Anda di halaman 1dari 12

KODE ETIK

BAB I
PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN UMUM
Kode Etik [ Standar Perilaku ] Siswa MAN Rejotangan adalah pedoman tertulis yang
merupakan Standar Perilaku bagi Siswa MAN Rejotangan dalam berinteraksi dengan civitas
akademika dalam lingkup kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler dan aktivitas lainnya serta
interaksi dengan masyarakat pada umumnya. Kode etik siswa di MAN Rejotangan
dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi siswa dalam bersikap, berucap, bertindak dan
melaksanakan kegiatan sehari hari di sekolah dalam rangka menciptakan iklim dan kultur
sekolah yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif.

B. LATAR BELAKANG
Pada hakikatnya MAN Rejotangan selalu berusaha untuk mengikuti perkembangan
pendidikan dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa, khususnya dalam rangka
mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan nilai – nilai islami, berdaya
saing nasional dan global tanpa meninggalkan keluhuran akhlaqul karimah dan budi
pekerti.
Kemandirian MAN Rejotangan ditujukan untuk mewujudkan visi MAN Rejotangan “
TELADAN DALAM AKHLAKUL KARIMAH, UNGGUL DALAM PRESTASI“. Dengan
mengembangkan misi
menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama Islam sehingga menjadi pedoman
dalam berperilaku, Menggali dan mengembangkan potensi siswa berdasarkan nilai-nilai
Islami, Menumbuhkan semangat berkreasi, berkompetisi, dan berprestasi kepada seluruh
warga sekolah, Menegakkan disiplin, keamanan, kebersihan, keindahan, keserasian, dan
kerindangan, Mengefektifkan kegiatan pembelajaran dan bimbingan, Menciptakan suasana
pembelajaran yang kreatif, inovatif dan Islami, Menerapkan manajemen sekolah yang
partisipatif dan terbuka, Mengembangkan sekolah dengan wawasan lingkungan,
Mengantarkan anak menuju manusia baru yang cerdas dalam pemikiran, terampil dalam
tindakan dan berakhlakul karimah , Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat
terhadap pendidikan, Meningkatkan kerjasama dengan berbagai elemen
masyarakat/organisasi.

Dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuannya, MAN Rejotangan telah mengupayakan
pembenahan dalam bentuk serangkaian kebijakan yang pada dasarnya adalah upaya konkrit
untuk menuju transformasi pengelolaan MAN Rejotangan yang lebih mandiri, transparan,
akuntabel, responsible, dapat dipertanggungjawabkan, wajar dan taat terhadap ketentuan
perundang-undangan yang berlaku.
Rangkaian tindakan transformasi di tubuh MAN Rejotangan layak dicapai apabila terdapat
komitmen penuh dari seluruh individu ataupun institusi yang terkait dengan pelaksanaan
kegiatan di Sekolah. Salah satu komponen penting yang berpengaruh terhadap pencapaian
visi, misi dan tujuan MAN Rejotangan adalah siswa. Siswa MAN Rejotangan adalah duta
MAN Rejotangan di tengah masyarakat yang merefleksikan proses pendidikan di lingkungan
Sekolah. Oleh karena itu, sudah merupakan tekad bagi MAN Rejotangan untuk tidak saja
mempersiapkan siswa sebagai bagian dari masyarakat intelektual yang memiliki penguasaan
ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki kompetensi dalam arti yang lebih luas, termasuk di
dalamnya perilaku dan akhlak yang mulia.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas dengan berpedoman pada:


a. UU RI No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah
b. UU RI No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan
c. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
d. PP No. 25 Tahun 2000 tentang Otonomi Daerah
e. PP No. 19 Tahun 2005 bagian ketiga pasal 10 dan 11 tentang Beban Belajar dalam
bentuk Sistem Paket dan Sistem SKS
f. Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
g. Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
h. Permendiknas No. 6 tahun 2007, sebagai penyempurnaan Permendiknas No. 24 tahun
2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006

perlu dibentuk suatu pedoman perilaku bagi siswa MAN Rejotangan sebagai standar etika
dalam aktifitas sehari-hari dalam mengemban status sebagai siswa MAN Rejotangan. Setiap
siswa wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum kode etik sekolah secara konsekuen dan
penuh kesadaran.

C. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud penyusunan Kode Etik [Standar Perilaku] Siswa MAN Rejotangan adalah untuk
memberikan pedoman bagi seluruh siswa MAN Rejotangan untuk berperilaku yang baik
dalam melaksanakan aktifitas di lingkungan MAN Rejotangan dan di tengah masyarakat pada
umumnya.
Tujuan yang ingin dicapai melalui peyusunan dan pelaksanaan Kode Etik [Standar
Perilaku] Siswa MAN Rejotangan adalah :
1. sebagai komitmen bersama siswa MAN Rejotangan untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan
MAN Rejotangan
2. terbentuknya siswa yang bertaqwa, berilmu dan berbudi luhur
3. menciptakan proses pendidikan yang tertib, teratur dalam iklim akademik yang kondusif
4. membentuk siswa yang berdisiplin, beretika, dan patuh pada norma hukum dan norma-norma
lainnya yang hidup di tengah masyarakat ;
BAB II
DEFINISI

Dalam Kode Etik [Standar Perilaku] Siswa MAN Rejotangan yang dimaksud dengan :
1. Kode Etik [Standar Perilaku] Siswa MAN Rejotangan adalah pedoman tertulis sebagai
norma dan azas yang diterima sebagai landasan ukuran tingkah laku bagi Siswa MAN
Rejotangan dalam berinteraksi dengan civitas akademika dalam lingkup kegiatan
pembelajaran, ekstrakurikuler dan aktivitas lainnya serta interaksi dengan masyarakat pada
umumnya.
2. Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat dipakai sebagai panduan, tatanan dan
pengendalian yang sesuai dan berterima.
3. Sekolah adalah MAN Rejotangan sebagai Badan Hukum Milik Yayasan Muhammadiyah
yang menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
4. Guru adalah tenaga pendidik pada Sekolah yang khusus diangkat dengan tugas utama
mengajar.
5. Siswa adalah peserta didik yang terdaftar secara sah pada salah satu program akademik,
profesi dan vokasi Sekolah, termasuk di dalamnya siswa tugas belajar, siswa pendengar dan
siswa asing.
6. Ujian adalah bentuk penilaian hasil belajar yang dapat diselenggarakan melalui ujian tengah
semester, ujian akhir semester atau ulangan kenaikan kelas.
7. Sivitas Akademika adalah satuan yang terdiri dari guru dan siswa di Sekolah.
8. Pembelajaran adalah proses yang terjadi dalam perencanaan dan penyajian materi belajar
mengajar di sekolah serta evaluasi atas proses-proses itu berserta produk dan unsur yang
terlibat.
9. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah seperangkat kegiatan aktivitas di luar kurikulum guna
meningkatkan kemampuan siswa di bidang akademik dan profesionalitas yang dilandasi
dengan akhlak yang mulia.
10. Etika Siswa adalah nilai-nilai, azas-azas akhlak yang harus dipraktekkan dalam kehidupan
sehari-hari oleh siswa MAN Rejotanganberdasarkan norma- norma yang hidup dalam
masyarakat.

BAB III
ETIKA SISWA

A. STANDAR ETIKA SISWA


Standar etika Siswa adalah Standar Perilaku yang baik yang mencerminkan ketinggian akhlak
dan ketaatan terhadap norma-norma etik yang hidup dalam masyarakat meliputi :
(1). Bertaqwa kepada Allah SWT sesuai dengan Agama Islam
(2). Menghargai ilmu pegetahuan, teknologi, sastra dan seni
(3). Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
(4). Menjaga kewibawaan dan nama baik Sekolah
(5). Secara aktif ikut memelihara sarana dan prasarana Sekolah serta menjaga
kebersihan, ketertiban dan keamanan sekolah
(6). Menjaga integritas pribadi sebagai warga Sekolah
(7). Mentaati peraturan dan tata tertib yang berlaku di Sekolah
(8). Berpenampilan sopan dan rapi
(9). Berperilaku ramah, dan menjaga sopan santun terhadap orang lain
(10). Menghormati orang lain tanpa membedakan suku, agama, ras dan status sosial
(11). Taat kepada norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat
(12). Menghargai pendapat orang lain
(13). Bertanggungjawab dalam perbuatannya
(14). Menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat dan/atau bertentangan denga norma hukum
atau norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat.
(15). Berupaya dengan sungguh-sungguh menambah ilmu pengetahuan

