Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

BAHASA INDONESIA

“KARYA ILMIAH”

Disusun Oleh

Kelompok 8:

Mahdalena (160140003)

Husniati (160140005)

Syahril Ramadhan (160150046)

Helmi (160150002)

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

FAKULTAS TEKNIK

TEKNIK KIMIA

2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI....................................................................................................... i

BAB I PEMBAHASAN...................................................................................... 1
A. Pengertian Karya Ilmiah.................................................................................. 1
B. Ciri-Ciri Karya Ilmiah..................................................................................... 1
C. Jenis-Jenis Karya Ilmiah.................................................................................. 2
D. Teknis Menulis Karya Ilmiah.......................................................................... 7
E. Bahasa Dalam Karya Ilmiah............................................................................ 12
F. Berbagai Kendala Dalam Proses Penulisan Karya Ilmiah............................... 13
G. Sifat-Sifat Ilmiah Dalam Penulisan Karya Ilmiah........................................... 14
H. Etika dan Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 17

i
BAB I
PEMBAHASAN

A. Pengertian Karya Ilmiah


Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis
berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah
juga biasa disebut karangan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah
adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut
metodolog penulisan yang baik dan benar.Menurut Pateda (1993 : 91 ) Karya
ilmiah adalah hasil pemikiran ilmiah pada suatu displin ilmu tertentu yang disusun
secara matematis ilmiah, logis, benar, bertanggungjawab, dan menggunakan
bahasa yang baik dan benar. Jadi, karya tulis ilmiah bukan sekedar untuk
mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya penelitian (uang, bahan,
alat) tetapi juga mempertanggungjawabkan penulisan karya ilmiah tersebut secara
teknis dan materi.
Hasil penulisan karya tulis ilmiah harus bersifat sistematis artinya disusun
dalam suatu urutan yang teratur Juga harus disusun secara logis dan benar. Oleh
karena itu seorang penulis harus mempunyai memiliki landasan teori yang kuat.
Pertanggungjawaban ilmiah tidak hanya berkaitan dengan penulisan (teknis).
Penulisan karya tulis ilmiah harus memenuhi kaidah antara lain :
(1) penyebutan sumber tulisan yang jelas ;
(2) memenuhi kaidah penuliasan yang berkaitan dengan teknik kutip mengutip
penulisan kata, frasa, dan kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa yang baik
dan benar.

B. Ciri-ciri Karya Ilmiah


Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya,
yaitu :
1. Struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal
(pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian
awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian
gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab
atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta
rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
1
2. Komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua
karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar
pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya
abstrak.
3. Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan
dengan menggunakan gaya bahasa impersPonal, dengan banyak
menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama
atau kedua.
4. Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang
tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan
struktur yang baku.

C. Jenis-Jenis Karya Ilmiah


Ada banyak macam jenis jenis karya ilmiah, diantaranya:
1. Makalah.
Makalah adalah karya ilmiah yang pembahasannya berdasarkan data lapangan
yang bersifat empiris-objektif. Makalah juga dapat berupa hasil penelitian yang
disusun untk dibahas dalam pertemuan ilmiah, seperti seminar atau lokakarya.
Yang memiliki jumlah halaman yang paling sedikit 15-25 halaman. Makalah
memiliki 3 bagian yaitu bagian awal, bagian inti, bagian akhir. Bagian awal terdiri
dari sampul, daftar isi, daftar tabel atau gambar (jika ada), bagian inti terdiri dari
isi materi yang hendak dibahas dalam makalah tersebut. Bagian inti memiliki latar
belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan makalah, pembahasan,
kesimpulan, dan saran. Bagian akhir terdiri dari daftar rujukan dan lampiran (jika
ada).

2. Laporan Penelitian
Laporan menurut Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com) ialah
bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang
dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk
dilaksanakan. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin.

