Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Pertama tama penulis memanjatkan Puji syukur kepada Tuhan Yang

Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia_Nya penulis

diberikan kesehatan dan kesempatan sehinnga bisa meyelesaikan

makalah biokimia ini tepat pada waktunya.

Tak lupa penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai

pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini yang tidak dapat

penulis sebutkan satu persatu sehingga makalah ini dapat terselesaikan

tepat pada waktunya.

Di dalam makalah ini penulis menyadari banyak terdapat kekurangan.

Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis

harapkan agar menjadikan makalah ini lebih baik lagi. Penulis berharap

semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................... i

DAFTAR ISI........................................................................................................... ii

BAB I

PENDAHULUAN....................................................................................................1

A. LATAR BELAKANG...........................................................................................1

B. RUMUSAN MASALAH...................................................................................... 2

C. TUJUAN PENULISAN ......................................................................................3

BAB II

PEMBAHASAN......................................................................................................4

1. PENGERTIAN LEMAK DAN ASAM LEMAK...................................................4-6

2. KLASIFIKASI LEMAK.....................................................................................6-8

3. FUNGSI LEMAK.............................................................................................8-9

4. PENCERNAAN, ABSORBSI, DAN TRANSPORTASI LEMAK.................... 9-12

5. KATABOLISME LEMAK..............................................................................12-13

6. SIKLUS OKSIDASI LEMAK........................................................................13-15

7. BIOSINTESIS ASAM LEMAK....................................................................14-16

8. METABOLISME LEMAK............................................................................16-17

BAB III

PENUTUP............................................................................................................18

A. KESIMPULAN..................................................................................................18

B. SARAN.............................................................................................................19
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Lemak makanan adalah kandungan lemak yang terdapat dalam


semua bahan makanan dan minuman. Pada dasarnya, semua lemak itu
baik karena lemak dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup
manusia. Peran lemak adalah menyediakan energi sebesar 9 kalori/gram,
melarutkan vitamin A, D, E, K, dan menyediakan asam lemak esensial
bagi tubuh manusia. Lemak mulai dianggap berbahaya bagi kesehatan
setelah adanya suatu penelitian yang menunjukkan hubungan antara
kematian akibat penyakit jantung koroner dengan banyaknya konsumsi
lemak dan kadar lemak di dalam darah,

Makanan berlemak terdiri dari beberapa jenis. Berdasarkan struktur


kimianya, dikenal lemak jenuh, tidak jenuh tunggal, tidak jenuh ganda, dan
lemak trans. Berdasarkan fungsinya di dalam tubuh, lemak terbagi
menjadi lemak struktural yang membentuk dinding sel, timbunan lemak
sebagai cadangan tenaga, hormon steroid, dan lemak esensial yang tidak
dapat dibuat oleh tubuh manusia.

Secara garis besar, lemak terdapat dua bentuk, yaitu lemak padat
yang berasal dari hewan dan lemak cair (minyak) yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan.

Struktur kimia lemak dalam makanan pada umumnya berbentuk


trigliserida, yakni perpaduan antara satu molekul gliserol dengan tiga
molekul asam lemak. Perbedaan asam lemak inilah yang membedakan
jenis dan sifat lemak. Asam lemak merupakan rangkaian atom karbon
dengan ikatan rangkap atau tidak rangkap dengan gugus karbon pada
ujungnya. Makin banyak ikatan rangkap, maka makin cair lemak tersebut
di dalam suhu kamar. Asam lemak dengan ikatan rangkap dua atau lebih
tidak dapat dibuat di dalam tubuh manusia, karena itu disebut asam lemak
esensial. Makin banyak ikatan rangkap pada asam lemaknya, makin tidak
jenuh lemak tersebut. Sebagai contohnya, asam lemak omega-3 adalah
asam lemak dengan 3 ikatan rangkap yang dimulai pada atom C nomor 5.

