Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi,
penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat – zat yang tidak digunakan untuk
mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ
serta menghasilkan energi.
Zat gizi (nutrient) adalah bahan-bahan kimia yang diperlukan tubuh untuk
hidup, tumbuh, bergerak dan menjaga kesehatannya, dan sumber bahan-bahan
kimia itu berasal dari makanan. Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam
makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing
bahan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi
yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu
dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang
terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi. Jumlah
zat gizi yang dikenal saat ini sebanyak 45 jenis, dan dikelompokkan menjadi zat
gizi makro dan mikro.
Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada banyak komponen terkait,
termasuk sumber daya manusianya. Sumber daya manusia yang berkualitas
ditentukan oleh kemampuan fisik dan intelegensia yang optimal, dan hal ini erat
kaitannya dengan kecukupan gizi yang dimulai sejak masa janin sampai dewasa.
Dengan pertimbangan-pertimbangan dan alasan itulah, maka dalam
makalah ini akan dibahas tentang gizi makro dan gizi mikro yang terdapat dalam
berbagai bahan pangan (makanan dan minuman) yang dikonsumsi sehari-hari.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud gizi makro dan gizi mikro?
2. Apa saja macam-macam gizi makro dan gizi mikro?
3. Apa saja contoh penyakit akibat kekurangan dan kelebihan gizi makro dan
gizi mikro?

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Zat Gizi


Istilah gizi berasal dari bahasa Arab giza yang berarti zat makanan, dalam
bahasa Inggris dikenal dengan istilah nutrition yang berarti bahan makanan atau
zat gizi atau sering diartikan sebagai ilmu gizi. Pengertian lebih luas bahwa gizi
diartikan sebagai proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi
secara normal melalui proses pencernaan, penyerapan, transportasi, penyimpanan,
metabolisme, dan pengeluaran zat gizi untuk mempertahankan kehidupan,
pertumbuhan dan fungsi normal organ tubuh serta untuk menghasilkan tenaga.1
I Dewa Nyoman Suparisa dkk Menjelaskan bahwa gizi adalah suatu proses
organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses
degesti, absorpsi, transportasi. Penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat
yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan, dan
fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkan energi.2
Menurut Sunita Almatsier, Zat Gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan
tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energi, membangun,
memelihara jaringan serta mengatur proses-proses jaringan. Gizi merupakan
bagian penting yang dibutuhkan oleh tubuh guna perkembangan dan pertumbuhan
dalam bentuk dan untuk memperoleh energi, agar manusia dapat melaksanakan
kegiatan fisiknya sehari-hari.3
Menurut Sunita Almatsier, zat-zat gizi yang dapat memberikan energi
adalah karbohidrat, lemak, dan protein, oksidasi zatzat gizi ini menghasilkan
energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan kegiatan atau aktivitas. Ketiga zat
gizi termasuk zat organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar, jumlah
zat gizi yang paling banyak terdapat dalam pangan dan disebut juga zat
pembakar.4

1
Djoko Pekik Irianto, Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan (Yogyakarta:
Penerbit Andi, 2006), h. 2.
2
I Dewa Nyoman Supariasa. Penilaian Status Gizi. (Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC,
2002), h. 17.
3
Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi. (Jakarta : PT Gramedia Pustaka, 2009), h. 3.
4
Ibid. h. 8

2
Selanjutnya Sunita Almatser mengemukakan bahwa fungsi utama
karbohidrat adalah menyediakan energi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber
utama energi bagi penduduk di seluruh dunia, sumber karbohidrat adalah padi-
padian, atau sereal, umbi-umbian, kacang-kacang kering, dan gula.5
Menurut Asmira Sutarto secara umum fungsi zat makanan adalah sebagai
berikut:
1. Memberi bahan untuk membangun tubuh dan memelihara serta
memperbaiki bagian-bagian tubuh yang hilan dan rusak.
2. Memberi kekuatan atau tenaga, sehingga kita dapat bergerak dan bekerja.
3. Memberi bahan untuk mengatur proses-proses dalam tubuh.
4. Membangun dan memelihara tubuh.6
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka untuk mendapatkan kualitas
gizi yang baik makanan yang kita konsumsi setiap hari harus mengandung zat-zat
gizi, misalnya di Indonesia telah lama masyakaratnya dianjurkan mengkonsumsi
makanan empat sehat lima sempurna yaitu nasi, sayur, lemak, buah dan susu,
sehingga diharapkan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat-zat
gizi akan membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik serta energi
yang cukup guna melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Berdasarkan uraian di atas, maka gizi merupakan suatu zat yang terdapat
dalam makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan
mineral yang penting bagi manusia untuk pertumbuhan dan perkembangan
manusia, memelihara proses tubuh dan sebagai penyedia energi untuk melakukan
aktivitas sehari-hari.

2.2. Jenis-Jenis Zat Gizi dan Fungsinya


2.2.1. Gizi Makro
1. Karbohidrat
a. Pengertian Karbohidrat
Secara umum karbohidrat adalah senyawa organik yang
mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen. Di dalam tubuh
karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari

5
Ibid, h. 42.
6
Asmira Sutarto, Ilmu Gizi Untuk STO (Jakarta: New Ngua Press, 1980), h. 10.

3
gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari
bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan
makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia.
Walaupun jumlah kalori yang dihasilkan hanya 4 kalori dari 1 gram
karbohidrat, namun bila dibanding protein dan lemak, karbohidrat
merupakan sumber kalori yang lebih mudah didapat. Tinggi rendahnya
aktifitas seseorang, maka akan berbeda kebutuhan karbohidratnya. Bagi
orang dewasa yang bekerja tidak terlalu berat, kebutuhan tubuh rata-rata
akan karbohidrat antara 8 sampai 10 gram untuk tiap kilogram berat badan
setiap hari. Disamping itu beberapa golongan karbohidrat mengandung
serat (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan.

