Anda di halaman 1dari 20

MODUL MANAJEMEN

A. PENGERTIAN

Manajemen keperawatan adalah proses pelaksanaan pelayanan

keperawatan melalui upaya staf keperawatan untuk memberikan asuhan

keperawatan, pengobatan dan rasa aman kepada pasien, keluarga dan

masyarakat. (Gillies, 1989).

Menurut P. Siagian, manajemen berfungsi untuk melakukan semua

kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-

batas yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Sedangkan Liang Lie

mengatakan bahwa manajemen adalah suatu ilmu dan seni perencanaan,

pengarahan, pengorganisasian dan pengontrol dari benda dan manusia untuk

mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya. Secara etimologis manajemen

berasal dari kata “Manage” bahasa Italia managio dari kata managgiare yang

berarti mengendalikan (to handle) dan berasal dari kata latin “manus” yang

berarti tangan yaitu menangani, mengurus, dan mengendalikan.

Beberapa tokoh mendefinisikan manjemen sebagai berikut :

a. Management is the accomplishing of the predeterminat objective

throught the effort of order people (GR Terry) yaitu pencapaian tujuan

yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang

lain.
b. Management is getting things done throught the effort people (Konntz H

&Donnels C) yaitu penyelesaian pekerjaan melalui kegiatan-kegiatan

orang lain

c. Manajemen adalah menyelenggarakan sesuatu yang menggerakan orang-

orang, uang, dan alat-alat sesuai dengan kebutuhan.(Prayudi)

d. Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh

sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang

lain. (Sondang P Siagian)

e. Manajemen adalah proses kegiatan seorang pemimpin yang harus

dilaksanakan dan menggunakan cara-cara ilmiah / praktis unutk

mencapai tujuan

Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif

dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Sedangkan manajemen

keperawatan adalah proses bekerja melalui anggota staff keperawatan untuk

memberikan asuhan keperawatan secara professional.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen

adalah kemampuan dan keterampilan (manajer) membuat aktifitas –aktifitas

berdasarkan kewenangan yang ada untuk mencapai tujuan secara efektif

dengan memanfaatkan sumber manajemen secara optimal dan efesien.

B. Konsep Model Praktek Keperawatan Professional

Pelayanan prima keperawatan dalam bentuk model praktek keperawatan

professional, yang pada awalnya dikembangkan oleh sudarsono (2000) di

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan beberapa rumah sakit umum lainnya
di Indonesia. MPKP adalah suatu system ( Struktur, proses dan nilai-nilai

professional) yang memungkinkan perwat profisional mengatur pemberian

asuhan keperwatan termasuk lingkungan yang diperlukan untuk menopang

pemberian asuhan keperawatan.

1. Model Praktek Keperawatan Professional III

Tenaga keperawatan yang akan bekerja di ruangan ini semua professional

dan ada perawat yang sudah menyandang gelar doctor dalam pengalaman

klinik, sehingga praktek keperawatan berdasarkan evidence based. Di

ruangan termasuk dilakukan penelitian keperawatan, khususnya penelitian

klinis serta memanfaatkan hasil riset dalam memberikan asuhan

keperawatan.

2. Model Praktek Keperawatan Professional II

Tenaga perawat yang bekerja di ruangan ini mempunyai kemampuan

spesialis keperawatan yang dapat memberikan konsultasi kepada perawat

primer. Di ruangan ini digunakan hasil-hasil keperawatan dan melakukan

penelitian keperawatan

3. Model Praktek Keperawatan Professional I

Model ini merupakan 3 komponen utama yaitu, ketenagaan, metode

pemberian asuhan keperawatan, dan pendokumentasian keperawatan.

Metode yang digunakan pada model ini adalah kombinasi metode

keperawatan primer dan metode tim yang disebut tim primer

4. Model Praktek Keperawatan Professional Pemula


Model ini menyerupai MPKP I, mempunyai komponen utama seperti

MPKP I tetapi baru tahap awal pengembangan yang akan menuju

professional.

C. PILAR NILAI MODEL PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESSIONAL

1. Management Approach

a. Perencanaan

Perencanaan meliputi:

1) Gambaran apa yang akan dicapai

2) Persiapan pencapaian tujuan

3) Rumusan suatu persoalan untuk dicapai

4) Persiapan tindakan–tindakan

5) Rumusan tujuan tidak harus tertulis dapat hanya dalam benak

saja

6) Tiap–tiap organisasi perlu perencanaan

Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan

penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa

mendatang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah

ditetapkan (Siagian, 1990). Dalam suatu organisasi perencanaan

merupakan pola pikir yang dapat menentukan keberhasilan suatu

kegiatan dan titik tolak dari kegiatan pelaksanaan selanjutnya.