Berbagai penelitian menunjukkan hubungan erat antara jumlah


konsumsi lemak dan timbulnya penyakit jantung koroner. Lemak jenuh
dapat meningkatkan kejadian penyakit jantung koroner, sedangkan lemak
tidak jenuh akan menurunkan kejadian penyakit jantung koroner. Lemak
tidak jenuh terbagi menjadi lemak tidak jenuh tunggal (asam oleat) dan
lemak tidak jenuh ganda. Lemak tidak jenuh tunggal terdapat di dalam
minyak zaitun dan avocado. Lemak tidak jenuh ganda dari tumbuh-
tumbuhan terdapat di dalam minyak bunga matahari dan minyak kedelai,
sementara yang dari hewan terdapat di dalam minyak ikan.

B. RUMUSAN MASALAH

Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:

1. Pengertian Lemak dan Asam Lemak?

2. Sebutkan Klasifikasi Lemak?

3. Apa Fungsi Lemak?

4. Bagaimana Pencernaan, Absorbsi, dan Transportasi Lemak?

5. BagaimanaKatabolisme Lemak?

6. Bagaimana Siklus Oksidasi Lemak?

7. Bagaimana Siklud Oksidasi Lemak?

8. Bagaimana Metabolisme Lemak?


C. TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah mahasiswa agar dapat :

1. Agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian lemak dan asam


lemak

2. Agar mahasiswa dapat mengetahui klasifikasi lemak

3. Agar mahasiswa dapat mengetahui fungsi lemak

4. Agar mahasiswa dapat mengetahui cara pencernaan, absorbsi dan


transportasi lemak

5. Agar mahasiswa dapat mengetahui metabolisme lemak

6. Agar mahasiswa dapat mengetahui siklus oksidasi lemak

7. Agar mahasiswa dapat mengetahui biosintesis asam lemak

8. Agar mahasiswa dapat mengetahui metabolisme lemak


BAB II

PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN LEMAK DAN ASAM LEMAK

Lemak/lipid adalah senyawa organik berminyak atau berlemak yang


tidak larut dalam air, dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut
nonpolar. Lemak merupakan sekelompok ikatan organik yang terdiri atas
unsur-unsur Carbon ( C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O), yang
mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat pelaut
lemak), seperti petroleum benzne, ether. Lemak yang mempunyai titik
lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar, sedangkan yang mempunyai
titik lebur rendah, bersifat cair. Pengertian Lemak yang lain adalah garam
yang terbentuk dari penyatuan asam lemak dengan alkohol organik yang
disebut gliserol atau gliserin. Lemak juga merupakan sumber energi bagi
tubuh, 1 gram lemak mengandung 9 kalori.

Jenis lipid yang paling banyak adalah triasilgliserol karena


merupakan bentuk energi simpanan dan bahan bakar utama bagi hampir
semua organisme. Triasilgliserol dibentuk oleh reaksi 2 molekul asil-
lemak-KoA dengan gliserol 3-fosfat. Ketiga asam lemak dalam trigliserida
dapat sama macamnya disebut lemak sederhana (simple fat) dan dapat
pula berbeda atau gabungan dari 2 asam lemak berbeda disebut lemak
campuran(mixed fat).

Asam lemak merupakan komponen unit pembangun pada lipida.


Asam lemak adalah asam karbonat dengan rantai hidrokarbon yang
panjang dengan rumus CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH
mempunyai atom karbon dari 4 – 24; memiliki gugus karboksil tunggal dan
ekor hidrokarbon nonpolar yang panjang. Asam lemak terdapat dalam
bentuk yang terikat secara kovalen di dalam sel atau jaringan, dan dapat
dibebaskan dari ikatan ini oleh hidrolisis kimia atau enzimatik Jenis-jenis
asam lemak dibedakan berdasarkan panjang rantai, jumlah dan letak
ikatan gandanya Sebagai komponen dari lipid, asam lemak terdapat pada
semua organisme. Di alam, asam lemak memiliki jumlah atom karbon
yang genap, mengandung 2 atau lebih ikatan ganda yang tidak
terkonyugasi tetapi terpisah oleh gugus metilen. Asam lemak terutama
berada dalam bentuk ester dengan alkohol, misalnya dengan gliserol,
spingosin atau kolesterol. Dalam jumlah kecil asam lemak ditemukan juga
dalam bentuk tidak teresterisasi, sehingga dikenal sebagai asam lemak
bebas. Asam lemak umumnya tidak larut di dalam air, tetapi terdispersi
menjadi misel di dalam NaOH dan KOH encer yang mengubah asam
lemak menjadi sabun (garam asam lemak).

