Anda di halaman 1dari 8

SERI KAJIAN ILMIAH, Volume 14, Nomor 2, Nopember 2011

__________________________________________________________________________________

KAJIAN TAPIS DAYA AKTIF PARALEL DENGAN


MENGGUNAKAN INVERTER BERTINGKAT SEBAGAI
METODE PERBAIKAN ARUS SUMBER

Slamet Riyadi, Emmanuel Agung Nugroho


Fakultas Teknik Elektro Unika Soegijapranata,
Mahasiswa Pascasarjana Bidang Konsentrasi Mekatronika Universitas Diponegoro

ABSTRACT

The use of electronic equipment in industrial area and households has creat a non-linear loads.
This non-linear loads creating the harmonic or pollution for the electricity. This phenomena
were decreasing the quality of electric power. This paper show how to design a shunt active
power filter to reduce harmonics using an installed parallel multilevel inverters against non linier
load. The output of this paper is demonstrate the efficiency or improving between the use of
active power filter with a single inverter and the multilevel inverter. The results of this simulation
is the value of THD (Total Harmonic Distortion). THD value on a system using an active power
filter with Multilevel Inverter showed a significant decrease if compared to the system without the
addition of filters or with systems that use the Active Power Filter with a PWM inverter.

Key words: non-linier loads, Harmonics, shunt active power filter, Multilevel inverter.

PENDAHULUAN Munculnya harmonisa menjadi satu


Dalam aplikasi daya listrik dikenal factor penting menurunnya kualitas daya
dua buah beban yaitu beban linier dan listrik. Terlebih lagi dengan adanya realita
beban non linier. Beban linier mencakupi bahwa penggunaan peralatan elektronik
komponen-komponen pasif seperti selalu terkait dengan penggunaan
resistor, kapasitor dan induktor ideal. komponen-komponen yang menyebabkan
Sedangkan beban non linier biasa munculnya beban non linier.. Untuk itu
disebabkan oleh adanya pemakaian kebutuhan untuk menekan harmonisa
komponen-komponen penyearah seperti menjadi skala yang penting agar kita masih
dioda dan atau thyristor. Penyearah tipe bisa menikmati fasilitas daya listrik yang
dioda menyebabkan munculnya beban non berkualitas baik.
linier tanpa daya reaktif sedangkan Penggunaan tapis daya aktif menjadi
penyearah thyristor menyebabkan solusi dari permasalahan munculnya
munculnya beban non linier dengan daya harmonisa ini. Tapis daya aktif merupakan
reaktif. Pemakaian beban linier tidak suatu rangkaian kompensasi yang
menyebabkan perubahan bentuk arus berfungsi untuk menginjeksikan arus
terhadap tegangannya yaitu sinuoisal. kompensasi untuk mengurangi kandungan
Sedangkan pemakaian beban non linier harmonisa yang ditimbulkan dari
menyebabkan arus berubah bentuk pemakaian beban tak linier. Dengan
terhadap tegangan. Hal ini diakibatkan menginjeksikan arus kompensasi pada
karena peralatan non linier tersebut rangkaian beban tak linier maka arus
mengeluarkan gelombang sendiri dan beban tak linier dipaksa oleh arus
menginterferensi gelombang fundamental kompensasi sehingga mengikuti
dari arus maupun tegangan yang disebut karakteristik arus sumber sehingga
sebagai harmonisa. memiliki THD rendah dan faktor daya
mendekati 1.

130
SERI KAJIAN ILMIAH, Volume 14, Nomor 2, Nopember 2011

__________________________________________________________________________________

Ada banyak metode yang


dikembangkan untuk mendesain suatu
Filter daya aktif paralel. Salah satunya
adalah dengan metode PWM (Pulse Width
Modulation), tetapi metode ini mempunyai
kelemahan yaitu membutuhkan switching
frekuensi tinggi dan akan timbul losses
pada switching itu sendiri. Oleh karena itu
untuk mengatasi masalah tersebut
dikembangkan dengan Multilevel Inverter
atau inverter bertingkat. Metode tersebut
tidak memerlukan switching frekuensi
yang terlalu tinggi dan daya yang
dihasilkan juga lebih besar.