Jenis-jenis perencanaan terdiri dari rencana jangka panjang,

rencana jangka menengah dan rencana jangka pendek.

Perencanaan jangka panjang disebut juga perencanaan strategis


yang disusun untuk 3 sampai 10 tahun. Perencanaan jangka

menengah dibuat dan berlaku 1 sampai 5 tahun. Sedangkan

perencanaan jangka pendek dibuat satu jam sampai dengan satu

tahun. Hirarki dalam perencanaan terdiri dari perumusan visi,

misi, filosofi, peraturan, kebijakan dan prosedur (Marquis &

Houston, 1998). Untuk jenis perencanaan yang diterapkan di

ruang MPKP meliputi rencana kegiatan harian, bulanan dan

tahunan.

Visi adalah pernyataan singkat yang menyatakan mengapa

organisasi itu dibentuk serta tujuan organisasi tersebut. Visi perlu

dirumuskan sebagai landasan perencanaan organisasi. Misi

adalah pernyataan yang menjelaskan tujuan organisasi dalam

mencapai visi yang telah ditetapkan. Filosofi adalah seperangkat

nilai-nilai kegiatan yang menjadi rujukan semua kegiatan dalam

organisasi dan menjadi landasan dan arahan seluruh perencanaan

jangka panjang. Nilai-nilai dalam filosofi dapat lebih dari satu.

Adapun yang terkahir, kebijakan adalah pernyataan yang

menjadi acuan organisasi dalam pengambilan keputusan.

1) Rencana harian

Rencana harian adalah kegiatan yang akan dilaksanakan oleh

perawat sesuai dengan perannya masing-masing yang dibuat

pada setiap shift. Isi kegiatan disesuaikan dengan peran serta

fungsi perawat. Rencana harian dibuat sehari sebelum dinas


atau satu jam sebelum operan dilakukan dan dilengkapi pada

saat operan dan pre conference.

Isi rencana harian kepala ruangan meliputi:

a) Asuhan keperawatan

b) Supervisi ketua tim dan perawat pelaksana

c) Supervisi tenaga non perawat dan kerja sama dengan

unit lain yang terkait

Isi rencana harian ketua tim adalah:

a) Penyelanggaraan asuhan keperawatan pasien pada tim

yang menjadi tanggung jawabnya

b) Melakukan supervisi perawat pelaksana

c) Kolaborasi dengan dokter atau tim kesehatan yang lain

d) Alokasi pasien sesuai perawat yang dinas

Adapun isi rencana harian perawat pelaksana adalah

tindakan keperawatan untuk sejumlah pasien yang

dirawat pada shift dinasnya. Rencana harian perawat

pelaksana shift sore dan malam agak berbeda jika hanya

satu orang dalam satu tim maka perawat tersebut

berperan sebagai ketua tim dan perawat pelaksana

sehingga tidak ada kegiatan pre dan post conference.

2) Rencana bulanan
Setiap akhir bulan kepala ruangan melakukan evaluasi hasil

keempat pilar atau nilai MPKP dan berdasarkan hasil

evaluasi tersebut kepala ruangan akan membuat tindak lanjut

dalam rangka peningkatan kualitas hasil. Kegiatan yang

mencakup rencana bulanan kepala ruangan adalah sebagai

berikut.

a) Membuat jadwal dan memimpin case conference

b) Membuat jadwal dan memimpin pendidikan kesehatan

kelompokkeluarga

c) Membuat jadwal dinas

d) Membuat jadwal petugas menerima pasien baru

e) Membuat jadwal dan memimpin rapat bulanan perawat

f) Melakukan jadwal dan memimpin rapat tim kesehatan

g) Membuat jadwal supervisi dan penilaian kinerja ketua tim

dan perawat pelaksana

h) Melakukan audit dokumentasi

i) Membuat laporan bulanan

Setiap akhir bulan ketua tim melakukan evaluasi tentang

keberhasilan kegiatan yang dilakukan di timnya. Kegiatan-

kegiatan yang mencakup rencana bulanan katim adalah:

a) Mempresentasikan kasus dalam case conference

b) Memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga

c) Melakukan supervisi perawat pelaksana


3) Rencana tahunan

Setiap akhir tahun kepala ruangan melakukan evaluasi hasil

kegiatan dalam satu tahun yang dijadikan sebagai acuan

rencana tindak lanjut serta penyusunan rencana tahunan

berikutnya. Rencana kegiatan tahunan mencakup:

a) Menyusun laporan tahunan yang berisi tetang kinerja

MPKP baik proses kegiatan aktivitas yang sudah

dilaksanakan dari 4 pilar praktek professional serta evaluasi

mutu pelayanan.