b. Fungsi karbohidrat
Adapun Fungsi karbohidrat, yaitu :
1) Karbohidrat merupakan sumber energy tubuh dan sumber utama
bahan bakar untuk otak, otot rangka selama latihan, eritrosit, leukosit
dan medulla renal.
2) Cadangan tenaga bagi tubuh.
3) Melancarkan sistem pencernaan dan membantu pengeluran feses,
karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara peristaltik
usus.
4) Mengoptimalkan fungsi protein.
5) Mengatur metabolisme lemak.
6) Karbohidrat sebagai pemanis alami.

c. Sumber Karbohidrat
Adapun sumber karbohidrat, yaitu :
1) Beras merah
Kandungan tinggi seratnya yang membuat nasi merah dianggap
sebagai sumber karbohidrat yang baik dan sehat. Beras merah juga
bisa mengurangi kolesterol jahat “LDL” tanpa mengurangi kolesterol

4
baik “HDL”. Makan dua porsi atau lebih beras merah juga
mengurangi resiko diabetes
2) Ubi jalar
Ubi jalar adalah sumber karbohidrat yang sehat untukpenderita sakit
maag, diabetes, masalah berat badan dan radang sendi. Ubi jalar juga
kaya akan beta-karoten yang merupakan antoiksidan yang banyak
ditemukan pada sayuran berdaun hijau.
3) Kentang, singkong, sagu, gandum, jagung, dll.

d. Pengelompokan Karbohidrat
Adapun pengelompokan karbohidrat, yaitu :
1) Monosakarida : Glukosa, galaktosa, fruktosa (gula termanis yang
terdapat dalam madu dan buah-buahan bersama glukosa).
2) Disakarida : Maltosa (monosakarida ditambah dengan air), sukrosa
(dikenal dengan gula pasir), laktosa (komponen utama yang
terdapat pada air susu ibu dan susu sapi).
3) Polisakarida: Amilum/tepung, glikogen, inulin (pati pada akar/
umbi tumbuhan tertentu), dekstrin, selulosa (serat tumbuhan),
khitin, glikosaminoglikan (penyusun jaringan misalnya tulang,
elastin, kolagen), glikoprotein (terdapat di cairan tubuh dan
jaringan).

2. Protein
a. Pengertian Protein
Sumber energi dari protein adalah 4 kkal/g. Bentuk protein yang
paling sederhana adalah asam amino esensial yang diperlukan
tubuh namun tubuh tidak mampu mensintesis. Sedangkan, asam amino
non esensial adalah asam amino yang diperlukan tubuh dan dapat di
produksi oleh tubuh.

5
b. Fungsi Protein
Menurut Sunita Almatsier fungsi protein yaitu:
1) Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan dan sel-sel tubuh.
2) Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh, hormon-hormon seperti
tiroid, insulin, dan epinerfin adalah protein, demikian pula berbagai
enzim.
3) Mengatur keseimbangan air, cairan-cairan tubuh terdapat dalam
tiga kompartemen: intraseluler (di dalam sel), ekstraseluler/
interselular (di luar sel), intravaskular (di dalam pembuluh darah).
4) Memelihara netralitas tubuh, protein tubuh bertindak sebagai
buffer, yaitu bereaksi dengan asam basa untuk pH pada taraf
konstan.
5) Pembentukan anti bodi, kemampuan tubuh untuk memerangi
infeksi bergantung pada kemampuan tubuh memproduksi anti bodi.
6) Mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna ke dalam darah, dari
darah ke jaringan-jaringan, dan melalui membran sel ke dalam sel-
sel.
7) Sebagai sumber energi, protein ekivalen dengan karbohidrat karena
menghasilkan 4 kalori/g protein.7

c. Sumber Protein
Dalam kualifikasi protein berdasarkan sumbernya, telah kita ketahui
protein hewani dan protein nabati. Sumber protein hewani dapat berbentuk
daging, hati, dan Susu. Ikan, kerang-kerangan dan jenis udang merupakan
kelompok sumber protein yang baik, karena mengandung sedikit
lemak, tetapi ada yang alergi terhadap beberapa jenis sumber protein hasil
laut ini. Ayam dan jenis burung lain serta telurnya juga merupakan
sumber protein hewani yang berkualitas baik, harus diperhatikan bahwa
telur bagian kuningnya mengandung banyak kolesterol, sehingga baiknya
ditinggalkan pada diet rendah kolesterol.8

7
Sunita Almatsier. 2009. Prinsip.. h. 96.
8
Achmad Djaeni Sediaoetama, Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi di Indonesia Jilid I.
(Jakarta: Penerbit Dian Rakyat, 2000), h. 5

6
Adapun sumber protein nabati antara lain kacang-kacangan, tempe,
tahu, oncom, emping, dll. Kacang polong atau ercis adalah salah satu
sumber protein nabati yang populer di sekitar kita. Setiap 100 gram kacang
polong rebus mengandung 8 gram protein, sehingga merupakan sumber
protein nabati yang baik dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein
kita sehari-hari. Selain itu, kacang polong memiliki skor asam amino yang
tinggi yaitu 102, di mana skor asam amino yang tinggi menunjukkan
bahwa kacang polong mengandung protein dengan asam amino yang
lengkap, yang artinya protein dalam kacang polong merupakan protein
berkualitas tinggi.

