Anda di halaman 1dari 2

pemilu serentak

demokrasi prosedural dan demokrasi konsolidasi/substantif


caleg perempuan
fung partai
BPS, 2014, hlm. 113
Ramlan Surbakti berpendapat setidaknya terdapat 3 tujuan pemilu yaitu, pertama
sebagai mekanisme untuk menyeleksi pada pemimpin pemerintahan dan alternatif dan
kebijakan umum (public policy), kedua sebagai sebagai mekanisme pemindahan konflik
kepentingan masyarakat kepada badan-badan perwakilan rakyat melalui DPR atau Parpol
yang terpilih melalui Pemilu agar integrasi masyarakat terjamin, dan ketiga sebagai
sarana memobilisasi dan atau menggalang dukungan rakyat terhadap negara dan
pemerintahan dengan jalan ikut serta dalam proses politik (Muhamad Aziz Hakim,
2012, hlm. 14-16)
Arbi Sanit menyimpulkan, bahwa pada dasarnya Pemilu memiliki empat fungsi utama,
yakni 1. sebagai pembentukan legitimasi penguasa dan pemerintah 2. sebagai
pembentuk perwakilan politik rakyat 3. sirkulasi elite penguasa; dan 4. sebagai
pendidikan politik (M. Yusuf A. R, 2010, hlm.13).
Sedangkan menurut Haris, fungsi dari penyelenggaraaan Pemilu adalah sebagai
berikut:
a. sebagai sarana legitimasi politik.
b. Fungsi perwakilan politik, Hal ini dibutuhkan karena dengan adanya perwakilan
politik diharapkan dapat menjadi alat untuk mengevaluasi dan mengontrol perilaku
pemerintah dan program serta kebijakan yang dihasilkan.
c. sebagai mekanisme bagi pergantian atau sirkulasi elit penguasa, Dalam hal ini
Pemilu diharapkan dapat dapat dijadikan sebagai sarana bersaing secara kompetitif
dan demokratis diantara elit politik.
d. sebagai sarana pendidikan politik bagi rakyat. Dalam hal ini maksudnya adalah
dengan dilakukannya Pemilu yang bersifat langsung, terbuka, terbuka, dan massal,
diharapkan dapat mencerdaskan mengenai pemahaman politik dan meningkatkan kesadaran
masyarakat mengenai demokrasi sehingga secara berangsur-angsur kehidupan politik
dapat diarahkan menuju ke arah yang lebih baik dan demokratis. (Agustina, 2014,
hlm.12)

Pahlevi, Indra. (Juni 2011). Lembaga Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Indonesia :


Berbagai Permaslahannya. dalam Politica. (2), 1. hlm. 45-72. [Pdf]. Tersedia di:
[Diakses pada tanggal 02 Januari 2018].
Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Jakarta: Konsentrasi Kelembagaan Negara Program
Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah DAn Hukum UIN Syarif Hidayatullah
Program Studi Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif
Hidayatullah
Prasetio, Iwan Budi. (2010). �Analisis Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu
Tahun 2009 Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum,
DPR, DPD DAN DPRD. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Surakarta: Universitas
Sebelas Maret Surakarta..
Raditya, I Gusti Ngurah Agung Sayoga. (2013). Pengaturan Ambang Batas Formal
(Formal Threshold) Dalam Konteks Sistem Pemilihan Umum Yang Demokratis Di
Indonesia. Tesis Magister Tidak Diterbitkan. Universitas Negeri Udayana.
Tawakkal, George Towar Ikbal. (2009). Peran Partai Politik Dalam Mobilisasi Pemilih
Studi Kegagalan Parpol Pada Pemilu Legislatif Di Kabupaten Demak 2009. Tesis
Magister Tidak Diterbitkan. Semarang: Universitas Diponegoro
Romli, L. (2009). Peta Kekuatan Politik Hasil Pemilu 2009. Jurnal Penelitian
Politik. 6, (1). Hlm. 48-59. [Pdf]. Tersedia di : [Diakses pada Tanggal 31 Juli
2017].
Bab IV:
Inu Kencana dan Azhari, 2010, hlm. 102
Inu Kencana dan Syafi�i Maarif, 2012, hlm. 108-109
Lambang Trijono, 1997
Putri, Dinita A, Dkk. (2014). Dari Konstituen Ke Keonsumen: Strategi Komunikasi
PArtai Politik di Layar Kaca. Jakarta: Centre for Innovation Policy and Governance
Indonesian Sustainablity Centre.