Anda di halaman 1dari 50

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Anak adalah orang yang berusia 0 – 20 tahun dan belum menikah (Dep.Kes

RI). Anak merupakan tumpuan harapan keluarga dan cikal bakal berdirinya suatu

bangsa. Peningkatan kualitas suatu bangsa berkaitan erat dengan upaya kesehatan

bangsanya.Kesehatan dalam hal ini kesehatan pada anak merupakan investasi dan

modal utama untuk kemajuan negara. Seorang anak akan selalu mengalami

pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usianya. Seperti tercantum dalam

Child Health USA, 2009 p.6., anak – anak sebagai anak – anak yang tetap tumbuh

dan berkembang. Dasar ini mempunyai sejumlah karakteristik yang dinamis guna

meningkatkan vitalitas serta memerlukan pendekatan kesehatan yang spesifik

yang berhubungan untuk keperluan – keperluan perubahan anak.

Pembinaan kesehatan pada anak sekolah merupakan salah satu upaya untuk

meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Derajat kesehatan

anak dipengaruhi oleh kebiasaan hidup sehat, gizi, upaya pencegahan kecelakaan

dan penyakit serta lingkungan hidup yang sehat. Pembinaan anak sekolah

memerlukan peran serta perawat kesehatan masyarakat untuk menumbuhkan dan

mewujudkan kemandirian anak dalam menjalankan hidup sehat. Anak yang sehat

akan produktif sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang dapat

dijadikan modal pembangunan nasional.

1
2

Mengingat pentingnya pembinaan kesehatan pada anak sejak dini dan

harapan atas tujuan yang ingin dicapai dari pembangunan dan pembinaan anak

sekolah ini, maka kami sebagai Mahasiswa Program Profesi Ners : Program Studi

Ilmu Keperawatan merasa perlu untuk ikut terlibat dan mendapatkan pengalaman

praktek komunitas, khususnya keperawatan kesehatan sekolah, karena itu kami

membuat makalah atau laporan yang berjudul Tinjauan Lapangan tentang Usaha

Kesehatan Sekolah di SMP Negeri 6 Banjar Dusun Jajawar Wetan Desa Jajawar

Kota Banjar.

B. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Instruksional Umum

Mahasiswa mampu melakukan asuhan keperawatan tentang pembinaan Usaha

Kesehatan Sekolah di SMP Negeri 6 Banjar.

2. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah melakukan praktik di UKS diharapkan mahasiswa mampu :

a. Mengkaji dan menganalisa kondisi kesehatan siswa dan lingkungan

sekolah di SMP Negeri 6 Banjar.

b. Membuat intervensi atau rancangan program kesehatan anak sekolah,

sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan di SMP Negeri 6

Banjar.

c. Melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan rencana program

d. Mengevaluasi kegiatan yang dilakukan dalam intervensi keperawatan


3

C. Metode Penulisan

Metode penulisan laporan ini adalah studi kepustakaan dan studi lapangan atau

studi kasus di SMP Negeri 6 Banjar Dusun Jajawar Wetan Desa Jajawar Kota

Banjar.

D. Sistematika Penulisan

BAB I : Pendahuluan

A. Tujuan Latar belakang

B. Penulisan

C. Metode penulisan

D. Sistematika penulisan

BAB II : Tinjauan pustaka

A. Landasan Ilmiah

B. Peran Perawat

BAB III : Tinjauan Lapangan

A. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan

B. Pelaksanaan pelayanan kesehatan

C. Pelaksanaan Pembinaan Lingkungan

BAB IV : Analisa Dan Pembahasan

BAB V : Kesimpulan&Rekomendasi

Referensi

Lampiran
4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bertujuan untuk meningkatkan

kemampuan hidup sehat dan meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah.

Untuk mencapai hal tersebut maka dilakukan dengan cara “Pelaksanaan Trias

UKS” sebagai berikut :

1. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan dilaksanakan dengan tujuan agar anak sekolah

tersebutmemiliki :

a. Pengetahuan tentang ilmu kesehatan, termasuk cara hidup bersih dan

sehat.

b. Nilai dan sikap yang positif terhadap prinsip hidup bersih dan sehat.

c. Keterampilan dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan

pemeliharaan pertolongan, dan perawatan kesehatan.

d. Kebiasaan hidup sehari-hari yang sesuai dengan hidup bersih dan sehat.

e. Kemampuan dalam mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam

kehidupan sehari-hari.

Untuk mencapai tujuan tersebut program pendidikan kesehatan dapat

diberikan melalui kegiatan intra dan ekstrakulikuler.

4
5

2. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan

Tujuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan adalah agar anak usia sekolah

memiliki :

1. Keterampilan dan kemampuan untuk menjalankan tindakan hidup

bersih dan sehat, dan terdorong untuk melaksanakan perilaku hidup bersih

dan sehat.

2. Daya tahan serta tercegahnya kelainan

3. Kemampuan untuk pulih dari sakit dan tercegahnya komplikasi penyakit.

3. Pelaksanaan Pembinaan Lingkungan Sehat

Tujuan penyelenggaraan pembinaan lingkungan adalah agar terciptanya

lingkungan yang bersih dan sehat baik secara fisik sosio, kultural, maupun

spiritual. Sedangkan dalam praktek keperawatan komunitas ini lebih

ditekankan pada lingkungan fisik sekolah.

B. Peran Perawat / Ners Pada Program UKS

1. Pengertian

Kesehatan sekolah adalah upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan

dalam rangka pembinaan kesehatan anak usia sekolah. Sesuai Undang-undang

nomor 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak adalah orang yang berusia 0-

12 tahun dan belum menikah. Pembinaan kesehatan anak dibagi atas dua

bagian besar yaitu :


6

a. Pembinaan kesehatan bayi, balita serta anak prasekolah (kelompok umur

0-6 tahun)

b. Pembinaan kesehatan anak usia sekolah (kelompok umur 7-12 tahun)

Perbedaan kelompok sasaran ini dilakukan karena adanya permasalahan

yang berbeda yang memerlukan pola pembinaan kesehatan yang berbeda

pula.

2. Tujuan

a. Tujuan umum

Menumbuhkan dan mewujudkan kemandirian anak untuk hidup sehat

yang memungkinkan terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang

optimal.

b. Tujuan khusus

1). Meningkatkan kemampuan anak untuk menolong dirinya sendiri dan

mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi melalui:

a). Penajaman kepekaan terhadap masalah kesehatan pada dirinya,

keluarga serta lingkungannya.

b). Peningkatan cara berpikir yang berorientasi kepada kesehatan

yang dihadapi.

c). Peningkatan kemampuan pengendalian diri sehingga dapat

mengatur perilaku dan menjalankan prinsip hidup sehat.

2). Meningkatkan kemampuan anggota keluarga, terutama ibu dalam

pengasuhan anak yang menolong.


