Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL WIRAUSAHA KEBIDANAN

“KLINIK TUMBANG”

Disusun Oleh :

ELSA OKTAVIAN
NPM.153018148

POLITEKNIK KARYA HUSADA


JAKARTA
2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hasil interaksi antara
faktor genetik, herediter, konstitusi dengan faktor lingkungan baik lingkungan
prenatal maupun post natal. Faktor lingkungan ini yang akan memberikan
segala macam kebutuhan yang merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan
oleh anak untuk tumbuh dan berkembang (Tanuwijaya, 2002).
Kebutuhan dasar awal untuk tumbuh kembang yaitu asuh, asih dan
asah. Stimulasi merupakan bagian dari kebutuhan dasar anak yaitu asah.
Dalam perkembangan anak terdapat masa kritis, dimana diperlukan
rangsangan/stimulasi yang berguna agar potensi berkembang. Anak yang
memperoleh stimulasi terarah akan lebih cepat berkembang dibanding dengan
anak yang kurang mendapat stimulus. Dengan mengasah kemampuan anak
secara terus menerus, kemampuan anak semakin meningkat. (Nursalam, 2005)
Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan pra sekolah
adalah cakupan anak umur 1-6 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh
kembangnya sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan dan
perawat).
Di Provinsi Jawa Barat cakupan DDTK anak balita dan pra sekolah
belum mencapai target yang diharapkan terlihat data pada tahun 2009 cakupan
DDTK anak balita dan pra sekolah sebesar 35,66%. Hasil cakupan di tahun
2010 sebesar 44,76% meningkat bila dibandingkan dengan cakupan tahun
2009. Cakupan tersebut masih jauh dibawah target tahun 2008 sebesar 75%.
(Profil Kesehatan Jawa Barat, 2010).
Di Jakarta, angka cakupan pelayanan kesehatan bayi dan balita
mencapai 48, 53 % (Profil Kesehatan Jawa Barat 2011). Angka tersebut
tertinggal cukup jauh dari kota kota lain yang ada di Jawa Barat.
Pelayanan deteksi dini tumbuh kembang pada anak balita dan anak pra
sekolah sejak dini akan merangsang perkembangan anak dikemudian hari dan
dapat mendeteksi anak jika terdapat penyimpangan. Indikator keberhasilan
tahun 2010 diharapkan 90% dari balita dan anak pra sekolah terjangkau oleh
kegiatan stimulasi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang.
Sehingga diharapkan para ibu memberikan stimulus perkembangan bagi
anaknya dan datang ke tenaga kesehatan yang terdekat untuk mendeteksi dini
tumbuh kembang anaknya (Pusponegoero, 2006)
Berdasarkan penelitian Henny P (2008), rendahnya cakupan DDTK
disebabkan karena belum optimalnya kerjasama lintas program dan masih
rendahnya peran pihak – pihak terkait (kader, orang tua, tokoh masyarakat,
guru TK, dan petugas kesehatan lain) yang seharusnya ikut bertanggung jawab
atas pelaksanaan program DDTK. Pemerintah daerah mengambil kebijakan
dengan melaksanakan pelatihan pemeriksaan DDTK, penyediaan APE ( Alat
Permainan Edukatif ), dan melampirkan KKA ( Kartu Kembang Anak ) di
buku KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak ) sebagai upaya meningkatkan
pengetahuan ibu dan keluarga tentang stimulasi dan deteksi dini tumbuh
kembang anak. Keberhasilan pelaksanaan program DDTK harus didukung
oleh beberapa komponen tidak hanya dengan ditetapkannya kebijakan yang
mendukung program baik dari segi strategi pencapaian program dan
pendanaan, harus didukung pula oleh kesadaran semua pihak dan semua
sektor yang terkait sesuai dengan ketentuan pemerintah yang berlaku. Salah
satu faktor yang penting adalah kesadaran, kemauan dan kebutuhan
masyarakat akan upaya peningkatan derajat kesehatan yang dilakukan sedini
mungkin sejak anak masih dalam kandungan.