B. ETIKA DALAM PROSES PEMBELAJARAN


Sebagai seorang pelajar yang memiliki tugas pokok belajar, siswa berkewajiban mengikuti
Kegiatan Belajar Mengajar (untuk selanjutnya disingkat KBM) dengan bersungguh sungguh,
tertib dan tenang.
Ketentuan Kegiatan Belajar Mengajar di MAN Rejotangan diatur sebagai berikut :
a) Jam belajar dimulai pada pukul 06.40 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB.
b) Siswa yang terlambat sampai di sekolah wajib melapor ke guru piket.
c) Pintu gerbang sekolah dibuka setelah semua siswa selesai mengikuti kegiatan
pembelajaran disekolah.
d) Siswa wajib mengikuti upacara bendera setiap hari Senin sesuai jadwal yang telah
ditentukan.
e) Siswa tidak diperkenankan berada di luar kelas saat KBM berlangsung kecuali ada izin dari
guru kelas.
f) Siswa tidak diperkenankan berada di luar kelas apabila guru yang mengajar berhalangan
hadir.
g) Siswa hanya diperkenankan menerima tamu di ruang tunggu sekolah dengan izin guru piket.
h) Siswa tidak diperkenankan melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan pelajaran.
i) Waktu KBM dan tempat pelaksanaan KBM di luar sekolah diatur oleh sekolah sesuai
dengan kesepakatan dengan instansi terkait.
j) Pada waktu jam pelajaran berlangsung tidak diperkenankan keluar masuk kelas, kecuali ada
izin guru yang bersangkutan atau panggilan dari Kepala Sekolah, BK, Guru Piket, atau Wali
Kelas.
k) Siswa tetap tinggal di kelas bila ada guru yang berhalangan mengajar dan Ketua Kelas segera
menghubungi guru piket.
l) Siswa harus mempergunakan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya untuk makan, minum,
dan beristirahat.
m) Siswa yang berhalangan mengikuti pelajaran wajib mengirim surat dari orang tua/wali
murid. Yang sakit lebih dari tiga (3) hari harus menyerahkan surat dokter yang disampaikan
kepada wali kelas.
n) Siswa yang meninggalkan sekolah selama pelajaran, untuk suatu keperluan harus membawa
surat izin dari sekolah melalui guru piket dan diserahkan kembali kepada guru piket setelah
ditandatangani oleh orang tua/wali siswa.
o) Siswa wajib mengikuti Upacara Bendera yang dimulai tepat pada pukul 06.40 setiap hari
Senin.
p) Setiap siswa bertanggung jawab terhadap ketertiban dalam pelaksanaan KBM atau kegiatan
sekolah .

1. Etika dalam Proses Pembelajaran


1.a. Etika Siswa di ruang belajar dan/atau laboratorium yaitu :
(1). Hadir tepat waktu, atau sebelum guru memasuki ruangan pembelajaran/ laboratorium
(2). Berpakaian rapi, bersih dan sopan dalam arti tidak menyimpang dari azas-azas kepatutan.
(3). Menghormati siswa lain dengan tidak melakukan perbuatan yang dapat mengganggu
perbelajaran, seperti perbuatan menggunakan handphone atau alat elekronik lainnya pada saat
pembelajaran, mengganggu ketenangan siswa lain.
(4). Tidak merokok di ruangan belajar, laboratorium atau ruang lain.
(5). Santun dalam mengeluarkan pendapat atau membantah pendapat
(6). Tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas atau menyakiti perasaan orang lain
(7). Menjaga inventaris ruang belajar/ laboratorium
(8). Tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan bahaya selama di laboratorium tanpa
bimbingan guru atau petugas laboratorium
(9). Tidak mengotori ruangan dan inventaris Sekolah seperti membuang sampah sembarangan,
mencoret meja, kursi dan dinding ruangan.

1.b. Etika Siswa dalam pengerjaan tugas/ laporan yaitu :


(1). Menyerahkan tugas/ laporan tepat waktu
(2). Jujur dalam arti tidak melakukan plagiat atau mempergunakan tugas/ laporan siswa lain
berupaya mempengaruhi guru agar yang bersangkutan tidak menyerahkan tugas/laporan
dengan janji imbalan baik dalam bentuk dan nama apapun.
(3). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada guru atau
pihak lainnya dengan tujuan untuk mempengaruhi proses bimbingan tugas/ laporan.