7

3. Usaha Kesehatan sekolah

a. Pengertian

UKS merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup

sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat, yang pada

gilirannya menghasilkan derajat kesehatan yang optimal. UKS memiliki

tiga kegiatan utama yang disebut dengan TRIAS UKS, yang terdiri atas:

1). Pendidikan kesehatan

2). Pelayanan kesehatan

3). Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat

b. Tujuan

1) Tujuan umum

Meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta

didik serta menciptakan lingkungan sehat sehingga memungkinkan

pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal dalam

rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

2) Tujuan khusus

Untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat

kesehatan peserta didik yang didalamnya meliputi:

a) Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan

prinsip hidup sehat serta berpartisipasi aktif di dalam usaha

peningkatan kesehatan di sekolah dan di perguruan agama.

b) Sehat baik dalam arti fisik, mental maupun sosial


8

c) Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk

penyalahguna narkotika, obat-obatan dan bahan berbahaya, alkohol,

rokok dan sebagainya.

c. Sasaran

1). Sasaran pelayanan kesehatan

Sasaran pelayanan kesehatan adalah peserta didik di sekolah dasar

sampai dengan sekolah menengah, termasuk perguruan agama, sekolah

kejuruan dan sekolah luar biasa.

2). Sasaran pembinaan

a) Pelaksanaan kesehatan di sekolah

b) Lingkungan, khususnya: lingkungan fisik sekolah dan lingkungan

rumah tangga.

4. Peran Perawat

Keperawatan adalah suatu profesi yang mempunyai ciri – ciri dan

kriteria tertentu sebagai suatu profesi, diantaranya memiliki body of

knowledge dan berbentuk pelayanan yang berorientasi pada masyarakat.

1. Peran Pelaksana ( Care Giver )

Peran yang utama dari perawat kesehatan masyarakat adalah sebagai

pelaksana asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan

masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit atau yang mempunyai

masalah kesehatan / keperawatan apakah itu di rumah, di sekolah,

puskesmas, panti dan sebagainya sesuai dengan kebutuhannya.


9

2. Peran Sebagai Pendidik ( Health Educator )

Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok

dan masyarakat serta tenaga keperawatan atau tenaga kesehatan yang

berada di bawah tanggung jawabnya. Peran ini dapat berupa penyuluhan

kesehatan kepada anak sekolah dan guru UKS maupun bentuk desiminasi

ilmu kepada peserta didik keperawatan antara sesama perawat / tenaga

kesehatan lain.

3. Peran Sebagai Pengelola

Dalam hal ini perawat mempunyai peran dan tanggung jawab dalam

mengelola pelayanan maupun pendidikan keperawatan yang berada di

bawah tanggung jawabnya sesuai dengan konsep manajemen keperawatan

dalam kerangka paradigma keperawatan. Sebagai pengelola perawat

berperan dalam memantau dan menjamin kualitas asuhan / pelayanan

keperawatan serta mengorganisasi dan mengendalikan sistem pelayanan

keperawatan.
10

BAB III

TINJAUAN LAPANGAN

A. Situasi dan Kondisi

1. Kajian Situasi

Sekolah SMP Negeri 6 Banjar merupakan salah satu Sekolah Menegah

Pertama yang ada di wilayah Desa Jajawar Kecamatan Banjar Kota Banjar.

Kepala sekolah yang memimpin pada saat ini adalah Ibu Nia Kurniasih, M,Pd

dengan 20 orang staf pengajar PNS, dan non PNS/tidak tetap 2 orang. Sekolah

ini memiliki anak didik sebanyak 241 anak, terdiri atas 131 laki-laki dan 110

perempuan. Untuk selengkapnya dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 1
Distribusi Siswa SMP Negeri 6 Banjar Berdasarkan Jenis Kelamin
Tahun 2015
Kelas Laki-laki Presentase Perempuan Presentase Jumlah
Total
I 39 30% 36 33% 75
II 40 30% 40 36% 80
III 52 40% 34 31% 86
Total 131 100% 110 100% 241

2. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan

Menurut staf guru, UKS sudah terbentuk namun kegiatan kesehatan

sekolah yang dilakukan hanya pemberian P3K dan penyediaan obat-obat

darurat bagi P3K. Menurut staf guru, penyuluhan kesehatan secara khusus

10
11

seperti tetntang PHBS sudah di laksanakan tetapi hanya pemeriksaan

kesehatannya hanya kelas 1 saja, selain itu pemberian imunisasi oleh pihak

Puskesmas Banjar 1 pernah dilakukan. pendidikan kesehatan disisipkan dalam

kegiatan intrakurikuler seperti bidang studi IPA dan pendidikan Jasmani,

sedangkan kegiatan ekstrakulikuler yang ada adalah pramuka.

3. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan murid kelas I – III yang

dilakukan oleh Mahasiswa PPN STIKes BP Banjar selama 2 hari yakni

tanggal 30 dan 31 Oktober 2015 didapatkan data sebagai berikut:

Tabel 2. Distribusi Aspek Pemeriksaan Kesehatan

NO ASPEK PEMERIKSAAN JUMLAH PERSENTASE (%)


1. Penampilan Umum
Bersih dan Rapi 45 90%
Kotor 5 10%
2. Keluhan Kesehatan saat ini
Batuk 3 6%
Demam - -
Gastritis - -
Alergi/gatal-gatal 2 4%
Tidak ada keluhan 45 90%

3. Data Kesehatan Mata


Konjungtivitis 5 10%
Keluhan pada mata - -
Tidak ada keluhan 45 90%
4. Gigi dan mulut
Caries 16 32%
Sakit Gigi 3 6%
Gigi bersih 31 62%
5 Hidung
kotor 3 6%
Bersih 47 94%
12

6 Telinga
Kotor ada(serumen) 7 30%

Bersih 43 70%
7. Kuku
Kotor 35 55%
Bersih 15 45%

8. Aktivitas sehari
Mandi
1 X Sehari - -
2 X Sehari 38 76%
3 X Sehari 12 24%

Cuci tangan bila


Makan(jajan)
Selalu 3 6%
Kadang-kadang 27 42%
Tidak 22 52%

Gosok Gigi
1 X Sehari - -
2 X Sehari 26 52%
3 X Sehari 24 48%

Cuci Rambut
Tiap hari 26 52%
2 x seminggu 14 28%
3 x seminggu 10 20%

Gan;ti Baju
1 X Sehari 3 6%
2 X Sehari 34 68%
3 X Sehari 13 26%
09. Data Cara Mencari
Pelayanan Kesehatan :
Ke puskesmas 23 38%
Ke dokter 27 45%
Lain-lain 10 17%
10. Ketaatan beribadah
Agama Islam 50 100%
Agama lain - -
13

12. Kebiasaan Buruk


Merokok 5
Minum minuman keras 1
Obat-obat terlarang -
13. Kegiatan Organisasi
Pramuka 1 2%
PMR 8 16%
Paskibra 1 2%
OSIS 9 18%
Olahrga 10 21%
IRMA 1 2%
STO (Siswa Tanpa 20 41%
Organisasi)

