Anda di halaman 1dari 7

WIRAUSAHA MUDA DALAM PENINGKATAN PEMBANGUNAN PERTANIAN

Herawaty

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Medan


Jl. Binjai Km 10 Tromol Pos 18 Medan 20002

P erekonomian nasional dengan segala


permasalahannya selalu menjadi hal yang
menarik untuk dibahas, terutama pada kondisi saat
kewirausahaan pada generasi muda agar siap
memasuki persaingan ekonomi yang semakin
kompetitif dan terbuka di masa kini dan masa
ini, di mana beberapa Negara di Asia, termasuk mendatang perlu dipersiapkan.
Indonesia terjadi pertumbuhan ekonomi yang
Kewirausahaan menjadi salah satu alternatif
sangat pesat. Menurut data World Bank Tahun
cara untuk menyelesaikan masalah pengangguran
2015, Indonesia menjadi satu-satunya negara di
di mana generasi muda dibimbing untuk
ASEAN yang berhasil menembus jajaran G20,
memiliki mental mandiri, agar dapat memiliki
yaitu dua puluh negara dengan angka GDP
pemikiran out of the box terhadap situasi yang ada
(Growth Domestic Product) tertinggi di dunia.
dan berani mengambil langkah dengan
Indonesia menempati peringkat ke-16 dengan
menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya
angka GDP 859 milyar US$. Selanjutnya, pada
sendiri dan orang lain sehingga pada akhirnya
tahun 2030, berdasarkan proyeksi USDA posisi
dapat menggairahkan pertumbuhan perekonomian
Indonesia akan naik menjadi peringkat ke-13
di negeri ini.
dengan angka GDP 2,1 triliun US$ dan pada
tahun 2050 meningkat menjadi peringkat ke-9 Disadari atau tidak, pemuda sejatinya
dengan angka GDP 6,04 triliun US$. Hal ini tentu memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam
merupakan prestasi dan juga tantangan bagi akselerasi pembangunan termasuk pula dalam
Indonesia, karena kondisi nyata menyatakan bahwa proses kehidupan berbangsa dan bernegara.
masih ada nya masalah dalam tingkat Seperti kita ketahui bersama, bahwa pemuda
kesejahteraan pekerja dan penyediaan pekerjaan di memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan
Indonesia. Tingginya angka tenaga kerja tidak bangsa Indonesia yang dimulai dari pergerakan
berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun
pekerjaan sehingga angka pengangguran di 1928, proklamasi kemerdekaan tahun 1945,
Indonesia pun terbilang masih cukup tinggi di pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa
tengah perekonomian Indonesia yang terus tumbuh tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa
tinggi. pada tahun 1998 yang meruntuhkan kekuasaan
Orde Baru selama 32 tahun sekaligus membawa
Pemain utama suatu negara seperti
bangsa Indonesia memasuki masa reformasi.
Indonesia di dalam menghadapi persaingan
Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa
ekonomi yang semakin menguat adalah generasi
pemuda selama ini mampu berperan aktif
muda. Hal ini disebabkan karena generasi muda
sebagai pionir dalam proses perjuangan,
yang pada akhirnya akan terjun ke dalam
pembaruan, dan pembangunan bangsa. Hal ini
kompetisi, dengan bermodalkan kemampuan,
pun telah disampaikan oleh Ir. Soekarno dalam
keterampilan, pengalaman yang telah dipersiapkan.
salah satu pidatonya, “Beri aku 1000 orang tua,
Kondisi ekonomi yang cenderung kurang stabil
niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri
dan sulit dipastikan membuat generasi muda
aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia”.
memerlukan pembelajaran dan bimbingan agar
Hal ini menunjukkan peran pemuda dalam
mampu menyesuaikan diri dengan perubahan
mengisi pembangunan suatu bangsa merupakan
yang begitu cepat. Peningkatan ‘investasi’ melalui
kunci utama, juga pada tataran pengentasan
pembentukan budaya entrepreneurship atau
kemiskinannya.
82 Agrica Ekstensia. Vol. 10 No. 2 Nopember 2016: 81-87

Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan kemampuan dalam mewujudkan gagasan inovatif
moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam ke dalam dunia nyata secara kreatif.
segala aspek pembangunan nasional. Peran aktif
Pemuda merupakan potensi terbesar dalam
pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan
menciptakan pengusaha. Sebagai generasi
dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan
penerus bangsa dan calon-calon pemimpin
moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi
negara, pola pikir anak-anak muda bangsa ini
kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan
harus benar-benar terorientasi dengan baik,
takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan
harus bisa melihat jauh ke depan akan kondisi dan
meningkatkan kesadaran hukum. Peran aktif
kebutuhan bangsanya. Salah satunya adalah
pemuda sebagai kontrol sosial diwujudkan
mampu melihat bahwa wirausahawan sangat
dengan memperkuat wawasan kebangsaan,
dibutuhkan bangsa ini agar bisa menjadi negara
membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab,
yang maju. Pemuda-pemuda bangsa ini harus siap
hak, dan kewajiban sebagai warga negara,
menjadi solusi akan tantangan dan kebutuhan
membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan
tersebut. Setidaknya ada lima elemen kompetensi
dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi
yang lazimnya dimiliki seorang entrepreneur sejati.
dalam perumusan kebijakan publik, menjamin
Pertama, kepemimpinan (leadership). Kedua,
transparansi dan akuntabilitas publik, dan
pengambil risiko (risk taker). Ketiga, opportunity
memberikan kemudahan akses informasi.
hunter. Keempat, inovasi dan kreativitas. Kelima,
Sedangkan peran pemuda sebagai agen perubahan
survival.
diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan
politik dan demokratisasi, sumberdaya ekonomi, Wirausaha di Indonesia saat ini ada sekitar
kepedulian terhadap masyarakat, ilmu 1,56 persen dari 240 juta penduduk atau sekitar
pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, dan 3.744 juta wirausahawan pada Tahun 2012.
budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, Rasio wirausaha Indonesia baru mencapai 1,83
pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan masih lebih rendah dibandingkan dengan
dan kepeloporan pemuda. Negara lainnya. Mengutip pemikiran sosiolog
David McCleiland, untuk mencapai standar
Syaifullah (2009), menyatakan bahwa secara
minimal 2% sebagaimana prasyarat suksesnya
kualitatif pemuda memiliki idealisme yang murni,
pembangunan ekonomi suatu negara, Indonesia
inovatif, dan kreatif. Hal inilah yang
masih membutuhkan sekitar 4,2 juta wirausahawan
merupakan elemen strategis bahwa pemuda
dari total populasi penduduk Indonesia. Angka ini
merupakan energy besar dalam perubahan suatu
menujukkan masih banyak wirausaha yang
bangsa. Secara kuantitatif, jika dilihat ukuran dari
dibutuhkan untuk lebih semakin menggerakkan
pemuda itu adalah umur 15-35 tahun, maka
perekonomian bangsa.
Indonesia memiliki 37-40% pemuda dari jumlah
penduduknya, dan akan lebih besar lagi jika Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah
kisaran menjadi 15-45 tahun. Golongan ini bagaimana membentuk dan menjamin kesiapan
merupakan tenaga kerja produktif yang mental, karakter, serta kemampuan para
menempati posisi terpenting dalam pembangunan pemuda untuk menjadi wirausahawan sejati yang
masa depan bangsa. Kemiskinan di Indonesia ini mampu terus bertahan dan membentuk kemajuan
cenderung mengarah pada kemiskinan ekonomi. bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya? Kita tahu
Lemahnya mentalitas pemuda dalam bahwa dunia bisnis adalah dunia yang tidak
pembangunan ekonomi akan semakin pasti dan cenderung tidak stabil. Bisnis tidak
melemahkan kekuasaan bangsa Indonesia dapat menjanjikan stabilitas dan kemapanan
dihadapan bangsa lain. abadi sekalipun untuk mereka yang
berkemampuan tinggi dan sangat berbakat. Hal
Nagel (2016), menyatakan bahwa wirausaha
ini mungkin yang menjadi salah satu faktor
adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang
kurangnya minat para generasi muda untuk mau
untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan
dan berani berwirausaha di Indonesia. Akibatnya,
bisnis, mengumpulkan sumberdaya yang
Negara ini pun kekurangan pebisnis dan
dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat
wirausahawan yang mampu turut andil dalam
dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih
memperbaiki perekonomian negara.
sukses. Kewirausahaan pada hakikatnya adalah
sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki Pertanyaan selanjutnya adalah apakah
generasi muda Indonesia sudah punya kecerdasan
Wirausaha Muda Dalam Peningkatan Pembangunan Pertanian... (Herawaty) 83