d. Jenis-jenis Protein
Berdasarkan fungsinya, protein dapat dibagi menjadi tiga kelompok,
yaitu :
1) Protein lengkap (complete protein)
Berfungsi untuk pertumbuhan, penggantian hubungan yang rusak
dan aus, dan untuk keperluan lain seperti, pembentukan enzim,
hormone, antibody, serta energi jika diperlukan. Telur dan susu
merupakan contoh protein lengkap yang mengandung asam amino
esensial dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan bagi
pertumbuhan.
2) Protein setengah lengkap (half-complete protein)
Juga memiliki semua fungsi diatas diatas kecuali fungsi untuk
pertumbuhan karena asam-asam amino yang dikandungnya tidak
cukup bagi permbentukan jaringan tubuh yang baru. Contoh nya
adalah makanan sumber protein hewani lainnya diluar telur dan susu
seperti daging, ikan, serta ayam.
3) Protein tidak lengkap (incomplete protein)
Umumnya merupakan jenis-jenis makanan sumber protein nabati
seperti kacang-kacangan dan biji-bijian atau sereal. Jenis protein ini
tidak dapat digunakan untuk pertumbuhan dan penggantian jaringan
rusak atau aus, karena jenis-jenis asam amino asam esensialnya
tidak lengkap. Karena itu, makanan yang proteinnya tergolong tidak

7
lengkap harus saling dikombinasikan untuk memberikan semua asam
amino esensial yang diperlukan bagi pertumbuhan dan pengantian
rusak atau aus. Contohnya beras yang kurang mengandung asam
amino lisin dapat digabungkan dengan kedelai yang kurang
mengandung metionin.9

3. Lemak
a. Pengertian Lemak
Lemak merupakan nutrisi yang paling berkalori, yaitu 9 kkal/g.
Lemak tersusun dari karbon, hidrogen dan oksigen. Terbentuk dari 95%
asam lemak & gliserol. Lemak merupakan sumber energi selain
karbohidrat dan protein. Dengan adanya kelebihan konsumsi lemak yang
tersimpan sebagai cadangan energi, maka jika seseorang berada dalam
kondisi kekurangan kalori, maka lemak merupakan cadangan pertama
yang akan digunakan untuk mendapatkan energi setelah protein.
Oleh karena itu, dengan adanya cadangan lemak, maka penggunaan
protein sebagai energi akan dapat dihemat. Namun, hal ini tentu saja hanya
bersifat sementara. Lemak cadangan ini terutama disimpan di bawah kulit,
di sekitar otot. Selain itu, terdapat pula simpanan lemak di sekitar jantung,
paru-paru, ginjal dan organ tubuh lainnya. Kumpulan lemak
disekitar ginjal ini mempunyai kegunaan khusus, yaitu untuk menjaga agar
ginjal tidak mudah berpindah tempat.
Cadangan lemak seperti ini tidak digunakan sebagai cadangan kalori,
kecuali dalam keadaan yang benar-benar memaksa. Lemak dasar tersusun
atas trigliserida dan asam lemak. Asam lemak dibagi 2 yaitu :
1) Asam lemak jenuh, contohnya : lemak hewan.
2) Asam lemak tak jenuh, contohnya : lemak sayuran.

9
Ibid, Achmad Djaeni Sediaoetama. 2000.

8
b. Fungsi Lemak
Fungsi lemak menurut Sunita Almatsier, antara lain:
1) Lemak meupakan sumber energi paling padat yang menghasilkan 9
kalori untuk setiap gram, yaitu 2,5 kali besar energi yang dihasilkan
oleh karbohidrat dan protein dalam jumlah yang sama.
2) Lemak merupakan sumber asam lemak esensial, asam linoleat, dan
linolinat.
3) Alat angkut vitamin larut lemak yaitu membantu transportasi dan
absorpsi vitamin larut lemak A, D, E, dan K.
4) Menghemat penggunaan protein untuk sintesis protein, sehingga
protein tidak digunakan sebagai sumber energi.
5) Memberi rasa kenyang dan kelezatan, lemak memperlambat sekresi
asam lambung, dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga
lemak memberi rasa kenyang lebih lama. Disamping itu lemak
memberi tekstur yang disukai dan memberi kelezatan khusus pada
makanan.
6) Sebagai pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan.
7) Memelihara suhu tubuh, lapisan lemak dibawah kulit mengisolasi
tubuh dan mencegah kehilangan panas secara cepat, dengan
demikian lemak berfungsi juga dalam memelihara suhu tubuh.
8) Pelindung organ tubuh, lapisan lemak yang menyelubungi organ
tubuh seperti jantung, hati, dan ginjal membantu menahan organ
tersebut tetap di tempatnya dan melindungi terhadap benturan dan
bahaya lain.10

c. Sumber Lemak
Berdasarkan asalnya, sumber lemak dapat dibedakan menjadi 2,
yaitu :
1) Lemak yang berasal daari tumbuhan (disebut lemak Nabati).
Beberapa bahan yang mengandung lemak nabati adalah kelapa,
kemiri, zaitun, kacang tanah, mentega, kedelai, dll.

10
Sunita Almatsier. 2009. Prinsip.. h. 60.

9
2) Lemak yang berasal dari hewan (disebut lemak hewani). Beberapa
bahan yang mengandung lemak hewani adalah daging, keju, susu,
ikan segar, telur, dll

d. Klasifikasi lemak
1) Asam Lemak Jenuh
Terdapat dalam mentega (lemak nabati), minyak paus (spermaceti),
kayu manis, biji kelapa sawit, minyak kelapa, salam,pala, biji-bijian.
2) Asam Lemak Tak Jenuh
Terdapat pada minyak jagung, kacang tanah, biji kapas,
kedelai, minyak biji rami, minyak kacang tanah, minyak ikan.

