Anda di halaman 1dari 11

Omnidirectional ANTENA

Oleh :
Akhmad Rafli Adi Pratama
Dimas Adi Prayoga
Martua Anggasana

1.
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang,
segala puji bagi allah SWT kami panjatkan kehadirat allah SWT yang telah
memberikan kenikmatan yang tak terhingga. Shalawat serta Salam senantiasa
tercurah kepada junjungan Nabi Muhamad SAW, sebagai kutwah hasanah
beserta sahabat, keluarga hingga pengikutnya hingga akhir zaman. Sungguh
suatu keutamaan bagi allah, ketika kami diberi kemudahan sehingga bisa
menyelesaikan laporan antena Omni
Makalah ini di susun dan di buat berdasarkan materi-materi yang ada. Materi-
materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa
dalam belajar teknologi informasi dan komunikasi serta siswa juga dapat
memahami nilai-nilai dasar yang di refleksikan dalam berfikir dan bertindak.
Mudah-mudahan dengan mempelajari makalah ini, para siswa akan mampu
menghadapi masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan yang timbul dalam
belajar teknologi informasi dan komunikasi.
Semoga allah SWT berkenan membuka Rahmat dan karunia-Nya kepada
semua pihak yang telah membantu penyusunan penulisan karya tulis ini.
Akhir kata semoga penulisan karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca
dan pihak lain yang berkepentingan. Atas perhatian dan peran semua pihak,
kami ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya

2.
DAFTAR ISI

Cover ..................................................................1
KataPengantar ...................................................................2
Bab 1 Pendahuluan ................................................................. 4
Bab 2 isi ..................................................................6
A. Pengertian Antena Omni ……….......................................................6
B. Alat dan Bahan ..................................................................8
C. Cara membuat antena Omni ..................................................................9
D. Hasil Uji Coba .................................................................10
Bab 3 Penutup .................................................................11
A. Saran ……………................................................11
B. Kesimpulan …………....................................................11

.
3.
Bab ii
Pendahuluan

A.Latar belakang
Komunikasi merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting.Komunikasi
dibutuhkan untuk memperoleh atau memberi informasi dari ataukepada orang
lain. Kebutuhan untuk mendapatkan informasi semakin meningkat, sehingga
manusia membutuhkan alat komunikasi yang dapat digunakan kapanpun dan
dimanapun mereka berada. Salah satu sistem komunikasi yang merupakan
andalan bagiterselenggaranya integrasi sistem telekomunikasi secara global
adalah sistem. komunikasi nirkabel (wireless) dimana propagasi gelombang
elektromagnetik(microwave) sebagai media transmisinya. Semakin
bertambahnya popularitassistem nirkabel, pengembangan antena untuk sistem
ini menjadi lebih penting.Antena dianggap sebagai tulang punggung sistem
nirkabel. (Young, 2003)
Antena sangatlah penting sebagai perangkat penyesuai (matching device)antara
sistem pemancar dengan udara bila antena berfungsi sebagai media
radiasigelombang radio dan sebagai perangkat penyesuai dari udara ke sistem
penerima.Definisi antena menurut IEEE Standart Definition of Term for
Antennas(IEEE Std 145 -1983) adalah suatu alat untuk meradiasikan atau
menerimagelombang radio. Selain sebagai alat untuk mengirim atau menerima
energi,antena juga digunakan untuk mengoptimalkan energi radiasi pada arah
tertentudan menekan pada arah yang lain. Hal ini kemudian menyebabkan
antenamemiliki berbagai bentuk dan desain yang bemacam-macam untuk
memenuhikebutuhan ini. Bentuk dan desain antena yang diharapkan adalah
antena yangmempunyai gain yang tinggi, efisiensi tinggi, bandwidth yang lebar
bobot yangringan dan biaya yang murah.

4.
Penyesuaian kebutuhan kondisi di lapangan dalam bentuk arah omni ataupoint
to point sangat ditentukan oleh model struktur antena. Arah omni yaituradiasi
power output antena radial ke segala arah sama kuat. Sedangkan point topoint
adalah pancaran satu titik ke titik lain dalam jangkauan jarak yang lebih jauhdari
arah omni. Ini terjadi karena pemusatan power output oleh struktur
antenakedalam satu arah saja.
Berbagai bentuk desain antena telah banyak diteliti secara eksperimentaldan
teori di laboratorium Optoelektronika jurusan Fisika antara lain: AnalisaRespon
Frekuensi Antena Mikrostrip CPW dengan Simulasi FDTD (Indraswari,D., dkk
2002), Analisa Karakteristik Antena CPW Slot dan Patch dengan FDTD(Sujarwati,
N., dkk, 2002), Karakterisasi Filter Mikrostrip Low Pass denganMetode FDTD dan
Eksperimen (Rohmah, M.F, 2005), Pembuatan FilterMikrostrip Band Pass 2,4 Ghz
dengan Struktur Satu Lapis (Sugiono, Pramono,Y.H, 2006), dan Analisis
Gelombang Elektromagnetik pada Antena MikrostripDipole ½ .dengan Meode
FDTD (Riduwan, M., 2008).
Salah satu antena point to point yang akan difabrikasi dan dikarakterisasiadalah
antena panel 10 larik mikrostrip double bi-quad dengan feeding CPW Proses
fabrikasi dengan memakai teknik yang sederhana namun tetapmengindahkan
teori matching impedansi 50 ohm menyesuaikan impedansi kabeldan karakter
yang ada dipasaran. Perancangan dengan menggunakan panjang sisisisibi-quad
sebesar ¼ . diharapkan memenuhi kondisi matching.Setelah proses fabrikasi
selesai antena panel 10 larik mikrostrip double biquadakan dikarakterisasi yang
meliputi S11, VSWR dan pola radiasi. S11 sangaterat kaitannya dengan jumlah
daya yang dipancarkan dan dipantulkan kembalipada kabel input. Secara lebih
detail bagaimana struktur antena panel 10 larikmikrostrip double bi-quad yang
akan diteliti frekuensi kerja dan karakterisasinya