wirausaha yang baik sehingga mampu mengubah lemahnya pemahaman pemuda terhadap agama,
bangsa ini menjadi lebih baik? Inilah masalahnya. melanggar tatanan hukum yang berlaku, dan lain
Selama ini pendidikan kita lebih banyak sebagainya mengakibatkan pemuda banyak
mengajarkan anak didiknya untuk menghafal, terjerumus dalam pusaran pergaulan yang
bukan berkreasi dan berinovasi. Akibatnya, lahir mengantarkan pemuda pada titik kehancuran.
manusia-manusia konsumtif (pemakai, pengguna), Fakta yang ada sekarang menjadi bukti, misalnya
bukan produktif (pembuat, kreatif). Generasi dari beberapa hasil penelitian mengemukakan
kita lebih suka memakai produk asing karena bahwa seks bebas, penyalahgunaan narkoba, justru
kehilangan diri dan jati dirinya. Sekolah lebih banyak dilakukan oleh pemuda. Hal ini
seharusnya menjadi lembaga pendidikan yang menjadi tugas bersama berbagai elemen guna
tidak hanya belajar menulis, berhitung, sejarah, menyelamatkan pemuda, sekaligus menyelamatkan
ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan bangsa dari krisis kepemudaan yang berprestasi.
sosial tetapi sekolah seharusnya menjadi tempat
Entrepreneurship merupakan nilai dari
dalam menempa ilmu dan kreatifitas anak dan
suatu generasi. Tanpa entrepreneur maka suatu
kaum muda yang produktif, sekolah harusnya
generasi akan kehilangan esensinya. Karena itu
menjadi rahim untuk melahirkan angkatan kerja
saatnya kita melahirkan entrepreneur-entrepreneur
yang siap tampil bahkan siap untuk menciptakan
muda melalui pengembangan mental
lapangan kerja. Oleh karena itu, kreatif
kewirausahaan. Faktor penyebab ketidakinginan
(intrapersonal skill) dan proaktif (interpersonal
menjadi wirausaha adalah merasa tidak
skill) perlu diajarkan sejak dini untuk memberikan
mempunyai modal, merasa tidak berbakat, dan
fondasi kecerdasan wirausaha yang baik dan kuat.
risiko bisnis terlalu besar. Upaya menyadarkan
Institusi, keluarga bisa menjadi contoh (pilot
masyarakat khususnya kelompok sasaran
project) bagi pengembangan kecerdasan
potensial seperti: mahasiswa, generasi muda
wirausaha. Prijosaksono (2004) menyatakan
tentang pemahaman yang kurang “pas” terhadap
kecerdasan wirausaha (entrepreneurial intelligence
kewirausahaan, perlu terus dilakukan, terutama
atau entre-Q) adalah dorongan hati dan
mengenai: 1) modal bukan satu-satunya kunci
kemampuan seseorang untuk memanfaatkan
sukses wirausaha, 2) kesuksesan wirausaha lebih
kreativitas dan kemampuan pribadinya menjadi
ditentukan oleh kejelian dan keuletan wirausaha
sebuah usaha atau bisnis yang bisa memberikan
daripada bakatnya, dan risiko usaha dapat
nilai tambah bagi dirinya secara berkelanjutan.
diminimalisasi dengan cara membuat perencanaan
Problematika pemuda yang kita hadapi bisnis yang baik.
sekarang sangatlah kompleks, mulai dari masalah
Alumni perguruan tinggi harus didorong
pengangguran, krisis eksistensi, krisis mental
supaya berinisiatif menciptakan lapangan kerja.
hingga masalah degradasi moral. Budaya permisif
Demikian juga diperlukan dorongan lingkungan
dan pragmatisme yang kian merebak membuat
keluarga dimana para orang tua berani untuk
sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan serba
mengarahkan anaknya meninggalkan “zona
instant, hedonis, dan terlepas dari idealisme
nyaman” dan berani untuk berkarya, berkreasi
sehingga cenderung menjadi manusia yang anti
dan menciptakan nilai baru yang bermanfaat.
social serta lupa akan tanggung jawab sebagai
Transformasi pola pikir tentang selesai
seorang pemuda. Tataran moral, sosial dan
menamatkan sekolah mencari kerja ke
akademik pemuda tidak lagi memberi contoh
menciptakan lapangan kerja (enterpreneur)
dan keteladanan baik kepada masyarakat sebagai
merupakan salah satu solusi untuk mengurangi
kaum terpelajar, lebih banyak yang berorientasi
pengangguran yang berdampak pada
pada hedonism (berhura-hura), tidak banyak
pertumbuhan ekonomi terutama dalam
pemuda yang peka terhadap kondisi sosial
menggerakkan perekonomian Nasional karena
masyarakat saat ini, dalam urusan akademik pun
Enterpreneur merupakan salah satu elemen yang
banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu
mereka adalah insane akademis yang dapat
Negara.
memberikan pengaruh besar dalam perubahan
menuju kemajuan bangsa. Adapun masalah lain Kewirausahaan dapat menumbuhkan atau
yang turut menjadi pemicu terancamnya posisi mengubah karakter seseorang, dengan
pemuda adalah lemahnya pengawasan orang tua, kewirausahaan, seseorang dibantu menjadi
keluarga, serta orang terdekat termasuk pula pemimpin dalam mengelola dan mengendalikan
84 Agrica Ekstensia. Vol. 10 No. 2 Nopember 2016: 81-87