B. Tujuan
1. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam deteksi dini tumbuh kembang
anak balita dan anak pra sekolah (peserta)
2. Mengoptimalkan tumbuh kembang anak balita dan anak pra sekolah
(peserta).
C. Visi dan Misi
1. Visi
a. Meningkatkan cakupan deteksi dini tumbuh kembang pada balita dan
anak pra sekolah.
b. Meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang
baik fisik, mental, emosional maupun sosial serta memiliki intelegensi
majemuk sesuai dengan potensi genetiknya.
2. Misi
a. Memberikan konseling dan penyuluhan yang mendalam tentang
tumbuh kembang anak balita dan pra sekolah (peserta)
b. Melakukan screening tumbuh kembang pada peserta sesuai umur
c. Memonitor secara berkesinambungan tumbuh kembang peserta
d. Melakukan pengukuran tingkat intelligence quotient (IQ)dan konseling
peningkatan IQ anak
e. Memberikan stimulasi perkembangan anak balita dan prasekolah.
f. Menemukan dan melakukan penanganan serta rujukan segera terhadap
setiap gangguan dan keterlambatan tumbuh kembang peserta.
BAB II
RENCANA PEMASARAN

1. Ruang Lingkup Rencana Pemasaran


2. Rencana pelayanan jasa yang akan dilakukan yaitu ada beberapa paket, yang
isinya antara lain ialah jasa pengukuran tumbuh kembang anak usia 3-72 bulan
dengan menggunakan tes KPSP, tes IQ minat dan bakat, deteksi dini
keterlambatan perkembangan pada anak, deteksi dini- terapi autism, terapi
mengatasi kesulitan belajar pada anak,dan terapi kestabilan emosi ( EQ).
3. Rencana pelayanan jasa ini akan dilaksanakan setiap hari Senin-Jumat pukul
09.00-17.00 WIB dan hari Sabtu-Minggu pukul 08.00-19.00 WIB.
4. Rencana pelayanan jasa ini akan dilaksanakan di Jalan Panembahan Senopati
No.50, Jurangombo, Magelang. Pemilihan tempat didasarkan pada
pertimbangan :
a. Banyaknya perumahan penduduk menengah ke atas di kawasan tersebut.
b. Belum adanya klinik bidan atau dokter yang memberikan pelayanan
tentang Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak.
c. Tersedia Posyandu dan Puskesmas namun belum meberikan pelayanan
tentang perkembangan anak.
d. Masih rendahnya pelayanan kesehatan anak di Kota Magelang yang hanya
mencapai 48, 53 %, yang salah satunya ialah pelayanan untuk pemantauan
perkembangan anak.
5. Rencana pemasaran pelayanan jasa ini akan dilakukan oleh tim bidan dan
bekerja sama dengan dokter spesialis anak/ psikolog anak.
6. Konsep AIDA+S
a. Attention
Dalam attention ini seorang pemasar haruslah mampu membuat sebuah
media informasi agar mengandung daya tarik bagi konsumen.Membuat
suatu pernyataan yang mengungkap perhatian orang, membuat kata atau
gambar yang powerful yang bisa menarik perhatian hingga orang berhenti
dan memperhatikan isi pesan berikutnya.
Dalam usaha untuk menerapkan attention yaitu dengan menggunakan
plang berukuran kurang lebih 2×1 m.
1) Tampilan plang yang berisi nama lembaga, info jasa, jenis layanan,
dan pemberi layanan tersebut dibuat semenarik mungkin agar orang
tertarik untuk mengunjungi tempat pelayanan jasa yang akan
dilaksanakan.
2) Di mulai dari penggunaan warna yang beragam warna warni agar
menarik pandangan anak pula.
3) Nama lembaga yang cukup mengundang perhatian, yaitu “ Klikik
Power Ranger” lengkap beserta dengan gambar icon dari Power
Ranger itu sendiri. Filosofi dari Power Ranger ini dikarenakan icon
pahlawan tersebut identic dengan kata “ berubah”, sehingga dari
situlah pendiri layanan jasa bermaksud agar setiap pelayanan yang
diberikan di klinik tersebut dapat membuat anak menjadi berubah.
Berubah menjadi lebih aktif, sehat, dan optimal dalam perkembangan
sesuai usianya.
4) Barulah kita cantumkan pelayanan apa saja yang ada di klinik tersebut.
Termasuk petugas yang bertugas menanganinya.
Misalkan : Terapi Autis oleh dr. Arso Utomo Sp, N
Bangunan dan pengecatan gedung haruslah yang menarik siapa saja
yang lewat di depan klinik. Misalkan bangunan rumah yang mirip
terowongan, atau kebun, dan sebagainya.
b. Interest
