Anda di halaman 1dari 12

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN

KETERAMPILAN METAKOGNISI PADA


PEMBELAJARAN IPA DI SMP

Nelly Mustika Ayu(1), Undang Rosidin(2), Viyanti(2)


(1)
Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Unila; Nellymnc@yahoo.com
(2)
Dosen Pendidikan Fisika FKIP Unila

Abstract: The Development Of Metacognition Assessment Instrument Skill On


Physics IPA Learning In Junior High School. The purpose of this research is to
develop metacognition assessment instrument skill that contain competencies,
materials, job descriptions, guide use, the rubric (scoring guide) and metacognition
scoring sheet skills. The method of development that is used in this reseach adapts the
model of development metacognition assessment instrument that includes six steps of
product development procedure and product experiment. The validation showed the
metacognition assessment instruments skills that developed has been in line with
theory and fit to be used as an assessment instrument. The results of the test on the
field showed metacognition assessment instruments skills effective. The quality of
metacognition assessment instrument skills: attractive, easy to use, and useful.

Abstrak: Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Metakognisi pada


Pemebelajaran IPA di SMP. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan
instrumen penilaian keterampilan metakognisi yang bermuatan kompetensi, materi,
uraian tugas, panduan penggunaan, rubrik (panduan penskoran) dan lembar penilaian
keterampilan metakognisi. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian
ini mengadaptasi model pengembangan instrument penilaian keterampilan
metakognisi yang meliputi enam tahapan prosedur pengembangan produk dan uji
produk. Hasil uji ahli menunjukkan instrumen penilaian keterampilan metakognisi
yang dikembangkan telah sesuai dengan teori dan layak digunakan sebagai instrumen
penilaian. Hasil uji lapangan menunjukan instrumen penilaian keterampilan
metakognisi efektif. Kualitas instrumen penilaian keterampilan metakognisi: menarik,
mudah digunakan, dan bermanfaat .

