Anda di halaman 1dari 34

BAB II

KONSEP DASAR DATA GIS

Ratih Sari Wardani

Fakultas Kesehatan Masyarakat


Universitas Muhammadiyah Semarang
TUJUAN

 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa


diharapkan mampu menerapkan Sistem Informasi
Geografis (SIG) di bidang kesehatan
 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan
dapat menjelaskan tentang konsep data sistem
informasi geografis

2
PENDAHULUAN
PENGERTIAN INFORMASI GEOGRAFIS
DAN INFORMASI KERUANGAN
(GEOGRAPHIC INFORMATION AND SPATIAL
INFORMATION)

 Informasi Geografis merupakan informasi


kenampakan permukaan bumi. Jadi informasi
tersebut mengandung unsur posisi geografis,
hubungan keruangan, atribut dan waktu.
 Informasi Keruangan menyatakan lokasi yang
berkaitan dengan informasi geografis.
 Posisi geografis: sebagai standar digunakan sistem
koordinat lintang dan bujur, yaitu sitem UTM
(Universal Transverse Mercator)

4
PENGERTIAN INFORMASI GEOGRAFIS
DAN INFORMASI KERUANGAN
(GEOGRAPHIC INFORMATION AND SPATIAL
INFORMATION)

 Atribut (non-spatial atribut) menjelaskan


informasi apa, misal: hutan dengan informasi
spesiesnya.
 Hubungan keruangan : misalnya suatu area
sekolah, disebelah Utaranya misal ada jalan,
disebelah Timur ada gedung olah raga, disebelah
Barat ada toko, dan disebelah selatan ada
lapangan terbuka.
 Waktu: mengandung informasi temporal, karena
obyek permukaan bumi bersifat dinamis.

5
A. DATA PADA SIG
Data spasial yaitu sebuah data yang
berorientasi geografis, memiliki sistem
koordinat tertentu sebagai dasar referensinya
dan mempunyai dua bagian penting yang
membuatnya berbeda dari data lain, yaitu :
 informasi lokasi (spasial)

 informasi deskriptif (attribute)


1. Data/Informasi lokasi (spasial), berkaitan
dengan suatu koordinat baik koordinat
geografi (lintang dan bujur) dan koordinat
XYZ, termasuk diantaranya informasi datum
dan proyeksi.
contoh data spasial
1. data titik
FORMAT TITIK
 Koordinat Tunggal ●
 Tanpa panjang
 Tanpa luasan

CONTOH
 Lokasi
 Letak Pohon ● ●
2. GARIS
FORMAT GARIS
 Koordinat titik
awal dan akhir
 Tanpa luasan

CONTOH:
 Jalan, Sungai

 Utility
3. POLIGON
 FORMAT POLIGON
 Koordinat dengan titik
awal dan akhir sama
 Mempunyai panjang
dan luasan
 CONTOH:
 tanah persil
 wilayah kota
4. PERMUKAAN

FORMAT PERMUKAAN
 area dengan koordinat
vertikal
 Area dengan ketinggian
CONTOH
 Peta slope
 Bangunan bertingkat
FORMAT DATA SPASIAL
1. Data vektor
merupakan bentuk bumi yang
direpresentasikan ke dalam kumpulan
garis, area (daerah yang dibatasi oleh
garis yang berawal dan berakhir pada
titik yang sama), titik dan nodes
(merupakan titik perpotongan antara
dua buah garis).
2. DATA RASTER
 Data raster (atau disebut juga dengan sel grid)
adalah data yang dihasilkan dari sistem
 Penginderaan Jauh. Pada data raster, obyek
geografis direpresentasikan sebagai struktur
 sel grid yang disebut dengan pixel (picture element).
2. DATA NON SPASIAL (DATA DESKRIPTIF)
 Data/Informasi deskriptif (atribut) atau informasi
non spasial, suatu lokasi yang memiliki beberapa
keterangan yang berkaitan dengannya, contohnya :
jenis vegetasi, populasi, luasan, kode pos, dan
sebagainya.
FORMAT DATA NON SPASIAL
 1. format tabel

FORMAT TABEL
- Kata-kata
- Kode alfanumerik
- Angka-angka

CONTOH:
- Hasil proses
- Indikasi
- Atribut
2. FORMAT LAPORAN
Contoh
Komposisi penduduk Indonesia menurut
FORMAT LAPORAN
kelompok umur, menunjukkan bahwa
- teks penduduk yang berusia muda (0-14 tahun)
- deskripsi sebesar 26,96%, yang berusia
produktif (15-64 tahun) sebesar 67,92%
CONTOH: dan yang berusia tua (> 65 tahun)
- perencanaan sebesar 5,12%. Dengan demikian maka
- laporan proyek Angka Beban Tanggungan (Dependency
- pembahasan Ratio) penduduk Indonesia pada tahun
2009 sebesar 47,23%.