Interest adalah langkah setelah seorang penyedia layanan mampu untuk
membuat sebuah media informasi tersebut agar dapat mengandung daya
tarik bagi konsumen, seorang penyedia layanan haruslah memikirkan
sebuah media informasi agar dapat mengandung minat bagi calon
pelanggan atau konsumennya tersebut.media informasi yang buruk
melalaikan dalam melakukan tahapan ini, ditahap inilah sebenarnya target
atau konsumen bersedia memberikan waktunya untuk membaca pesan dari
penyedia layanan lebih detail.Bangun minat pembaca dengan memberikan
janji solusi atas masalah atau harapan mereka.
Cara yang baik adalah dengan menjelaskan dengan sejelasnya manfaat
tersebut untuk meningkatkan interst. Assael (2002:60) menjelaskan
mengenai Interest yaitu munculnya ketertarikan konsumen terhadap objek
yang dikenalkan oleh suatu penyedia layanan.Dari rasa ketertarikan itu
akan membuat orang akan datang untuk menikmati jasa pelayanan yang
akan dilaksanakan.
Interest pada jasa Klinik Power Ranger ini adalah
1) Setelah klien nantinya datang, akan disambut dengan petugas
resepsionis yang ramah, murah senyuman, dan memberikan informasi
mengenai jasa apa yang ditawarkan.
2) Penjelasan mengenai jasa yang ditawarkan juga melalui media gambar
pelayanan yang difigura rapi terpajang di dinding. Sehingga dapat
membantu klien dalam memilih pelayanan yang akan dikehendakinya.
3) Diperkirakan banyak orang tertarik yang datang dengan membawa
anak kecil, sehingga setiap petugas yang bekerja di Klinik Power
Ranger, akan mengenakan seragam dengan accessories Pin Power
Ranger di dadanya.
4) Di dekat pintu masuk bagian dalam, akan ada sebuah mascot yang
menjadi sebuah ciri khas dari pada Klinik Power Ranger ini.
c. Desire
Selanjutnya langkah yang harus dilakukan oleh seorang penyedia
pelayanan ialah memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki,
dimana dalam tahapan ini penyedia pelayanan haruslah jeli atau pintar
membaca target atau konsumen dalam tahapan ini.Langkah ini untuk
membuktikan bahwa seorang penyedia pelayanan mampu memberikan
solusi yang tepat dalam melakukan sebuah keputusan bagi konsumen.
Dalam tahap ini khalayak telah mempunyai motivasi untuk
menikmati pelayanan jasa.Sampai pada tahap ini, seorang penyedia
pelayanan telah berhasil menciptakan kebutuhan calon
konsumen.Sejumlah calon konsumen sudah mulai goyah dan emosinya
mulai tersentuh.Namun demikian timbul perlawanan dalam diri calon
konsumen berupa keraguan, benarkah pelayanan jasa yang bersangkutan
memberikan sesuatu seperti yang dijanjikan iklannya. Setelah mengetahui
jasa pelayanan sesuai dengan harapan konsumen, konsumen mempunyai
minat datang kembali ke pelayanan jasa yang dilakukan, terutama dengan
harga yang terjangkau.
1) Guna meningkatkan kepercayaan klien pada Klinik, maka dipajanglah
sertifikat / piagam tentang kemampuan petugas klinik dalam pelayanan
yang diberikan. Sehingga masyarakat menganggap bahwa pelayanan
yang diberikan tidaklah sembarangan karena telah memenuhi standard
an ketentuan yang ada.
2) Pada ruang tunggu, disediakan leaflet, brosur ataupun gambar
himbauan yang terfigura dan menarik tentang pentingnya mengukur
tumbuh kembang anak.
d. Action
Dalam tahapan yang paling pusat ini seorang penyedia pelayanan
haruslah sudah mengarah pada tindakan untuk memuaskan. Dalam tahapan
action ini menjelaskan langkah apa yangdilakukan oleh seorang penyedia
pelayanan dalam menginginkan untuk konsumen melakukan keputusan
untuk menikmati pelayanan jasa.
Petugas resepsionis dapat menawarkan kepada klien untuk memilih
pilihan paket paket layanan. Petugas juga dapat menyodorkan leaflet yang
mempermudah klien dalam memilih layanan.
e. Satisfaction
Konsumen akan menentukan apakah puas atau tidak dengan
pelayanan jasa yang dibeli, apabila puas akan kembali lagi ke stand
pelayanan jasa. Sehingga pada pelayan jasa di sini, petugas harus
maksimal dalam memberikan pelayanan dan secara paripurna sehingga
