Anda di halaman 1dari 1

EPIDEMIOLOGI

Insiden penyakit ini sebesar 1: 5000 kelahiran hidup (Yan, et al., 2014). Secara
epidemiologi, Hirschsprung’s disease ditemukan empat kali lebih banyak terjadi
pada laki-laki daripada perempuan (Esayias, et al., 2013). Terdapat studi yang
menyatakan bahwa risiko lebih tinggi (12.4%-33%) terjadi pada penderita yang
memiliki saudara kandung dengan total colonic involvement. Sekitar 25% obstruksi
intestinal pada newborn disebabkan oleh Hirschsprung’s disease (Georgeson,
2010).

FAKTOR RESIKO
Risiko tertinggi terjadinya penyakit Hirschsprung biasanya pada pasien yang
mempunyai riwayat keluarga penyakit Hirschsprung dan pada pasien penderita
Down Syndrome. Rektosigmoid paling sering terkena, sekitar 75% kasus, fleksura
lienalis atau kolon transversum pada 17% kasus. Anak kembar dan adanya riwayat
keturunan meningkatkan risiko terjadinya penyakit Hirschsprung. Penyakit
Hirschsprung lebih sering terjadi secara diturunkan oleh ibu aganglionosis
dibandingkan oleh ayah (Kartono, 2010; Holscneider, 2008).

Kartono D. 2010. Penyakit Hirschsprung. Sagung Seto. Jakarta

Holschneider A, 2008. Hirschprung’s Disease and Alhed Disorder. 3th ed. Belgich glodbach. Germany

Adibe O.O., Muensterer O.J., Georgeson K.E., Harmon C.M. 2010. Severity of appendicitis correlates
with the pediatric appendicitis score. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20936475. 12 Februari
2018.