suatu keadaan dalam usahanya. Karakter seseorang jika dikelola secara professional, dengan
wirausaha tercermin dari setiap sikap tindaknya memanfaatkan sumber informasi dan teknologi,
yakni berani mengambil resiko, kuat dan tidak seharusnya menjadi komoditi andalan dan dari
mudah menyerah. Pemuda yang berwirausaha sana akan lahir para pelaku agribisnis-agribisnis
juga mempengaruhi kapasitas diri seseorang. baik perorangan ataupun kelompok karena pada
Dengan berkapasitas ini mencirikan bahwa sektor pertanian terdapat jutaan produk turunan
pemuda siap berada dimana saja dan kapan saja. yang permintaan pasarnya sangat besar baik dalam
Dapat menyesuaikan dirinya terhadap keadaan dan luar negeri.
yang ada. Semakin banyak pemuda yang
Tetapi sektor pertanian sepertinya kurang
berperan dan berpartisipasi dalam kewirausahaan
diminati apalagi masih banyak pemuda lulus
maka Indonesia mempunyai banyak pemuda yang
sekolah yang menganggap pertanian adalah
memiliki skill yang tinggi yang mampu berdaya
urusan orang tua. Keengganan para pemuda desa
saing secara regional, nasional dan internasional
untuk melirik sektor ini juga diakibatkan karena
dan membawa nama baik bangsa Indonesia.
sektor ini masih dianggap sebelah mata bahkan
Kewirausahaan juga memaksa pemuda yang sering diidentikkan dengan sektor miskin, padahal
berkeinginan meraih kesuksesan untuk Berpikir sektor pertanian terbukti salah satu sektor yang
inovatif yakni proses berpikir yang mampu bertahan pada waktu krisis ekonomi
menghasilkan solusi dan gagasan di luar bingkai melanda bangsa Indonesia di tahun 1998, bahkan
konservatif. Dengan berpikir inovatif, pemuda satu-satunya elemen ekonomi yang mampu
yang berwirausaha telah mendayagunakan menyumbang pertumbuhan ekonomi di waktu itu.
pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai Perlu ada “cuci otak” secara kontinyu dan
stimulan, dan individu yang mengelilinginya dalam konsisten untuk menggelorakan semangat
menghasilkan produk baru, baik bagi dirinya berwirausaha di bidang pertanian, dan harus
sendiri ataupun lingkungannya. Berdasarkan dilakukan sampai ke desa-desa, harus ada
penjelasan tersebut, dapat dikatakan bahwa pelatihan dan pendidikan dengan sistim yang
kewirausahaan dapat menciptakan pemuda terkelola baik dan ini akan terlaksana dengan baik
menjadi berkarakter, berkapasitas dan berdaya pula jika adanya peran pemerintah yang serius
saing. dengan membentuk wadah di tingkat desa yang
dibuat secara khusus untuk memfasilitasinya.
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
dalam pidato nya mengenai Pengembangan Pemerintah sudah semestinya berpikir untuk
Kewirausahaan Di Bidang Industri Kreatif Dalam membentuk sektor agribisnis yang professional,
Meningkatkan Kualitas Bangsa Indonesia tahun dengan melatih dan mendidik para pemuda-pemudi
2007 mengatakan “… we now must look at the desa misalnya dengan membentuk kelompok-
creative and culture industry as the way to our kelompok usaha (diwadahi dalam koperasi)
economic future”. Dilihat dari tingkat populasinya, yang diberi pelatihan teknik berwirausaha yang
negara berkembang seperti Indonesia justru baik, dan pada prakteknya dilakukan pengawasan
memiliki potensi besar untuk dapat dan pembinaan dengan penerapan teknologi,
mengembangkan kreativitas dan usaha-usaha informasi yang modern untuk menjadi pelaku
baru. Indonesia yang kaya akan sumber daya usaha dalam bidang pertanian dengan
alam, budaya, maupun manusianya akan mampu professional. Pemerintah juga perlu memfasilitasi
untuk bangkit dari keterpurukan kemiskinan dengan akses pasar dan akses modal karena
melalui jiwa kewirausahaan rakyat. Dengan SDA sejatinya ada 3 hal utama agar suatu usaha itu
dan SDM yang melimpah, bukan tidak mungkin berjalan lancar yaitu selain akses knowledge,
potensi wirausaha ke depan dapat mengisi akses modal dan akses pasar juga penting.
setengah dari produk nasional. Untuk
Kita berharap ketika para pemuda pemudi
mengoptimalkan operasi pemberdayaan
kampung membentuk suatu kelompok usaha yang
wirausaha perlu diambil langkah antara lain;
telah dilatih, dimodali, dibina, diawasi dan
pemetaan pemuda; pelatihan keahlian dan
pasar sudah tercipta dan mereka sudah merasakan
keterampilan kerja; pendampingan; dan penguatan
hasil memperoleh keuntungan penghasilan yang
antar jaringan.
memadai maka mereka akan berpikir panjang
Salah satu potensi yang saat ini belum untuk melakukan hal-hal yang tidak ada
tergarap baik adalah lahan pertanian desa yang untungnya, hal-hal yang negative karena
Wirausaha Muda Dalam Peningkatan Pembangunan Pertanian... (Herawaty) 85