TINJAUAN PUSTAKA Gambar 1. Fenomena munculnya


Harmonisa
Harmonisa
Harmonisa merupakan suatu Harmonik yang muncul pada setiap
fenomena yang timbul akibat kelipatan frekuensi fundamental ini dapat
pengoperasian beban listrik non linier. dihitung dengan persamaan Total
Beban non linier merupakan sumber Harmonik Distortion THD untuk arus
terbentuknya gelombang pada frekuensi- sebagai berikut :
frekuensi tinggi yang merupakan kelipatan
dari frekuensi fundamental. Untuk sistem Ih2
tenaga dengan fo sebagai frekuensi dasar, ITHD h 1

maka frekuensi dari harmonisa orde ke-n I1 (1)


adalah ( n x fo ). Gangguan harmonisa Total Harmonic Distortion (THD) untuk
tergolong kedalam distorsi bentuk tegangan didefinisikan dengan persamaan:
gelombang. Pada fenomena ini terjadi
perubahan bentuk gelombang dari Vh2
h 1
gelombang dasarnya. Sebagai contoh, VTHD
V1 (2)
frekuensi dasar dari sistem kelistrikan di
Indonesia adalah 50 Hz maka harmonisa Keterangan :
kedua adalah 2 x 50 Hz (100 Hz), ketiga ITHD = Total Harmonik Distortion arus
adalah 3 x 50 Hz (150 Hz), dan seterusnya I1 = Arus Fundamental
hingga harmonisa ke n yang memiliki In = Arus pada frekuensi ke n
frekuensi n x 50 Hz.Jika distorsi dari VTHD = THD tegangan
bentuk gelombang harmonisa-harmonisa V1 = Arus Fundamental
yaitu kedua, ketiga dan seterusnya Vn = Arus pada frekuensi ke n
dijumlahkan dengan gelombang dasar,
maka bentuk gelombang tegangan atau Tapis Daya Aktif
arus akan terdistorsi. Tapis daya aktif merupakan suatu
rangkaian kompensasi yang berfungsi
untuk menginjeksikan arus kompensasi
untuk mengurangi kandungan harmonisa
yang ditimbulkan dari pemakaian beban

131
SERI KAJIAN ILMIAH, Volume 14, Nomor 2, Nopember 2011

__________________________________________________________________________________

tak linier. Dalam aplikasinya tapis daya digunakan. Jika elemen penyimpan energi
aktif dapat dipasang secara seri atau secara berupa kapasitor maka tegangan pada
parallel terhadap beban. Tapis daya aktif kapasitor tersebut harus relative konstan
shunt ditujukan untuk melakukan dan konverter MLP yang digunakan
kompensasi harmonisa dan memberikan dikategorikan sebagai konverter jenis
redaman terhadap resonansi akibat tegangan. Dengan menambahkan dioda
harmonisa. Sedangkan tapis daya aktif anti paralel pada masing-masing saklar
seri bertujuan sebagai isolasi harmonisa elektronik bertujuan untuk mengalirkan
dan memberikan redaman bagi harmonisa. arus balik pada saat saklar-saklar
elektronik tersebut tidak konduksi.
Beban tak linier Beban tak linier
Sedangkan jika elemen penyimpan energi
berupa induktor maka konverter yang
TDA Shunt TDA Seri
digunakan merupakan jenis arus. Dengan
menambahkan dioda yang dipasang seri
a b terhadap saklar elektronik untuk menjaga
Gambar 2. Tapis daya aktif (a) jenis shunt; adanya referse breakdown pada saat saklar
(b) jenis seri elektronik tidak konduksi. [Riyadi, S.,
2010, 6]
Persamaan yang menyatakan hubungan
V sumber 1 fasa V sumber 1 fasa
antara arus sumber, arus injeksi, dan arus
beban pada gambar 2 dinyatakan dengan :