2
3. Artikel
Artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk penerbitan jurnal ilmiah.
Artikel ini ditulis secara ringkas dan berisi hal-hal penting.Karena ringkas, maka
ia tidak memiliki bab-bab. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian atau
gagasan konseptual. Dalam penulisannya terdapat perbedaan masing-masingnya.
Format penulisannya adalah sebagai berikut:
1) Artikel hasil penelitian
Judul Artikel - Penulis - Abstrak - Kata Kunci - Pendahuluan - Metode
Penelitian - Hasil Penelitian - Pembahasan - Kesimpulan dan Saran.
2) Artikel hasil gagasan/pemikiran:
Judul – Penulis – Abstrak - Kata Kunci – Pendahuluan - Bagian Inti –
Penutup - Daftar Rujukan - dan lampiran

Menurut Pedoman Penulisan Usul Penelitian, Tesis, dan Artikel Ilmiah Program
Pascasarjana UNSOED (2008 : 85) artikel ilmiah adalah karya tulis yang
dirancang untuk dimuat dalam jurnal ilmiah atau buku kumpulan artikel ilmiah
yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah.
Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian maupun gagasan ilmiah (review).
Hasil penelitian ataupun gagasan / pemikiran ilmiah akan lebih bermanfaat
apabila telah diaplikasikan ataupun disampaikan kepada publik. Jurnal ilmiah
merupakan suatu sarana yang efektif untuk mempublikasikan hasil penelitian bagi
kalangan yang lebih luas atau publik.Artikel ilmiah seyogyanya dirancang dengan
menyesuaikan petunjuk penulisan jurnal yang dituju. Hampir semua jurnal ilmiah
mengeluarkan petunjuk /patokan yang harus diikuti jika ingin naskah kita dimuat
di dalamnya.Jumlah halaman artikel dalam jurnal biasanya dibatasi dan umumnya
tidak lebih dari 15 halaman, sudah termasuk gambar dan tabel. Dengan demikian,
hanya hal-hal yang sangat perlu saja yang dapat dimuat dalam halaman yang
jumlahnya terbatas tersebut. Kebanyakan jurnal tidak menghendaki Tinjauan
Pustaka (Literature Review). Hal-hal yang berkaitan dengan survei pustaka
dipadukan dalam Pendahuluan (Introduction Background). Pemilihan dan
pemilahan menjadi amat penting dalam penulisan artikel ilmiah. Dalam banyak
kasus, metode dibuat seringkas-ringkasnya oleh penulis.

3
4. Esai
Esai adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin
baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan
dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama,
yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan
sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir.
Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar
menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini
penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus
memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.

5. Proposal Penelitian
Proposal penelitian atau disebut juga usulan penelitian adalah rencana
penelitian yang menggambarkan secara umum hal-hal yang akan diteliti dan cara
penelitian itu dilaksanakan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang dikemukakan
di dalam sebuah penelitian. Format usulan penelitian dapat dibuat dalam beberapa
alternatif seperti berikut:
a. Model I
Latar Belakang Masalah – Rumusan dan Batasan masalah – Tujuan
Penelitian – Definisi Operasional – Metode Penelitian
b. Model II
Latar Belakang Masalah – masalah penelitian – tinjauan kepustakaan –
tujuan penelitian – metode penelitian
c. Model III
Masalah dan tujuan penelitian – kerangka penelitian – rencana kegiatan
penelitian – kepustakaan

6. Skripsi
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan
atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidang studinya
sebagai tugas akhirdalam studi formalnya di Fakultas.Skripsi adalah karya tulis
resmi akhir mahasiswa dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1).

Skripsi menggambarkan kemampuan akademik mahasiswa dalam


merancang, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian bidang studi.Skripsi
ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data
dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi
lapangan atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi
menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi kearah sumbangan
material berupa penemuan baru. skripsi adalah karya tulis yang diajukan untuk
mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. Skripsi ditulis berdasarkan studi
pustaka atau penelitian bacaan, penyelidikan, observasi, atau penelitian lapangan
sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh, dipertahankan dan
dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian.

Tujuan dan Kegunaan Skripsi

Tujuan dan kegunaan skripsi yaitu menyajikan hasil-hasil temuan penelitian


secara ilmiah yang berguna bagi pengembangan ilmu dan atu kepentingan praktis
administrasi negara dan komunikasi.