4. Pelaksanaan Pembinaan Kesehatan Lingkungan

Fasilitas sekolah terdiri atas 10 ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah

yang menyatu dengan staf TU, 1 ruang staf pengajar, 2 kamar mandi siswa, 3

kamar mandi guru dan staf sekolah, 1 ruang PMR, 1 ruang OSIS, 1 ruang

Pramuka, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang labolatorium IPA, 1 ruang

labolatorium computer, 1 ruang keterampilan, 1 koprasi, 2 kantin di dalam

sekolah dan sebelah kantin terdapat 1 rumah dinas. Sumber air yang

digunakan yaitu dari PAM. Kondisi kamar mandi dalam keadaan sedikit kotor

lantai kamar mandi menggunakan kramik. Lantai ruangan kelas menggunakan

keramik dan terlihat agak kotor di depan ruang kelas terdapat banyak sampah

berserakan. Di sekolah ini tersedia penjual jajanan yang letaknya di Pinggir

dan di dalam sekolah, makanan yang disediakan berupa kue-kue, goreng-

gorengan, makanan kecil, buah-buahan dan minuman, kondisi jajanan

terbuka. Di setiap kelas terdapat tempat sampah dan bila sampah telah penuh
14

biasanya dibuang oleh siswa atau staf guru sekolah ke lobang sampah yang

dibuat khusus untuk sekolah, akan tetapi di pinggir kelas ada bekas sampah

yang di bakar.

Kondisi tiap kelas sekolah memiliki ventilasi yang cukup 10 % dari

luas lantai dengan jendela kaca yang agak kotor, lantai sekolah untuk kelas I

sampai kelas III agak berdebu dan kotor, meja dan kursi sekolah tidak tertata

dengan rapi. Halaman sekolah sebagian di tembok dan sebagian lagi masih

berupa tanah terbuka dan tidak berumput sehingga bila musim panas seperti

saat pengkajian debu berterbangan dan mengotori ruangan kelas, sedangkan

pada musim hujan akan menjadi berlumpur. Jadwal kebersihan kelas cukup

berjalan setiap hari. Halaman kelas ditanami bunga dan ada yang tidak

ditanami. Menurut salah satu siswa mengatakan ada jadwal kebersihan tiap

kelas baik tiap hari maupun tiap minggu, dan dilakukan setiap jumat atau

sabtu.

B. Permasalahan

1. Kesehatan lingkungan yang kurang adekuat

2. Fungsi UKS kurang efektif

3. Tidak adekuatnya pemenuhan personal hygiene

4. Kebiasaan buruk siswa tentang NAPZA (rokok dan miras) di SMP Negeri 6

Banjar.
15

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis menyajikan kesenjangan dalam bentuk analisis antara

landasan ilmiah tentang usaha kesehatan sekolah oleh perawat komunitas dengan

permasalahan kesehatan di sekolah SMP Negeri 6 Banjar:

A. Analisa

Dari uraian situasi dan kondisi sekolah SMP Negeri 6 Banjar dapat diuraikan

analisa data sebagai berikut :

No Data Masalah
1 a. Kondisi ventilasi tiap kelas di SMP Resiko penurunan
Negeri 6 Banjar memiliki ventilasi kesejahteraan anak sekolah
yang cukup 10 % dari luas lantai di SMP Negeri 6 Banjar
dengan jendela kaca yang agak kotor akibat kesehatan lingkungan
dan jarang dibuka, halaman sekolah yang kurang adekuat.
tidak ditanami tanaman obat, menurut
siswa ada jadwal kebersihan kelas.
b. Lantai kelas kotor dan berdebu.
c. Kondisi kamar mandi kurang terawat,
kotor dan berbau tak sedap.
d. Bada tempat sampah yang sesuai
dengan standar kesehatan ( tidak di
bagi antara sampah organik dan
Anorganik)

15
16

2 Aktivitas sehari Tidak adekuatnya


Mandi pemenuhan personal hygiene
1 X Sehari - pada murid SMP Negeri 6
2 X Sehari 76% Banjar akibat kurangnya
3 X Sehari 24% pengetahuan murid tentang
Cuci tangan bila Makan (jajan) personal hygiene.
Selalu 6%
Kadang-kadang 42%
Tidak 52%
Gosok Gigi
1 X Sehari -
2 X Sehari 52%
3 X Sehari 48%
Cuci Rambut
Tiap hari 52%
2 x seminggu 28%
3 x seminggu 20%
Ganti Baju
1 X Sehari 6%
2 X Sehari 68%
3 X Sehari 26%

b. Tidak ada pemeriksaan kesehatan


berkala untuk murid
3. a. UKS ada tetapi kurang efektif Kurang efektifnya
b. Kegiatan kesehatan sekolah yang pelaksanaan kegiatan UKS di
dilakukan berupa P3K dan telah SMP Negeri 6 Banjar
tersedia obat-obat P3K
4. Kebiasaan Buruk Kebiasaan buruk siswa
Merokok : 5 siswa tentang NAPZA (rokok dan
Minum minuman keras : 1 siswa miras) di SMP Negeri 6
Obat-obat terlarang Banjar.
17

Issue Permasalahan

Kurangnya sumber informasi

Kurangnya pengetahuan Kurang efektifnya pelaksanaan


tentang personal hygiene kegiatan UKS

Tidak adekuatnya pemenuhan Perilaku buruk siswa


personal hygiene dan kesehatan lingkungan tentang NAPZA
(merokok & miras)

Resiko penurunan kesejahteraan anak sekolah di SMP Negeri 6 Banjar

B. PEMBAHASAN

1. Situasi/Masalah yang perlu diperbaiki

Berdasarkan data-data diatas maka muncul permasalahan-permasalahan

sebagai berikut:

a. Kurang efektifnya pelaksanaan program kegiatan UKS di SMP Negeri

6 Banjar.

b. Resiko penurunan kesejahteraan anak sekolah di SMP Negeri 6 Banjar

akibat kesehatan lingkungan yang kurang adekuat

c. Tidak adekuatnya pemenuhan personal hygiene pada murid SMP

Negeri 6 Banjar akibat kurangnya pengetahuan murid tentang personal

hygiene.
18

2. Pengambilan Keputusan

a. Masalah Personal Hygiene

Dengan melihat perilaku siswa SMP Negeri 6 Banjar dalam

menjaga kebersihan mulut & gigi, telinga, serta kuku menunjukkan

kurangnya personal hygiene siswa. Sifat acuh terhadap kebersihan diri

sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor baik faktor internal maupun

eksternal. Dari faktor internal terjadi akibat kurangnya kesadaran dan

pengetahuan siswa terhadap kebersihan diri sedangkan dari faktor

eksternal dapat disebabkan oleh lingkungan keluarga dan masyarakat

sekitar yang kemungkinan tidak memperhatikan anak dalam menjaga

kebersihan diri. Menjaga kebersihan diri merupakan salah satu upaya

yang dapat dilakukan untuk mencegah masuknya bibit penyakit ke

tubuh. Oleh karena itu diperlukan pembinaan kepada siswa melalui

upaya kegiatan kesehatan tentang kebersihan diri dan kebersihan

lingkungan sekolah. Hal ini dimaksudkan agar siswa mempunyai

kemampuan dalam cara bertindak, bersikap dan merawat kebersihan

diri minimal bagi dirinya sendiri.

b. Program UKS di SMP Negeri 6 Banjar

Usaha Kesehatan Sekolah ditujukan pada kelompok peserta didik

di sekolah menengah pertama sampai dengan sekolah atas. Menurut

Kepala Sekolah ada kunjungan dari pihak Puskesmas Banjar 1 untuk

program imunisasi dan pemeriksaan kesehatan. Menurut Clark dalam


19

Nursing in Community menyebutkan salah satu peran perawat

komunitas adalah sebagai konsultan bagi sekolah yang memeiliki

masalah kesehatan secara sistem.