klien akan lebih puas dan akan kembali ke klinik Power Ranger.
a. Komponen Marketing Concept
Sasaran utama Marketing ialah kepuasan konsumen. Untuk mencapai
sasaran tersebut, ada tiga komponen yang penting yaitu customerneeds
and wants, organizationally integrated marketing strategy, andGoal
Achiement(Bygrave, 1994:68).
1) Customerneeds and wants
Untuk mencapai kepuasan konsumen maka produksi dan
pengembangan pelayanan jasa disesuaikan dengan kebutuhan dan
keinginan konsumen, sehingga konsumen dapat puas dan kembali
mengikuti pelayanan jasa yang diselenggarakan.
Pada usaha jasa ini, pelayanan yang diberikan melihat dari
kebutuhan klien, yaitu pemantauan tumbuh kembang anak secara
intensif dari bulan ke bulan. Sehingga pelayanan dalam salah satu
paket yang ditawarkan, menggunakan prinsip “customer is king”.
Misalnya saja dengan terus mengeksplor dan merangsang
kemampuan anak saat pemantauan KPSP.
2) Organizationally integrated marketing strategy
Dalam mencapai kepuasan maka perlu dilakukan strategi
pemasaran yang dapat menarik konsumen untuk datang kembali.
Pada usaha jasa klinik ini, dapat dilakukan semacam pelatihan /
training tentang pemantauan tumbuh kembang anak terhadap
petugas klinik secara rutin guna meningkatkan bekal kemampuan
petugas dalam melayani klien.
3) Goal Achiement
Dalam mencapai kepuasan konsumen dibutuhkan sebuah tujuan
atau targetdalam pelayanan jasa. Pada klinik ini diharapkan dalam
6 bulan pertama, pemasukan yang didapatkan dapat menutup /
mengembalikan modal awal. Sehingga 6 bulan berikut, dapat
secara jelas dilihat tingkat keuntungan yang didapatkan. Ke
depannya, klinik juga harus berusaha meningkatkan dan
mengembangkan pelayanan sehingga dapat diakui oleh masyarakat
dan harus dapat meraih gelar penghargaan menjadi salah satu
Klinik Terbaik dan Berkualitas dalam Pelayanannya.
b. Strategi Pemasaran
Pemasaran yang akan dilakukan baik secara langsung maupun tidak
langsung.
1) Face to face
Pada awal tahap promosi yang kami lakukan promosi dari mulut ke
mulut ( face to face). Disini kami memanfaatkan kemampuan
untuk berinteraksi dengan orang lain agar mau datang pada
pelayanan jasa yang akan di selenggarakan. Selain itu kami juga
akan meminta bantuan teman – teman untuk menyebarkan tentang
usaha yang kami jalankan.
2) Media Elektronik
Dengan menggunakan media elektronik seperti radiountuk
memasarkan produk jasa tentang ialah jasa pengukuran tumbuh
kembang anak usia 3-72 bulan dengan menggunakan tes KPSP ,
tes IQ minat dan bakat, deteksi dini keterlambatan perkembangan
pada anak, deteksi dini- terapi autism, terapi mengatasi kesulitan
belajar pada anak,dan terapi kestabilan emosi ( EQ).
3) Media internet
Banyaknya situs situs web yang dapat memasarkan barang maupun
jasa secara online memudahkan pemasaran Klinik Power Ranger
ini. Tentunya harus disertakan mengenai info tentang Jasa Klinik
itu sendiri. Sehingga siapapun orang yang membaca maka akan
tertarik dan penasaran untuk mendatangi klinik.
4) Leaflet
Leaflet digunakan sebagai media pemasaran pelayanan jasa dalam
yang akan disebarluaskan ke beberapa tempat, yaitu :
a) Sekolah PAUD , TK, dan SD
b) Posyandu Balita
c) Berberapa desa di sekitar wilayah klinik
MARKETING MIX (BAURAN PASAR)
1. Jasa
Pelayanan yang akan dilakukan yaitu berupa pelayanan jasa konseling
pentingnya pemeriksaan tumbang dan persetujuan tindakan, penimbangan
berat badan anak, pengukuran tinnggi badan anak, pengukuran LK,LD dan
LILA anak, pengukuran tumbuh kembang anak usia 3-72 bulan dengan
menggunakan tes KPSP , tes IQ minat dan bakat, deteksi dini keterlambatan
perkembangan pada anak, terapi mengatasi kesulitan belajar pada anak, terapi
psikologi – kestabilan emosi ( EQ), deteksi dini- terapi autism.
2. Price (harga)
Pada dasarnya, harga tiap jasa yang diberikan ialah sebagai berikut :
Nama Jasa Tarif
Konseling Gratis :*
KPSP Rp 35.000
Tes IQ Minat Bakat Rp 25.000
Terapi Psikologi – EQ Rp 40.000
Deteksi – Terapi Autism Rp 80.000