b) Melaksanakan rotasi tim untuk penyegaran anggota masing-

masing tim.

c) Penyegaran terkait materi. MPKP khusus kegiatan yang

masih rendah pencapaiannya. Hal ini bertujuan

mempertahankan kinerja yang telah dicapai MPKP bahkan

meningkatkannya di masa mendatang.

d) Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi

peningkatan jenjang karir perawat (perawat pelaksana

menjadi ketua tim, ketua tim menjadi kepala ruangan),

rekomendasi untuk melanjutkan pendidikan formal,

membuat jadwal untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.


b. Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah pengelompokan aktivitas untuk mencapai

tujuan, penugasan suatu kelompok tenaga keperawatan, menentukan cara

dari pengkoordinasian aktivitas yang tepat, baik vertikal maupun

horizontal, yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi.

Pengorganisasian kegiatan dan tenaga perawat diruang MPKP

menggunakan pendekatan Sistem Penugasan Modifikasi Keperawatan

Tim-Primer. Secara vertikal ada Kepala Ruangan, Ketua Tim, dan

Perawat Pelaksana. Setiap Tim bertanggung jawab terhadap sejumlah

pasien.

1) Struktur organisasi ruang MPKP

Uraian tugas kepala ruangan di ruang MPKP sebagai berikut:

a) Pada pilar management approach yaitu:

(1) Menyusun visi, misi, filosofi, kebijakan, rencana jangka

pendek harian, bulanan dan tahunan.

(2) Menyusun struktur organisasi, jadwal dinas dan daftar alokasi

pasien.

(3) Memimpin operan, menciptakan iklim motivasi, mengatur

pendelegasian, melakukan supervise.

(4) Mengevaluasi indikator mutu, melakukan audit dokumentasi,

melakukan survey kepuasan pasien, keluarga, perawat dan

tenaga kesehatan lainnya, melakukan survey masalah

kesehatan/keperawatan.
b) Pada pilar compensatory reward yaitu:

(1) Melakukan penilaian kinerja ketua tim dan perawat

pelaksana.

(2) Merencanakan dan melaksanakan pengembangan staf

c) Pada pilar professional relationship yaitu:

(1) Memimpin rapat keperawatan.

(2) Memimpin konferensi kasus.

(3) Melakukan rapat tim kesehatan.

(4) elakukan kolaborasi dengan dokter.

d) Pada pilar patient care delivery system yaitu:

(1) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan hipertermia.

(2) Mampu melaksanakan asuhan pada pasien dengan nyeri akut,.

(3) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan perubahan perfusi jaringan perifer.

(4) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan perubahan perfusi jaringan cerebral.

(5) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan intoleransi aktifitas.

(6) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan keterbatasan aktifitas.

(7) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan pola nafas tidak efektif.


(8) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan tidak efektifnya bersihan jalan nafas.

(9) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan gangguan pertukaran gas.

(10) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan penurunan curah jantung.

(11) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada perubahan

nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

(12) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh.

(13) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan kekurangan volume cairan.

(14) Mampu melakukan asuhan keperawatan pada pasien

dengan anxietas.

(15) Mampu melakukan asuhan keperatawan dengan kurang

pengetahuan.

Uraian tugas ketua tim di ruang MPKP sebagai berikut:

a) Pada pilar management approach yaitu:

(1) Menyusun rencana jangka pendek (rencana harian dan

bulanan)

a. Menyusun jadwal dinas bersama kepala ruangan

b. Membagi alokasi pasien pada perawat pelaksana

c. Memimpin pre conference


d. Memimpin post conference

e. Menciptakan iklim motivasi di timnya

f. Mengatur pendelegasian di timnya, melaksanakan

supervisi kepada anggota timnya

g. Mengobservasi pelaksanaan asuhan keperawatan pada

pasien yang dilakukan perawat pelaksana

h. Memberikan umpan balik pada perawat pelaksana.

b) Pada pilar compensatory reward yaitu menilai kinerja perawat

pelaksana.

c) Pada pilar professional relationship yaitu melaksanakan

konferensi kasus dan melakukan kolaborasi dengan dokter.

d) Pada pilar patient care delivery system yaitu:

(1) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan hipertermia.