perhitungan untung rugi akan menjadi 60 tahun 2008 tentang pembentukan Politeknik
kecenderungan dalam menentukan pilihan, bahkan Negeri Media Kreatif. Perguruan tinggi ini
sangat mugkin mereka pada akhirnya akan berpikir diharapkan dapat menjadi jembatan kesenjangan
menjadi petani dengan konsep agribisnis adalah antara pengangguran dan penciptaan lapangan
suatu kebanggaan. kerja. Pada Tahun 2011, untuk pengembangan
kewirausahaan pemuda, dikeluarkanlah Peraturan
Menurut data Kemendagri wilayah
Pemerintah RI No.41 tentang Pengembangan
administrasi pemerintahan desa tahun 2015,
Kewirausahaan dan Kepeloporan Pemuda. Hingga
terdapat 74.754 wilayah administrasi desa. Jika
saat ini, Pemerintah Indonesia pun terus
kita asumsikan setiap desa memiliki 1 kelompok
menggulirkan program-program pemberdayaan
usaha pemuda yang terdiri dari 20 orang dikalikan
wirausaha. Sebagai contoh yaitu program
dengan 74.754 desa, maka program ini akan
wirausaha 1000 sarjana, program pelatihan
mampu menyerap angkatan kerja sebanyak
kewirausahaan, bantuan social dan perkuatan,
1.495.080 dan berkontribusi untuk menekan
bantuan atau kredit dana bergulir, Kredit Usaha
jumlah pengangguran di Indonesia sekitar 2% dari
Rakyat (KUR), program kemitraan dan bina
jumlah pengangguran terbuka saat ini yang
lingkungan, program pembiayaan melalui CSR
berjumlah 7,56 juta orang (BPS, 2015). Angka ini
(Corporate Social Responsibility), PNPM
belum termasuk dengan terserapnya tenaga kerja
Mandiri, dan program pelatihan untuk TKI. Badan
pada unit-unit produksi dan distribusi yang akan
Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian
terlibat pada sektor ini yang diperkirakan
melalui STPP seluruh Indonesia telah memulai
mencapai jutaan tenaga kerja karena sektor
dengan melaksanakan program penumbuhan
agribisnis merupakan usaha padat karya dalam
wirausahaan muda pertanian secara bertahap.
setiap aktifitas produksi dan distribusi.
Dengan ini, Pemerintah berharap, Indonesia akan
Kewirausahaan menjadi pendorong mampu memiliki wirausaha sebesar 2% dari total
penyebaran keuntungan ekonomi yang lebih populasi penduduk.
baik dan meningkatan kesejahteraan. Disamping
Lantas, apakah permasalahan kewirausahaan
itu juga mengurangi tingkat pengangguran,
hanya seputar menumbuhkan budaya
mengurangi tingkat kriminalitas, meningkatkan
kewirausahaan yang masih rendah di
standar hidup masyarakat dan juga
masyarakat? Tentu saja tidak. Tantangan lain
mendistribusikan pendapatan secara lebih merata.
yang harus dihadapi dan merupakan tantangan
Meskipun terlambat dan masih belum mikro ekonomi Indonesia, yaitu pergerakan
maksimal di dalam mengajak kalangan pengusaha kewirausahaan nasional yang masih sporadis
untuk membangun perekonomian nasional, dan masih terbatasnya platform kewirausahaan
Pemerintah Indonesia terus berupaya Indonesia dalam skala global. Hal ini menjadi
menumbuhkan semangat berwirausaha di sangat begitu penting karena melihat tantangan
generasi muda. Pemerintah sudah melakukan makro ekonomi ke depannya, para wirausahawan
upaya yang komperehensif untuk meningkatkan Indonesia diharapkan mampu memiliki wawasan
dan menggalakkan kewirausahaan. Pada tahun serta jaringan bisnis dan kewirausahaan dalam
1995 telah diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres) skala global. Untuk itu, di sini peran pemerintah
Nomor 4 tahun 1995 tentang Gerakan Nasional semata tidak cukup. Para wirausahawan tersebut
Memasyarakatkan dan Membudayakan harus aktif di dalam berbagai forum
Kewirausahaan (GNMMK). Tindak lanjut gerakan kewirausahaan untuk meningkatkan semangat,
ini cukup bergema. Seminar, lokakarya, keterampilan, dan kemampuan mereka di dalam
simposium, diskusi, sampai pelatihan mengembangkan kewirausahaan yang tengah
kewirausahaan gaungnya begitu kuat. Pada dijalankan. Forum kewirausahaan internasional
tahun 2009, dikeluarkan Instruksi Presiden nomor menjadi kunci tahap selanjutnya di dalam
6 terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif. mengembangkan kewirausahaan nasional setelah
Hal tersebut menjadi landasan pengembangan kerja keras pemerintah di dalam meningkatkan
kewirausahaan di bidang industri kreatif yang jumlah wirausaha dalam negeri. Akan tetapi,
cukup kuat. Ditambah lagi, terbentuk sebuah kenyataannya, forum-forum yang dimaksud untuk
perguruan tinggi negeri vokasi yang akan sebagai mediator antara para stakeholder
memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di kewirausahaan lokal dengan para stakeholder
bidang Industri Kreatif. Peraturan Menteri nomor kewirausahaan Internasional d i Indonesia masih
86 Agrica Ekstensia. Vol. 10 No. 2 Nopember 2016: 81-87

