Anda di halaman 1dari 3

Status Dokumen Induk Salinan No.

Distribusi

PEMBERIAN KONSELING
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO-RSCH- 00 1/1

Disahkan oleh,
Tanggal Terbit Direktur
RS. CITRA HUSADA

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL dr. Santoso T., M.Si
(SPO)
Pengertian Konseling obat adalah suatu proses untuk mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah pasien yang berkaitan dengan penggunaan obat

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah mengidentifikasi dan


menyelesaikan masalah pasien yang berkaitan dengan penggunaan obat,
supaya pasien mendapatkan informasi mengenai penggunaan dan
Tujuan
penyimpanan obat sehingga pasien dapat lebih mentaati petunjuk yang
diberikan serta lebih memahami tujuan pengobatan terhadap dirinya dan
agar pengobatan berhasil dengan baik
Instalasi Farmasi melaksanakan kegiatan konseling, yang dilakukan oleh
Kebijakan Apoteker, sesuai dengan Peraturan Direktur No. 5283/RSSV-
SK/DIR/XII/2013, tentang Kebijakan Instalasi Farmasi.
Prosedur 1. Tahap Penjajakan

 Hilangkan penghalang/hambatan komunikasi antara konselor dan


pasien.
 Tanyakan 3 pertanyaan kunci yang menyangkut obat yang
dikatakan oleh dokter kepada pasien dengan metode “open ended
question” :
- Apa yang dikatakan dokter tentang obat Anda ?
- Bagaimana cara pemakaiannya ?
- Efek apa yang diharapkan dari obat tersebut ?
 Jelaskan cara penggunaan obat
 Nilai/kaji tingkat pemahaman pasien yang berhubungan dengan
cara cara penggunaan obat
2. Jelaskan tentang hal-hal sebagai berikut:
 Nama obat dan dosisi yang diberikan kepada pasien (biasakan
untuk memberitahukan nama generik obat)
 Indikasi obat : gunakan istilah yang umum agar pasien dapat
mengerti
 Tanyakan apakah ada riwayat alergi obat
 Beritahukan jadwal penggunaan obat : kapan minum obat, sebelum
atau sesudah makan
 Beritahukan cara menggunakan obat : apakah diminum, dilarutkan
dulu sebelum diminum, diletakkan di bawah lidah, dioles,
digosokan, dll
 Beritahukan efek samping obat
 Beritahukan cara penyimpanan obat
 Jelaskan kepada pasien lama penggunaan obat, misalnya harus
minum obat sampai habis, tidak boleh berhenti tanpa seijin dokter,
dll
3. Berikan konseling terutama pada:
 Pasien penerima obat-obat tertentu, misalnya polifarmasi, obat
dengan index terapi sempit, obat dengan pengawasan tertentu, obat
dengan cara pakai rumit, dll
 Pasien geriatri
 Pasien pediatri
1. Instalasi Farmasi
Unit terkait 2. Instalasi Rawat Inap
3. Instalasi Rawat Jalan