Biaya daripelayanan jasa yang dilakukan terbagi menjadi beberapa paket


layanan yaitu :
PAKET LAYANAN JASA HARGA
Konseling
Power Hijau Pemeriksaan Tumbang Rp 35.000,00
KPSP
Konseling
Pemeriksaan Tumbang
Power Biru Rp 60.000,00
KPSP
Tes IQ – Minat Bakat
Power Kuning Konseling Rp 75.000,00
Pemeriksaan Tumbang
KPSP
Terapi Psikologi – EQ
Konseling
Power Merah Pemeriksaan Tumbang Rp. 80.000,00
Deteksi – terapi autism

3. Place (tempat)
Pelayanan Jasa akan dilakasanakan di Jalan Panembahan Senopati No.50,
Jurangombo, Magelang. Pemilihan tempat didasarkan pada pertimbangan :
a. Banyaknya perumahan penduduk menengah ke atas di kawasan tersebut.
b. Belum adanya klinik bidan atau dokter yang memberikan
pelayanantentang Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak.
c. Tersedia Posyandu dan Puskesmas namun belum meberikan pelayanan
tentang perkembangan anak.
d. Masih rendahnya pelayanan kesehatan anak di Kota Magelang yang hanya
mencapai 48, 53 %, yang salah satunya ialah pelayanan untuk pemantauan
perkembangan anak.

4. Promotion (promosi)
Dalam melakukan promosi pelayanan jasa ini dengan menggunakan plang,
leaflet, melalui face to face kepada orang tua yang memiliki anak balita dan
promosi melalui media elektronik seperti radio dan internet.
a. Pengembangan Pelayanan Jasa
Apabila dari pelayanan jasa yang ditawarkan mendapat respon positif dari
masyarakat maka akan diciptakan inovasi-inovasi lain yang akan
memberikan pilihan yang beragam bagi konsumen. Inovasi yang bisa
dikembangkan misalnya bekerja sama dengan dokter spesialis dan
psikolog untuk membuka kelas terapi untuk anak-anak autism 2x/minggu,
sehingga bukan hanya terapi individu tetapi juga ada dengan kelasnya.
Dalam perkembangan kedepan mungkin akan banyak tantangab yang
dihadapi. Seperti akan adanya pihak swasta lain yang juga meniru
membuka jasa Klinik seperti Klinik Power Ranger.
b. Market Inteligent
1) Menggunakan hubungan dengan pelanggan untuk membangun
kepercayaan klien dan meningkatkan keuntungan.
2) Menggunakan informasi untuk memberikan pelayanan yang
memuaskan konsumen

EMPAT ANALISA SWOT


A. STRENGTH (Kekuatan)
1. Ketrampilan mudah dilakukan
2. Bahan dan peralatan aman untuk anak dan mudah didapatkan
3. Biaya pelayanan jasa yang ditawarkan terjangkau
4. Alat permainan tidak habis pakai
5. Merupakan sebuah pelayanan jasa yang inovatif ( hoomy )
B. WEAKNESS (Kelemahan)
1. Keuntungan yang diperoleh sedikit dan membutuhkan waktu cukup lama
untuk mengembalikan modal awal
2. Sulit untuk memprediksi konsumen yang membutuhkan jasa yang
ditawarkan
C. OPPORTUNITY (Peluang)
1. Palayanan jasa yang ditawarkan mudah dilaksanakan dan bermanfaat bagi
konsumen.
2. Alat yang digunakan mudah didapatkan dan di aplikasikan
3. Pelayanan jasa yang ditawarkan bermanfaat untuk jangka panjang
4. Masih minimnya Klinik Tumbang di Kota Magelang dan sekitarnya.
D. TREATMENT (Ancaman)
1. Adanya pihak swasta lain yang akan ikut meniru mendirikan Klinik
tumbang seperti Klinik Power Ranger.
BAB III
PENGADAAN JASA
A. Tempat
Bangunan yang digunakan untuk mendirikan klinik tumbang ialah bangunan
yang telah dimiliki oleh salah satu pemilik modal. Luas tanah yaitu 11 x 10 m.