2. KLASIFIKASI LEMAK

Klasifikasi Lemak Berdasarkan Kejenuhan Ikatan

1. Jenis-jenis Asam

Sebagaimana pembahasan sebelumnya bahwa molekul lemak


terbentuk dari gliserol dan tiga asam lemak. Oleh karena itu,
penggolongan lemak lebih didasarkan pada jenis asam lemak
penyusunnya. Berdasarkan jenis ikatannya, asam lemak
dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

a. Asam lemak jenuh

Asam lemak jenuh, yaitu asam lemak yang semua ikatan atom
karbon pada rantai karbonnya berupa ikatan tunggal (jenuh). Asam
lemak jenuh bersifat padat dan mempunyai konsistensi lilin. Contoh:
asam laurat, asam palmitat, dan asam stearat.
b. Asam lemak tak jenuh

Asam lemak tak jenuh, yaitu asam lemak yang mengandung


ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Asam lemak tak jenuh di alam
berada dalam konfigurasi geometrik sis, bersifat cairan berminyak pada
suhu tubuh. Contoh: asam oleat, asam linoleat, dan asam linolenat.

2. Hidrolisis Lemak

Pada pembahasan ester telah dijelaskan bahwa reaksi


pembentukan ester dari alkohol dengan asam karboksilat disebut reaksi
pengesteran (esterifikasi). Kebalikan dari reaksi esterifikasi disebut
reaksi hidrolisis ester.

R–CO–OH + R′ – OH ——-à R–C–OR′ + H2O

asam karboksilat alkohol ester

Dengan demikian, hidrolisis lemak menghasilkan gliserol dan asam-


asam lemak.

Berdasarkan struktur kimianya :

a. Lemak sederhana (lemak & minyak)

b. Lemak majemuk (fosfolipid dan lipoprotein)

c. Lemak turunan (derivat lemak) asam lemak dan sterol

Berdasarkan Sumbernya:

a. Lemak hewani, yaitu lemak yang berasal dari hewan

b. Lemak nabati, yaitu lemak yang berasal dari tumbuhan

Berdasarkan konsistensinya:

a. Lemak padat
b. Lemak cair

Berdasarkan wujudnya:

a. Lemak terlihat

b. Lemak tak terlihat

3. FUNGSI LEMAK

Beberapa fungsi lemak bagi tubuh antara lain sebagai berikut:

1. Melindungi tubuh dari perubahan suhu, terutama suhu yang rendah.

2. Melarutkan beberapa vitamin melalui proses kimiawi dalam tubuh.

3. Sebagai sumber energi.

4. Sebagai alat pengangkut vitamin yang dapat larut dalam lemak.

5. Lemak dapat melindungi organ jantung dan lambung.

6. Pelumas dalam saluran cerna untuk membantu mengeluarkan


ampas makanan.

7. Lemak berguna untuk menyusun membran sel.

8. Sebagai bahan penyusun hormon serta vitamin.

9. Sebagai bahan penyusun empedu, hormon dan asam kholat

4. PENCERNAAN, ABSORBSI, DAN TRANSPORTASI LEMAK

a. Pencernaan Lemak oleh Tubuh

Pencernaan triasilgliserol di mulai di dalam usus halus oleh


lipase, garam-garam empedu dan gerakan peristaltik menjadi asam
lemak bebas dan senyawa 2-monoasilgliserol. Asam lemak bebas
dan senyawa 2-monoasilgliserol diserap oleh sel-sel usus dan
diubah kembali menjadi triasilgliserol. Triasilgliserol menuju kelenjar
pembuluh limpha dan diubah menjadi kilomikron

Makanan-makanan yang mengandung lemak dicerna oleh tubuh


melalui serangkaian tahapan panjang, baik secara mekanis maupun
kimiawi.

1. Rongga Mulut

Proses pencernaan lemak mula-mula terjadi di rongga mulut. Gigi


melakukan fungsinya dalam meremahkan dan menghaluskan lemak
secara mekanis, sedangkan kelenjar air ludah yang terdapat di bagian
bawah lidah menghasilkan enzim lipase lingual yang berfungsi untuk
meminimalkan ukuran lemak agar lebih halus secara kimiawi.