Karakteristik Skripsi
Skripsi yang disusun mahasiswa harus memiliki karakteristik sebagai berikut :
 Merupakan hasil karya asli, bukan jiplakan bagi sebagian atau secara
keseluruhan (dibuat pernyataan di atas kertas segel bermaterai Rp. 6.000,00).
 Mempunyai relevansi dengan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu
Komunikasi.
 Mempunyai manfaat teoritis atau praktis.
 Sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan.
 Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar menurut Ejaan
Yang Disempurnakan (EYD).

Persyaratan Penyusunan Skripsi


Untuk melakukan penyusunan skripsi, mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut :
 Telah lulus mata kuliah dengan beban studi 110 sks.
 Nilai D tidak lebih dari 20% dan tidak ada nilai E.
 Telah lulus mata kuliah Statistik Sosial bagi Program Studi Ilmu Administrasi
Negara, Metode Penelitian Sosial dan Metode Penelitian Komunikasi bagi
Program Studi Ilmu Komunikasi.
 Memenuhi persyaratan administrasi keuangan yang telah ditentukan.
5

7. Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam
menyelesaikan Program Magister (S2). Tesis merupakan bukti kemampuan yang
bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang
keilmuan dalam Ilmu Pendidikan. Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih
dalam daripada skripsi. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung
oleh argumen-argumen yang lebih kuat, jika dibandingkan dengan skripsi. Tesis
ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertangungjawab dalam
bidang studi tertentu.Tesis berasal dari kata Thesis berarti pernyataan atau
kesimpulan teoretis yang diajukan serta ditunjang oleh argumentasi ilmiah dan
referensi-referensi yang diakui secara ilmiah, yang dibuat oleh seorang kandidat
Magister. Tesis disusun oleh kandidat Magister secara mandiri pada akhir masa
studi dan merupakan salah satu syarat mencapai gelar Magister. (Panduan Tesis
PSMP UNTAR, 2008:1).Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada
metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya
digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing,
mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen,
mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil
kesimpulan dan rekomendasi.Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam
menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai
bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri sekalipun dipandu dosen pembimbing
menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis
lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.

8. Disertasi
Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam
menyelesaikan Program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti
kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan
dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin Ilmu Pendidikan. Menurut
Tugino disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu
gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Penulisan desertasi ini di
bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor, dan isinya
pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada
persoalan dalam tesis.

6
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor
(Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi
dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor
dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan)
orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan
fakta valid dengan analisis terinci.Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan
metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi.
Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah,
berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi
memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau
metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji
dalam taraf yang tinggi.

D. Teknik Menulis Karya Tulis Ilmiah


1.Ketentuan umum
Apabila kita akan membuat karya tulis ilmiah maka yang harus diperhatikan
pertama kali adalah ketentuan umum yang berlaku, antara lain sebagai berikut :
a.Ukuran kertas, umumnya kertas yang digunakan adalah kertas jenis HVS
dengan ukuran A4
b.Cara pengetikan, jarak yang digunakan biasanya satu setengah spasi (1 ½)
atau dua spasi
c.Margin, sebelah atas dan kiri masing-masing 4 cm dan sebelah bawah dan
kanan masing-masing 3 cm
d.Nomor halaman, pada bagian pendahuluan biasanya diberi nomor angka
romawi kecil (i, ii, iii dan seterusnya)
e.Halaman judul, biasanya diketik kira-kira 5cm dari pinggir atas dengan huruf
kapital dan tebal.

2.Sistematika Karya Tulis Ilmiah


Dalam buku pedoman penulisan karya ilmiah dituliskan sistematika
tulisan ilmiah pada umumnya terdiri dari tiga bagian utama yakni, bagian
pendahuluan, bagian isi dan bagian penutup. Sistematika penyajiannya sebagai
berikut :
a.Bagian Pendahuluan
Bagian ini berisi :

7
•Halaman Judul
Judul merupakan nama yang menggambarkan masalah yang ditulis. Harus
dirumuskan dengan jelas, singkat, relevan dengan isi tetapi tidak provokatif.