Kenyataan yang ditemukan pada TRIAS UKS sekolah ini masih

sangat kurang dan belum ada upaya dalam peningkatan kemampuan

hidup sehat dan membentuk perilaku hidup sehat, ini berarti usaha

kesehatan sekolah di SMP Negeri 6 Banjar masih perlu ditingkatkan.

Perawat Komunitas seharusnya memegang peranan sebagai coordinator

dan supervisor dalam pelaksanaan program kesehatan antar sekolah dan

pengawas program sekolah dengan cara lobbiying dan negosiasi dengan

pelayanan kesehatan yang membina program terkait.

Peran lain yang harus diwujudkan adalah sebagai educator

mengajarkan teori-teori tentang dasar perawatan anak sekolah dengan

memberi pelajaran pada orang yang bertanggung jawab dalam membina

kesehatan anak sekolah yaitu guru UKS.

c. Masalah Kesehatan Lingkungan

Lingkungan sekolah SMP Negeri 6 Banjar pada saat musim

kemarau penuh debu, pada saat musim hujan terlihat becek, penuh

lumpur dari sepatu para siswa dan di halaman tidak ditanami tanaman

obat. Sehingga keadaan kelas menjadi kotor dapat menjadi media

perkembangbiakan berbagai vector penyebab penyakit, hal ini mungkin


20

karena kurangnya disiplin dari siswa dalam menjaga kebersihan

lingkungan.

Adapun upaya yang harus dilakukan oleh seorang perawat

komunitas adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada siswa

tentang kesehatan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

seperti menjaga kebersihan lingkungan karena pada usia tersebut untuk

melatih anak untuk menerapkan perilaku hidup bersih pada anak usia

sekolah (6-12 tahun) perlu diberikan reward (penghargaan) berupa

pemberian hadiah.
21

PLANOF ACTION
KEGIATAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH SMP NEGERI 6 BANJAR
DESA JAJAWAR KEC. BANJAR KOTA BANJAR

NO MASALAH AKTIVITAS WAKTU PENANGGUNG TEMPAT STRATEGI INDIKATOR


JAWAB STANDAR KRITERIA
1. Tidak 1. Membina
adekuatnya Kebersihan
pemenuhan Perseorangan
personal Peserta Didik
hygiene pada Dengan :
murid Smp a. Screening 30 Okt 2015 Mahasiswa PPN SMP Negeri Sosialisasi Mendapatkan Disepakati
negeri 6 Kesehatan 6 Banjar (ceramah dan data-data untuk
banjar akibat Kebersihan diskusi) tentang mengadakan
kurangnya Diri (Kuku, kesehatan Screening
pengetahuan Telinga, Gigi, siswa dan
murid tentang Rambut Dan penyuluhan
personal Kulit) tentang
hygiene. kebersihan
diri, Adanya
poster-poster
b. Penyuluhan 31 Okt 2015 Mahasiswa PPN Aula Sosialisasi Siswa-siswi
Tentang Kesenian ( ceramah dan dapat
Personalhygie SMP Negeri diskusi) mengerti
ne, Pendidikan 6 Banjar tentang
Perawatan kebersihan
Kuku, Cuci diri dan cuci
Tangan, Cuci tangan yang
Rambut baik.
22

c. Demonstrasi 31 Okt 2015 Aula Sosialisasi Siswa-siswi


Cuci Tangan Kesenian (demonstrasi dapat
Yang Baik SMP Negeri dan mengetahui
Dan Yang 6 Banjar redemonstrasi) cara cuci
Benar. tangan yang
baik.

d. Pembuatan 31 Okt 2015 Aula Poster


Poster-Poster Kesenian terpangpang
Tentang 11 SMP Negeri minimal di
Langkah cuci 6 Banjar ruang UKS
Tangan Yang
Baik.

e. Penyuluhan 31 Okt 2015 Aula


Tentang Kesenian
Napza. Jenis, SMP Negeri
Efek Samping, 6 Banjar
dampak
negatife.
23

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. KESIMPULAN

Setelah melakukan pengkajian, kemudian menemukan permasalahan dan

kemudian dianalisis, maka Program Usaha Kesehatan di SMP Negeri 6 Banjar Desa

Jajawar dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Resiko kurangnya pemberian tindakan kesehatan pada siswa SMP Negeri 6

Banjar akibat kurang efektifnya pelaksanaan program kegiatan UKS di SMP

Negeri 6 Banjar.

2. Resiko penurunan kesejahteraan anak sekolah di SMP Negeri 6 Banjar

akibat kesehatan lingkungan yang kurang adekuat

3. Tidak adekuatnya pemenuhan personal hygiene pada murid Smp negeri 6

banjar akibat kurangnya pengetahuan murid tentang personal hygiene.

4. Perilaku buruk siswa tentang NAPZA (merokok & miras) pada siswa SMP

Negeri 6 Banjar akibat kurangnya pengetahuan siswa tentang NAPZA

B. REKOMENDASI

1. Diperlukan penyuluhan tentang kesehatan sekolah secara berkesinambungan

oleh pihak puskesmas ataupun lintas sektoral, guna memberikan

pengetahuan pada guru dan penanggung jawab UKS.


24

2. Sebaiknya diadakan kerja sama antara pihak pemerintahan desa dan

puskesmas untuk memantau kegiatan usaha kesehatan sekolah yang

diadakan di Smp negeri 6 banjar.


25

PRE PLANNING
PENYULUHAN PERSONAL HYGIENE
DI SMP NEGERI 6 BANJAR

1. LATAR BELAKANG
Sesuai dengan tahap perkembangan anak-anak pada usia sekolah, biasanya
mereka menyukai makanan yang menarik perhatian, yang disajikan dalam bentuk
menarik, berwarna cerah dan rasanya manis yang biasanya didapat di lingkungan
sekolah, padahal kualitas gizi dan hygiene makanan tersebut kurang diperhatikan.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada tanggal 30-31 Oktober
2015 di Smp negeri 6 banjar sebanyak 3 kelas sebagian besar siswa yang tidak
mencuci tangan bila makan (jajan) sebanyak 16 siswa (45.7%), kadang-kadang
sebanyak 11 siswa (31.5%) selalu 8siswa (22.8%). Hal tersebut membuktikan
bahwa kebersihan diri dalam mencuci tangan yang dilakukan siswa kurang
sehingga perlu dilaksanakan penyuluhan dan simulasi cuci tangan yang baik dan
benar.