sangat terbatas. Oleh karena itu, forum kondusif untuk mendirikan dan mengembangkan
kewirausahaan yang bekerja sama dengan lembaga kewirausahaan. Sedangkan factor internal adalah
bisnis dan kewirausahaan internasional sangat faktor yang berasal dari dalam diri seorang
memungkinkan dan sangat berpotensi untuk pengusaha itu sendiri.
diinisiasi dan dikembangkan di Indonesia. Melalui
Jadi, dalam memajukan dan meningkatkan
forum ini, para stakeholder kewirausahaan seperti
perekonomian bangsa bukan hanya tugas
wirausahawan, politisi, service provider, kaum
pemerintah, tetapi juga merupakan kewajiban
expert, akademisi, dan investor dapat
pemuda sebagai generasi muda penerus bangsa.
dipertemukan dalam satu lingkungan khusus. Di
Peran dan partisipasi pemuda dalam
sini akan tersedia banyak peluang bagi para
kewirausahaan dapat membentuk kepribadian
wirausahawan lokal Indonesia untuk
pemuda yang mandiri, kreatif, inovatif dan
meningkatkan wawasan, kapasitas, dan jaringan
dapat menggurangi pengangguran dan terciptanya
bisnis dan kewirausahaan, serta mempromosikan
lapangan pekerjaan baru. Membangun kemandirian
kewirausahaan Indonesia di mata dunia. Pada
pemuda maka sama artinya dengan membangun
akhirnya hal ini juga akan berdampak positif bagi
kemandiri bangsa.
Pemerintah di dalam menumbuh kembangkan
semangat kewirausahaan nasional.
Beberapa hal yang seharusnnya bisa
dilakukan oleh generasi muda saat ini dalam
DAFTAR PUSTAKA
berwirausaha demi membangun bangsa
Indonesia dalam segala bidang, antara lain : http://www.kompasiana.com/kharisrama/meningka
pertama, pemuda harus meningkatkan kreatifitas tkan-semangat-kewirausahaan
dan edukasi sehingga mampu menciptakan nasional_54f70082a3331146228b4569
inovasi baru dalam kegiatan produksi dan mampu
menghasilkan beberapa pasar ekonomi produktif http://www.antarasulut.com/berita/20663/peran-
yang dapat mensejahterakan masyarakat pemuda-wirausaha-desa-mewujudkan-
Indonesia, dan secara tidak langsung kita bisa ekonomi-kerakyatan-sesuai-pasal-33-uud-
menjadi generasi muda Indonesia yang mandiri 1945
yang membuat negara pun akan ikut mandiri tanpa http://www.dakwatuna.com/2015/04/20/67483/per
bergantung dengan negara lain, kedua, pemuda an-mahasiswa-dalam-pembangunan-
harus menanamkan jiwa berwirausaha yang bangsa/