•Halaman Pengesahan
Berisi persetujuan dari pembimbing atau lembaga yang bersangkutan.
(Nur Syifafatul Aimmah, ed) Biasanya dibuat sebagai bukti bahwa sebuah
makalah tersebut sudah disetujui.

•Kata Pengantar
Berisi tentang pernyataan penulis kepada pembaca.Gambaran umum
tentang pelaksanaan tugas, ucapan terimakasih kepada semua pihak,
menyebutkan waktu penyusunan tulisan (tanggal, bulan, tahun) dan
penanggung jawab tulisan.Pada bagian akhir berisi harapan penulis atas kritik
dan saran.

• Abstrak
Menurut Andrew dalam buku Technical Writing yang dikutip pada buku
pedoman penulisan karya ilmiah, mengartikan abstrak sebagai rangkuman
singkat dari sebuah dokumen, baik berupa laporan penelitian, artikel, disertasi
dan lembar kerja. Pada pokoknya abstrak memberikan gambaran secara
sepintas tentang keseluruhan isi tulisan.

•Daftar Isi
Kerangka tulisan yang terperinci yang telah ditulis. Mulai Kata Pengantar
sampai dengan Indeks disertai dengan nomor halaman tempat bagian-bagian
tersebut terdapat dalam tulisan.

•Daftar Tabel, Gambar dan Lampiran


Jika menggunakan daftar tabel, gambar dan lampiran maka harus
cantumkan nomor urut dan halaman yang jelas.Bagian ini berisi keterangan-
keterangan untuk menunjang isi karya tulis.

b.Bagian Isi
Secara umum berisi :
•Pendahuluan

8
Memaparkan latar belakang dan rumusan masalah yang bertujuan untuk
menarik dan memusatkan perhatian pembaca terhadap pokok pikiran yang ada
dalam tulisan.

• Landasan Teori
Berisi tinjauan pustaka menguraikan teori yang melandasi hipotesis.
Diuraikan secara luas dan terperinci.

•Metodologi Penelitian
Berisi tentang metode penentuan obyek dan subyek penelitian, metode
pengumpulan data dan metode analisis data.

•Laporan Penelitian
Menguraikan penyajian data dan analisis data.
•Kesimpulan, Ulasan dan Implikasi
Bagian kesimpulan dikemukakan secara singkat, jelas dan tegas hasil
analisis data. Kemudian diulas, misalnya mengapa hipotesis diterima? Jika
hipotesis ditolak kenapa?Pada bagian implikasi berisi saran-saran yang
diperlukan dalam penelitian tersebut.

c.Bagian Penutup
Pada umumnya terdiri dari :
•Daftar Pustaka
Daftar pustaka disebut juga bibliografi merupakan sejumlah sumber yang
digunakan penulis dalam menyelesaikan tulisannya. Memiliki fungsi sebagai
alat untuk melihat kembali kepada sumber aslinya dan sebagai pelengkap dari
sebuah catatan kaki yang digunakan untuk mengetahui kebenaran tentang
sumber dan referensi.

•Lampiran
Lampiran atau sering disebut appendiks biasanya disusun setelah daftar
pustaka dan sebelum indeks dengan memberikan tulisan “lampiran”, nomor
urut, dan judul lampiran. Berisikan tentang tabel-tabel, gambar-gambar, bagan,
peta dan lain-lain yang tidak tercantum dalam teks.

9
3.Pengorganisasian Karya Tulis Ilmiah
Tulisan ilmiah biasanya disusun berdasarkan suatu tata urutan yang
baik.Tata urutan yang baik inilah dinamakan organisasi tulisan. Dalam penulisan
ilmiah dikenal dua tipe organisasi yaitu :
a.Tipografi Angka-Huruf
Pada tipe ini judul bab bernomor angka Romawi. Bagian pokok bab (subbab)
berhuruf kapital, bagian lebih kecil lagi berangka Arab, perincian lebih kecil
lagi diberi tanda huruf kecil
b.Tipografi Kesatuan Desimal
Pada tipe ini semua perincian bab menggunakan angka Arab, kecuali pada
judul bab menggunakan angka Romawi