2. Esofagus dan Lambung

Setelah dikunyah, makanan yang mengandung lemak akan ditelan


dan melewati esophagus secara cepat. Di bagian organ ini, lemak tidak
sama sekali mengalami proses apapun. Ia hanya lewat untuk kemudian
masuk ke dalam lambung. Di dalam lambung, lemak akan bercampur
dengan bahan makanan lain untuk kemudian digiling secara mekanis
melalui gerak kontraksi lambung dan secara kimiawi melalui
penambahan asam lambung (HCl) yang diproduksi oleh dinding
lambung.

3. Usus Halus

Proses pencernaan lemak yang sebenarnya terjadi di usus halus.


Menyadari bahwa suatu zat hanya dapat dicerna jika terlarut dalam air,
sedangkan lemak atau minyak tidak bisa bercampur dengan air, maka
untuk dapat mencerna bahan satu ini proses emulsifikasi lemak mutlak
diperlukan. Proses emulsifikasi sendiri terjadi ketika lemak masuk ke
usus dua belas jari. Masuknya lemak ke organ ini, secara biologis akan
membuat kantung empedu menghasilkan cairannya. Cairan yang
disekresikan hepatosit hati ini adalah zat yang mampu mengemulsikan
lemak dan merubah ukurannya menjadi 300 kali lebih kecil dari ukuran
semula. Dengan bantuan enzim lipase dari pankreas, emulsi lemak
kemudian dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Keduanya akan
bereaksi dengan garam empedu untuk kemudian menghasilkan butir-
butir lemak (micel) yang siap diabsorpsi oleh usus kosong (jejunum)
dan usus penyerapan (ileum).

Secara difusi pasif, butir-butir lemak akan diserap oleh membran


mukosa di dinding usus kosong dan usus penyerapan. Butir-butir lemak
ini kemudian dibawa dan disalurkan melalui aliran darah ke seluruh
tubuh.

4. Usus Besar dan Anus

Orang dewasa umumnya dapat mencerna dan menyerap lemak


maksimal 95% dari keseluruhan makanan yang dikonsumsinya.
Adapun 5% lemak yang tidak diserap akan mengalir menuju usus besar
untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui feses.
b. Absorbsi lipid

Hasil pencernaan dari lemak akan diserap kembali ke dalam


membran mukosa usus halus dengan cara difusi pasif. Absorbsi ini
paling banyak terjadi di jejenum. Untuk bentuk gliserol, asam lemak
rantai pendek (C4-C6), dan asam lemak rantai panjang (C8-C10) dapat
langsung diserap menuju aliran darah. Sedangkan bagi asam lemak
dengan rantai panjang, monogliserida harus diubah menjadi trigliserida
dahulu. Trigliserida dan lipida besar lainnya (kolestrol, fosfolipida)
kemudian diabsorbsi secara aktif dan menghasilkan kilomikron (jenis
lipoprotein—alat angkut lipida). Kilomikron membawa lipida ke jaringan
– jaringan adiposa melewati limfe menuju ke darah.

Hasil Pencernaan Lipid Absorpsi


Gliserol Diserap langsung ke dalam darah
Asam lemak rantai pendek (C4-6)
Asam lemak rantai menengah (C8-
10)
Asam lemak rantai panjang Diubah menjadi trigliserida di
Monogliserida dalam sel-sel usus halus
Trigliserida Membentuk kilomikron, masuk ke
Kolesterol dalam limfe kemudian ke dalam
Fosfolipida darah
Tabel : Penyerapan Lipid

c. Transportasi lemak

Di dalam retikulum endoplasma halus dari sel epitel usus, asam


lemak bebas bergabung dengan monogliserida membentuk trigliserida.
Sintesis protein di sel epitel berfungsi untuk mengemas trigliserida,
fosfolipid dan kolesterol membentuk kilomikron. Pada dasarnya
kilomikron mengemulsi lemak sebelum masuk ke aliran darah. Proses
ini menyerupai kegiatan lesitin dan asam lemak usus halus dalam
upaya mengemulsi lemak makanan selama proses pencernaan. Dalam
absorbsi trigliserida dan lipida besar lainnya (kolesterol) yang terbentuk
dalam usus halus dikemas untuk diabsorbsi secara aktif dan
ditransportasi oleh darah. Bahan bahan ini tergabung dengan protein
yang khusus dan membentuk alat angkut lipid yang dinamakan
lipoprotein.

