
merdeka sampai tahun 2000 Indonesia telah melakukan sensus pada tahun 1961, 1971, 1980,
1990 dan tahun 2000. Sensus di Indonesia Tanggal 31 Maret 1961 - 31 Oktober 1961 = Hari
Sensus. tahun 1970 baru dapat dilaksanakan pada tahun 1971 krn : Kesulitan dana & persiapan
pelaksanaan. Sensus tahun 1980, dilakukan2 tahap.Tanggal 20 Sept - 30 Okt 1980 =
Pencacahan sensus lengkap Tanggal 6 - 31 Okt 1980 = pencacahan sensus sampel Sensus tahun
1990 dilaksanakan 2 tahap pada bulan Sept-Okt. Sedangkan tahun 2000 hanya dilaksanakan
sensus lengkap pada tanggal 30 Juni 2000 & untuk selanjutnya juga dilaksanakan sama pada
hari H Sensus Penduduk adalah : Proses keseluruhan dari pengumpulan, pengolahan, penyajian,
dan penilaian data penduduk yang menyangkut ciri-ciri demografi, , sosial ekonom, dan
lingkungan hidup. Karakter pelaksanaan Sensus : * Bersifat Individual, yang berarti informasi
data dikumpulkan dari individu baik sebagai anggota rumah tangga atau pun anggota
masyarakat. * Bersifat Universal, pencacahan menyeluruh. * Pencacahan diselenggarakan
serentak. * Sensus dilaksanakan secara periodik pada tiap tahun yang berakhiran angka nol (0).
Informasi Kependudukan yang diperoleh dalam sensus * Geografi dan migrasi penduduk *
Rumah tangga * Karakter social dan demografi * Kelahiran dan kematian * Karakteristik
pendidikan * Karakteristik ekonomi Topik minimal dalam pertanyaan sensus penduduk Geografi
&Migrasi Penduduk: * Tempat lahir * Lama tinggal didaerah seberang * Tempat tinggal beberapa
tahun lalu * Rumah Tangga * Hubungan anggota dengan kepala keluarga Karakter social &
Demografi: * Jenis kelamin * Umur * Status perkawinan * Kewarganegaraan * Agama * Bahasa
* Suku etnik (kebangsaan) Fertilitas& Murtalitas: * Anak lahir hidup * Anak masih hidup * Umur
waktu kawin * Lama kawin * Jumlah anak lahir hidup 12 bulan sebelum sensus * Jumlah bayi
mati 12 bulan sebelum sensus * Yatim karena kematian ibu. Karakter Pendidikan: * Tingkat
pendidikan * Melek huruf * School attendance * Educational qualification KarakterEkonomi: *
Aktifitas ekonomi * Kedudukan dlm aktifitas * Industri * Status pekerja * Jam kerja *
Pendapatan * Aktifitas menurut sektor Cencus Error (Kesalahan Sensus Sensus) (Yaukey, 1990)
1. Kesalahan cakupan (error of coverage) : Kesalahan Dimana Tidak semua penduduk tercacah &
ada yang tercacah dua kali 2. Kesalahan isi pelaporan (error of content) : Kesalahan pelaporan
dari responden, atau Ketidakjujuran responden dalam mengisi Blangko pertanyaan sensus 3.
Kesalahan ketepatan laporan (estimating error) :Kesalahan pencatatan data penduduk yang
menyebabkan kesulitananalisanya. Hal ini Terjadi dari petugas atau pelapor data. Tahapan
sensus di Indonesia 1. Pemerintah memberi mandat pada Badan pusat Statistik untuk
melakukan sensus, lalu BPS menyiapkan draft pertanyaan. 2. Melatih petugas sensus untuk
mendapatkan data sensus dengan draft yang nanti dibawa. 3. Membagi wilayah dalam wilayah
pencacahan (wilcah). 4. Wilcah dibedakan antara wilcah pedesaan dan wilcah perkotaan. 5.
Pencacahan dilaksanakan dengan system aktif (mendatangi RT dg membawa draft pertanyaan
sensus) pada hari “H” (tanggal 30 Juni). 6. Juga melaksanakan PODES (pencacahan potensi desa)
& pemetaan desa. 7. Hasil sensus diolah oleh BPS dan diumumkan.. 8. Juga dilakukan sensus
khusus berdasar sampel, misal : sensus pertanian, sensus industri, survey angkatan kerja
nasional, dll. Konsep yang dipergunakan dalam sensus 1. Penduduk yang dicacah 2. Blok sensus
3. Klasifikasi daerah perkotaan atau pedesaan 4. Bangunan 5. Rumah tangga 6. Orang yang
tinggal di asrama 7. Orang yang tinggal di LP 8. Indekost 9. Anggota rumah tangga Keunggulan
* Dianggap paling akurat * Lengkap cakupannya * Terbebas dari pengaruh kesalahan sampel
(sampling error) * Dapat digunakan sebagai dasar perencanaan * Dapat digunakan sebagai
sampling frame untuk survai lain. Kelemahan * Biaya sangat mahal (menyeluruh) * Sensus
penduduk periode 10 tahunan, kemungkinan setelah beberapa tahun sudah banyak perubahan;
kelemahan umur, tanggal.pernikahan, kapan melahirkan * Sering terjadi content error,
kesalahan dalam pencacahan dan jawaban responden * Kemungkinan tidak semua tercacah. 2.