1.c. Etika Siswa dalam mengikuti ujian yaitu :


(1). Mematuhi tata tertib ujian yang ditetapkan Sekolah.
(2). Jujur dan beritikad baik, tidak melihat buku atau sumber lain yang tidak dibenarkan kecuali
untuk ujian yang secara tegas membenarkan hal demikian
(3). Tidak menggangu siswa lain yang sedang mengikuti ujian
(4). Tidak mencoret inventaris Sekolah seperti meja, kursi, dinding dengan itikad yang tidak baik
untuk keperluan memudahkan menjawab soal ujian
(5). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada guru atau
pihak lainnya dengan tujuan untuk mempengaruhi proses dan hasil ujian
(6). Percaya pada kemampuan sendiri, dalam arti tidak menggunakan pengaruh orang lain untuk
tujuan mempengaruhi proses dan hasil ujian

2. Etika dalam Hubungan antara Siswa dengan Guru


Etika Siswa dalam hubungan atara siswa dengan guru yaitu :
(1). Menghormati semua guru tanpa membedakan suku, agama, ras, dan tidak didasari atas
perasaan suka atau tidak suka.
(2). Bersikap sopan santun terhadap semua guru dalam interaksi baik di dalam lingkungan
maupun di luar lingkungan Sekolah
(3). Menjaga nama baik guru dan keluarganya
(4). Tidak menyebarluaskan informasi yang tidak baik dan belum tentu benar mengenai seorang
guru kepada guru atau pihak lainnya, kecuali terhadap pelanggaran hukum dan etik yang
diwajibkan berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan di lingkungan Sekolah.
(5). Santun dalam mengemukakan pendapat atau mengungkapkan ketidak sepahaman pendapat
tentang keilmuan yang disertai dengan argumentasi yang rasional
(6). Jujur terhadap guru dalam segala aspek
(7). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada guru atau
pihak lainnya dengan tujuan untuk mempengaruhi penilaian guru.
(8). Percaya pada kemampuan sendiri, dalam arti tidak menggunakan pengaruh orang lain untuk
tujuan mempengaruhi penilaian guru
(9). Tidak mengeluarkan ancaman baik secara langsung maupun dengan menggunakan orang
lain terhadap guru.
(10). Bekerjasama dengan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran, termasuk menyiapkan diri
sebelum berinteraksi dengan guru di ruang pembelajaran.
(11). Memelihara sopan santun pada saat mengajukan keberatan atas sikap guru terhadap
pimpinannya disertai dengan bukti yang cukup.
(12). Menghindari sikap membenci guru atau sikap tidak terpuji lainnya disebabkan nilai yang
diberikan oleh guru.
(13). Mematuhi perintah dan petunjuk guru sepanjang perintah dan petunjuk tersebut tidak
bertentangan dengan norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat.
(14). Berani mempertanggungjawabkan semua tindakannya terkait interaksi dengan guru

3. Etika dalam Hubungan antara Sesama Siswa


Etika Siswa dalam hubungan atara sesama siswa yaitu :
(1). Menghormati semua siswa tanpa membedakan suku, agama, ras, status sosial dan tidak
didasari atas perasaan suka atau tidak suka.
(2). Bersikap ramah dan sopan santun terhadap semua siswa dalam interaksi baik di dalam
lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah

(3). Bekerjasama dengan siswa lain dalam menuntut ilmu pengetahuan


(4). Memiliki solidaritas yang kuat dan saling membantu untuk tujuan yang baik da tidak
bertentangan dengan norma hukum atau norma lainnya yang hidup di dalam masyarakat.
(5). Berlaku adil terhadap sesama rekan siswa
(6). Menghindari perkataan yang dapat menyakiti perasaan siswa lain.
(7). Tidak melakukan ancaman atau tindakan kekerasan terhadap sesama siswa baik di dalam
lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah.
(8). Saling menasehati untuk tujuan kebaikan
(9). Suka membantu siswa lain yang kurang mampu dalam pelajaran maupun kurang mampu
secara ekonomi.
(10). Bersama-sama menjaga nama baik Sekolah dan tidak melakukan tindakan tidak terpuji yang
merusak citra baik Sekolah.
(11). Menghormati perbedaan pendapat atau pandangan dengan siswa lain.
(12). Tidak menggangu ketenangan siswa lain yang sedang mengikuti proses pembelajaran.
(13). Tidak mengajak atau mempengaruhi siswa lain untuk melakukan tindakan tidak terpuji yang
bertentangan dengan norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat.