DC link
DC link
iL = is +(- ic) (3)
Karena ide dasar active filter adalah
membuat besaran dan fasa yang sama a b

terhadap is maka; Gambar 3. Konverter MLP yang


ih = - ic diimplementasikan pada tapis daya aktif
iL = ih + is (a) Jenis tegangan ; (b) jenis arus
Di mana:
iL : Arus yang mengalir ke beban Inverter bertingkat
ih : Arus yang diinjeksikan Inverter bertingkat atau dikenal
ic : Arus kompensasi. sebagai cascade multilevel inverter
is : Arus sumber. merupakan metode menggabungkan
Suatu tapis daya aktif beroperasi inverter 1 fasa gelombang penuh
dengan cara menginjeksikan tegangan atau konvensional yang di susun secara seri.
arus harmonisa kedalam sistem. Injeksi Fungsi umum dari multilevel inverter ini
tegangan atau arus ini dilakukan oleh suatu adalah menggabungkan beberapa sumber
converter MLP (Molded Leadless tegangan dc untuk menghasilkan bentuk
Package) melalui proses pembentukan gelombang keluaran berupa tegangan
gelombang (wave shaping) berdasarkan bolak-balik yang memiliki tegangan
konsep modulasi lebar pulsa. Gelombang keluaran dalam beberapa level secara
yang dibentuk berasal dari tegangan (DC berundak. Jika n adalah jumlah level dari
link) converter MLP. Tapis daya aktif output Multilevel Inverter sedangkan H
tidak memerlukan suatu catu daya adalah jumlah inverter full bridge yang
tegangan searah karena energi yang dicascaded maka :
dibutuhkan telah dipenuhi oleh tegangan n = 2H +1 (4)
sumber, sehingga suatu elemen penyimpan Keterangan:
energi (inductor atau kapasitor) dapat n = Jumlah level Cascaded Multilevel
Inverter

132
SERI KAJIAN ILMIAH, Volume 14, Nomor 2, Nopember 2011

__________________________________________________________________________________

H = Jumlah inverter Full bridge 0, -1, -2, -3. Bentuk gelombang keluaran
Rangkaian daya inverter bertingkat dengan dari rangkaian Cascaded Multilevel
3 buah inverter fullbridge ditunjukkan Inverter 7-Level cascaded 3-Bridge
pada gambar 4 sebagai berikut : ditunjukan pada gambar 5 berupa tegangan
berundak.

Gambar 5. Gelombang keluaran inverter


bertingkat 3

Implementasi inverter bertingkat pada


tapis daya aktif
Tapis daya aktif yang diimplementasi-
kan dengan multilevel inverter
diaplikasikan pada rangkaian penyearah
dioda dengan pembebanan L dan R.
Sistem penyearah dioda menyebabkan
Gambar 4. Rangkaian daya inverter terjadinya beban tak linier tanpa daya
bertingkat 3 reaktif, artinya dengan penyearah dioda
akan menghasilkan arus yang mengandung
Semakin banyak level pada Cascaded komponen harmonisa tetapi tanpa
Multilevel inverter maka tegangan kandungan daya reaktif. Hal ini
outputnya juga akan semakin halus. Tetapi mengakibatkan arus sumber berubah
seperti dilihat pada persamaan tersebut jika bentuk terhadap tegangan sumbernya
levelnya semakin tinggi, maka H (jumlah namun tidak mengalami pergeseran sudut
inverter) juga semakin banyak sehingga fasa.
membutuhkan semakin banyak komponen Rangkaian daya multilevel inverter
daya terutama saklar yang dibutuhkan, terpasang parallel terhadap beban non
sebab hubungan jumlah saklar yang linier. Sehingga metode penapisan
dibutuhkan dengan jumlah level berdasarkan prinsip penginjeksian arus ke
dinyatakan dengan : dalam sistem. Besarnya arus yang
S = 2(n −1) (5) diinjeksikan ini sama dengan arus yang
S = Jumlah Saklar (switching) tidak diinginkan yang ditimbulkan beban
n = Jumlah Level non linier tetapi memiliki polaritas
Sesuai dengan persamaan tersebut, maka terbalik. Gambar 6 menunjukkan
untuk 3 buah inverter fullbridge memiliki menunjukkan konfigurasi beban non linier
12 saklar daya menghasilkan 7 level dengan tapis daya aktif paralel berupa
tegangan. Jika keluaran setiap rangkaian inverter bertingkat.
full bridge inverter mempunyai 3 variasi
tegangan output antara lain +V, 0 dan –V.
Maka dengan menggunakan 3 buah
inverter menghasilkan nilai level 3,+2, +1,