(2) Mampu melaksanakan asuhan pada pasien dengan nyeri akut

(3) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan perubahan perfusi jaringan perifer.

(4) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan perubahan perfusi jaringan cerebral.

(5) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan intoleransi aktifitas.

(6) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan keterbatasan aktifitas.


(7) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan pola nafas tidak efektif.

(8) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan tidak efektifnya bersihan jalan nafas.

(9) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan gangguan pertukaran gas.

(10) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan penurunan curah jantung.

(11) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada perubahan

nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

(12) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh.

(13) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan kekurangan volume cairan.

(14) Mampu melakukan asuhan keperawatan pada pasien

dengan anxietas

(15) Mampu melakukan asuhan keperatawan dengan kurang

pengetahuan.

Adapun uraian tugas perawat pelaksana di ruang MPKP sebagai

berikut:

a) Pada pilar management approach yaitu menyusun rencana

jangka pendek (rencana harian).

b) Pada pilar patient care delivery system yaitu:


(1) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan hipertermia.

(2) Mampu melaksanakan asuhan pada pasien dengan nyeri akut

(3) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan perubahan perfusi jaringan perifer.

(4) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan perubahan perfusi jaringan cerebral.

(5) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan intoleransi aktifitas.

(6) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan keterbatasan aktifitas.

(7) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan pola nafas tidak efektif.

(8) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan tidak efektifnya bersihan jalan nafas.

(9) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan gangguan pertukaran gas.

(10) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan penurunan curah jantung.

(11) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada perubahan

nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

(12) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh.


(13) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien

dengan kekurangan volume cairan.

(14) Mampu melakukan asuhan keperawatan pada pasien

dengan anxietas

(15) Mampu melakukan asuhan keperatawan dengan kurang

pengetahuan.

2) Daftar dinas ruangan

Daftar Dinas ruangan disusun berdasarkan tim, dibuat dalam satu

bulan, sehingga perawat sudah mengetahui dan mempersiapkan

dirinya untuk melakukan dinas. Setiap tim mempunyai anggota yang

berdinas pada pagi, sore dan malam serta yang lepas dari dinas

(libur) terutama yang telah berdinas pada malam hari.

3) Daftar alokasi pasien

Daftar pasien adalah daftar sejumlah pasien yang menjadi tanggung

jawab tiap tim selama 24 jam. Daftar pasien menggambarkan

tanggung jawab dan tanggung gugat perawat atas asuhan

keperawatan pasien sehingga terwujud keperawatan pasien yang

holistik.

c. Pengarahan

Pengarahan adalah langkah ke empat dari fungsi manajemen, yaitu

penerapan perencanaan dalam bentuk tindakan dalam rangka mencapai

tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Istilah lain yang


digunakan sebagai padanan pengarahan adalah pengkoordinasian,

pengaktifan. Apapun istilah yang digunakan pada akhirnya akan

bermuara pada melaksanakan kegiatan yang direncanakan sebelumnya.

(Marquis dan Houseton, 1998).

Di ruangan MPKP pengarahan ditetapkan dalam bentuk kegiatan-

kegiatan sebagai berikut:

1) Menciptakan iklim motivasi

2) Manajemen waktu rencana harian

3) Komunikasi efektif melalui kegiatan operan antar shift, pre dan post

conference tim.

4) Manajemen konflik

5) Pendelegasian dan supervise

d. Pengendalian

Fayol (1998) mendefinisikan pengendalian atau pengontrolan sebagai

pemeriksaan apakah segala sesuatunya terjadi sesuai dengan rencana

yang telah disepakati, instruksi yang dikeluarkan, serta prinsip-prinsip

yang ditentukann yang bertujuan untuk menunjukkan kekurangan dan

kesalahan agar dapat diperbaiki dan tidak terjadi lagi.

Pengendalian/pengawasan (controling) merupakan fungsi pengawasan

agar tujuan dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang–

orangnya, cara dan waktunya tepat. Pengendalian juga berfungsi agar

kesalahan dapat segera diperbaiki.