Kata kunci: instrumen penilaian keterampilan metakognisi, pembelajaran IPA,


pengembangan

135
PENDAHULUAN Guru sebagai perancang suatu ke-
Salah satu penilaian yang dapat giatan belajar dan pembelajaran mem-
memenuhi tuntutan pembelajaran ber-ba- punyai tanggung jawab dan mempunyai
sis kompetensi, yaitu menggunakan pe- kesempatan untuk mengembangkan kete-
nilaian keterampilan metakognisi. Da- rampilan metakognisi pembelajaran.
lam penilaian keterampilan metakognisi Menurut Purnomo dalam Schoenfeld
siswa dinilai baik dari proses yang me- (2013: 9) menyatakan bahwa: Metakog-
reka lakukan maupun dari hasil yang me- nisi sebagai pemikiran tentang pemikiran
reka lakukan. Menurut Arikunto (2002: sendiri yang merupakan interaksi antara
136) instrumen merupakan alat ukur tiga aspek penting, yaitu: pengetahuan
untuk mengumpulkan data atau in- tentang proses berpikir sendiri,
formasi. Sedangkan, menurut Firman pengontrolan atau pengaturan diri, ser-ta
(2000: 83) evaluasi atau penilaian meru- keyakinan dan intuisi. Proses meta-
pakan proses penentuan informasi yang kognisi mencakup kemampuan untuk
diperlukan, pengumpulan serta peng- bertanya dan menjawab pertanyaan ten-
gunaan informasi tersebut untuk me- tang: 1) Apa yang saya ketahui tentang
lakukan pertimbangan sebelum keputus- hal ini, topik dan masalah subjek?; 2)
an. Apakah saya mengetahui apa yang harus
Keterampilan metakognisi dalam saya ketahui?; 3) Apakah saya menge-
pembelajaran sains dituntut mem- tahui di mana saya bisa mendapatkan
pustaka penilaian pada prosespem- beberapa informasi, pengetahuan?; 4)
belajaran daripada produk. Ilmu fisika Berapa lama waktu yang saya perlukan
salah satu bagian dari sains menuntut untuk belajar ini?; 5) Apa saja strategi
untuk berinteraksi langsung dengan dan taktik yang dapat saya gunakan
sumber belajar, tidak hanya memahami untuk belajar ini?; 6) Apakah saya
konsep-konsep ilmu pengetahuan saja, mengerti apa yang saya dengar, baca
namun perlu penggabungan pengalaman atau lihat?; 7) Bagaimana saya menge-
melalui serangkaian kegiatan ilmiah tahui jika saya sedang belajar pada
sebagai langkah-langkah menuju pema- tingkatan yang sesuai?; (8) Bagaimana
haman terhadap konsep pelajaran fisika saya dapat melihat jika saya membuat
termasuk ilmu pasti, tetapi untuk mem- satu kesalahan?; 9) Bagaimana saya
berikan pemahaman yang kuat terhadap harus merevisi rencana saya jika tidak
siswa yang agak sulit. Peranan meta- sesuai dengan harapan dan kepuasan
kognisi dalam keberhasilan belajar, yaitu saya?
untuk meningkatkan metakognisi siswa Bagi siswa yang memiliki meta-
tersebut. Jika kita menggunakan kete- kognisi tinggi berupaya mempelajari hal-
rampilan metakognisi pembelajaran sa- hal yang akan menjadi kegiatan bela-
ma dengan kita membangun fondasi jarnya dengan mudah dan mendapat ha-
untuk siswa belajar aktif dan terampil. sil tinggi, mengetahui dan menggunakan
136
strategi yang tepat, efisien, sesuai deng- instrumen percobaan, mengumpulkan,
an kondisi dalam rangka untuk men- mengelola dan menafsirkan data serta
capai tujuan belajar. Namun pembe- menerapkan secara lisan dan tertulis.
lajaran saat ini belum banyak sekolah Dengan mencermati berbagai ke-
yang menggunakan keterampilan meta- mampuan, keterampilan dan kompetensi
kognisi sehingga siswa kurang terampil dasar yang diharapkan dalam mata
dan aktif mempelajari hal-hal yang akan pelajaran IPA seperti yang dicirikan di
mereka pelajari. atas, maka sistem penilaian yang digu-
Hal ini didukung oleh Vacca nakan harus menggunakan sistem peni-
(1989: 223) menyatakan bahwa: laian yang dapat mengungkap kemam-
Pengetahuan metakognisi merupakan puan, keterampilan, dan kompetensi sis-
pengetahuan yang diperoleh siswa wa secara menyeluruh.
tentang proses-proses kognitif, yaitu Sebagaimana Trianto (2007: 102)
pengetahuan yang bisa digunakan untuk menyatakan bahwa: IPA adalah suatu
mengontrol proses-proses kognitif. kumpulan teori yang sistematis, pene-
Pengalaman metakognisi melibatkan rapannya secara umum terbatas pada
strategi atau pengaturan metakognisi. gejala-gejala alam, lahir dan berkembang
Proses ini terdiri dari: 1) Perencanaan melalui metode ilmiah seperti observasi
yang meliputi penentuan tujuan dan dan eksperimen serta menuntut sikap
analisis tugas. Aktivitas perencanaan ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka,
akan mempermudah pengorganisasian jujur dan sebagainya. Lebih lanjut
dan pemahaman materi pembelajaran; 2) dinyatakan bahwa ada tiga kemampuan
Pemantauan yang meliputi perhatian dalam IPA yaitu; 1) Kemampuan menge-
seseorang etika ia membaca dan mem- tahui yang diamati; 2) Kemampuan
buat pernyataan atau pengujian diri. memprediksi apa yang belum diamati
Aktivitas pemantauan akan membantu dan kemampuan untuk menguji tindak