B. Peralatan Utama
Terlampir
Peralatan Tambahan
1. Leaflet
Leaflet digunakan sebagai media pemasaran pelayanan jasa dalam
kegiatan X yang akan disebarluaskan ke beberapa tempat, yaitu :
a. Sekolah PAUD
b. Posyandu
c. Berberapa desa di sekitar wilayah klinik
2. Buku Perubahan (The Changes Book)
The Changes Book ini adalah buku pemantauan tumbuh kembang anak
yang nantinya bisa didapatkan apabila klien pertama kali melakukan Test
KPSP. Karena Sistem KPSP yang diselenggarakan ialah tiap 3 bulanan,
sehingga hasil dari setiap pemeriksaan yang dilakukan dapat tercatat di
“Buku Perubahan” sekaligus menjadi alat komunikasi antar petugas dalam
memberikan pelayanan KPSP pada klien. Jadi klien harus membawa The
CB tiap kali datang periksa.
Selain itu langkah ini diambil agar klien datang kembali dan terus datang
untuk melakukan pemantauan KPSP yang mana akan mengahasilkan
income bagi Klinik.
3. Biaya
1. Pemasukan
Dana awal menggunakan modal bersama @ Rp 2.500.000,
4 x Rp 2.500.000 = Rp 10.000.000
2. Pengeluaran
No Jenis Pengeluaran Banyaknya Harga satuan Jumlah
1 Meja Regestrasi 1 600.000 600.000
2 Kursi
 Kursi tunggu 300.000 300.000
 Kursi resepsionis 400.000 400.000
3 Seperangkat mainan :
1. Sepeda 2 300.000 600.000
2. Bola 4 kranjang 25.000 100.000
(@50biji)
3. Bongkar pasang 10 15.000 150.000
hewan dan buah
4. Bak mandi bola 1 150.000 150.000
5. Lego 4 50.000 200.000
6. Seluncuran 1 1.500.000 1.500.000
outdoor
7. Poster hewan dan 4 2.000 8.000
buah
4 Almari dokumen 1 750.000 750.000
5 Keranjang mainan 4 60.000 240.000
6 Alat tulis dan warna 1 set 75.000
7 Meja dan kursi bundar 1 set 150.000 150.000
8 Cat 5 kaleng 125.000 625.000
9 Perlengkapan kamar
mandi :
1. Gayung 2 4.000 8.000
2. Sikat WC 2 5.000 10.000
3. Handwash 2 10.000 20.000
4. Tissu 2 3.000 6.000
5. Pengharum 2 9.000 18.000
rungan
10 Sofa 1 1.500.000 1.500.000
11 Despenser 1 125.000 125.000
12 Meja dan kursi 1 set 1.000.000 1.000.000
konseling
13 Karpet puzzel 2 (@26 120.000 240.000
30x30cm)
14 Wall stiker 4 50.000 200.000
15 Alat pengukur
 BB bayi 1 300.000 300.000
 BB balita 1 125.000 125.000
 TB 1 50.000 50.000
 Metlin 1 20.000 20.000
16 Jam dinding 4 30.000 120.000
17 Pemasaran 110.000
18 Listrik dan PDAM 200.000
19 Pengadaan tes IQ dan 100.000
sertifikat
Total 10.000.000

3. Perkiraan Pendapatan
Pemilik jasa melakukan estimasi pendapatan dengan memperkirakan
klien yang datang :
Jumlah
Jenis Banyaknya
Tarif dalam 1
Layanan (orang)/ bulan
bulan
Power Hijau Sen-Jum= 100×35.000 3.500.000
5×20 hari=100
Sab-Min= 80×35.000 2.800.000
10×8 hari=80
Power Biru 1 orang /minggu 4×60.000 240.000
1×4 mg = 4 orang
Power Kuning 1 orang/minggu 4×75.000 300.000
1×4 mg= 4 orang
Power Merah 2 orang/ minggu 8×80.000 640.000
2×4 mg= 8 orang
Jumlah 7.480.000