Registrasi Penduduk Adalah suatu kegiatan pencatatan mengenai kelahiran hidup, kelahiran mati,
kematian, perkawinan, perceraian, adopsi, termasuk pengakuan pengesahan, pembatasan, dan
pemisahan yang dilakukan secara terus-menerus dan kerkesinambungan ( PBB 1955) Istilah
Registrasi digunakan karena registrasi ini berfokus pada kejadian sejak orang lahir dan menjadi
anggota suatu komunitas, sampai meninggal, serta semua perubahan status yang dialami antara
keduanya seperti menikah dan bercerai. Sejarah Tahun 1815 Raffles telah melakukan pendataan
penduduk tentang nama, umur, pekerjaan , catatan kematian , kelahiran , & perkawinan serta
ciri ciri demografis lainnya. Tahun 1850 Gubernur Jenderal Merkus menugaskan P. Bleeker untuk
meninjau data penduduk pada seluruh karesidenan di Jawa , dan ini diterbitkan tahun 1870.
Tahun 1880 Belanda memberlakukan pelaporan penduduk dengan sistem kartu mingguan. Dan
setelah Jepang menduduki Indonesia(1942 1945), sistem ini diganti dg sistem Registrasi Vital
yaitu registrasi yang menyangkut kelahiran, kematian, kematian janin, abortus , perkawinan &
perceraian, Hal ini dilanjuntukan sampai pasca kemerdekaan , sampai dilakukan Proyek Sampel
Registasi Penduduk (SRPI) yang dilakukan oleh BPS, BKKBN, Depadaagri , & Depkes . Tahun
2003 diadakan penataan adiministrasi kependudukan oleh Dirjen Administrasi Kependudukan
Depadaagri untk memberikan identitas pada tiap penduduk. Registrasi Penduduk adalah proses
pencatatan penduduk yang dilakukan secara mandiri oleh warga ketika terjadi perubahan
perubahan-perubahan jumlah penduduk. Ini dilakukan oleh Depadaagri melalui kantor desa
setempat. Permasalahan yang muncul akibat sistem pencatatan ini : 1. Seorang bayi yang mati
setelah lahir, harusnya dilaporkan sebagai proses kelahiran & kematian, namun hal ini biasanya
tidak dilaporkan 2. Terlambatnya pelaporan kelahiran 3. Jauhnya jarak kantor desa dengan
rumah warga 4. Kelahiran akibat kehamilan diluar nikah nikah, tdk dilaporkan karena dianggap
aib. Kelemahan * Pendaftaran penduduk de jure. * Informasi yang disajikan sedikit * sangat
tergantung sistem, petugas, kesadaran masyarakat * kelengkapan dan kecermatan data
tergantung konsistensi dan kontinyuitas pencatatan 3. Survei Penduduk Adalah proses
pencacatan informasi tentang penduduk berdasarkan kekhususan bidang kajian secara lebih luas
dan mendalam . Istilah “ survei “ umumnya digunakan oleh para peneliti sosial, untuk
memperoleh data yang lebih rinci dan spesifik : tentang perilaku penduduk, sikap, kepercayaan,
pendapat, karakteristik, pengetahuan dan harapan responden. Survai yang cakupannya nasional
(seperti sensus) dalam hal tahapannya, dan keterangan yang dikumpulkan : SUPAS (survey
penduduk antar sensus), SDKI (survey demografi kesehatan Indonesia), SAKERNAS (survey
tenaga kerja nasional), SUSENAS (survey social ekonomi nasional) . Supas (Survai penduduk
antar sensus (SUPAS), merupakan suatu kegiatan yang saling mengisi atau melengkapi. Dikenal
sensus sampel, biasanya 5‐ 10% dari penduduk/rumah tangga. Informasi yang dikumpulkan
lebih rinci seperti : jumlah anak, peristiwa kematian, kegiatan ekonomi, bidang pekerjaan dll.
Tiga Hal Utama Beda Sensus Dan Survei 1. Cakupan penduduk yang dicacah, sensus seluruh,
survai hanya mencacah sebagian penduduk ( sampel ) 2. Fleksibilitas pelaksanaan, sensus
secara periodik, survai kapan saja dapat dilaksanakan. 3. Topik/aspek yang dikumpulkan, sensus
pada data demografi, sosial ekonomi secara global, survai dapat dilakukan dengan topik topik
yang lebih beragam, spesifik, rinci sesuai kebutuhan. Keuntungan : * Menghemat biaya *
Mempercepat hasil survei ; pengumpulan dan pengolahan data lebih cepat * Cakupan variabel
lebih luas * Akurasi lebih tinggi * Pengawasan lebih mudah dilakukan Kelemahan : * Tidak dapat
menyajikan wilayah kecil * Sulit untuk menyajikan variabel yang kejadiannya kecil dalam
populasi * Memerlukan kerangka sampel * Sulit untuk mengetahui trend data