Anda di halaman 1dari 4

MENGHENTIKAN PERDARAHAN DI IGD

No. Prosedur No. Revisi Halaman


PUSKESMAS
PUPUT ……………………… ………………. ………………….
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN BANGKA BARAT

Ditetapkan Oleh
Prosedur Tanggal Terbit Kepala Puskesmas Puput
Tetap Kabupaten Bangka Barat

IGD 01 Maret 2016


Sumono Winarno,SKM
NIP. 19770513 200501 1 008

Suatu tindakan untuk menghentikan perdarahan baik pada kasus bedah


Pengertian maupun non bedah

Mencegah terjadinya syok


Tujuan

Kebijakan
Persiapan Alat :
Alat yang dipersiapkan sesuai dengan tekhnik yang akan dilaksanakan
untuk kasus bedah :
1 Alat pelindung diri (masker, sarung tangan, scort)
2 Balut tekan
3 Kain kasa steril
4 Sarung Tangan
5 Tourniquet
6 Plester
7 Set untuk menjahit luka
8 Obat desinfektan
9 Spuit 20-50cc
10 Waskom berisi air/ NaCl 0,9 % dingin
11 Jelly

Pelaksanaan Tindakan
1 Memakai masker, Sarung tangan, scort
a Perawat I
* Menekan pembuluh darah proximal dari luka, yang dekat
dengan permukaan kulit dengan menggunakan jari tangan
Mengatur posisi pasien dengan cara meninggikan daerah
yang luka

b Perawat II
* Mengatur posisi pasien
* Memakai sarung tangan kecil
Prosedur
2 Meletakkan kain kassa steril di atas luka, kemudian ditekan dengan
ujung-ujung jari
3 Meletakkan lagi kain kassa steril di atas kain kasa yang pertama,
kemudian tekan dengan ujung jari bila perdarahan masih berlangsung.
Tindakan ini dapat dilakukan secara berulang sesuai kebutuhan tanpa
mengangkat kain kasa yang ada.
4 Menekan balutan
a Meletakkan kain kasa steril di atas luka
b Memasang perban balut tekan, kemudian letakkan benda keras
(perban atau kayu balut) di atas luka
c Membalut luka dengan menggunakan perban balut tekan
d Memasang tourniquet untuk luka dengan perdarahan hebat dan
traumatik amputasi
e Menutup luka ujung tungkai yang putus (amputasi) dengan meng
gunakan kain kasa steril
f Memasang tourniquet lebih kurang 10cm sebelah proximal luka,
kemudian ikatlah dengan kuat
g Tourniquet harus dilonggarkan setiap 15 menit sekali secara
periodik

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemasangan tourniquet :


* Pemasangan torniquet merupakan tindakan terakhir jika tindakan
lainnya tidak berhasil. Hanya dilakukan pada keadaan amputasi
atau sebagai "live saving"
* Selama melakukan tindakan, perhatikan : Kondisi pasien dan
tanda-tanda vital ekspresi wajah perkembangan pasien

1 IGD / PoliKlinik Umum


Unit Terkait 2 Apotik
KAN PERDARAHAN DI IGD

Halaman

………………….

Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas Puput
Kabupaten Bangka Barat

Sumono Winarno,SKM
NIP. 19770513 200501 1 008

kan perdarahan baik pada kasus bedah

ngan tekhnik yang akan dilaksanakan

ulit dengan menggunakan jari tangan

di atas luka, kemudian ditekan dengan

steril di atas kain kasa yang pertama,


ng jari bila perdarahan masih berlangsung.
secara berulang sesuai kebutuhan tanpa

t tekan, kemudian letakkan benda keras


ntuk luka dengan perdarahan hebat dan

gkai yang putus (amputasi) dengan meng

ebih kurang 10cm sebelah proximal luka,

garkan setiap 15 menit sekali secara

rhatikan pada pemasangan tourniquet :


et merupakan tindakan terakhir jika tindakan
. Hanya dilakukan pada keadaan amputasi

ndakan, perhatikan : Kondisi pasien dan