Di ruang MPKP, kegiatan pengendalian diterapkan dalam bentuk

kegiatan pengukuran:

1) Indikator mutu umum

a) Penghitungan lama hari rawat (BOR)

b) Penghitungan rata-rata lama dirawat (ALOS)

c) Penghitungan lama tempat tidur tidak terisi (TOI)

2) Indikator mutu khusus

a) Penghitungan pasien dekubitus

b) Penghitungan pasien infeksi saluran kemih

c) Penghitungan pasien infeksi luka operasi

d) Penghitungan luka infus

3) Kondisi pasien

a) Audit dokumentasi asuhan keperawatan

b) Survey masalah baru kepuasan pasien dan keluarga

c) Penilaian kemampuan pasien dan keluarga

4) Kondisi SDM

a) Kepuasan tenaga kesehatan perawat dan dokter

b) Penilaian kinerja perawat

2. Compensatory reward

Kemampuan perawat melakukan praktek professional perlu

dipertahankan, dikembangkan dan ditingkatkan melalui manajemen

SDM perawat yang konsisten dan disesuaikan dengan perkembangan

ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan SDM digambarkan


sebagai suatu proses pengelolaan motivasi staf sehingga dapat bekerja

secara produktif. Hal ini juga merupakan penghargaan bagi profesi

keperawatan karena melalui manajemen SDM yang baik maka perawat

mendapatkan kompensasi berupa penghargaan (compensator-reward)

sesuai dengan apa yang telah dikerjakan.

Manajemen SDM di ruang MPKP berfokus pada proses rekruitmen,

seleksi, kontrak kerja, orientasi, penilaian kinerja, dan pengembangan

staf perawat. Proses ini selalu dilakukan sebelum membuka ruang

MPKP dan pada setiap ada penambahan perawat baru.

3. Professional relationship

Hubungan professional dalam pemberian pelayanan keperawatan

merupakan standar dari hubungan antara pemberi pelayanan

keperawatan (tim kesehatan) dan penerima pelayanan keperawatan

(klien dan keluarga) (Cameron, 1997 dalam Elizabeth & Kathleen,

2003). Pada pelaksanaannya hubungan professional bisa saja terjadi

secara internal artinya hubungan yang terjadi antara pemberi pelayanan

kesehatan misalnya antara perawat dengan perawat, antara perawat

dengan tim kesehatan dan lain-lain.

Di ruang MPKP komunikasi horizontal dapat terjadi antara ketua tim,

antar perawat pelaksana, sedangkan komunikasi vertical antara kepala

ruangan, ketua tim dan perawat pelaksana dan antara ketua tim dan

perawat pelaksana. Komunikasi diagonal dilakukan antara perawat

dengan profesi lain. hubungan professional yang terjadi di ruang MPKP


yaitu rapat perawat ruangan, case conference, rapat tim kesehatan dan

visit dokter.

4. Patient care delivery system

Manajemen asuhan keperawatan merupakan pengaturan sumber daya

sumber daya dalam menjalankan kegiatan keperawatan dengan

menggunakan metode proses keperawatan untuk memenuhi kebutuhan

klien atau menyelesaikan masalah klien (Keliat, 2000). Proses

keperawatan adalah suatu pendekatan penyelesaian masalah yang

sistematis dalam pemberian asuhan keperawatan yang terdiri dari

pengkajian,diagnose keperawatan, rencana tindakan, implementasi dan

evaluasi.

Patient care delivery system yang diterapkan di MPKP adalah

asuhan keperawatan dengan menerapkan proses keperawatan. Dalam

keperawatan, pengkajian merupakan pengumpulan data subjektif dan

objektif secara sistematis dengan tujuan membuat penentuan tindakan

keperawatan bagi individu, keluarga dan komunitas.untuk pengkajian

telah disusun suatu format beserta panduan pengisian format tersebut.

Rencana keperawatan mencakup diagnose, tujuan dan rencana tindakan

keperawatan dibuat standarnya berdasarkan masalah-masalah

keperawatan yang telah diidentifikasi secara berkala melalui survey

masalah keperawatan yang sering muncul.Sedangkan untuk

implementasi telah disusun panduan tindakan keperawatan per masalah


keperawatan dengan menetapkan paket tindakan keperawatan pada tiap

pertemuan dengan pasien.

Format evaluasi telah dibuat dan ditujukan untuk menilai

kemampuan pasien setelah diberikan tindakan keperawatan sesuai

dengan masalah keperawatan yang dimiliki. Format evaluasi untuk

perawat juga dibuat untuk menilai kemampuan perawat dalam

memberikan tindakan keperawatan sesuai dengan masalah keperawatan

pasien.