2.2.2. Gizi Mikro


1. Vitamin
Istilah vitamine atau vitamin pada mulanya dikenalkan oleh seorang
ahli kimia Polandia yang bernama Funk. Vitamin merupakan suatu molekul
organik yang sangat diperlukan tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan
yang normal. Vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh manusia dalam jumlah
yang cukup, oleh karena itu harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi.
Terkecuali pada vitamin D, yang dapat dibentuk dalam kulit jika kulit mendapat
sinar matahari. Ada 2 jenis vitamin :
a. Vitamin larut lemak, Vitamin A, D, E, dan K (disimpan dalam tubuh).
1) Vitamin A (retinol, retinal, asam retinoat).
Retinal adalah komponen dari fotoreseptor (sel-sel saraf yang peka
terhadap cahaya) dalam retina mata. Bentuk lain dari vitamin A (asam
retinoat) yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit, lapisan paru-
paru, usus dan saluran kemih. Sumber vitamin A antara lain susu
murni, Telur, Sayuran berdaun hijau, buah-buahan, minyak ikan dan
hati. Pada umumnya sayuran dan buah-buahan yang berwarna banyak
mengandung karotin. Ada hubungan langsung antara derajat kehijauan
sayuran dengan kadar karoten. Semakin hijau daun tersebut semakin
tinggi kadar karotennya, sedang daun-daun yang pucat seperti selada
dan kol, labu siam, miskin akan karoten. Dari penelitian yang

10
dilakukan diketahui bahwa kemampuan tubuh menyerap karoten yang
berasal dari sayuran hanya 33 – 58% atau rata-rata 50%. Tidak semua
karoten yang terserap tersebut dapat diubah menjadi vitamin A. adapun
Fungsi vitamin A bagi tubuh, yaitu :
- Sebagai bahan untuk membuat rodopsin yang diperlukan dalam
proses penglihatan.
- Untuk pemeliharaan jaringan pelapis.
- Untuk membantu proses pertumbuhan tubuh.
- Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan epitel (menjaga integritas
retina).
- Sebagai fungsi imun.
2) Vitamin D
Tidak seperti halnya vitamin-vitamin lain, vitamin D dapat disintesis
dalam tubuh manusia dan hewan dalam bentuk vitamin D2. laju
sintesis vitamin D dalam kulit tergantung jumlah sinar matahari yang
diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Agar tubuh tidak
kekurangan vitamin D, maka dianjurkan untuk selalu memanfaatkan
sinar matahari untuk kesehatan, terutama di pagi hari Dikenal 4 macam
vitamin D, yaitu vitamin D2, D3, D6, dan D4. Vitamin D1 tidak ada.
Vitamin D2 terdapat di dalam tumbuh-tumbuhan dan disebut
kalsiferol, sedangkan vitamin D3 terdapat didalam tubuh hewan
tekenal dengan nama ergosterol yang apabila terkena sinr matahari
(sinar ultra violet) akan berubah menjadi vitamin D aktif. Peranan
vitamin D sangat penting bagi metabolisme kalsium dan fosfor.
Dengan adanya vitamin D, absorpsi kalsium oleh alat pencernaan akan
diperbaiki, Kalsium dan fosfor dari tulang dimobilisasi. Vitamin D dari
makanan yang dikonsumsi diserap bersama-sama lemak dan masuk ke
dalam saluran darah melalui dinding usus kecil jejunum dan ileum dan
diangkut ke dalam chylomicron melalui sirkulasi limpa. Sumber
vitamin D antara lain, cahaya matahari, susu, margarine, telur, dan
minyak ikan.

11
Adapun Fungsi vitamin D bagi tubuh, yaitu :
- Mengatur metabolisme garam dapur.
- Menggiatkan penyerapan gram kapur dan garam fosfor.
- Mengatur pembentukan garam fosfor dalam tubuh yang digunakan
untuk pengerasan tulang.
Kebutuhan akan vitamin D, terutama bagi penduduknegara-negara
beriklim tropis tidak bisa dipastikan karena tubuh secara tidak lansung
dapat membuat vitamin D sendiri. Vitamin tersebut kemudian
diaktifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai alat tubuh
untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati. Karena itu konsumsi
vitamin D tidak begitu penting dalam pemenuhan kebutuhan vitamin D
secara keseluruhan.
3) Vitamin E (Tokoferol)
Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak. Artinya, vitamin ini
terdapat dalam bagian makanan yang berminyak. Vitamin E didalam
tubuh hanya dapat dicerna oleh empedu, di hati karena tidak larut
dalam air. Vitamin E banyak tersedia dalam minyak yang dihasilkan
dari biji-bijian, seperti : minyak kacang, minyak kulit gandum, minyak
jagung dan minyak biji bunga matahari. Selain itu, vitamin E juga
terdapat pada sayuran hijau, sereal, hati, kuning telur, lemak susu,
kacang-kacangan dan mentega. Vitamin E ialah salah satu abtioksidan
yang penting dalam pencegahan kanker dan penyakit kardiovaskular.
Vitamin E mudah rusak oleh panas yang terlalu tinggi (proses
memasak) dan oksidasi (terpapar oksigen). Sumber dari vitamin yang
terbaik adalah makanan segar, mentah, atau makanan yang belum
diproses.
4) Vitamin K
Vitamin K disebut juga vitamin koagulasi. Vitamin K penting dalam
pembekuan darah, karena vitamin ini mempengaruhi pembentukan
protrombin dalam hati. Vitamin K bertugas :
- Menjaga konsistensi aliran darah dan membekukannya saat
diperlukan.