2. NAMA KEGIATAN
Pengertian Kegiatan
Penyuluhan Kebersihan Diri (Personal Hygiene) adalah suatu kegiatan
penyuluhan yang diberikan kepada siswa sekolah dasar yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam melakukan
perawatan kebersihan diri.
Rincian Kegiatan
1) Persiapan Kegiatan
a. Sebelum dilakukan persiapan untuk penyuluhan, telah dilakukan
pendekatan lintas sektoral, pendekatan pada kepala sekolah dan guru,
dan dilakukan kegiatan screening kesehatan pada tanggal 30 Oktober
2015.
26

b. Mempersiapkan alat-alat yang digunakan untuk penyuluhan


Penetapan waktu penyuluhan dan simulasi
2) Pelaksanaan
Kegiatan penyuluhan dilakukan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2015
Waktu : Jam 09.00 – 11.00 WIB.
Tempat : Ruang Kesenian SMP Negeri 6 Banjar
3) Upaya Tindak Lanjut
Dilakukan tindakan praktek cara mencuci tangan yang baik bersama-sama.

3. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Siswa SMP Negeri 6 Banjar mampu melakukan cuci tangan yang baik.
b. Tujuan Khusus
1. Siswa mengetahui gangguan kesehatan apabila tidak mencuci tangan
sebelum makan
2. Siswa mengetahui jenis-jenis makanan yang sehat untuk dikonsumsi
3. Siswa mampu mengetahui cara mencuci tangan yang benar
4. Siswa mampu mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar

4. STRATEGI KEGIATAN
a. Pendekatan
Pada tanggal 31 Oktober 2015 dilakukan pemeriksaaan terhadap semua siswa
SMP Negeri 6 Banjar.
Pada tanggal 27 Oktober 2015 dilakukan pendekatan pada kepala sekolah dan
guru untuk permohonan izin dan mensosialisasikan adanya kegiatan
penyuluhan personal hygiene sesuai dengan data yang didapat dari hasil
pemeriksaan kesehatan terhadap siswa kelas 2 dan 3 sedangkan
penyuluhannya kelas 1 – 3 di SMP Negeri 6 Banjar.
27

Pada tanggal 31 Oktober 2015 dilakukan penyuluhan Personal Hygiene dan


cuci tangan yang bai dan benar, dan mendemonstrasikan perawatan kuku, cara
mencuci tangan yang benar, mencuci rambut.
b. Penyandang Dana
Dana diperoleh dari swadana.
c. Penanggung Jawab
Penanggung jawab kegiatan adalah mahasiswa PPN STIKes BP Banjar Dusun
Karang Pucung Wetan.
5. EVALUASI
a. Evaluasi Proses
1. Kriteria
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar tanpa ada
hambatan yang berarti.
2. Standar
a. Siswa memperhatikan pemberian penyuluhan saat dibacakan materi
penyuluhan kebersihan diri.
b. Siswa mengikuti proses diskusi dengan aktif
c. Siswa mengikuti demonstrasi caramencuci tangan yang benar.
b. Evaluasi Hasil
1. Kriteria
Siswa SMP Negeri 6 Banjar mampu melakukan cuci tangan dengan
benar.
2. Standar
a. Siswa mengetahui gangguan kesehatan yang terjadi apabila tidak
mencuci tangan sebelum makan
b. Siswa mengetahui cara mencuci tangan yang benar
c. Siswa mampu mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar
28

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KESEHATAN PERSONAL HYGIENE
SEKOLAH SMP NEGERI 6 BANJAR

Topik : Personal hygiene

Pokok Bahasan : Kebersihan Diri

Sasaran : Siswa Kelas 1-3 SMP Negeri 6 Banjar

Tempat : SMP Negeri 6 Banjar

Hari/Tanggal : Sabtu , 31 Oktober 2015

Waktu : 1 x 30menit

I. Tujuan

1. Tujuan Instruksional Umum :

Setelah dilakukan penyuluhan mengenai personal hygiene diharapkan Siswa

dan siswi SMP Negeri 6 Banjar memahami dan dapat melakukan perawatan

dengan kebersihan diri.

2. Tujuan Instruksional Khusus:

Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan Siswa dan siswi SMP Negeri 6

Banjar memahami dan dapat:

a) Mengetahui pengertian personal hygiene / kebersihan diri

b) Mengetahui tujuan personal hygiene

c) Mengetahui jenis-jenis personal hygiene

d) Mengetahui tindakan personal hygiene


29

II. Metode

Ceramah dan Tanya jawab

III. Media

1. Leaflet

IV. Kegiatan
No. Komunikator Komunikan
Pre Interaksi (5 menit)
1 Memberi salam dan memperkenalkan Menjawab salam
diri
2 Menjelaskan tujuan penyuluhan dan Mendengarkan
tema penyuluhan.
3 Apersepsi dengan menanyakan gejala Mendengarkan dan
dan pengetahuan masyarakat mengenai Menjawab
personal hygiene

Isi (20 menit)


4 Menjelaskan materi penyuluhan Mendengarkan
mengenai konsep personal hygiene
5 Memberikan kesempatan kepada Mengajukan pertanyaan
komunikan untuk bertanya tentang
materi yang disampaikan.
6 Penutup (5 menit)
Memberikan pertanyaan akhir sebagai Menjawab
evaluasi.

7 Menyimpulkan bersama-sama hasil Mendengarkan


kegiatan penyuluhan.

8 Menutup penyuluhan dan mengucapkan Menjawab salam


salam.
30

V. Evaluasi

1. Evaluasi struktur

a. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di SMP Negeri 6 Banjar

b. Kontrak waktu 30 menit

2. Evaluasi proses

a. Siswa dan siswi SMP Negeri 6 Banjar antusias terhadap materi

penyuluhan

b. Siswa dan siswi SMP Negeri 6 Banjar tidak meninggalkan tempat

sebelum kegiatan selesai

c. Siswa dan siswi SMP Negeri 6 Banjar ikut berperan aktif didalam

pelaksanaan kegiatan penyuluhan

d. Siswa dan siswi SMP Negeri 6 Banjar terlibat aktif dalam kegiatan

penyuluhan

3. Evaluasi hasil

a. Peserta dapat menyebutkan pengertian personal hygiene dengan benar.

b. Peserta dapat menyebutkan tujuan personal hygiene

c. Peserta dapat menyebutkan jenis-jenis personal hygiene

d. Peserta dapat menyebutkan tindakan-tindakan personal hygiene


31

MATERI PENYULUHAN

PERSONAL HYGIENE

A. Pengertian Personal hygiene

 Hygiene adalah ilmu kesehatan.

 Hygiene perorangan adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara

kesehatan mereka (Perry & Potter, 2009)

Cara perawatan diri menjadi rumit dikarenakan kondisi fisik atau keadaan

emosional seseorang.Pemeliharaan hygiene perorangan diperlukan untuk

kenyamanan individu, keamanan, dan kesehatan.

B. Tujuan Personal hygiene

1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang

2. Memelihara kebersihan diri seseorang

3. Memperbaiki personal hygiene yang kurang

4. Mencagah penyakit

5. Menciptakan keindahan

6. Meningkatkan rasa percaya diri

C. Dampak yang SeringTimbulpadaMasalahPersonal hygiene

1. Dampak Fisik

Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak

terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering


32

terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut,

,dan pada kuku.

