Anda di halaman 1dari 6

Diabetes Melitus (DM) adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang

mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan hormone insulin
secara absolute atau relative yang ditandai dengan gangguan metabolisme karbohidrat,
lemak, dan protein. Seraing terjadi hiperglikemia dan glukosuria.

DM.berhubungan dengan berbagai komplikasi. Komplikasi kronik utama yaitu


mempercepat terjadinya penyakit makrovaskular (penyakit jantung koroner, penyakit
pembuluh darah perifer, dan penyakit serebrovaskuler), retinopati, nefropati, dan
neuropati Komplikasi akut antara lain : diabetic ketoasidosis (DKA), hipoglikemia,
hiperglikemia hiperosmolar nonketotik koma, dan infeksi. Dalam pengaturan makan harus
diingat beberapa faktor yang mempengaruhi pengaturan makan yaitu:

1. Pola makan

Penderita DM sering merasa lesu, lemah dan lapar karena hakikatnya sel-sel organ
menderita KEP karena glukosa dan asam amino susah memasuki sel. Kondisi ini akan
menyebabkan pola makan penderita DM berubah yaitu :

1. Porsi besar
2. Frekuensi sering, ngemil
3. Suka terhadap makanan yan dibuat dari KH sederhana seperti: permen,
coklat, soft drink, sirup, roti, mie, kue, dll.
Pola kebiasaan makan seperti itu menyebabkan penderita tidak disiplin dalam mematuhi
aturan makan yang diberikan. Tetapi anehnya banyak penderita DM yang tahan berpuasa
12 – 14 jam tanpa makanan dan minuman..
2. Status gizi.

Diawal dan sebelum DM manifes, penderita NIDDM sering dalam kondisi kelebihan gizi
atau kegemukan. Upaya menurunkan BB sering efektif untuk mencegah kadar glukosa
darah naik dan dapat memelihara kadar normal glukosa darah.

Pada DM lanjut, sering penderita dalam kondisi gizi buruk dan pengaturan makan sering
harus disertai dengan terapi medikamentosa.

3. Kondisi metabolik dan komplikasi DM

Metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein penderita DM berubah yang ditandai


dengan: hiperglikemi dan dislipidemi.

Hiperglikemi menyebabkan glukosaria yang menimbulkan poliuri dan polidipsi sehingga


terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Hiperglikemi juga menyebabkan
proses glikasilasi pada sel organ yang tidak tergantung pada insulin.
Glikasilasi yaitu reaksi non-ezimatic anatara karbohidrat dengan protein struktur sel suatu
organ sehingga fungsi organ terganggu. Glikasilasi ini menyebabkan munculnya komplikasi
DM seperti: nefropati, retinopati, neuropati, visus menurun, aterosklerosis dan peningkatan
HbA1C melebihi 6 %.

Perubahan metabolisme protein ditandai dengan proteolisis di otot, peningkatan


glukoneogenesis di hepar yang kemudian lebih meningkatkan lagi glukosa darah. Perubahan
metabolisme lemak menimbulkan dislipidemia, ketosis, ketoasidosis, dan komplikasi
dislipidemia dan aterosklerosis menyebabkan CHD.

Tujuan penyusunan gizi penderita DM adalah :

1. Menormalkan (mendekati normal) kadar glukosa darah dengan menyeimbangkan asupan


makanan dengan insulin dengan obat penurun glukosa oral dan aktifitas fisik.

2. Mencegah terjadinya dislipidemia

3. Mencegah terjadinya komplikasi

4. Mencapai berat badan yang diinginkan.

5. Meningkatkan derajat kesehatan menyeluruh melalui gizi optimal.

Pengaturan makan harus disertai dengan perubahan pola makan dan pola aktifitas fisik.
Dengan olahraga teratur sel organ lebih sensitif terhadap insulin yaitu glukosa masih bisa
masuk ke dalam sel walaupun insulin rendah.

Syarat Diet Penyakit Diabetes Melitus adalah :

1. Energi cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal.


Kebutuhan energi ditentukan dengan memperhitungkan kebutuhan untuk
metabolisme basal sebesar 25-30 kkal/kgBB normal, ditambah kebutuhan untuk
aktifitas fisik dan keadaan khusus misalnya kehamilan atau laktasi serta ada tidaknya
komplikasi. Makanan dibagi dalam tiga porsi besar, yaitu makan pagi (20%), siang
(30%), sore (25%), serta 2-3 porsi kecil untuk makanan selingan (masing-masing 10-
15%).
2. Kebutuhan protein normal, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total.
3. Kebutuhan lemak sedang, yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total.
Kolesterol ≤300 mg/hari.
4. Karbohidrat 60-70%, terutama karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik
yang rendah.
5. Penggunaan gula murni dalam minuman dan makanan tidak diperbolehkan
kecuali sedikit sebagai bumbu masakan. Bila kadar gula darah terkendali
diperbolehkan mengkonsumsi gula murni sampai 5% dari kebutuhan energi total.
6. Penggunaan gula alternative (selain sakarosa) dalam jumlah terbatas. Ada
dua jenis ngula alternative yaitu yang bergizi (fruktosa, gula alcohol berupa sorbitol,
manitol, dan silitol) dan gula alternative tidak bergizi (aspartame dan sakarin).
7. Asupan serat 25-50 g/hari dengan mengutamakan serat larut air.
8. Asupan natrim pada penderita DM tanpa hiprtensi yaitu1-3 g/hari, tetapi bila
terdapat hipertensi asupan natrium dikurangi.
9. Cukup vitamin dan mineral.