12
- Berperan penting dalam pembentukkan tulang dan ginjal.
Vitamin K terdapat dalam 3 bentuk :
- Vitamin K1 (phylloquinone) ditemukan dan dihasilkan oleh
timbuhan.
- Vitamin K2 (menaquinone) dihasikan oleh bakteri yang
menguntungkan dalam sisitem pencernaan.
- Vitamin K3 (menadione) vitamin buatan bagi yang tidak mampu
menyerap dari makanan.
Seluruh vitamin K dalam tubuh diproses dalam liver (hati). Menurut
standar RDA (Recommended Dietary Allowance), kebutuhan vitamin
k tergantung dari BB. Untuk orang dewasa, 1 mikrogram setiap hari
per kg BB. Mengonsumsi sejumlah kecil vitamin K akan
mengakibatkan patah tulang dan osteoporosis, penyempitan arteri atau
pembuluh nadi. Sumber terbesar vitamin K (vitamin K1)
adalah hati, sayur-sayuran hijau, seperti kangkung dan lobak swiss,
brokoli, kubis, taoge, bayam, dan kembang kol.Vitamin K tahan panas,
tetapi mudah rusak oleh radiasi, asam, dan alkali.
b. Vitamin larut air Vitamin C dan vitamin B kompleks (tidak dapat
disimpan dalam tubuh).
1) Vitamin C
Vitamin C termasuk golongan antioksidan karena sangat mudah
teroksidasi oleh panas, cahaya, enzim dan logam. Vitamin C atau asam
askorbat lebih terkenal perannya dalam menjaga dan memperkuat
imunitas terhadap infeksi, produksi kolagen, integritas dinding kapiler,
pembentukan, metabolisme asam amino, membantu tubuh menyerap
zat besi (fe), berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan zat
perekat yang menghubungkan sel-sel dengan sel dari berbagai
jaringan. Asam askorbat ini juga berpengaruh dalam pembentukan sel-
sel darah dalam susunan tulang serta dalam pemeliharaan kadar
haemoglobin yang normal. Vitamin C dapat terserap sangat cepat dari
alat pencernaan kita masuk ke dalam saluran darah dan dibagikan ke
seluruh jaringan tubuh. Kelenjer adrenalin mengandung vitamin C

13
yang sangat tinggi. Pada umumnya tubuh menyerap vitamin C sangat
sedikit. Kelebihan vitamin C dari konsumsi makanan akan dibuang
melalui air kemih. Karena itu bila seseorang mengkonsumsi vitamin C
dalam jumlah besar (megadose), sebagian besar akan dibuang keluar,
terutama bila orang tersebut biasa mengkonsumsi makanan bergizi
tinggi. Tetapi sebaliknya, bila sebelumnya orang tersebut jelek
keadaan gizinya, maka sebagian besar dari jumlah itu dapat ditahan
oleh jaringan tubuh. Sumber vitamin C antara lain buah jeruk,
kentang, kubis, brokoli, stroberi, cabe hijau, dll.
2) Vitamin B kompleks
Terdiri dari 8 vitamin, antara lain :
- Vitamin B1 (Tiamin)
Vitamin ini merupakan satu-satunya vitamin yang untuk pertama
kalinya ditemukan di Indonesia (1897) oleh sarjana Belanda yang
bernama Eijkman. Berfungsi membantu sel tubuh menghasilkan
energi, kesehatan jantung serta metabolisme karbohidrat. Sumber
tiamin yang baik sebetulnya biji-bijian, seperti beras PK (pecah
kulit) atau bekatulnya. tetapi produk tersebut relatif mahal
harganya.Meskipun sayuran dan buah-buahan kadar tiaminnya
kecil, tetapi kebiasaan memakan lalap dalam jumlah besar banyak
membantu menyediakan tiamin bagi tubuh.
- Vitamin B2 (Riboflavin)
Berfungsi melindungi tubuh dari penyakit kanker, mencegah
migren serta katarak. Sumber riboflavin berasal dari hasil ternak.
Hati, ginjal, dan jantung mengandung riboflavin dalam jumlah
yang tinggi. Sayuran hijau dan biji-bijian hanya sedikit saja
kandungan riboflavinnya. Buah-buahan dan umbi-umbian juga
sangat rendah kandungannya.Susu sapi yang disimpan dalam botol
jernih bila kena sinar matahari langsung akan kehilangan riboflavin
sampai 75% dalam waktu 3 jam. Penyimpanan dalam botol yang
berwarna keruh lebih banyak melindungi kandungan riboflavin.

14
- Vitamin B3 (Niacin)
Berfungsi untuk melepaskan energi dari zat-zat nutrient, membantu
menurunkan kadar kolesterol, mengurangi depresi dan gangguan
pada persendian. Terdapat pada sayur-sayuran, daging, dan kacang-
kacangan.
- Vitamin B5 (Asam pantotenat)
Berfungsi membantu sisitem syaraf dan metabolisme, mengurangi
alergi, kelelahn dan migren. Penting bagi aktifitas kelenjar adrenal,
terutama dalam proses pembentukan hormon. Asam pantotenat
secara komersial ditemukan dalam bentuk garam kalsium, larut
dalam air, agakmanis, dan stabil dalam pemasakan yang normal.
- Vitamin B6 (Piridoksin)
Berfungsi untuk metabolisme protein dan lemak,membantu
produksi sel darah merah dan meringankan gejala hipertensi, asma
serta PMS. Sumber utama vitamin B6 adalah daging, unggas,
ikan, wortel, pisang, telur, madu, kedelai, gandum, kentang, ubi
jalar, dan sayursayuran, sertasusu dan biji-bijian. Biji-bijian utuh
merupakan sumber yang kaya akan vitamin B6.
- Vitamin B7 (Biotin)
Bermanfaat dalam proses pelepasan energi dari karbohidrat,
pembentukan kuku serta rambut.
- Vitamin B9 (Asam folic)
Berfungsi membantu perkembangan janin, pengobatan anemia dan
pembentukan hemoglobin.
- Vitamin B12 (Cobalamin)
Berfungsi membantu merawat sistem syaraf dan pembentukan sel
darah merah. Vitamin ini terdapat pada daging, hati, limpa, susu,
ikan laut, dan ikan kering.