5.
BAB 2
ISI

A. Pengertian Antena Omni

Omni adalah antena pemancar sinyal. sedangkan fungsi antena omni adalah
menerima dan memancarkan gelombang elektromagnetik dengan sudut
pancaran 360° dan antena Omni dapat di buat dengan sederhana.
Antena omnidirectional yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal ke
segala arah dengan daya sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas, gain
dari antena omnidirectional harus memfokuskan dayanya secara horizontal
(mendatar,dengan mengabaikan pola pemancaran ke atas dan ke bawah,sehingga
antean dapat di letakan di tengah-tengah base station. Dengan
demikian, keuntungannya dari antena jenis ini adalah dapat melayani jumlah
pengguna yang lebih banyak. Namun kesulitannya adalah pada pengalokasian
frequensi untuk setiap sel agar tidak terjadi interferensi. Antena jenis ini biasanya
di gunakan pada lingkup yang mempunyai base station terbatas dan cenderung
untuk posisi pelanggan yang melebar.
Antena ini mempunyai sudut pancaran yang besar (wide beamwidth) yaitu 3600;
dengan daya lebih meluas, jarak yang lebih pendek tetapi dapat melayani area
yang luas Omni antena tidak dianjurkan pemakaian-nya, karena sifatnya yang
terlalu luas se-hingga ada kemungkinan mengumpulkan sinyal lain yang akan
menyebabkan inter-ferensi. antena omnidirectional mengirim atau menerima
sinyal radio dari semua arah secara sama, biasanya digunakan untuk koneksi
multiple point atau hotspot.

6.
Sebuah antena Omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara
seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak
lurus. This pattern is often described as "donut shaped". Pola ini sering
digambarkan sebagai "donat berbentuk". Antena Omnidirectional dapat
digunakan untuk menghubungkan beberapa antena directional di outdoor point-
to-multipoint komunikasi systems termasuk sambungan telepon selular dan
siaran TV.
Antena omni mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 360-derajat
yang tegak lurus ke atas. Omnidirectional antena secara normal mempunyai gain
sekitar 3-12 dBi. Yang digunakan untuk hubungan Point-To-Multi-Point ( P2Mp)
atau satu titik ke banyak titik di sekitar daerah pancaran. Yang baik bekerja dari
jarak 1-5 km, akan menguntungkan jika client atau penerima menggunalan
directional antenna atau antenna yang ter arah. Yang ditunjukkan di bawah
adalah pola pancaran khas RFDG 140 omnidirectional antena. Radiasi yang
horisontal dengan pancaran 360-derajat. Radiasi yang horisontal pada dasarnya
E-Field yang berbeda dengan polarisasi yang vertikal adalah sangat membatasi
potongan sinyal yang di pancarkan. Antena ini akan melayani atau hanya
memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360 derjat, sedangkan pada
bagian atas antena tidak memiliki sinyal radiasi.

7.
B. ALAT DAN BAHAN

Alat:
 Solder
 Tang
 Bor
 Gunting
 Obeng

Bahan:
 Pipa diameter 1/2 cm 1,5Meter
 Kawat Email diameter 1,5 MM 1,5Meter
 Tutup Pipa 2 Buah
 Pylox
 N-female Cassis
 Kabel Pigtail
Sterofom

8.
C. CARA MEMBUATAN ANTENA OMNI

1) Pertama Siapkan bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat antena omni,


lalu potong Pipa yang berukuran 4 Meter menjadi 1,5 meter
2) Setelah itu bentuk kawat email menjadi lilitan bulat dengan 14 lilitan dengan
jarak: Jarak dari kawat awal ke kumparan pertama : 6,1 cm Jarak kumparan 1 ke
kumparan 2 : 9,1 cmTerakhir jarak kumparan ke 14 ke ujung : 8,3 cm
3) Solder kawat email dengan N Female connector, lalu lubangi tutup pipa pertama
dengan bor.lubangi dengan ukuran 0,5 inchi.
4) buatlah lingkaran sterofom dengan ukuran 0,5 inchi,dan masukan sterofom ke
tengah kumparan kawat email.
5) Masukan kawat email ke pipa yang sudah di siapkan tadi.
6) Tutup ujung pipa dengan penutupnya di kedua ujungnya.
7) Selanjutnya membuat penyanggah yang kita rancang sendiri agar antenna omni
dapat berdiri tegak.
8) Sambungkan penyanggah dengan antena omni tersebut.
9) sambung kabel pigtail pada N Female konektor lalu, sambungkan ke AP / Access
Point.
10) Antena OmniDirectional siap di gunakan.

9.
D. HASIL UJI COBA

Jarak dari 1-30 m adalah

Jarak dari 30-60 m

Jarak dari ± 80 m

10.
BAB 3
PENUTUP

SARAN
Untuk menghasilkan sesuatu yang bagus diperlukan usaha yang maksimal,
sebelum memikirkan tentang hasil lebih baik berusaha semaksimal mungkin
terlebih dahulu.

KESIMPULAN
Antena OmniDirectional dapat dijadikan sebagai pengganti antena – antenna
modern acess point yang rusak atau tidak bisa digunakan kembali karena,
membuat antenna OmniDirectional tidaklah susah. Antena OmniDirectional
mempunyai jarak jangkauan ± 110 m melebihi antena modern yang
mempunyai jarak jangkauan ± 100 m.

11.