3. FORMAT PERHITUNGAN
- angka
- hasil

CONTOH:
- jarak, inventarisasi , luas
4. FORMAT GRAFIK/ANOTASI
- kata-kata, angka-angka dan simbol
CONTOH:
- nama obyek
- Legend
- grafik/peta

GAMBAR
PERSENTASE PERSEBARAN PENDUDUK
INDONESIA
MENURUT KELOMPOK PULAU-PULAU BESAR
TAHUN 2009

20
4-TINGKAT MODEL DATA SPASIAL

 Gambar kenyataan (reality): persis seperti yang kita


lihat;
 Gambar abstrak (conceptual);

 Gambar kejadian tertentu (logical): berbentuk


diagram atau tabel;
 Berkas struktur fisik (physical): bentuk penyimpanan
pada perangkat keras.

22
TUJUH FENOMENA GEOGRAFIS DAPAT
DIGAMBARKAN DENGAN TGA

 Data kenampakan seperti garis pantai (feature data)


 Unit area seperti ukuran panjang (aerial unit)

 Jaringan topologi seperti jaringan jalan (topology


network)
 Catatan sampel seperti lokasi yang dipilih (sample
record)
 Data permukaan bumi seperti obyek hutan (surface
data)
 Label / teks pada data seperti nama jalan (table/text
data)
 Data simbol seperti kota = bulat, gunung = segitiga.
24
C. FENOMENA GEOGRAFIS
REPRESENTASI DATA DENGAN SIMBOL TGA

 Simbol titik data kualitatif, contoh: kota:


simbol bulat, gunung: simbol segitiga.
Simbol titik data kuantitatif, contoh:
populasi kota: angka besarnya populasi, tinggi
gunung: angka tingginya gunung.
 Simbol garis data kualitatif, contoh: jalan:
garis merah, sungai: garis biru, batas negara:
garis hitam, sesuai dengan bentuk nyata atau
khayal, pola atau karakteristik dari unsur yang
diwakilinya.

26
REPRESENTASI DATA DENGAN SIMBOL TGA

Simbol garis data kuantitatif:


(1) merupakan gambaran unsur garis yang dapat
menunjukkan unsur besaran secara sebanding. contoh:
jalan tol: garis tebal, jalan kampung: garis tipis;
(2) menghubungkan titik/tempat yang mempunyai
kuantitas/nilai sama, contoh: garis kontur isobar
menghubungkan tempat-tempat dengan tekanan udara
yang sama;
(3) garis dengan tanda arah (panah) menghubungkan arah
gerakan, contoh: arah angin atau arah perpindahan
penduduk.

27
REPRESENTASI DATA DENGAN SIMBOL TGA

 Simbol poligon atau area atau wilayah data


kualitatif, contoh: wilayah pertanian dan wilayah
hutan lindung yang bisa dibedakan dengan
memberi warna area tersebut dengan kuning dan
hijau atau dengan deskripsi textual.
 Simbol area data kuantitatif, contoh: peta
kepadatan penduduk yang tingkat kepadatannya
bisa dibedakan dengan warna yang makin gelap
menyatakan makin padat atau dengan
mencantumkan nilai/harga statistiknya.

28
PENDEKATAN / MODEL VEKTOR PADA
REPRESENTASI DATA TGA (TITIK, GARIS. AREA)

 Merupakan representasi yang cocok untuk penyajian


dalam format peta (konvensional).
 Obyek geografis disajikan dalam titik atau segmen
garis.
 Keuntungan dan keterbatasannya:
 Membutuhkan tempat penyimpanan data yang kompak
 Penyajian garis yang sangat halus
 Proses overlay dan perhitungan luas area memerlukan algoritma
yang lebih kompleks
 Merupakan data baku pembentuk data spasial untuk keperluan
SIG/peta

29
PENDEKATAN / MODEL RASTER PADA
REPRESENTASI DATA TGA
 Semua obyek geografis dalam bentuk TGA dinyatakan dengan sel
atau piksel yang merupakan titik yang mempunyai koordinat dan
atribut.
 Merupakan pendekatan yang sesuai dengan data inderaja berupa
citra dijital yang merupakan salah satu data masukan sistem
informasi geografis.
 Keuntungan dan keterbatasannya:
 Membutuhkan tempat penyimpanan data yang besar
 Penyajian kurang baik / kurang halus tergantung resolusi
 Representasi yang sangat kompatibel dengan proses komposit
lapis data SIG
 Merupakan data baku pembentuk citra dijital pada sistem
inderaja

30
REPRESENTASI DATA TGA DENGAN
PENDEKATAN RASTER DAN VEKTOR (SOURCE:
PURWADHI, 1997)

31
REPRESENTASI DATA SPASIAL

Secara eksplisit berbentuk struktur data


raster: Atribut obyek dinyatakan dengan
simbol / warna / tingkat keabuan yang
merupakan nilai sel atau piksel
Secara implisit berbentuk struktur data
vektor dengan bentuk topologi
titik/garis/area(poligon): Atribut obyek
dinyatakan dengan himpunan vektor yang
menyatakan keterhubungan

32