15
2. Mineral
Sebagian besar bahan makanan, yaitu sekitar 96% terdiri dari bahan
organik dan air. Sisanya terdiri dari unsur-unsur mineral. Sampai saat ini telah
diketahui beberapa unsur mineral yang berbeda jenisnya dan diperlukan
manusia agar dapat sehat dan tumbuh dengan baik.
Mineral digolongkan ke dalam mineral makro dan mineral mikro. Mineral
makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cukup
besar lebih dari 100 mg sehari antara lain natrium (Na), klorin (Cl), kalium (K),
kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg) dan sulfur (S). Fungsi dari mineral
makro berperan dalam keseimbangan cairan tubuh, untuk transmisi saraf dan
kontraksi otot, memberi bentuk (struktur) kepada tulang, dan memegang peranan
khusus di dalam tubuh.
Sedangkan mineral mikro dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikitkurang
dari 100 mg sehari antara lain zat besi (Fe), iodium (I), mangan (Mn), tembaga
(Cu), zink (Zn), kobalt (Co), fluor (F), kromium (Cr), selenium(Se),
molibdenum (Mo), dan boron (Bo). Jumlah mineral mikro dalam tubuh kurang
dari 15 mg.
a. Mineral makro
1) Natrium (Na)
Sumber utama natrium adalah garam dapur, ikan asin, kecap, pisang,
kentang, sayuran hijau dan sebagainya. Fungsinya, mengatur
kelancaran kerja otot, terutama otot jantung dan mengatur
keseimbangan cairan dalam tubuh. Orang yang mengkonsumsi kalori
lebih lebih sedikit memerlukan garam lebih sedikit pula. Kandungan
natrium klorida dalam air minum biasanya sangat sedikit yaitu sekitar
20 mg per liter. Sedangkan kandungan natrium dalam garam secara
teoritis kira-kira 2,8 g per sendok teh.
2) Klorin (Cl)
Sumbernya antara lain, garam dapur, keju dan sayuran hijau.
Berfungsi untuk membentuk asam lambung (HCL) dan
memelihara keseimbagan cairan dalam tubuh.

16
3) Kalium (K)
Tubuh orang dewasa mengandung kalium (250 g) dua kali lebih
banyak dari natrium (110 g). Namun biasanya konsumsi kalium lebih
sedikit daripada natrium. Sumber kalium yang utama dalam bahan
makanan adalah bekatul, molase (madu), khamir, coklat dan kopi.
Termasuk juga kacang-kacangan, hati, ikan dan kerang. Fungsinya
mempengaruhi kerja otot jantung, mengatur tekanan osmosis dalam sel
dan membantu mengantarkan impuls saraf.
4) Kalsium (Ca)
Tubuh kita mengandung kalsium yang lebih banyak dibandingkan
dengan mineral lain. Diperkirakan 2% berat badan orang dewasa atau
sekitar 1,0-1,4 kg terdiri dari kalsium. Sumber kalsium antara lain,
susu, telur dan buah-buahan. Peranan kalsium dalam tubuh pada
umumnya dapat dibagi dua, yaitu membantu membentuk
tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh. Pada
pembentukan tulang, bila tulang baru dibentuk, maka tulang yang tua
dihancurkan secara simultan.
5) Fosfor (P)
Seluruh sel-sel mengandung fosfor. Sumber fosfor adalah daging, ikan
dan telur. Garam organik dari fosfor berguna untuk membantu
metabolisme energi. Pada umumnya, kekurangan garam fosfor jarang
terjadi.Peran fosfor mirip dengan kalsium yaitu untuk pembentukan
tulang dan gigi, penyimpanan dan pengeluaran energi (perubahan
antara ATP dengan ADP), serta mengatur keseimbangan asam dan
basa dalam tubuh. Pada umumnya jumlah fosfor yang dianjurkan
untuk dikonsumsi sebanyak 0,7 g per orang dewasa per hari, kira-kira
sama dengan kalsium.
6) Magnesium (Mg)
Magnesium memegang peranan penting sebagai kofaktor berbagai
enzim dalam tubuh. Magnesium bertindak sebagai katalisator dalam
reaksi-reaksi biologi di dalam tubuh, termasuk reaksi yang berkaitan
dengan metabolisme energi, karbohidrat, lemak, protein, dan asam

17
nukleat. Sumber magnesium adalah sayur-sayuran hijau, kedelai,
siput, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
7) Sulfur (S)
Fungsi sulfur antara lain membantu menjaga keseimbangan oksigen
untuk fungsi otak. Selain itu sulfur bersama-sama dengan vitamin B
kompleks membantu memperlancar metabolisme dalam tubuh dan
membantu melawan infeksi akibat bakteri. Buah dan sayuran yang
mengandung Sulfur yaitu kacang-kacangan, bawang putih, bawang
bombay, dan kubis-kubisan.
b. Mineral mikro
1) Zat besi (Fe)
2) Zat besi berperan dalam pusat pengaturan molekul hemoglobin sel-sel
darah merah. Hemaglobin bertanggung jawab dalam pendistribusian
oksigen dari paru-paru ke keseluruh jaringan tubuh. Zat besi juga
berperan dalam metabolisme energi, termasuk sintesis DNA oleh
beberapa enzim, serta dalam sistem kekebalan tubuh. Sumbernya
yaitu susu, hati, kuning telur dan sayur-sayuran yang berwarna
hijau seperti bayam, kangkung, daun singkong, dan daun pepaya.
3) Iodium (I)
Iodium adalah suatu bahan yang digunakan untuk membuat hormon
tiroksin oleh kelenjar gondok, yang memstimulasikan proses-proses
oksidasi dalam tubuh. Fungsi yodium adalah untuk pertumbuhan
normal, membakar kelebihan lemak tubuh, serta menjaga kesehatan
rambut, kuku, kulit, dan gigi. Sumber iodium yaitu garam
dapur, bawang merah atau tanaman lain yang ditanam di daerah dekat
pantai.
4) Mangan (Mn)
Mangan berperan sebagai kofaktur berbagai enzim yang membantu
bermacam proses metabolisme. Enzim yang berkaitan dengan mangan
berperan dalam sintesis ureum, pembentukan jaringan ikat dan tulang,
serta mencegah peroksidasi lemak oleh radikal bebas. Mangan juga
berperan dalam pengontrolan gula darah, metabolisme energi, fungsi