Adapun pengeluaran yang mungkin dikeluarkan setiap bulannya


adalah sebagai berikut :
Harga
Nama Pengeluaran Banyaknya Jumlah
satuan
Barang
habis Gayung 2 4000 8000
Sikat WC 2 5000 10000
Handwash 2 10000 20000
Tissu 2 3000 6000
Pengharum rungan 2 9000 18000
Listrik dan PDAM 200000
Pengadaan Tes IQ 100000
Alat tulis dan warna 75000

Gaji
Karyawan Resepsionis 1 600000 600000
Bidan 4 750000 3000000
Psikolog 1 850000 850000
Dokter Spesialis 1 1000000 1000000
Autis
Jumlah 5887000
Perhitungan Bagi Hasil dan Pengembalian Modal
No Bulan Pemasukan Pengeluaran
ke 20% 80%
Cicilan Gaji dan Tabungan SHU
Pengembalian Barang
Modal Habis
1 Bulan 7480000 1496000 5887000 97000 –
ke I
2 Bulan 7480000 1496000 5887000 97000 –
ke II
3 Bulan 7480000 1496000 5887000 97000 –
ke III
4 Bulan 7480000 1496000 5887000 97000 –
ke IV
5 Bulan 7480000 1496000 5887000 97000 –
ke V
6 Bulan 7480000 1496000 5887000 97000 –
ke VI
7 Bulan 7480000 1024000 5887000 97000 472000
Ke VII
8 Bulan 7480000 0 5887000 97000 1496000
ke VIII

Keterangan :
1. Pengembalian modal awal sebesar 10 juta rupiah di cicil selama 7 x dalam 7
bulan, dengan perbulannya Rp 1.496.000
Sedangkan pada bulan ke 7, hanya kurang Rp 1.024.000
2. Pengeluaran untuk Gaji Petugas dan membeli ulang barang yang habis pakai
sebanyak Rp 5.887.000.
3. Tabungan sejak bulan ke I s/d bulan ke VI ialah sebagai simpanan dan
tabungan Klinik yang dapat digunakan sewaktu waktu jika ada kebutuhan
yang mendesak maupun untuk mengembangkan pelayanan klinik itu sendiri.
4. SHU yang di dapatkan pada bulan ke VIII dan selanjutnya, dapat digunakan
untuk meningkatkan tunjangan bagi karyawan sehingga dapat meningkatkan
semangat kinerja karyawan / petugas.

Jadwal Kerja Karyawan


Hari Bidan Bidan
Bidan A Bidan C
Petugas B D
senin p s s s
selasa s p s p
rabu p s p p
kamis s p p s
jumat p s s p
sabtu ps ps ps ps
minggu ps ps ps ps
Keterangan pagi : 08.00 – 13.00 WIB
siang : 12.00 – 17.00 WIB

SKETSA RUANG
Keterangan :
Luas Bangunan : 11 x 10 m
Ruang periksa : 7 x 3 m + 4 x 4 m
Ruang konsul : 3 x 3 m
Ruang Bidan : 4 x 3 m

Ruang registrasi : 4 x 4 m
Kamar mandi ( 2 ruangan ) : @ 2 x 1 m
Parkir : 3 x 5,5 m
Taman : 3 x 5,5 m
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dengan adanya klinik tumbuh kembang anak usia 3- 72 bulan, diharapkan
tingkat pencapaian perkembangan anak akan lebih terpantau dan terfasilitasi
dengan baik. Klinik tumbuh kembang ini diharapkan dapat menjadi
percontohan bagi masyarakat dalam pelayanan pemantauan perkembangan
anak, sehingga dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam
perkembangan anak itu sendiri.

B. Saran
1. Untuk orang tua, agar dapat lebih memperhatikan tahap-tahap
perkembangan anak, khususnya pada umur 3 tahun awal yang menjadi
“The Golden Periode”.
2. Untuk Bidan / dokter, agar lebih mengoptimalkan dan mengaplikasikan
ilmunya terutama pada bidang-bidang yang dapat dijadikan sebagai
wirausaha yang dapat menghasilkan income. Mengingat lapangan kerja
bidan yang sudah mulai menyempit. Misalnya yaitu seperti pada baby spa,
salon ibu hamil, klinik tumbuh kembang, dan lain sebagainya.