2. Dampak Psikososial

Masalah social yang berhubungan dengan Personal hygiene adalah gangguan

kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga

diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksisosial.

D. Jenis-JenisPersonal hygiene / Kebersihan diri

1. Mandi

2. Perawatan rambut

3. Perawatan gigi

4. Perawatan kuku

5. Mencuci tangan

E. Tindakan Yang Diperlukan

1. Mandi

a. Basahi badan dengan air bersih

b. Ambil sabun mandi

c. Usapkan sabun keseluruh badan sampai berbusa dan gosok seluruh badan

dengan busa sabun hingga bersih

d. Bilas dengan air bersih

e. Keringkan dengan handuk bersih

f. Lakukan 2 x sehari pagi dan sore


33

2. Rambut

a. Cuci rambut minimal tiga kali seminggu menggunakan sampo, bilas

dengan air bersih.

b. Lakukan hingga rambut bersih

c. Keringkan rambut setelah dicuci.

d. Sisirlah rambut 3 hingga 4 kali sehari dengan sisir bergigi jarang.

3. Gigi

a. Sikat gigi minimal dua kali sehari/sehabis makan lalu bilas.

b. Menyikat gigi sebelum tidur penting.

c. Ketika gosok gigi, perhatikan untuk membersihkan partikel makanan yang

tersangkut diantara dan didalam celah antara gigi rata dibelakang, gigi

geraham dan gigi geraham bungsu.

d. Sikat dengan arah kebawah untuk gigi atas dan sikat kearah atas untuk

gigi bawah.

e. Gunakan gerakan melingkar. Bersihkan juga lidah dan bagian dalam gigi.

f. Sikat gigi harus memiliki ujung bulu yang dapat kembali ke bentuk

semula.

g. Sikat harus dibilas bersih dan kering setelah dipakai.

h. Tidak ada pasta gigi yang sempurna. Gunaka pasta gigi yang tidak

mengandung bahan pengasah atau antiseptic yang kuat.


34

4. Kuku

a. Memanjangkan kuku hanya jika anda menjamin kebersihan kuku. Kuku

pendek mengurangi masalah.

b. Jangan memotong kuku terlalu dekat dengan ujung kulit. Badan sehat

mempunyai kuku sehat. Kuku rapuh/tak berwarna merah mengindikasikan

kondisi kurang sehat atau adanya penyakit.

c. Mengecat kuku terus menerus dapat menyebabkan keratin atau kuku

robek.

d. Jika memungkinkan, manjakan kuku anda tiap tiga minggu sekali dengan

manicure (rendam tangan di air hangat selama 10 menit, pijat tangan,

kemudian bersihkan dan bentuk kuku anda)

5. Cuci Tangan

Cuci tangan sangat penting ketika:

a. Sebelum dan sesudah menggunakan toilet; sebelum atau sesudah

melakukan aktivitas tertentu.

b. Sebelum, selama & sesudah menyiapakan makanan; sebelum beristirahat

makan, minum, & merokok.

c. Ketika batuk, bersin/ meniup hidung, dan berada didekat seseorang yang

sedang sakit untuk mengontrol penyebaran kuman yang dapat

menyebabkan pilek dan flu


35

d. Ketika memasak/ membungkus makanan, mencegah makanan dari

kerusakan dan mengurangi kontaminasi. Ketika menangani makanan

jangan menggaruk/ memegang telinga, hidung, mulut, ataui luka terbuka.

e. Cuci tangan setelah menggunakan sarung tangan atau tissue.

Cara mencuci tangan yang baik:

a. Basahi tangan dibawah kran dan gunakan sabun batang/ sabun cair.

Semua bagian tangan harus terkena air, semua permukaan kulit termasuk

jari tangan, kuku dan bagian belakang telapak tangan digosok dengan

busa sabun minimal 20 detik, bilas tangan dengan air

b. Keringkan tangan dengan handuk bersih/ handuk disposable setelah

mencuci. Handuk ditempat cuci tangan harus dicuci dan diganti setiap hari

c. Untuk jajawarapa aktivitas laian, hand sanitizer tidak dapat menggantikan

pencucian tangan. Mencuci tangan menggunakan hand sanitizer, dengan

menuangkan sejumlah sanitizer ke telapak tangan, kemudian menggosok

kedua tangan bersama hingga kering, pastikan telah mencakup semua

permukaan tangan.
PRE PLANNING
PENDIDIKAN KESEHATAN
PERAWATAN KUKU, MENCUCI TANGAN, MENCUCI RAMBUT

1. LATAR BELAKANG
Perilaku hidup sehat merupakan suatu usaha dan gaya hidup yang
seharusnya dikembangkan dan selau diupayakan agar terciptanya suatu kehidupan
dan pola hidup yang sehat. Salah satu upaya untuk tercapainya suatu kehidupan
yang sehat adalah dengan dibentuknya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dimana
semua anak sekolah terlibat dalam membudayakan perilaku-perilaku hidup sehat.
Salah satu peran perawat kemonuitas dalam kegiatan UKS adalah sebagai
konsultan dan penanggung jawab bagi sekolah yang memiliki sistem kesehatan.
Berdasarkan hasil pengkajian pada murid kelas I-III diperoleh hasil cuci tangan
Selalu 6% Kadang-kadang 42% Tidak 52%. Pada jam istirahat kebanyakan siswa
jajan/makan tanpa mencuci tangan dahulu. Hal ini merupakan perilaku yang tidak
sehat dan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti diare, cacingan
dan rambut yang kotor, sehingga dapat menurunkan konsentrasi siswa dalam
belajar.
Aktivitas sehari
Mandi
1 X Sehari - -
2 X Sehari 38 76%
3 X Sehari 12 24%

Cuci tangan bila


Makan(jajan)
Selalu 3 6%
Kadang-kadang 27 42%
Tidak 22 52%

Gosok Gigi
1 X Sehari - -
2 X Sehari 26 52%
3 X Sehari 24 48%
Cuci Rambut 26 52%
Tiap hari 14 28%
2 x seminggu 10 20%
3 x seminggu

Ganti Baju
1 X Sehari 3 6%
2 X Sehari 34 68%
3 X Sehari 13 26%

Melihat dari hasil pengkajian tersebut maka perlu diberikan pendidikan


kesehatan melalui penyuluhan mengenai perawatan kuku, perawatan rambut dan
mencuci tangan kepada siswa SMP Negeri 6 Banjar agar mereka terbiasa hidup
sehat sehingga terhindar dari penyakit yang disebabkan karena kurangnya
perawatan kebersihan diri.