4.Membuat Kutipan dan Catatan Kaki


Kutipan ada dua bentuk, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak
langsung. Pada kutipan langsung artinya mengutip secara keseluruhan tanpa
pendapat dari ahli tertentu tanpa mengubah sedikitpun.Semua kalimat yang
diutarakan kita kutip semuanya.Kutipan langsung ini penulisannya ditandai
dengan tanda petik ganda. Kutipan langsung yang terlalu panjang boleh
dipersingkat sesuai dengan maksud kita, cara semacam ini disebut elipsis. Dengan
ketentuan:
•Tidak boleh mengganti kata atau kalimat tertentu dengan kalimat kita sendiri
• Arti dan maksud yang dipersingkat tidak boleh berubah
• Kata-kata atau kalimat yang dihilangkan diganti tanda titik sebanyak tiga
buah (...).
Elipsis artinya pelepasan unsur bahasa yang maknanya telah diketahui
sebelumnya berdasarkan konteksnya (Winarto, Suhardiyanto dan Choesin(ed),
2004:106).Sedangkan kutipan tidak langsung, yang dikutip adalah isi, maksud
atau jiwa pendapat ahli.Kutipan langsung ini disebut parafrase. Kutipan tidak
langsung dalam penulisannya tidak menggunakan tanda petik ganda. Ditulis
dengan bahasa kita sendiri dan pada akhir kalimat harus disertai sumber referensi
bisa menggunakan footnote atau bodynote. Baik kutipan langsung atau tidak
langsung harus mencantumkan sumber dengan catatan kaki.
Catatan kaki juga terbagi menjadi 2, yaitu catatan kaki tidak langsung dan
catatan kaki langsung. Catatan kaki tidak langsung adalah penyertaan sumber
referensi yang tidak langsung disertakan pada kutipan yang kita acu, melainkan
penulisannya diletakkan pada halaman bawah atau pada halaman akhir.

10
Format penulisan referensi berturut-turut adalah [nama depan, tengah,
belakang, judul buku ditulis miring, nama penerbit, kota terbit,tahun terbit,
halaman (hal).]
Catatan kaki langsung merupakan sistem penulisan yang lebih praktis dibanding
catatan kaki tidak langsung. Penulisan sumber referensi setelah kutipan adalah
nama belakang pengarang diikuti koma (,) tahun terbit diikuti titik dua (:) dan
halaman yang terdapat dalam tanda kurung (). Tapi bila nama sudah disebutkan
lebih dulu maka tinggal menuliskan tahun dan halaman saja dalam tanda kurung.
Penulisan catatan kaki disusun dengan tujuan sebagai berikut :
• Untuk menyatakan hutang budi, mengambil pendapat dari penulis lain
berupa kutipan sebenarnya penulis tersebut telah berbuat baik. Maka sepantasnya
kita yang mengutip membalas budi baik mereka dengan mencantumkan namanya
• Untuk menyusun pembuktian, maksudnya untuk menunjukkan suatu
kebenaran yang telah dibuat oleh orang lain
• Untuk menyampaikan keterangan tambahan, bisa menjadi informasi
tambahan untuk memperkuat tulisan
• Untuk merujuk bagian lain dari teks
5. Membuat Daftar Pustaka
Daftar pustaka kalimat yang sering kita dengar dan bagian penting dalam
mencantumkan sumber pada penulisan karya ilmiah. Namun, masih saja banyak
yang bingung dan salah dalam penulisannya. Seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya mengenai fungsi daftar pustaka, maka hendaknya penulisan daftar
pustaka memenuhi kaidah yang sudah lazim. Disusun secara alfabetis dari A
sampai Z. Secara keseluruhan susunan penulisan daftar pustaka sebagai berikut :
a. Nama pengarang dengan nama akhir tanpa menggunakan gelar,
penulisannya dibalik dan diikuti tanda koma (,) diakhiri tanda titik (.)
b. Kemudian cantumkan tahun penerbit buku dan diberi tanda titik (.)
c. Setelah itu judul buku dengan huruf miring dan tambahkan tanda petik
ganda (“….”) bila itu judul artikel yang dimuat dalam majalah sertai tanda titik (.)
d. Lalu kota penerbit disertai tanda titik dua (:)
e. Bagian akhir cantumkan nama penerbit buku dan akhiri dengan tanda titik
(.)
Contohnya : Sasongko, Sandiyawan. 2014. Jurus Sakti Presentasi Memikat.
Yogyakarta : Araska.

