Anda di halaman 1dari 4

Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk

menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastic. Selain itu, tegangan
permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu
menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar atau bulat seperti
bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha yang membentuk luas permukaan baru. Dengan
sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda kecil di permukaannya. Seperti silet,
berat silet menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung ke bawah tampak silet itu berada.
Lengkungan itu memperluas permukaan zat cair namun zat cair dengan tegangan permukaannya
berusaha mempertahankan luas permukaan-nya sekecil mungkin.

Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang
berada dalam keadaan diam (statis). Tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya F persatuan
panjang L yang bekerja tegak lurus pada setia garis di permukaan fluida.

Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua
fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pad tegangan
permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak bercampur lebih besar dari pada adhesi
antara cairan dan udara (Hamid.2010)

Tegangan permukaan didefinisikan sebagai kerja yang dilakkukan dalam memperluas permukaan
cairan dengan satu satuan luas. Satuan untuk tegangan permukaan ( ) adalah (J m-1) atau dyne cm-1
atau Nm-1. Metode yang paing umun untuk mengukur tegangan permukaan adalah kenaikan atau
penurun dalam pipa kapiler, yaitu dengan rumus :

(d) adalah kerapatan cairan, (r) adalah jari-jari kapiler, (l) adalah panjang cairan yang ditekan atau
yang akan naik, dan (g) adalah konstanta gravitasi (Douglas,2001) .

Permukaan zat cair mempunyai sifat ingin merenggang, srhingga permukaannya seolah-olah
ditutupi oleh suatu lapisan yang elastis. Hal ini disebabkan adanya gaya tarik-menarik antar partikel
sejenis di dalam zat cair sampai kepermukaan. Di dalam cairan, tiap moleku ditarik oleh molekul lain
yag sejenis di dekatnya dengan gaya yang sama ke segala arah. Akibatnya tidak terdapat sisa
(resultan) gaya yang bekerja pda masing-masing moleku. Adanya gaya atau tarik kebawah
menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dan berada dalam keadaan tegang. Tegangan ini
disebut tegangan permukaan (Herinaldi, 2004)

Tegangan permukaan bervariasi antar berbagai cairan. Air memiliki tegangan permukaan yang
tinggi dan merupakan agen pembasah yang buruk karena air membentuk droplet, misalnya tetesan
air hujan pada kaca depan mobil. Permukaan air membentuk suatu lapisan yang cukup kuat sehingga
beberapa seranga dapat berjalan diatasnya (suminar, 2001).

Ada beberapa metode dalam melakukan atau menemukan tegangan permukaan diantaranya :
1. Metode kapiler

Menurut metode kapiler, tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/cairan yang
naik melalui satu pipa kapiler. Metode kenaikan pipa kapiler hanya dapat digunaka untuk mengukur
tegangan permukaan, tidak bisa untuk mengukur tegangan antar muka salah satu besaran yang
berlaku pada sebuah pipa kapiler adalah sudut kontak, yaitu sudut yang dibentuk oleh permukaan
zat cair yang dekat dengan dinding. Sudut kontak ini timbul akibat gaya tarik menarik antar zat yang
sama (gaya kohesi) dan gaya tarik menarik antar molekul zat yang berbeda (adesi)

Molekul biasanya saling tarik menarik. Dibagian dalam cairan, setiap molekul cairan dikelilingi oleh
molekul-molekul cairan disamping dan di bawah. Dibagian atas tidak ada molekul cairan yang lain
karena molekul cairan tarik menarik satu dengan yang lainnya, maka terdapat gaya total yang
besarnya nol pada molekul yang berbeda di bagian dalam cairan. Sebaliknya molekul cairan yang
terletak di permukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan dibawahnya.
Akibatnya permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah karena adanya gaya total
yang arahnya ke bawah, maka cairan yang terdapat di perukaan cenderung memeperkecil luas
permukaannya dengan menyusut sekuat mungkin. Hal ini yang menyebabkan lapisan perukaan
seolah-olah tertutup oleh selapur elastis yang tipis (Atfins, 1994)

2. Metode Tersiometer Du-Nouy

Metode cincin du-nouuy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan
antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina
iridium yang diperluka sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari
cawan tersebut (atfins, 1994)

Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa factor
diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan
mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada permukaan
cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dngan molekul surfaktan.