18
hormon tiroid, fungsi otak, dan untuk pengontrolan
neurotransmiter. Buah dan sayuran yang mengandung mangan antara
lain kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, bit, dan gandum.
5) Tembaga (Cu)
Tembaga diserap dari usus kecil ke dalam saluran darah dan berfungsi
untuk membantu pembentukan hemoglobin. Kebutuhan tubuh manusia
akan tembaga telah ditetapkan sejak tahun 1974.Dari penelitian
diperoleh bahwa sesungguhnya manusia sudah cukup menerima
tembaga dari bahan makanannya sehari-hari.
6) Zink (Zn)
Zink berperan dalam proses kekebalan tubuh, memelihara kesehatan
mata, menghambat virus, mengurangi risiko kanker, menjaga
kesehatan organ vital laki-laki, dan mempercepat proses
penyembuhan luka. Buah dan sayuran yang mengandung zink
yaitukacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum. Namun, zink dalam
protein nabati kurang tersedia dan lebih sulit digunakan tubuh manusia
dari pada zink yang terdapat dalam protein hewani. Daging,
unggas, ikan laut, keju, susu, serta pecel (peanut butter), merupakan
sumber zink yang baik.
7) Kobalt (Co)
Kobalt merupakan bagian dari molekul vitamin B12.
Bahanmakanan hasil fermentasi banyak mengandung kobalt, seperti
tempe dan oncom. Namun, kobalt pada bahan makanan tersebut
terkandung dalam vitamin B12 pada bahan makanan tersebut.
8) Fluor (F)
Telah diketahui bahwa flour penting dalam pertumbuhan dan
pembentukan struktur gigi agar memiliki daya tahan terhadap
penyakit (memperkuat gigi). Fluor terdapat dalam tanaman,
ikan,kuning telur, susu, dan makanan hasil ternak.
9) Kromium (Cr)
Kromium berperan dalam glucose tolerance pada manusia. Glucose
tolerance adalah waktu yang diperlukan oleh gula dalam darah untuk

19
kembali pada kadar normal. Hal ini sering terjadi pada orang yang
sedang berpuasa.Kromium dibutuhkan dalam metabolisme karbohidrat
dan lemak. Bersama-sama dengan insulin, kromium berfungsi untuk
memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel. Buah dan sayuran yang
mengandung Kromium antara lainkentang, cabai hijau, apel, pisang,
bayam, wortel, dan jeruk.
10) Selenium (Se)
Selenium bekerja sama dengan vitamin E berberan sebagai antioksidan
dalam sistem enzim. Di samping itu, selenium juga berperan mencegah
terjadinya serangan radikal bebas, melindungi membran dari kerusakan
oksidatif, membantu reaksi oksigen dan hidrogen pada tahap akhir
rantai metabolisme, serta membantu sintesi immunoglobulin sebagai
kekebalan tubuh. Buah dan sayuran yang mengandung selenium antara
lain bawang, tomat, brokoli, kubis dan gandum.
11) Molibdenum (Mo)
Molibdenum bekerja sebagai kofaktor berbagai enzim, mengkatalis
reaksi oksidasi-reduksi, penawar racun, metabolisme sulfur, dan
mencegah anemia. Buah dan sayuran yang mengandung
molibdenum antara lain kembang kol, kacang polong, bayam, bawang
putih, jagung, kentang, bawang bombay, kacang tanah, semangka,
wortel, dan kubis.
12) Boron (Bo)
Boron mempunyai efek positif terhadap pencegahan osteoprosis dan
osteoartritis dengan cara meningkatkan penggunaan kalsium dan
magnesium. Fungsi boron tersebut bersifat sinergis dengan vitamin D
dalam memperkuat tulang. Boron juga diduga dapat membantu
memelihara fungsi saraf. Selain itu, boron juga mempunyai mekanisme
kerja yang berhubungan dengan fungsi membran sel sarat serta terbukti
memiliki aktivitas anti-inflamasi (antiperadangan). Aktivitasnya sangat
signitifkan, terutama untuk pencegahan penyakit peradangan, seperti
rematoid, artritis, dan asma. Buah dan sayuran yang mengandung
Boron antara lain jamur, kacang-kacangan dan asparagus.

20
2.3. Penyakit Akibat Kekurangan dan Kelebihan Gizi Makro dan Gizi Mikro
Penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan akibat dari
kelebihan atau kekurangan zat gizi dan yang telah merupakan masalah kesehatan
masyarakat, khususnya di Indonesia, antara lain sebagai berikut :
1. Penyakit Kurang Kalori dan Protein (KKP)
Penyakit ini terjadi karena ketidakseimbangan antara konsumsi kalori atau
karbohidrat dan protein dengan kebutuhan energi atau terjadinya defisiensi
atau defisit energi dan protein. Pada umumnya anak Balita merupakan
kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi.
Apabila konsumsi makanan tidak seimbang dengan kebutuhan kalori maka
akan terjadi defisiensi tersebut (kurang kalori dan protein).
2. Busung Lapar
Busung lapar atau bengkak lapar dikenal juga dengan istilah Honger
Oedeem (HO) adalah kwarshiorkor pada orang dewasa. Busung lapar
disebabkan karena kekurangan makanan, terutama protein dalam waktu
yang lama secara berturut-turut. Pada busung lapar terjadi penimbunan
cairan dirongga perut yang menyebabkan perut menjadi busung (oleh
karenanya disebut busung lapar). Penderita busung lapar biasanya
menderita penyakit penyerta. Misalnya dari 12 anak balita di Kabupaten
Cirebon, tiga di antaranya menderita tuberkulosis, satu hydrocephalus
(kepala besar), dan satu meningitis (radang selaput otak).
3. Penyakit kegemukan (Obesitas)
Penyakit ini terjadi ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan
kebutuhan energi, yakni konsumsi kalori terlalu berlebih dibandingkan
dengan kebutuhan atau pemakaian energi. Akibat dari penyakit obesitas
ini, para penderitanya cenderung menderita penyakit-penyakit
kardiovaskuler, hipertensi, dan diabetes melitus.
4. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
Beberapa akibat defisiensi (kekurangan) iodium antara lain :
a. Pembesaran kelenjar tiroid (gondok).