11
E. Bahasa Dalam Karya Tulis Ilmiah
Dalam sebuah karya tulis kalimat merupakan tataran bahasa yang
menghasilkan tulisan yang efektif jika dirakit secara logis dan cermat. (winarto
et.al (ed), 2004:124)
Hal yang perlu dikenali dalam penulisan ilmiah adalah kalimat efektif dan
jenis-jenis kalimat dalam tulisan. Penggunaan bahasa dalam karya ilmiah juga
mencakup EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
1. Kalimat Efektif
Kalimat efektif merupakan kalimat atau bentukkalimat yang dengan sadar dan
sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik. Kalimat
efektif dibutuhkan untuk mempermudah pemahaman terhadap apa yang kita tulis.
Menurut Jos Daniel Parera yang ada dalam kutipan buku pedoman penulisan
karya ilmiah menyebutkan kalimat dapat dikatakan efektif apabila kalimat itu
didukung oleh :
a. Kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis.
Yang dimaksud dengan kesepadanan adalah kemaksimalan struktur bahasa
mendukung gagasan yang dikandung. Hal yang harus diperhatikan meliputi :
setiap kalimat mayor harus memiliki subjek dan predikat, ide pokok harus
terdapat dalam induk kalimat, penggabungan kalimat dengan partikel dan,
yang. Untuk memperoleh efektivitas kalimat, maka dapat ditempuh dengan
partikel tersebut.

b.Paralelisme bentuk bahasa yang dipakai untuk tujuan efektivitas tertentu.


Paralelisme dalam penulisan karya ilmiah adalah penggunaan bentuk-bentuk
bahasa yang sama atau konstruksi bahasa yang sama dalam susunan serial. Bisa
dikatakan kesejajaran pengungkapan ide-ide dalam suatu kalimat.

c. Ketegasan dalam menonjolkan pikiran utama.


Untuk dapat mencapai ketegasan dan keutamaan dalam suatu tulisan dapat
dilakukan dengan cara; a) mengubah-ubah posisi kalimat dengan meletakkan
bagian yang penting pada awal kalimat; b) mengulang gagasan yang penting;
c) mempertentangkan gagasan yang satu dengan yang lain; d) menekankan
gagasan yang penting dengan partikel.
12
d.Kehematan dan pilihan kata yang kadang kala bertumpuk-tumpuk dalam satu
kalimat.
Dimaksudkan untuk berhemat dalam pemakaian kata, frase, atau bentuk-bentuk
bahasa. Kehematan ini dapat ditempuh dengan menghindari pengulangan
subjek kalimat, menghindari kata yang tanggal bulan tahun, menghindari
pemakaian kata-kata yang berlebihan yaitu kata-kata yang memiliki makna
sama.

e. Kevariasian dalam penyusunan kalimat.


Variasi dimaksudkan untuk membuat kalimat agar menarik dan tidak monoton.
Bisa dilakukan dengan cara variasi penggunaan kata, pembukaan kalimat,
susunan subjek-predikat-objek.

2. Pungtuasi
Pungtuasi dapat diartikan sebagai pembubuhan tanda baca. Dalam tulis
menulis peranan pungtuasi sangat penting karena dapat memberi kunci kepada
pembaca terhadap apa yang ingin disampaikan oleh penulis

3.Diksi
Selain ejaan dan tanda baca diharuskan juga memperhatikan masalah
diksi. Diksi atau pilihan kata merupakan hal yang sangat penting dan utama dalam
mencapai tulisan yang efektif. Dalam diksi harus bisa membedakan makna
konotatif-denotatif, kata standar-non standar, dialek dan bahasa umum, kata
tunggal dan idiom, kata umum dan istilah.
Dalam pemilihan kata inilah harus hati-hati. Penggunaan bahasa yang baik
mempermudah dalam menulis karya ilmiah.