2. DESKRIPSI KEGIATAN
a. Nama Kegiatan
Penyuluhan kesehatan tentang perawatan kuku, mencuci tangan dan
perawatan rambut merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk
memberikan informasi dan perubahan sikap pada siswa tentang perilaku hidup
sehat.
b. Persiapan
o Mengadakan lobbying dan negosiasi pada kepala sekolah, staf pengajar dan
siswa
o Menyiapkan materi penyuluhan dan medianya
c. Pelaksanaan
o Menyampaikan materi tentang perawatan kuku, mencuci tangan oleh
Mahasiswa PPN Dusun Karang Pucung Wetan
o Kegiatan penyuluhan dilakukan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2015
Waktu : 09.00 – 11.00 WIB
d. Upaya Tindak Lanjut
Menganjurkan pada para guru untuk memotivasi para siswa untuk memotong
kuku, mencuci tangan dan perawatan rambut.

3. TUJUAN
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 60 menit, siswa SMP Negeri 6 Banjar
mengetahui cara perawatan kuku, mencuci tangan dan perawatan rambut.
Tujuan Khusus
o Siswa dapat menyebutkan pengertian kuku
o Siswa dapat menyebutkan fungsi kuku
o Siswa dapat menyebutkan 2 dari 3 fungsi kuku
o Siswa dapat menyebutkan tujuan mencuci tangan dan perawatan rambut
o Siswa dapat menyebutkan cara memotong kuku, mencuci tangan dan
perawatan
Rambut.

4. EVALUASI
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan siswa memahami tenatang perawatan
kuku, mencuci tangan dan perawatan rambut dan memulai menjalankan perilaku
hidup sehat dan memperhatikan kebersihan perorangan.
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Personal Hygiene


Sub Pokok Bahasan : Perawatan Kuku, Mencuci tangan dan Perawatan Rambut
Sasaran : Siswa Kelas I-III SMP Negeri 6 Banjar
Waktu : 60 menit
Hari/tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2015
Penanggung Jawab : Mahasiswa PPN STIKes Bina Putra Banjar
Dusun Karang Pucung Wetan

1. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan selama 60 menit, siswa SMP Negeri 6 Banjar
mengetahui perawatan kuku, mencuci tangan dan perawatan rambut.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 60 menit, sasaran dapat:
o Siswa dapat menyebutkan pengertian kuku
o Siswa dapat menyebutkan fungsi kuku
o Siswa dapat menyebutkan 2 dari 3 fungsi kuku
o Siswa dapat menyebutkan tujuan memotong kuku, mencuci tangan dan
perawatan rambut
o Siswa dapat menyebutkan cara memotong kuku, mencuci tangan dan
perawatan rambut.
3. Materi
Terlampir
4. Metode
o Ceramah
o Tanya Jawab
5. Media
o Flipchart
6. Evaluasi
Jenis evaluasi : Lisan
Pertanyaan :
Apa yang dimaksud dengan kuku ?
Apakah fungsi dari kuku ?
Sebutkan tanda-tanda kuku yang sehat ?
Sebutkan tujuan memotong kuku, mencuci tangan dan perawatan rambut !
Sebutkan cara memotong kuku, mencuci tangan dan perawatan rambut !
Materi

PERAWATAN KUKU, MENCUCI TANGAN, MENCUCI RAMBUT

1. Perawatan Kuku
Pengertian
Kuku merupakan struktur pelengkap kulit yang terbentuk dari sel epidermis yang
berubah struktur menjadi tanduk yang sifatnya keras.
Fungsi Kuku
Pada dasarnya fungsi kuku yaitu :
 Pelindung yaitu melindungi ujung jari dari trauma
 Kosmetik
Bagian-Bagian Kuku
Secara garis besar kuku terbagi atas tiga bagian utama yaitu :
Ujung kuku merupakan bagian kuku yang apabila tumbuh memanjang dipotong
Badan kuku merupakan bagian kuku yang memiliki bagian besar dari alur kuku
Pangkal kuku merupakan bagian yang tertanam pada kulit ujung jari yang disebut
dengan akar kuku
Tanda-Tanda Kuku Sehat dan Tidak Sehat
Kuku yang sehat mempunyai tanda-tanda sebagai berikut :
 Berwarna merah muda dan kemerahan baik sebelum atau ditekan maupun
segera setelah ditekan
 Bentuk mencembung
 Garis lengkung rata
Sedangkan kuku yang tidak sehat mempunyai tanda-tanda sebagai berikut :
 Berwarna kebiruan baik sebelum atau tidak ditekan, warna kebiruan tersebut
sering disebut dengan sianosis, yang timbul karena ada gangguan aliran darah
 Bentuk membengkak dapat disertai adanya rasa sakit dan keluarnya nanah
 Garis lengkung tak rata
Memotong Kuku
Tujuan memotong kuku adalah :
 Menjaga kebersihan dan keindahan
 Mencegah timbulnya luka atau infeksi
Persiapan alat memotong kuku :
 Gunting kuku
 Handuk kecil
 Baskom berisi air hangat
 Sabun mandi pada tempatnya
 Sikat kuku
Pelaksanaan memotong kuku :
 Memotong kuku jari tangan
- Tangan direndam dalam air hangat selama 1-2 menit untuk melunakkan
kuku, bila kuku sangat kotor harus disikat dengan sikat kuku dan sabun,
lalu dibilas dengan air hangat dan dikeringkan dengan handuk
- Tangan diletakkan diatas tissue, supaya kuku tidak berserakan
- Cara memotong kuku jari tangan disesuaikan dengan lengkungan jari
tangan
 Memotong kuku jari kaki
- Kaki direndam dalam air hangat selama 2-3 menit
- Bila sangat kotor, kaki harus disikat dan disabun lalu dibilas dengan air
hangat/bersih dan dikeringkan dengan handuk
- Kuku kaki dipotong lurus lalu dibersihkan dan disikat
- Peralatan dibersihkan dan dirapihkan

2. Mencuci Tangan
Tujuan
1. Mencegah terjadinya infeksi dan timbulnya penyakit saluran pencernaan
yang disebarkan melalui tangan kotor
2. Menjaga kebersihan perorangan
Persiapan
 Air bersih yang mengalir
 Sabun
 Handuk atau lap kering
 Sikat lunak bila diperlukan
Pelaksanaan
 Bila memakai arloji, arloji harus dilepas
 Tangan sampai siku tangan dibasahi dalam air mengalir kemudian
disabuni atau disikat bila perlu
 Bilas tangan dengan air bersih kemudian dikeringkan dengan lap kering
Akibat tidak mencuci tangan
 Tangan kotor
 Kuman dan kotoran bersarang dan berkembang biak di tangan
 Bankteri masuk ke dalam saluran pencernaan sehingga dapat
menimbulkan diare.

