Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM II

PENENTUAN BOBOT JENIS DENGAN PIKNOMETER

I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Menentukan bobot jenis suatu cairan.
2. Menentukan bobot jenis zat padat / logam.

II. DASAR TEORI

Bobot jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding
dengan volume zat pada suhu tertentu (Biasanya 25C). Bobot jenis adalah
perbandingan bobot zat terhadap air dengan volume yang sama ditimbang di
udara pada suhu yang sama (Anonim,1979).
Bobot jenis adalah rasio bobot suatu zat terhadap bobot zat baku yang
volumenya sama pada suhu yang sama dan dinyatakan dalam desimal. Penting
untuk membedakan antara kerapatan dan bobot jenis. Kerapatan adalah massa
per satuan volume, yaitu bobot zat per satuan volume. Sedangkan rapat jenis
adalah perbandingan antara bobot jenis suatu zat dengan bobot jenis air pada
suhu tertentu (Anonim,2006).
Menurut defenisi, rapat jenis adalah perbandingan yang dinyatakan dalam
desimal, dari berat suatu zat terhadap berat dari standar dalam volume yang
sama kedua zat mempunyai temperature yang sama atau temperature yang
telah diketahui. Air digunakan untuk standar untuk zat cair dan padat, hydrogen
atau udara untuk gas. Dalam farmasi, perhitungan bobot jenis terutama
menyangkut cairan, zat padat dan air merupakan pilihan yang tepat untuk
digunakan sebagai standar karena mudah didapat dan mudah dimurnikan (Ansel
H.C, 1989).
Misalnya, satu mililiter raksa berbobot 13,6 g, dengan demikian kerapatannya
adalah13,6 g/mL. Jika kerapatan dinyatakan sebagai satuan bobot dan volume,
maka bobot jenis merupakan bilangan abstrak. Bobot jenis menggambarkan
hubungan antara bobot suatu zat terhadap sebagian besar perhitungan dalam
farmasi dan dinyatakan memiliki bobot jenis 1,00. Sebagai perbandingan, bobot
jenis gliserin adalah 1,25 , artinya bobot gliserin 1,25 kali bobot volume air yang
setara, dan bobot jenis alkohol adalah 0,81 , artinya bobot jenis alkohol 0,81 kali
bobot volume air yang setara. (Ansel, 2006)
Zat yang memiliki bobot jenis lebih kecil dari 1,00 lebih ringan daripada air.
Zat yang memiliki bobot jenis lebih besar dari 1,00 lebih berat daripada air. Bobot
jenis dinyatakan dalam desimal dengan beberapa angka di belakang koma
sebanyak akurasi yang diperlukan pada penentuannya. Pada umumnya, dua
angka di belakang koma sudah mencukupi. Bobot jenis dapat dihitung, atau
untuk senyawa khusus dapat ditemukan dalam United States Pharmacopeia
(USP) atau buku acuan lain.
Ada beberapa alat untuk mengukur bobot jenis dan rapat jenis, yaitu
menggunakan piknometer, neraca hidrostatis (neraca air), neraca Reimann,
neraca Mohr Westphal (Sutoyo,1993).
Prinsip Metode Piknometer ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan
penentuan rungan yang ditempati cairan ini. Ruang piknometer dilakukan
dengan menimbang air. Menurut peraturan apotek, harus digunakan piknometer
yang sudah ditera, dengan isi ruang dalam ml dan suhu tetentu (20oC). Ketelitian
metode piknometer akan bertambah sampai suatu optimum tertentu dengan
bertambahnya volume piknometer. Optimun ini terletak sekitar isi ruang 30 ml.
Ada dua tipe piknometer, yaitu tipe botol dengan tipe pipet (Roth, Herman J,
1994).
Pengujian bobot jenis dilakukan untuk menentukan 3 macam bobot jenis yaitu
(Lachman, 1994) :
1. Bobot janis sejati (benar)
adalah perbandingan antara massa dan volume zat padat tanpa pori dan tanpa
ruang rongga. Penentuan bobot jenis sejati bahan berbentuk butir dan serbuk
menuntut bahan tersebut berada dalam bentuk sehalus mungkin, dilakukan
dengan menggunakan metode piknometer cairan atau metode manometer
(Voigt, 1994).
2. Bobot jenis nyata
adalah volume yang membesar akibat adanya pori-pori yang menyebabkan
besarnya volume.
3. Bobot jenis efektif
Massa parikel dibagi volume partikel termausk pori yang tebuka dan tertutup.
Seperti titik lebur, titik didih atau indeks bias (bilangan bias). Kerapatan relatif
merupakan besaran spesifik zat. Besaran ini dapat digunakan untuk pemeriksan
konsentrasi dan kemurniaan senyawa aktif, senyawa bantu dan sediaan farmasi.
(Lachman, 1994)
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi bobot jenis suatu zat adalah :
a. Temperatur,
dimana pada suhu yang tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya dapat
menguap sehingga dapat mempengaruhi bobot jenisnya, demikian pula halnya
pada suhu yang sangat rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga
sulit untuk menghitung bobot jenisnya.
b. Massa zat, jika zat mempunyai massa yang besar maka kemungkinan bobot
jenisnya juga menjadi lebih besar.
c. Volume zat, jika volume zat besar maka bobot jenisnya akan berpengaruh
tergantung pula dari massa zat itu sendiri, dimana ukuran partikel dari zat, bobot
molekulnya serta kekentalan dari suatu zat dapat mempengaruhi bobot jenisnya.
d. Kekentalan/viskositas sutau zat dapat juga mempengaruhi berat jenisnya.