F. Berbagai Kendala Dalam Proses Penulisan Karya Ilmiah


Kesalahan dalam penulisan Karya Ilmiah. Rata-rata kesalahan penulisan
karya ilmiah yang menghambat penyelesaiannya adakan dikarenakan ‘tidak
konsisten’ dalam penulisan. Bentuk ketidakkonsisten itu menyangkut banyak hal,
dapat berupa diksi, teknik mengutip, atau bahkan alur berpikir sendiri.
13

Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah


adalah sebagai berikut :
• Salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
• Salah dalam menyusun struktur pelaporan,
•Salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak
(plagiat),
• Salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan,
• Penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
• Tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat.

G. Sikap-Sikap Ilmiah Dalam Penulisan Karya Ilmiah


Dalam penulisan karya ilmiah ada 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap
yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut :
• Sikap ingin tahu.
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang
berkaitan dengan bidang kajiannya.
• Sikap kritis.
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin
berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-
kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
• Sikap terbuka.
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat,
argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya
pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima
karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
• Sikap objektif.
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti
perasaan pribadi.

14
• Sikap rela menghargai karya orang lain.
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan
sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan
memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
• Sikap berani mempertahankan kebenaran.
Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan
atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau
dalil yang ada.
• Sikap menjangkau ke depan.
Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang
disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.

H. Etika Dan Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah


Etika dan kode etik yang lazim ditumbuh budayakan dalam penulisan
karya ilmiah harus diikuti. Hak cipta dan paten dari segi hukum harus diikuti dan
difahami dengan baik. Penulis harus memahami etika penulisan karya ilmiah
secara baik. Kode etik adalah norma-norma yang telah diterima dan diakui oleh
masyarakat dan citivitas akademik perlu diperhatikan dalam penulisan karya
ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perijinan terhadap
bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data ataupun informan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu:
1. Istilah asing dicetak miring dan dituliskan dengan benar.
Misal: downlinknya –> downlink-nya.
2. Penggunaan kata “dimana”.
Misal:
…tehnik dimana digunakan (salah) ..tehnik yang digunakan (benar)
3. Sebaiknya tidak menggunakan kata ‘kita’,’saya’ (kata ganti orang) dalam
karya ilmiah.
Misal:
..dapat kita asumsikan…(salah) …dapat diasumsikan …(benar)
4. Menggunakan kalimat pasif. Misal: dapat diasumsikan.
15
5. Persamaan diberi nomor sesuai bab dan urutan serta tidak dicetak tebal.
6. Gambar, tabel, persamaan, dan pernyataan/kutipan diberi sumber acuannya.
7. Kekonsistenan dalam penulisan.
Misal:
…perkembangan selular… (kalimat ke 2) …seluler…(kalimat ke 10)
8. Tulislah kata dengan lengkap. Misal: & –> dan yg –> yang
9. Singkatan diikuti kepanjangannya dan untuk kalimat berikutnya cukup
singkatannya saja.
Misal: MU (mobile unit)… (kalimat ke 3)
…perawatan perangkat MU tidaklah terlalu sulit. (kalimat ke 10)
10. Gunakan EYD
Misal: bilangan 10,000 km –> 10.000 km
…didapat… –> …diperoleh… …terdiri dari…–> …terdiri atas
11. Penggunaan huruf besar di awal kalimat. Penempatan titik (.) dan koma (,)
yang sesuai.
12. Ikuti tata cara/format penulisan karya ilmiah yang berlaku (yang dikeluarkan
oleh institusi)
misal:> ukuran margin> ukuran kertas> jenis huruf
13. Cek penulisan sebelum diserahkan.
16
DAFTAR PUSTAKA
Hamdani, Mulya.2010. pengertian karya
ilmiah (http://www.capeds.co.cc/2010/04/pengertian-karya-ilmiah.html).

Sihombing, Rosmini. definisi karya ilmiah.


(http://sihombingruben.blogspot.com/2010/03/definisi-karya-ilmiah.html).

Nasirudin, Nurfadillah. Karya Tulis Ilmiah. (Dhiilah_Apriil Blog.html).


17