Tubuh membentuk empat macam lipoprotein, yaitu kilomikron, low


density lipoprotein(LDL), very low density lippoprotein(VLDL), dan high
density lippoprotein (HDL). Lipoprotein yang mengangkut lemak dari
saluran cerna ke dalam tubuh dinamakan kilomikron. Kilomikron
diabsorbsi melalui dinding usus halus ke dalam sistem limfe untuk
kemudian melalui duktus torasikus di sepanjang tulang belakang masuk
ke dalam vena besar tengkuk dan seterusnya masuk ke dalam aliran
darah.

5. KATABOLISME LEMAK

Katabolisme atau oksidasi asam lemak terjadi di dalam


mitokondria sel hati. Katabolisme lemak dimulai dengan pemecahan
lemak menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol yang merupakan
senyawa dengan 3 atom C dapat dirubah menjadi gliseral dehid 3-
fosfat. Selanjutnya gliseral dehid 3-fosfat mengikuti jalur glikolisis
sehingga terbentuk piruvat. Sedangkan asam lemak dapat dipecah
menjadi molekul-molekul dengan 2 atom C. molekul dengan 2 atom C
ini kemudian diubah menjadi asetil koenzim A dapat dihitung satu.
Sehingga jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari
karbohidrat barulah asam lemak di oksidasi. Proses oksidasi asam
lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA.
Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil mettabolisme
karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke
dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi.

Asam lemak dalam sitosol berasal dari 2 sumber yaitu asam


lemak dari darah dan pemecahan triasilgliserol sel.
Asam lemak masuk ke dalam mitokondria melalui proses transport
3 tahap:

 Mengubah asam lemak menjadi asil lemak KoA


 Reaksi antara asil lemak KoA dan karnitin menghasilkan asil lemak
karnitin
 Mengubah kembali asil lemak-karnitin menjadi asil lemak KoA

6. SIKLUS OKSIDASI ASAM LEMAK

Setiap asam lemak akan dipecah setiap 2 atom C sehingga apabila


asam palmitat (16 atom C) akan didegradasi menjadi 8 asetil-KoA
(masing-masing 2atom C). Asetil-KoA kemudian dapat masuk ke dalam
siklus krebs untuk menghasilkan ATP. Karena tiap jenis asam lemak
memiliki atom C yang bervariasi maka jumlah asetil-KoA yang
dihasilkan berbeda-beda. Sebagai contoh asam palmitat di atas
didegradasi menjadi 8 molekul asetil-KoA, asam oleat menjadi 9 asetil-
KoA, dan asam arakidonat menjadi 10 asetil-KoA. Molekul asetil-KoA
akan masuk siklus krebs untuk menjalani serangkaian proses untuk
menghasilkan ATP .

7. BIOSINTESIS ASAM LEMAK


Biosintesis asam lemak diawali oleh pembentukan Malonil-koA
dari Asetil-koA dengan bantuan Biotin Karboksilase dan enzim karboksil
Transferase. Jalur anaboliknya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Malonil-koA yang diperoleh selanjutnya menjadi prekursor dari


asam lemak. Adapun tahap-tahap reaksi dari jalur anabolik biosintesis
asam lemak (khususnya asam Palmitat) “Sintesis de Novo” ada 4
langkah sebagai berikut:
 Langkah pertama adalah Reaksi Kondensasi gugus asil dari Asetil-
koA dengan dua karbon berasal dari Malonyl-koA, sambil melepas
CO 2 dari kelompok Malonyl. Hasilnya adalah perpanjangan rantai
asil dua karbon dengan produk senyawa β-keto asil yaitu Asetoasetil-
ACP
 Langkah kedua adalah Reaksi Reduksi pada gugus karbonil β-keto
menjadi bentuk senyawa Alkohol yaitu Hidroksibutiril-ACP
 Langkah ketiga adalah Reaksi Dehidrasi melepas ikatan rangkap
pada C2 dan C3 pada D-β-hydroxybutyryl-ACP membentuk senyawa
Alkohol yaitu Butenoil-ACP
 Langkah keempat adalah Reaksi Reduksi membentuk senyawa Asil
yaitu Butiril-ACP
Senyawa asil yang dihasilkan berikutnya akan mengalami
pemanjangan dengan cara masuk kembali ke langkah pertama
dengan berkondensasi dengan Malonil-koA dan begitu seterusnya
secara berulang sampai terbentuk asil berkarbon 16 (asam palmitat)