3. Mencuci Rambut
Tujuan
 Membersihkan rambut dan kulit kepala dari kotoran
 Menghilangkan bau
 Memberikan rasa nyaman
 Meningkatkan aliran darah ke bagian bagian
 Membasmi kutu dan ketombe
Persiapan alat
 Handuk
 Shampoo
 Air sesuai kebutuhan
 Gayung
 Sisir
Pelaksanaan
 Peralatan didekatkan
 Rambut disiram perlahan-lahan dengan air hingga semua bagian rambut dan
kepala basah
 Kemudian diberi shampoo secukupnya, ratakan shampoo ke seluruh bagian
rambut dan kepala, pijat kulit kepala secara perlahan-lahan dengan ujung jari.
Kulit kepala tidak boleh digaruk dengan kuku karena dapat menimbulkan luka
di kulit kepala.
 Bilas rambut dengan air mengalir sampai bersih, kemudian kepala dipijat-pijat
 Keringkan rambut dan seluruh bagian kepala dengan handuk,setelah air tidak
menetes biarkan rambut kering
 Rapihkan rambut dengan sisir
 Lakukan mencuci rambut 2-3 kali dalam seminggu
Akibat tidak mencuci rambut dengan teratur
 Rambut menjadi bau dan lengket
 Timbul kutu dan ketombe
 Kepala menjadi pusing
 Adanya koreng pada kepala
LAPORAN KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN
TENTANG PERAWATAN KUKU

I. PERSIAPAN
1. Pada saat dilakukan pengkajian pemeriksaan fisik yaitu tanggal 31 Oktober
2015 terhadap siswa SMP Negeri 6 Banjar dari kelas I-III dan didapatkan
adanya masalah pada siswa siswi yaitu kebersihan diri kurang terutama kuku
ada yang kotor, panjang dan hitam sehingga pada upaya pemecahan masalah
salah satunya perlu dilakukan penyuluhan kesehatan tentang perawatan kuku
2. Hubungan kerjasama yang dilakukan di SMP Negeri 6 Banjar Dusun Karang
Pucung Wetan Desa Jajawar dengan menyoroti masalah perawatan kuku adalah
melalui tahap persiapan yang dilakukan dengan menggunakan cara:
a. Pendekatan kepada kepala sekolah dan staf guru di SMP Negeri 6 Banjar
b. Pendekatan kepada semua siswa di SMP Negeri 6 Banjar
c. Pengkajian kepada siswa di SMP Negeri 6 Banjar dimulai dari kelas I-III.

II. PELAKSANAAN
1. Pelaksanaan pendidikan kesehatan tentang perawatan kuku dilaksanakan pada
tanggal 31 Oktober 2015 pada seluruh siswa..
2. Adapun materi yang diberikan adalah :
a. Pengertian perawatan kuku
b. Fungsi perawatan kuku
c. Bagian-bagian kuku
d. Tanda – tanda kuku yang sehat
e. Tanda – tanda kuku yang tidak sehat
f. Memotong kuku (tujuan, persiapan alat dan pelaksanaan memotong kuku)

III. HASIL KEGIATAN


Hasil pendidikan kesehatan memotong kuku di SMP Negeri 6 Banjar Dusun
Karang Pucung Wetan didapatkan :
1. Pendidikan kesehatan memotong kuku seluruh siswa SMP Negeri 6 Banjar
dari kelas I-III.
2. Seluruh siswa kukunya bersih dan pendek

IV. TINDAK LANJUT


1. Pertahankan kuku dalam keadaan bersih dan pendek
2. Memotong kuku minimal 1 kali dalam seminggu.
3. Diadakannya pemeriksaan kuku siswa setiap seminggu sekali oleh guru.
LAPORAN KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN
TENTANG MENCUCI TANGAN
I. PERSIAPAN
1. Pada saat dilakukan pengkajian pemeriksaan fisik yaitu tanggal 31 Oktober
2015 terhadap siswa SMP Negeri 6 Banjar kelas I-III dan didapatkan adanya
masalah pada siswa siswi yaitu kebersihan diri kurang terutama mencuci tangan
ada yang kotor sehingga pada upaya pemecahan masalah salah satunya perlu
dilakukan penyuluhan kesehatan tentang mencuci tangan.
2. Hubungan kerjasama yang dilakukan di SMP Negeri 6 Banjar Dusun Karang
Pucung Wetan Desa Jajawar dengan menyoroti masalah mencuci tangan adalah
melalui tahap persiapan yang dilakukan dengan menggunakan cara:
a. Pendekatan kepada kepala sekolah dan staf guru di SMP Negeri 6 Banjar
b.Pendekatan kepada semua siswa di SMP Negeri 6 Nanjar
c. Pengkajian kepada seluruh siswa di SMP Negeri 6 Banjar dimulai dari kelaS
I-III.

II. PELAKSANAAN
1. Pelaksanaan pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan dilaksanakan pada
tanggal 31 Oktober 2015 pada seluruh siswa.
2. Adapun materi yang diberikan adalah :
a. Tujuan mencuci tangan
b. Persiapan alat mencuci tangan
c. Pelaksanaan cuci tangan
d. Akibat tidak mencuci tangan

III. HASIL KEGIATAN


Hasil pendidikan kesehatan mencuci tangan di SMP Negeri 6 Banjar Dusun
Jajawar Wetan didapatkan :
1. Pendidikan kesehatan mencuci tangan seluruh siswa SMP Negeri 6 Banjar
dari kelas I-III.
2. Seluruh siswa kukunya bersih dan pendek
IV. TINDAK LANJUT
1. Pertahankan tangan dalam keadaan bersih
2. Pertahankan tangan dalam keadaan bersih sebelum dan sesudah makan
LAPORAN KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN
TENTANG MENCUCI RAMBUT

I. PERSIAPAN
1. Pada saat dilakukan pengkajian pemeriksaan fisik yaitu tanggal 31 Oktober
2015 terhadap siswa SMP Negeri 6 Banjar dari kelas I-III dan di dapatkan
adanya masalah pada siswa siswi yaitu kebersihan diri kurang terutama rambut
kotor, sehingga pada upaya pemecahan masalah salah satunya perlu
dilakukanpenyuluhan kesehatan tentang mencuci rambut
2. Hubungan kerjasama yang dilakukan di SMP Negeri 6 Banjar Dusun Jajawar
Wetan Desa Jajawar dengan menyoroti masalah mandi adalah melalui tahap
persiapan yang dilakukan dengan menggunakan cara:
a. Pendekatan kepada kepala sekolah dan staf guru di SMP Negeri 6 Banjar
b. Pendekatan kepada semua siswa di SMP Negeri 6 Banjar
c. Pengkajian kepada seluruh siswa di SMP Negeri 6 Banjar dimulai dari kelas
1-3.

II. PELAKSANAAN
1. Pelaksanaan pendidikan kesehatan mencuci rambut dilaksanakan pada tanggal
31 Oktober 2015 oleh seluruh siswa.
2. Adapun materi yang diberikan adalah :
a. Tujuan mencuci rambut
b. Persiapan alat mencuci rambut
c. Pelaksanaan cuci rambut
d. Akibat tidak mencuci rambut

III. HASIL KEGIATAN


Hasil pendidikan kesehatan mandi di SMN negeri 6 Banjar Dusun Jajawar
Wetan didapatkan :
1. Pendidikan kesehatan mandi kepada 20 orang perawat dan seluruh siswa SMP
Negeri 6 Banjar dari kelas 1-3.
2. Seluruh siswa telah melakukan mencuci rambut
IV. TINDAK LANJUT
1. Pertahankan rambut dalam keadaan bersih.
2. Mencuci rambut minimal 2 kali dalam seminggu.
3. Diadakannya pemeriksaan rambut siswa setiap seminggu sekali boleh guru
dan dibantu oleh percil.