memiliki karakter mandiri, kontekstual dan Nagel, P. Julius F. 2016. Pengembangan Jiwa dan
konsisten dengan tekad untuk membangun dan Kecerdasan Wirausaha untuk Kemandirian
menjaga kemandirian bangsa dan ketiga. berani Bangsa. Seminar Nasional IENACO ISSN:
mengambil keputusan. Untuk menjadi generasi 2337 – 4349
muda yang mandiri, kita dituntut untuk berani Nagel, P. Julius F. 2012. Pengembangan Jiwa dan
mengambil keputusan bagaimanapun situasi dan Kecerdasan Wirausaha dalam Proceeding
kondisi yang terjadi seperti dalam berwirausaha. Seminar Nasional Local Wisdom
Entrepreneurship yang diselenggarakan
oleh Universitas DR. Soetomo. Surabaya,
KESIMPULAN 24 Oktober 2012. ISBN No. 978 – 602 –
17013 – 0 – 0
Berdasarkan pemaparan, dapat disimpulkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
bahwa pemerintah dalam usaha mendorong 41 Tahun 2011 tentang Pengembangan
peningkatan kewirausahaan baik dari segi kuantitas Kewirausahaan dan Kepeloporan Pemuda,
maupun kualitas melalui program-program nya, serta Penyediaan Prasarana Dan Sarana
harus melihat faktor eksternal dan internal. Faktor Kepemudaan
eksternal adalah faktor lingkungan yang secara Proctor, Felicity and Valerio Lucchesi. 2012.
langsung maupun tidak langsung mempengaruhi Small-Scale Farming And Youth In An
kewirausahaan, seperti motivasi dari pihak lain Era Of Rapid Rural Change. London
untuk menjadi pengusaha, adanya fasilitas yang (UK): International Institute for
tersedia untuk mendirikan usaha, regulasi yang Environment and Development (IIED).
jelas dan tidak diskriminatif serta suasana yang
Wirausaha Muda Dalam Peningkatan Pembangunan Pertanian... (Herawaty) 87

Setiabudi, 2014. The Power Of Kepepet, Gramedi


Pustaka Utama, Jakarta.
Setiawan I, Sumardjo, A Satria, P Tjitropranoto.
2015. Strategi Pengembangan
Kemandirian Pelaku Muda Agribisnis “
Brain Gain Actors” di Jawa Barat. Jurnal
MIMBAR, Vol. 31, No. 2 (Desember,
2015): 409-418.
Setyobudi, Agustitin. 2014. Peran dunia
Pendidikan dalam Meningkatkan SDM
Pemuda dalam Menggerakkan Wirausaha
Muda. Makalah Pendidikan-Pemuda-
Koperasi dan Kewirausahaan.
Syaifullah, Chavchay. 2009. Generasi Muda
Menolak Kemiskinan. Penerbit Cempaka
Putih. Klaten
World Bank. 2015. World GDP Ranking 2015.
Data and Charts.