133
SERI KAJIAN ILMIAH, Volume 14, Nomor 2, Nopember 2011

__________________________________________________________________________________

Is IL = I Load Beban
VS non linier

I compensasi
Ih Aktual Multilevel
IRef inverter

Pola
I compensasi Pensaklaran
Referensi

PI V Ref
Controller

Gambar 6. Konfigurasi tapis daya aktif Gambar 8. Tegangan dan arus sumber
shunt beban non linier
Cara kerja multilevel inverter sebagai Gambar 8 membuktian teori bahwa
filter aktif adalah dengan membangkitkan pembebanan non linier dengan penyearah
gelombang harmonisa sistem. Gelombang diode menyebabkan arus sumber berubah
harmonisa dibangkitkan dari pengolahan bentuk terhadap teganan sumber, namun
arus atual beban dengan gelombang sinus tidak menyebabkan munculnya daya
yang didapatkan dari pengalian tegangan reaktif sehingga arus sumber tidak
sumber dengan tegangan keluaran bergeser fasa terhadap tegangan
multilevel inverter. Gelombang harmonisa sumbernya. Dalam aplikasi riil pemakaian
dari sistem menjadi referensi untuk beban sejenis ini yang terlalu banyak
mengendalikan rangkaian inverter ini. menyebabkan menurunya kualitas arus
Sehingga rangkaian Multilevel Inverter sumber. Sehingga mampu mempengaruhi
membangkitkan gelombang yang sama kualitas dari keseluruhan sistem kelistrikan
bentuk dengan gelombang harmonisa yang ada.
sistem. Selajutnya keluaran dari inverter Untuk menunjukkan Haronisa arus
bertingkat tersebut diinjeksikan ke sistem beban non linier pada jenis penyearah
sebagai kompensasi harmonisa. dioda ini dapat dihitung dari spectrum
dengan fast fourier transform sebagai
Pengujian beban non linier berikut:
Gambar 7 menunjukkan konfigurasi
beban non linier penyearah diode dengan
pembebanan L dan R dari Implementasi
inverter bertingkat pada tapis daya aktif
ini.

Gambar 9. Spektrum harmonisa arus pada


penyearah dioda
Gambar 7. Rangkaian Permodelan Sistem
Tanpa Filter. Pada tegangan sumber 35 volt arus
fundamental sebesar 6 ampere sedangkan
I3 = 1,8 Ampere, I5 = 1 ampere, dan I7 =
Dari gambar 7 menghasilkan gelombang 0,8 ampere sehingga THD arus dalam %
arus sumber seprti pada gambar 8 berikut : dapat dihitung sebesar:

