Anda di halaman 1dari 3

KLASIFIKASI BAKTERI

 SPIROCHAETA
Spirochaeta adalah bakteri yang panjang dan juga tipis, berbentuk pilinan
yang panjangnya berkisar antara beberapa um sampai 500 um. Dinding
selnya tidak sekaku dinding sel spirilla sehingga mereka dapat melengkung
dengan mudah sekali walau beberapa Spirochaeta ada yang tidak berbahaya
dan hidup dalam air tawar, tanah, atau tubuh hewan, tetapi ada juga yang
parasit, misalnya Spirochaeta yang menyebabkan penyakit sifilis, yaitu
penyakit kelamin yang menular.

 BAKTERI GRAM POSITIF


Bakteri yang mempertahankan pewarna kristal violet disebut Gram-positif.
Bakteri Gram-positif memiliki lapisan peptidoglycan yang tebal (lapisan
ganda), kebanyaka bakteri Gram-positif mempunyai asam teitoik, tidak
mempunyai ruang periplasmik, dan tidak mempunyai membran luar.
Bakteri Gram-positif ini lebih resisten terhadap kekeringan, tetapi tidak
terlalu resisten terhadap antibiotik. Dinding selnya satu lapisan, kandungan
lipid di dinding sel rendah, tetapi kandungan Murein lebih tinggi yaitu
sekitar 70 – 80%. (Baca: Jenis-Jenis Enzim)

 PROTEOBACTERIA
Proteobacteria adalah salah satu filum bakteri. Anggotanya mencakup
berbagai bakteri patogen ternama, seperti Escherichia, Salmonella, Vibrio,
dan Helicobacter, serta bakteri yang sanggup bersimbiosis untuk menyemat
nitrogen dari udara dan mengoksidasinya menjadi nitrat. Berbagai
bakteri bintil akar tumbuhan legum merupakan anggota filum ini.
Nama "Proteobacteria" diambil dari nama dewa Yunani, Proteus, yang
sanggup berganti-ganti rupa. Hal ini disebabkan beragamnya bentuk
anggota filum ini.

 CYANOBACTERIA
Cyanobacteria atau ganggang biru hijau adalah filum bakteri yang mendapat
energi melalui fotosintesis. Cyanobacteria sekarang adalah salah satu
kelompok terbesar dan terpenting bakteri dibumi.
Cyanobacteria ditemukan hampir disemua habitat dari samudra, ke air
tawar, kebatu, laut rawa, dan sampai ketanah. Mereka bisa bersel tunggal
atau berkoloni. Koloni dapat membentuk filamen atau lembaran.
Cyanobacteria termasuk uniseluler, koloni, dan bentuk filamen.beberapa
koloni filamen dapat berdiferensiasi menjadi tiga sel yang berbeda. Sel
vegetatif adalah yang normal, sel fotosintesis pada lingkungan yang baik,
dan tipe heteroksit yang berdinding tebal yang mengandung enzim
nitroginase.
Kebanyakan Cyanobacteria ditemukan diair tawar, sedangkan yang lainnya
tinggal dilautan, terdapat ditanah lembab, bahkan melembabkan batuan
digurun.
PERAN BAKTERI
1. Contoh Bakteri yang Menguntungkan
a. Peran bakteri dalam Industri Makanan
1) Lactobacillus casei berperan dalam pembuatan keju dan yoghurt.
2) Acetobacter xylinum berperan dalam pembuatan asam cuka dan nata
de coco.
3) Streptococcus lactis dan S. cremoris berperan dalam pembuatan keju
dan mentega.
4) Lactobacillus bulgaricus berperan dalam pembuatan yoghurt (susu
asam).
5) Spirulina berperan dalam pembuatan PST (protein sel tunggal).