Dalam bidang farmasi bobot jenis dan rapat jenis suatu zat atau cairan
digunakan sebagai salah satu metode analisis yang berperan dalam menentukan
senyawa cair, digunakan pula untuk uji identitas dan kemurnian dari senyawa
obat terutama dalam bentuk cairan, serta dapat pula diketahui tingkat
kelarutan/daya larut suatu zat.
III. ALAT DAN BAHAN

Alat :
1. Piknometer
2. Neraca digital
3. Pipet tetes
4. Cawan petri
5. Logam gotri 10 butir
Bahan :
1. Aquadest
2. Susu ultra

IV. PROSEDUR KERJA

A. Menghitung bobot jenis susu ultra


1. Ditimbang piknometer kosong ( A gram )
2. Diisi air sampai penuh
3. Ditimbang kembali piknometer yang berisi penuh air ( B gram )
Maka massa air = B - A
4. Diisi piknometer dengan susu ultra lalu ditimbang ( C gram )
Makka massa susu ultra = C – A
B. Menghitung bobot jenis logam ( gotri 10 butir )
1. Ditimbang 10 butir gotri ( A gram )
2. Ditimbang piknometer berisi penuh air ( B gram )
3. Masukkan logam gotri ke dalam piknometer berisi penuh air lalu
ditimbang ( C gram )
4. Maka massa air yang tumpah = A + B – C
V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. BOBOT JENIS SUSU ULTRA


1. Massa piknometer kosong ( A ) = 29,85 gram
2. Massa piknometer + air ( B ) = 80,52 gram
3. Massa air = B - A = 80,52 – 29,85 = 50,67 gram
4. Massa piknometer + susu ( C ) = 83,67 gram
5. Massa susu = C – A = 83,67 – 29,85 = 53,82 gram
Maka bobot jenis susu ultra =
Massa susu : massa air = 53,82 : 50,67 = 1,062

B. BOBOT JENIS LOGAM GOTRI


1. Massa 10 butir gotri ( A ) = 4,4 gram
2. Massa piknometer + air ( B ) = 80,52 gram
3. Massa piknometer + air + gotri ( C ) = 84,31 gram
4. Massa air yang tumpah = A + B - C = 4,4 + 80,52 - 84,31 = 0,61 gram
Maka bobot jenis logam =
Massa logam : massa air yang tumpah = 4,4 : 0,61 = 7,21

VI. KESIMPULAN
1. Bobot jenis susu ultra adalah 1,062
2. Bobot jenis logam gotri adalah 7,21
3. Untuk menghitung bobot jenis suatu zat digunakan alat piknometer.

VII. DAFTAR PUSTAKA


1. Ansel, C Howard.1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: UI Press
2. Ditjen POM. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Depkes Ri
3. Martin, Alfred. 1993. Farmasi Fisika. Jakarta: Ui Press
4. Voight, Rudolf.1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi ke V. Yokyakarta:
Ugm Press