134
SERI KAJIAN ILMIAH, Volume 14, Nomor 2, Nopember 2011

__________________________________________________________________________________

kompensasi tersebut. Hal ini ditunjukkan


Ih2 pada gambar 11.
h 1
ITHD
Ii
(1,8 ) 2 (1) 2 (0,8) 2
h 1
ITHD
6
ITHD 36,8 %

Pengujian sistem kendali tapis daya


aktif Gambar 11. Iref kompensasi dan arus
Mengacu pada konfigurasi tapis daya multilevel inverter
aktif shunt ditunjukkan gambar 6.
Gelombang yang dihasilkan oleh sensor Kedua sinyal pada gambar 11 dilewatkan
tegangan sumber berupa sinusoidal. pada rangkaian error amplifier sehingga
Sedangkan yang dihasilkan oleh tegangan menghasilkan sinyal error yang berfungsi
kapasitor pada rangkaian multi level sebagai referensi pada rangkaian SPWM.
inverter adalah tegangan DC (DC link), Dalam hal ini sinyal carrier pada SPWM
sehingga bila kedua parameter ini berupa 6 gelombang segitiga bertingkat.
dikalikan melalui komponen multiplier
maka gelombang keluarannya berupa
gelombang sinusoidal menurut nilai Pengujian sistem tapis daya aktif
perkalian kedua gelombang masukannya. Dalam aplikasi sebagai tapis daya
Arus beban non linier mendekati aktif inverter bertingkat mempunyai 2
gelombang kotak seperti gambar 8. Kedua fungsi kerja yaitu sebagai rectifier pada ½
gelombang ini dilewatkan pada rangkaian siklus positif dan sebagai inverter pada
summing amplifier sehingga menghasilkan kondisi sebaliknya. Ketika sebagai rectifier
gelombang seperti pada gambar 10. sumber AC disearahkan oleh masing-
masing fulbridge inverter untuk mengisi
kapasitor DC link. Sedangkan pada ½
siklus negative kapasitor DC link sebagai
sumber untuk menginjeksikan gelombang
harmonic yang dihasilkan oleh inverter
bertingkat. Dengan demikian arus injeksi
dari inverter bertingkat bekerja pada fungsi
negative dari arus sumber. Gelombang
Gambar 10 (a) Iref dan Iaktual beban; arus harmonic yang dihasilkan oleh
(b) Arus referensi kompensasi harmonisa inverter bertingkat terhadap arus beban
ditunjukkan pada gambar 12 :
Dengan pengaturan sedemikian rupa pada
gelombang referensi sinusoidal dengan
arus aktual beban, sehingga summing dari
kedua sinyal masukan ini berupa sinyal
harmonic yang berfungsi sebagai arus
referensi kompensasi yang memaksa arus
inverter multilevel mengikuti referensi

135
SERI KAJIAN ILMIAH, Volume 14, Nomor 2, Nopember 2011

__________________________________________________________________________________

Gambar 12. Arus harmonic inverter non linier tanpa filter aktif dan setelah
dengan arus beban diberi filter aktif telah menunjukkan
perbaikan terhadap total harmonic
Sesuai dengan persamaan 3 maka distortion yang muncul dalam masalah
penjumlahan arus harmonic dengan arus kelistrikan. Selain itu meningkatnya
beban tersebut memaksa arus sumber efektifitas tegangan DC pada beban juga
membentuk sinusoidal seperti pada gambar telah diperbaiki dengan menambahkan
14 berikut ini : tapis daya aktif ini.

KESIMPULAN
1. Tapis daya aktif dengan menggunakan
metode inverter bertingkat ini telah
membuktikan mampu melakukan
perbaikan terhadap permasalahan arus
sumber sebagai akibat penggunaan
beban non linier.
Gambar 13. Tegangan dan arus sumber 2. Dalam penelitian terpisah juga telah
dilakukan pengujian tapis daya aktif
Pada gambar 13 menunjukkan kinerja parallel dengan menggunakan inverter
multilevel inverter sebagai tapis daya aktif fullbridge tunggal satu fasa. Dari kedua
telah mampu mengembalikan fungsi arus hasil penelitian tersebut selain masalah
sumber sehingga memiliki bentuk yang biaya pembuatan tapis daya aktif
sama dengan tegangan sumber. Spektrum dengan multilevel inverter lebih efektif
arus sumber pada beban non linier setelah dibandingkan dengan sebuah inverter
diberikan tapis daya aktif ditunjukkan pada fullbride yaitu kemampuan daya dan
gambar 14 : penggunaan kapasitor DC link yang
I_Sumber