Faktor-faktor yang menpengaruhi :

- Suhu

Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya energy


kinetik molekul

- Zat terlarut (solute)

Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan.
Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan akan
bertambah besar. Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan cairan membentuk lapisan
monomolecular, maka akan menurunkan tegangan permukaan, zat tersebut biasa disebut dengan
surfaktan.

- Surfaktan

Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena
cnderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi
yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh dari surfaktan.
Sturktur surfaktan secara 3 dimensi

Molekul surfaktan yang bersifat amfifil yaitu suatu molekul yang mempunyai dua ujung yang
terpisah, yaitu ujung polar (hidrofilik) dan ujung non polar (hidrifobik). Sifat surfaktan yang amfifil
menyebabkan surfaktan diadsorpsi pada antar muka baik itu cair/gas (yang tidak saling bercampur).

Surfaktan akan selalu berada pada antar muka suatu cairan (berbeda jenis), bila jumlah gugus
hidrofil dan lipofilnya seimbang. Tapi, apabila suatu surfaktan memiliki gugus hidrofil lebih besar
lipofil, maka surfaktan akan lebih berada pada fase air dan sedikit berada pada antar muka.
Sebaliknya, bila suatu surfaktan memiliki gugus hidrofil lebih kecil dari lipofil maka surfaktan akan
lebih berada pada fase minyak dan sedikit berada pada antar muka.

Surfaktan dapat digunakan menjadi dua golongan besar yaitu, surfaktan yang larut dalam
minyak dan surfaktan yang larut dalam pelarut air.

Surfaktan yang larut dalam minyak : Ada tiga yang termasuk dalam golongan ini, yaitu
senyawa polar berantai panjang, senyawa fluorocarbon, dan senyawa silicon.

Surfaktan yang larut dalam pelarut air : Golongan ini banyak digunakan antara lain sebagai
zart pembasah, zat pembusa, zat pengemulsi, zat anti busa, detergen, zat flotasi, oencegah korosi,
dan lai-lain. Ada empat yang temasuk dalam golongan ini yaitu surfaktan anion yang bermuatan
negative, surfaktan yang bermuatan positif, surfaktan nonion yang tak terionisasi dalam larutan, dan
surfaktan amfoter yang bermuatan negative dan positif bergantung pada pH-nya.

Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatan-ikatan hydrogen


pada permukaan. Hal ini dilakukan dengan menaruh kepala-kepala hidrofiliknya terentang menjauhi
permukaan air. Sabun dapat membentuk misel (miceves), suatu molekul sabun mengandung suatu
rantai hidrokarbon panjang plus ujung ion. Bagian hidrokarbon dari molekul sabun bersifat
hidrofobik dan larut dalam zat-zat non polar, sedangkan ujung ion bersifat hidrofilik dan larut dalam
air. Karena adanya rantai hidrokarbon, sebuah molekul sabun secara keseluruhan tidaklah benar-
benar larut dalam air, tetapi dengan mudah akan tersuspensi di dalam air. Larutan surfaktan dalam
air menunjukkan perubahan sifat fisik yang mendadak pada daerah konsentrasi yang tertentu.
Perubahan yang mendadak ini disebabkan oleh pembentukan agregat atau penggumpalan dari
beberapa molekul surfaktan menjadi satu, yaitu pada konsentrasi kritik misel (KMK).

Tegangan permukaan juga merupakan sifat fisik yang berhubungan dengan gaya antarmolekul
dalam cairan dan didefinisikan sebagai hambatan peningkatan luas permukaan cairan. Awalnya
tegangan permukaan didefinisikan pada antar muka cairan dan gas. Namun, tegangan yang mirip
juga ada pada tegangan antar muka cairan-cairan, atau padatan dan gas. Tegangan semacam ini
secara umum disebut dengan tegangan antar muka(Douglas.2001).