Jenis diet dan indikasi pemberian

Diet yang digunakan sebagai bagian dari penatalaksanaan DM dikontrol bardasarkan


kandungan energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Sebagai pedoman dipakai 8 jenis diet
DM seperti dalam tabel berikut:

Jenis Diet Energi(kkal) Protein(g) Lemak(g) Karbohidrat(g)

I 1100 43 30 172

II 1300 45 35 192

III 1500 51,5 36,5 235

IV 1700 55,5 36,5 275

V 1900 60 48 299

VI 2100 62 53 319

VII 2300 73 59 369

VIII 2500 80 62 396

Bahan Makanan Sehari


Jumlah bahan makanan sehari untuk tiap standar diet DM dinyatakan dalam satuan penukar.
Daftar bahan makanan penukar yang digunakan adalah Daftar Bahan Makanan Penukar II.
Pembagian makanan sehari untuk tiap standar diat DM dapat dilihat pada tabel berikut:

Standar Diet
Golongan Bahan
Makanan 1100 kkal 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500
kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal

Nasi atau penukar 2,5 3 4 5 6 7

Ikan atau 2 2 2 2 2 2 2 2
penukar
1 1 1 1 1 1 1 1
Daging atau
2 2 3 3 3 5
penukar
S S S S S S S S
Tempe atau
penukat 2 2 2 2 2 2 2 2

Sayuran/penukar A 4 4 4 4 4 4 4 4

Sayuran/penukar B - - - - - - 1 1

Buah atau penukar 3 4 4 4 6 7 7 7

Susu atau penukat

Minyak atau
penukar

Bahan makanan yang dianjurkan

Bahan makanan yang dianjurkan untuk Diet DM adalah sebagi berikut :

1. Sumber karbohidrat kompleks tinggi serat dan rendah indeks glikemik, seperti nasi,
roti, mi, kentang, singkong, ubi, dan sagu.

2. Sumber protei rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu,
putih telur dan kacang-kacangan.
3. Sumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu bentuk makanan yang mudah dicerna.
Makanan terutama diolah dengan cara dikukus, dipanggang, disetup, direbus, dan
dibakar. Minyak yang tinggi MUFA seperti minyak zaitun dan sawit.

Bahan makanan yang tidak dianjurkan (dibatasi/dihindari)

Bahan makanan yang tidak dianjurkan pada penderita DM adalah :

1. Mengandung banyak gula sederhana, seperti :

a. Gula pasir, gula jawa

b. Sirop, jam, jelli, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis,
minuman botol ringan, dan es krim.

c. Kue-kue manis, dodol, cake, tar.

2. Mengandung banyak lemak, seperti cake, fast food, goreng-gorengan.

3. Mengandung banyak natrium, seperti: ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan.

4. Sumber karbohidrat yang tinggi indeks glikemik(cair/lembek/sangat terolah seperti


tepung dan gula), rendah serat.

5. Sumber lemak rendah PUFA, rendah MUFA, tinggi SAFA.

DIET PENYAKIT DM DENGAN NEFROPATI

Tujuan Diet

Tujuan Diet penyakit DM dengan komplikasi nefropati diabetic adalah untuk mencapai dan
mempertahankan status gizi optimal serta menghambat laju kerusakan ginjal, dengan
cara:
1. Mengendalikan kadar glukosa darh dan tekanan darah.
2. Mencegah menurunnya fungsi ginjal.
3. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.

Syarat Diet

Syarat-syarat diet penyakit DM dengan nefropati adalah :

1. Energi adekuat, yaitu 25-30 kkal/kgBB ideal.


2. Protein rendah, 10% dari kebutuhan energi total atau 0,8 g/kgBB. 65% dari
kebutuhan protein berasal dari sumber protein bernilai biologic tinggi.
3. Karbohidrat sedang, yaitu 55-60% dari total kebutuhan energi.
4. Lemak normal. Utamakan PUFA atau MUFA. SAFA hendaknya <10% asupan
energi total.Kolesterol<300 mg/hari.
5. Natrium 1-3 g, tergantung pada tekanan darah, adanya edema, dan ekskresi
natrium.
6. Kalium dibatasi hingga 40-70 mEq atau 40 mg/kgBB bila ada hiperkalemi
(GFR ≤10 ml/menit) atau bila jumlah urin <1000 ml/hari.
7. Posfor tinggi 8-12 mg/kgBB (diperlukan pengikat fosfor)