21
b. Kreatin yaitu kekurangan iodium berlanjut ditandai ukuran tubuh
pendek, kulitkasar berwarna kekuningan, raut muka seperti orang
bodoh, mulut terbuka dan hidung besar.
c. Myxdema ditandai dengan pertumbuhan tulang yang terhambat
sehingga pendek, perut buncit, kulit kering dan rambut rontok dan
banyak lemak yang tertimbun pada kulit.
d. Abortus (Kematian ibu dan Anak).
5. Xerophthalmia (buta senja)
Penyakit ini disebabkan karena kekurangan konsumsi vitamin
A (defisiensi vitamin A) didalam tubuh. Gejala-gejala penyakit ini adalah
kekeringan epitel biji mata dan kornea karena glandula lakrimalis
menurun. Terlihat selaput bola mata keriput dan kusam bila biji mata
bergerak.
6. Osteoporosis
Para peneliti menduga, kelebihan vitamin A memicu aktivitas osteoclast,
yakni sel yang menguraikan tulang. Juga diperkirakan, kelebihan vitamin
A memicu korelasi timbal balik dengan vitamin D, yang memainkan
peranan penting dalam pembentukan tulang. Akibatnya terjadi
osteoporosis.
7. Beri-beri
Penyakit ini disebabkan karena kekurangan theamin (vitamin B1) yang
ditandai dengan kurangnya sesuatu yang dapat dirasakan atau gatal pada
ibu jari kaki serta telapak kaki, lutut terasa seakan-akan kaku dan refleknya
tidak ada, nyeri, kejang, sulit berjalan yang dapat menimbulkan
kelumpuhan kaki dengan atrofi otot kaki.
8. Pellegra
Pellegra disebabkan karena defisiensi vitamin B3 yang ditandai dengan
gejala bengkak, kulit merekah atau pecah, mulut dan lidah bengkak,
gangguan mental, pening, sakit kepala, lemah otot, dan rendah gula dalam
darah.

22
9. Rakhitis
Penyakit ini disebabkan karena defisiensi kalsium dan vitamin D yang
dapat menyebabkan tulang panjang akan membengkok pada bagian yang
menderita beban tubuh, lutut gemetar dan kaki bengkak.
10. Anemia
Penyakit ini dapat disebabkan karena defisiensi besi (kekurangan zat besi),
dan defisiensi vitamin B12 yang dapat mengakibatkan terjadinya
penurunan produksi sel darah merah yang matang.

23
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Zat gizi (nutrient) merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam makanan
dan diperlukan oleh tubuh untuk berbagai keperluan seperti menghasilkan
energi, danmengganti jaringan rusak, memproduksi subtansi tertentu misalnya
enzim, hormon dan antibodi. Menurut banyaknya konsumsi yang kita lakukan, zat
gizi dibagi menjadi gizi makro dan gizi mikro. Gizi makro adalah zat gizi yang
paling besar di perlukan oleh tubuh kita, terdiri dari karbohidrat, lemak, dan
protein. Sedangkan, gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam
jumlah kecil, terdiri dari mineral dan vitamin.
Dalam melaksanakan fungsinya di dalam tubuh, zat-zat gizi saling
berhubungan erat sekali, sehingga terdapat saling ketergantungan. Gangguan atau
hambatan pada metabolisme sesuatu zat gizi akan memberikan pula gangguan
atau hambatan pada metabolisme zat gizi lainnya.
Kekurangan dan kelebihan zat gizi dapat menyebabkan terjadinya berbagai
macam penyakit. Apapun bentuk zat gizi, bila dalam jumlah cukup dan seimbang,
tentu akan bermanfaat. Gizi baik akan dicapai dengan memberi makanan yang
seimbang dengan tubuh menurut kebutuhan. Masalah kekurangan gizi
merupakan masalah yang terus meningkat di Indonesia. Banyaknya kasus
kekurangan gizi yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya
kekurangan pangan akibat masalah ekonomi, penyakit infeksi seperti cacingan,
lingkungan yang kurang bersih serta penyebab tidak langsung lainnya seperti pola
asuh orang tua.

3.2. Saran
Zat gizi yang terdapat dalam berbagai bahan pangan (makanan dan
minuman) yang dikonsumsi sehari-hari, baik gizi makro maupun gizi mikro harus
dipenuhi secara cukup dan seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Hal tersebut harus
diperhatikan agar tubuh tidak kekurangan dan kelebihan salah satu zat gizi. Untuk
memenuhi gizi yang cukup dan seimbang tersebut maka, manusia tidak

24
boleh bergantung pada satu jenis pangan saja, tapi harus mengkonsumsi makanan
yang beragam jenisnya karena konsumsi gizi makanan pada seseorang dapat
menentukan tercapainya tingkat kesehatan. Hal itu tidak terlepas dari peran
pemerintah, petugas kesehatan maupun masyarakat agar selalu memperhatikan
tingkat pemenuhan gizi setiap individu sehingga, kasus masalah gizi yang terjadi
dapat berkurang dan teratasi.

25
DAFTAR PUSTAKA

Achmad Djaeni Sediaoetama. 2000. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi di
Indonesia Jilid I. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat
Asmira Sutarto. 1980. Ilmu gizi untuk STO. Jakarta: New Ngua Press
Djoko Pekik Irianto. 2006. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
I Dewa Nyoman Supariasa. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Sunita Almatsier. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka.

26