8. METABOLISME LEMAK
Metabolisme Lemak merupakan proses tubuh untuk menghasilkan
energi dari asupan lemak setelah masuk menjadi sari-sari makanan
dalam tubuh. dalam memetabolisme lemak menjadi energi kita
membutuhkan bantuan glukosa dari karbohidrat. karena itu, tubuh kita
cenderung menuntut makan yang manis-manis setelah makan
makanan yang kaya akan lemak. lemak dalam tubuh kita akan masuk
ke dalam proses metabolisme setelah melewati tahapan penyerapan,
sehingga bentukan lemak yang memasuki jalur metabolisme lemak
dalam bentukan trigliserida. (trigliserida adalah bentuk simpanan lemak
tubuh).
Dalam bentuk trigliserida, lemak disintesis menjadi asam lemak dan
glliserol, seperti yang dijelaskan pada gambar dibawah. asam lemak
dan gliserol ini lah yang masuk kedalam proses metabolisme energi.
Pada prosesnya, gliserol dan asam lemak memerlukan glukosa untuk
memasuki siklus krebs atau biasanya dikenal dengan TCA, dengan
memasuki siklus ini gliserol dan asam lemak dapat diubah menjadi
energi, seperti dijelaskan pada gambar jalur metabolisme lemak di
bawah ini. Asam lemak hasil sintesis lemak hanya terdiri dari pecahan
2-karbon, karena itu sel tubuh tidak dapat membentuk glukosa dari
asam lemak, begitupun dengan gliserol, karena gliserol hanya
merupakan 5% dari lemak. dengan demikian, sel tubuh tidak dapat
membentuk glukosa dari lemak. karena tubuh tidak dapat membentuk
glukosa dari lemak maka organ tubuh tertentu seperti sistem saraf tidak
dapat mendapat energi dari lemak, dan karena hal itu pula proses
pembakaran lemak tubuh membutuhkan proses yang panjang, salah
satunya harus membutuhkan bantuan glukosa.
Berikut ini adalah gambaran proses metabolisme lemak menjadi
energy
Gambar diatas menjelaskan bahwa asam lemak dan gliserol yang
merupakan hasil sintesis lemak memasuki proses metabolisme energi
dengna bantuan proses glikolisis.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di dalam makalah ini, dapat
disimpulkan bahwa lemak adalah senyawa yang sangat berperan
dalam tubuh. Di dalam melakukan perannya, lemak mengalami
beberapa proses yaitu pencernaan, penyerapan, transportasi dan
ekskresi. Utilitas lemak tidak hanya terbatas bagi manusia secara
langsung, tapi juga untuk kebutuhan pangan. Namun, sejalan dengan
itu kelebihan dan kekurangan kandungan lemak dalam tubuh dapat
menimbulkan gejala negatif bagi tubuh. Oleh karena itu, kebutuhan
lemak dalam tubuh harus diseimbangkan dengan beberapa alternatif
salah satunya adalah gaya hidup sehat.
B. SARAN
Penulis menyarankan kepada pembaca agar menjaga
keseimbangan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Karena ketika nutrisi
yang masuk di dalam tubuh itu berlebih atau kurang, maka akan
berdampak pada tubuh.. Mulailah melakukan gaya hidup sehat dari
sekarang.
DAFTAR PUSTAKA

Koolman, Jan., dan Rohm, Klaus-Hainrich, 2000, Atlas Berwarna dan


Teks Biokimia, Jakarta : Hipokrates.

Montgomery, Rex., Dryer, Robert L., Conway, Thomas W., Spector, Athur
A., 1993, Biokimia Suatu Pendekatan Berorientasi Kasus,
Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Syaifuddin, 2006, Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan, E/3,
Jakarta : EGC