4. Etika dalam Hubungan antara Sesama Siswa


Etika Siswa dalam hubungan atara siswa dengan tenaga administrasi yaitu :
(1). Menghormati semua tenaga administrasi tanpa membedakan suku, agama, ras, status sosial
dan tidak didasari atas perasaan suka atau tidak suka.
(2). Bersikap ramah dan sopan santun terhadap semua tenaga administrasi dalam interaksi baik di
dalam lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah
(3). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada tenaga
administrasi untuk mendapatkan perlakuan istimewa atau untuk melakukan tindakan yang
bertentangan dengan hukum dan peraturan di lingkungan Sekolah
(4). Tidak mengeluarkan ancaman baik secara langsung maupun dengan menggunakan orang lain
terhadap tenaga administrasi.
(5). Tidak mengajak atau mempengaruhi tenaga admiistrasi untuk melakukan tindakan tidak
terpuji yang bertentangan dengan norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah
masyarakat.

5. Etika dalam Hubungan antara Siswa dan Masyarakat


Etika Siswa dalam hubungan atara siswa dengan masyarakat yaitu :
(1). Melakukan perbuatan yang meninggikan citra baik Sekolah di tengah masyarakat.
(2). Suka menolong masyarakat sesuai ilmu pengetahuan yang dimiliki.
(3). Menghindari perbuatan yang melanggar norma-norma yang hidup di tengah masyarakat,
baik norma hukum, norma agama, norma kesopanan, dan norma kepatutan.
(4). Mengajak masyarakat berbuat yang baik dan tidak mengajak pada perbuatan tidak terpuji.
(5). Memberikan contoh perilaku yang baik di tengah masyarakat.

C. ETIKA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER


1. Etika dalam Kegiatan Keolahragaan
Etika Siswa dalam bidang keolahragaan yaitu :
(1). Menjunjung tinggi kejujuran dan sportifitas dalam setiap kegiatan keolahragaan
(2). Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan perbuatan dalam setiap kegiatan keolahragaan
(3). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan mengganggu
ketertiban
(4). Bekerjasama dalam memperoleh prestasi dengan cara-cara yang terpuji
(5). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah
(6). Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dalam kegiatan keolahragaan
seperti mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan tindakan melawan hukum lainnya.
(7). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada pihak-pihak
pengambil keputusan dalam setiap kegiatan keolahragaan.
(8). Menghindari dari perbuatan yang bertujuan dengan sengaja merugikan atau mencelakai
orang lain.
(9). Mematuhi aturan-aturan yang diwajibkan dalam bidang keolahragaan.

2. Etika dalam Kegiatan Seni


Etika Siswa dalam bidang seni yaitu :
(1). Menghargai ilmu pegetahuan, teknologi, sastra dan seni
(2). Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
(3). Menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap kegiatan seni
(4). Tidak melakukan plagiat (menciplak secara melawan hukum) hasil karya seni orang lain
(5). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan
mengganggu ketertiban
(6). Bekerjasama dalam menghasilkan prestasi dan karya seni yang baik dengan cara-cara yang
terpuji
(7). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah
(8). Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma-norma lain yang
hidup di tengah masyarakat.
(9). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada pihak-pihak
pengambil keputusan dalam setiap kegiatan kesenian.
(10). Bertanggugjawab terhadap karya seni yang dihasilkan
(11). Menghormati hasil karya orang lain
(12). Tidak melakukan tindakan yang dapat merendahkan harkat dan martabat
orang lain.
3. Etika dalam Kegiatan Keagamaan
Etika Siswa dalam bidang keagamaan yaitu :
(1). Menghormati semua orang yang sedang beribadah.
(2). Menghindari perbuatan yang dapat menghina agama.
(3). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan mengganggu
ketertiban
(4). Berupaya semaksimal mungkin untuk taat dan patuh terhadap nilai-nilai ajaran agama Islam.
(5). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah dalam kegiatan-kegiatan keagamaan
(6). Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma-norma lain yang
hidup di tengah masyarakat, terutama yang terkait dengan masalah keagamaan.
(7). Tidak melakukan tindakan yang memaksakan agama yang dianut kepada orang lain.
(8). Mematuhi aturan-aturan Sekolah dalam kegiatan keagamaan.

4. Etika dalam Kegiatan Minat dan Penalaran


Etika Siswa dalam kegiatan minat dan penalaran yaitu:
(1). Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, sastra dan seni
(2). Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran
(3). Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
(4). Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan perbuatan dalam setiap kegiatan
(5). Bekerjasama dalam memperoleh prestasi dengan cara-cara yang terpuji
(6). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah
(7). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan mengganggu
ketertiban
(8). Menghargai pendapat dan pemikiran orang lain
(9). Suka menyebarkan ilmu pengetahuan dan kebenaran
(10). Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma-
norma lain yang hidup di tengah masyarakat.