b. Peran bakteri dalam Bidang Obat-obatan dan Vitamin


1) Bacillus brevis berperan dalam pembuatan antibiotik tirotrisin.
2) Bacillus subtilis berperan dalam pembuatan antibiotik basitrasin.
3) Bacillus polymyxa berperan dalam pembuatan antibiotik polimiksin.
4) Streptomyces griseus berperan dalam pembuatan antibiotik
streptomisin.
5) Pseudomonas denitrificans berperan dalam pembuatan vitamin B12.
6) Streptomyces venezuelae berperan dalam pembuatan antibiotik
kloromisin.
7) Streptomyces aureofaciens berperan dalam pembuatan antibiotik
aureomisin.
8) Streptomyces rimosus berperan dalam pembuatan antibiotik
tetrasiklin.

c. Peran bakteri di Bidang Lain


1) Bakteri nitrit (Nitrosomonas dan Nitrosococcus) dan bakteri nitrat
(Nitrobacter) merupakan bakteri yang membantu proses
pembentukan senyawa nitrat dalam tanah.

2) Rhizobium leguminosarum (hidup bersimbiosis pada akar tumbuhan


Leguminosae),
Azotobacter, Clostridium pasteurianum, dan Rhodospirillum
rubrum merupakan bakteri yang mampu mengikat N2bebas dari udara.
3) Escherichia coli membusukkan sisa makanan di usus besar, membantu
pembentukan vitamin K, serta dapat menguraikan asam semut
(HCOOH) menjadi CO2 dan H2O (dalam keadaan tertentu).
4) Methanobacterium ruminatum dapat menguraikan asam cuka menjadi
metana dan karbon dioksida.
5) Clostridium acetobutylicum dapat menghasilkan aseton dan butanol.
6) Methanobacterium dapat membusukkan sampah daun dan kotoran
hewan. Pembusukan tersebut menghasilkan metana/biogas yang
dapat digunakan sebagai energi alternatif.

2. Contoh Bakteri yang Merugikan


a. Penyebab Penyakit pada Manusia
Nama bakteri dan penyakit yang ditimbulkan sebagai berikut.
1) Vibrio cholerae dapat mengakibatkan penyakit kolera.
2) Mycobacterium tuberculosis dapat mengakibatkan penyakit TBC.
3) Mycobacterium leprae dapat mengakibatkan penyakit lepra.
4) Shigella dysentriae dapat mengakibatkan penyakit disentri.
5) Salmonella typhi dapat mengakibatkan penyakit tifus.
6) Pasteurella pestis dapat mengakibatkan penyakit pes.
7) Clostridium tetani dapat mengakibatkan penyakit tetanus.
8) Treponema pallidum dapat mengakibatkan penyakit sifilis.
9) Neisseria gonorrhoeae dapat mengakibatkan penyakit gonore.
10)Bordetella pertusis dapat mengakibatkan penyakit batuk rejan.
11)Leptospira sp. dapat mengakibatkan penyakit leptospirosis.

b. Penyebab Penyakit pada Hewan


Nama bakteri dan penyakit yang ditimbulkan sebagai berikut.
1) Bacillus anthracis mengakibatkan penyakit antraks pada sapi, kerbau,
dan domba.
2) Brucella abortus dapat mengakibatkan penyakit bruselosis pada sapi.
3) Actynomyces bovis dapat mengakibatkan penyakit bengkak rahang
pada sapi.
4) Streptococcus agalactiae dan Staphylococcus epidermisis dapat
mengakibatkan penyakit mastitis pada hewan menyusui. Salmonella
pullorum dapat mengakibatkan berak kapur pada ayam.

c. Penyebab Penyakit pada Tumbuhan


Nama bakteri dan penyakit yang ditimbulkan sebagai berikut.
1) Xanthomonas citri mengakibatkan penyakit kanker pada batang jeruk.
2) Agrobacterium tumefaciens mengakibatkan penyakit kanker pada
batang kopi.
3) Erwinia tracheiphila mengakibatkan busuk pada daun labu.
4) Pseudomonas cattleyae mengakibatkan busuk pada daun anggrek.

d. Penyebab Kerusakan Makanan


Nama bakteri dan kerusakan makanan yang ditimbulkan sebagai berikut.
1) Clostridium botulinum pada makanan kaleng yang rusak.
2) Pseudomonas cocovenenans pada tempe bongkrek.
3) Leuconostoc mesentroides pada makanan basi.
4) Enterobacter aerogenes mengakibatkan air susu menjadi berlendir.