lebih kecil.
6

SARAN
2

Permasalahan kelistrikan adalah


0

0 200 400
Frequency (Hz)
600 800 1000
sesuatu yang serius pada perkembangan
dewasa ini hal ini terkait dengan realita
Gambar 14. Spektrum arus sumber beban
bahwa semua peralatan yang mendukung
non linier dengan tapis daya aktif
kemajuan peradaban manusia memerlukan
sumber listrik. Oleh karena itu
Gambar 14 menunjukkan setelah beban
penanganan masalah kelistrikan
non linier diberi tapis daya aktif bherupa
seharusnya sudah menjadi prioritas
inverter bertingkat nilai arus pada
sekarang ini. Simulasi dengan tapis daya
fundamental 3,5,7 dan seterusnya sangat
ini merupakan salah satu metode yang
rendah sehingga diabaikan. Hal ini
mampu memperbaiki masalah kelistrikan
menunjukkan perbaikan terhadap
tersebut. Untuk itu kajian ini perlu
harmonik yang muncul dalam system.
dikembangkan lebih luas lagi untuk
aplikasi daya yang lebih besar dan
ANALISA
pemanfaatan sumber 3 fasa.
Dari perbandingan Spektrum arus
ketika sumber listrik mendapatkan beban

136
SERI KAJIAN ILMIAH, Volume 14, Nomor 2, Nopember 2011

__________________________________________________________________________________

DAFTAR PUSTAKA

Damayanti Agnes, 2008, “ Aktif Power filter parallel 1 fasa berbasis kesamaan daya nyata
sebagai kompensator harmonisa”, Surabaya. Proc. STIEE

H. Akagi, Y. Tsukamoto, A. Nabae, 1990, Analysis and design of an active power filter using
quad-series voltage source PWM converters, IEEE Trans. on Industry Applications, vol.26,
no.1

H. Akagi, 1996, New Trends in Active Filter for Power Conditioning, IEEE Trans. on
Industry Applications, vol-32, No-6

J. G. Pinto, R. Pregitzer, Luís F. C. Monteiro, João L. Afonso, 2006, “3-Phase 4-Wire Shunt
Active Power Filter with Renewable Energy Interface”, Portugal, Department of Industrial
Electronics University of Minho

Nugroho Agung, 2004, “Harmonisa Arus Mesin Induksi”, Jurnal Transmisi, Vol 8, No.2,
Desember.

S. Riyadi, Y. Haroen, 2004, A Virtual Instantaneous Power Based Control Method of a Shunt
Active Power Filter for Three-Phase Four-Wire Systems”, Proc. ICEMS 2004, South Korea

S. Riyadi, Y. Haroen, 2005, A New Control Strategy for Three-Phase Shunt Active Power
Filter that based on Source Instantaneous Power, Proc. IPEC 2005, Singapore

Y. Haroen, S. Riyadi, 2005, Analysis of Instantaneous Representative Active Power Equality


based Control Method for Three Phase Shunt Active Power Filter, Proc. PEDS 2005,
Malaysia

Y. Haroen1 , S. Riyadi1, F. Maurice, 2007, “Implementasi Tapis Daya Aktif Shunt Pada
Tegangan Tak Seimbang Dan Terdistorsi”, JURNAL TEKNOLOGI, Edisi No. 1. Tahun XXI,
Maret, 2007

Yuanti Ari, 2009, “Desain dan simulasi filter daya aktif shunt untuk kompensasi harmonisa”,
FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Biografi Penulis Kedua:


Emmanuel Agung Nugroho lahir di Kab. Semarang, 7 April 1978. Pendidikan S1 di
Universitas Semarang tahun 2005. Saat ini sedang mengikuti pendidikan S2 bidang ilmu
mekatronika di Universitas Diponegoro Semarang. Publikasi ini dilakukan guna memenuhi
persyaratan untuk mengajukan ujian tesis pada bidang ilmu yang sedang ditempuh.

137