5. Etika dalam Kegiatan Pengembangan Keorganisasian


Etika Siswa dalam bidang Pengembangan Keorganisasian, yaitu :
(1). Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, sastra dan seni
(2). Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran
(3). Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
(4). Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan perbuatan dalam setiap kegiatan
(5). Mengutamakan kearifan dan kebijaksanaan dalam bertindak
(6). Mengharga perbedaan pendapat dan menyikapinya dengan arif dan bijaksana
(7). Bertanggungjawab terhadap semua keputusan dan tindakan
(8). Peka terhadap masalah-masalah kemasyarakatan dan suka memberikan kontribusi dengan
cara-cara yang baik
(9). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah
(10). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan
mengganggu ketertiban
(11). Taat terhadap hukum, peraturan di lingkungan Sekolah dan norma-norma
lainnya hidup di tengah masyarakat.

D. ETIKA DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI LUAR PROSES


PEMBELAJARAN
Sekolah sangat menghargai kebebasan mengeluarkan pendapat di luar proses
pembelajaran sepanjang dilakukan dengan memperhatikan norma-norma etika, yaitu :
(1). Tertib, dalam arti tidak dilakukan dengan tindakan-tindakan anarkis.
(2). Menjaga kesantunan dengan tidak mengucapkan kata-kata yang merendahkan martabat
seseorang.
(3). Tidak merusak barang-barang kepentingan pembelajaran atau kepentingan umum lainnya
yang terdapat di lingkungan Sekolah maupun di luar lingkungan Sekolah.
(4). Mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, terutama untuk penyampaian
pendapat di luar lingkungan Sekolah
(5). Mempersiapkan argumentasi yang rasional yang mencerminkan citra diri seorang individu
yang berpendidikan.
(6). Didasarkan pada tujuan dan untuk kepentingan kebenaran.
(7). Menjaga nama baik dan citra Sekolah.
(8). Menghindari kepentingan lain diluar kepentingan kebenaran.
(9). Tidak melakukan paksaan atau ancaman kepada pihak lain selama melakukan penyampaian
pendapat.
(10). Tidak menimbulkan gangguan secara signifikan terhadap proses pembelajaran.
(11). Berani bertanggungjawab terhadap kebenaran fakta dan pendapat yang
disampaikan.

E. ETIKA DALAM BERSERAGAM SEKOLAH


Setiap siswa diwajibkan memakai pakaian seragam lengkap dengan atribut, ikat pinggang,
kaos kaki beratribut SMP N 2 Tlogowungu, dan sepatu warna hitam.
BAB IV
PENEGAKAN KODE ETIK [ STANDAR PERILAKU ]

A. PEMANTAUAN PELAKSANAAN
Pelaksanaan Kode Etik [Standar Perilaku] diawasi oleh Petugas dari Sekolah

B. PELAPORAN
1. Setiap orang yang mengetahui adanya pelanggaran atas Kode Etik [ Standar Perilaku]
memiliki hak untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang di sekolah dengan disertai
bukti yang cukup. Atas pertimbangan pengawas [ pihak yang berwenang di sekolah ]
identitas pelapor dapat dirahasiakan, kecuali terhadap pelapor dari luar Sekolah wajib
menyertakan identitas diri dan bukti-bukti yang cukup.
2. Pihak yang berwenang di sekolah wajib mencatat semua laporan dan bukti-bukti yang
diserahkan oleh pelapor serta dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang di sekolah

C. SANKSI
1. Pemberian sanksi terhadap pelanggar Kode Etik [ Standar Perilaku] dilakukan oleh pihak
yang berwenang di sekolah tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
2. Pemberian sanksi dilakukan setelah ditemukan adanya bukti-bukti terhadap terjadinya
pelanggaran Kode Etik [ Standar Perilaku ].
3. Pemberian sanksi dapat berupa teguran lisan, peringatan tertulis, dan rekomendasi skorsing
tergantung kepada pertimbangan pihak yang berwenang di sekolah dengan memperhatikan
berat ringannya pelanggaran yang dilakukan.
Sebelum dijatuhkan sanksi, pelanggar kode etik diperbolehkan membela dirinya pada proses
pemeriksaan