siswa dalam memahami materi dan lanjut dari hasil eksperimen; 3)
mengintergrasikannya dengan penge- Dikembangkannya sikap ilmiah. Ber-
tahuan awal; 3) Evaluasi atau pengaturan dasarkan keterangan di atas IPA meru-
yang berupa perbaikan aktivitas kognitif pakan suatu kumpulan teori yang sis-
siswa. Aktivitas ini membantu pening- tematis, yang berkembang melalui meto-
katan prestasi dengan cara mengawasi de ilmiah. Beberapa kemampuan dalam
dan mengoreksi perilakunya pada saat IPA mengetahui yang diamati, mem-
menyelesaikan tugas. prediksi apa yang belum diamati dan
Berdasarkan pernyataan di atas, untuk menguji tindak lanjut dari hasil
siswa diharapkan dapat mengembangkan eksperimen, dikembangan dengan sikap
pengalaman untuk dapat merumuskan, ilmiah.
mengajukan dan menguji hipotesis dal- Hasil wawancara yang telah dila-
am percobaan, merancang dan membuat kukan terhadap salah satu guru IPA dike-
137
tahui bahwa siswa di SMP Nusantara Memberikan masukan kepada guru un-
Bandar Lampung guru memberikan tuk memperbaiki penilaiannya di kelas;
soal-soal latihan/melakukan evaluasi se- 3) Menyedikan instrumen untuk digu-
tiap pertemuan beberapa menit sebe-lum nakan pada mata pelajaran yang sama
jam mata pelajaran selesai. Bentuk soal dengan materi yang berbeda atau untuk
yang digunakan guru terkadang meng- pelajaran lain.
gunakan soal yang berbentuk essai
daripada soal jamak yang sudah sesuai METODE PENELITIAN
dengan indikatornya. Guru terkadang Metode penelitian ini adalah
membuat kisi-kisi terlebih dahulu sebe- research and development atau peneli-
lum memberikan soal evaluasi, tetapi tian pengembangan. Metode penelitian
sering menemukan kesulitan dalam pengembangan adalah metode penelitian
pegembangan indikator, pembuatan kisi- yang digunakan untuk menghasilkan
kisi soal, dan pembuat rubrik penilaian. produk tertentu, dan menguji keefektifan
Keterampilan metakognisi ini masih produk tersebut. Pengem-bangan yang
belum berkembang atau guru belum dilakukan adalah pembuatan instrumen
menyusun soal-soal untuk mengukur ke- penilaian keterampilan metakognisi
terampilan metakognisi siswa karena siswa pada pokok bahasan gaya untuk
guru hanya pernah dengar tetapi kurang SMP/MTs.
mengetahuinya. Namun hal tersebut Subjek uji produk penelitian pe-
sangat penting untuk dikembangkan da- ngembangan terdiri atas ahli instrumen
lam kegiatan pembelajaran agar siswa penelitian keterampilan metakognisi, ahli
bisa lebih terampil dalam berpikir. rubrik, ahli lembar kerja kelompok
Tujuan penelitian pengembangan siswa, uji satu lawan satu, dan uji kelom-
ini untuk: 1) Mengembangkan instrumen pok. Uji ahli instrument penilaian kete-
penilaian keterampilan metakognisi yang rampilan metakognisi yang merupakan
memuat kompetensi, materi, uraian seorang yang ahli dalam bidang instr-
tugas, panduan penggunaan, rubrik umen keterampilan metakognisi, yaitu
(panduan penskoran) dan lembar salah seorang Dosen FKIP Unila. Uji
penilaian keterampilan metakognisi; 2) ahli dalam bidang rubrik dan lembar
Mengetahui kemenarikan, kemudahan, kerja kelompok siswa yaitu salah
dan kemanfatan pada instrumen penilai- seorang Dosen FKIP Unila. Kemudian
an yang didapat. untuk uji satu lawan satu dikenakan
Manfaat yang dapat diperoleh me- kepada satu guru fisika di SMP
lalui penelitian pengembangan ini Nusantara Bandar Lampung. Sedangkan
adalah: 1) Menyediakan instrumen pe- uji kelompok dikenakan pada 30 orang
nilaian keterampilan metakognisi yang siswa kelas VII SMP Nusantara Bandar
apat memantau kemajuan dan mendiag- Lampung.
nosis kemampuan belajar siswa; 2)
138
Penelitian ini menggunakan me- duk uji produk, yaitu: 1) Penelitian pen-
tode penelitian yang mengacu pada pro- dahuluan; 2) Pengembangan produk; 3)
sedur pengembangan instrumen peni- Melakukan validasi ahli; 4) Melakukan
laian keterampilan metakognisi siswa uji coba/tes dan revisi. Tahapan pengem-
yang termodifikasi, yang memuat bangan produk yang diadaptasi dari
langkah-langkah pokok penelitian pe- prosedur pengembangan produk dan uji
ngembangan yang bertujuan untuk produk yang dapat dilihat pada Gambar
menghasilkan suatu produk. Model 1 berikut:
pengembangan tersebut meliputi empat
prosedur penelitian pengembangan pro-

Penelitian Pendahuluan

Pengembangan Produk Revisi

Validasi Ahli

Uji Coba Lapangan

Gambar 1. Model Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan


Metakognisi Termodifikasi.
Selanjutnya, yaitu teknik pegumpu- kemenarikan, dan kemanfaatan produk
lan data. Data dalam penelitian pengem- sebagai instrumen penilaian keterampi-
bangan ini diperoleh dari observasi dan lan metakognisi. Uji kelompok diguna-
wawancara. Observasi dan wawancara kan untuk mengetahui tingkat efektifitas
digunakan untuk menganalisis kebutuhan kegunaan produk yang dihasilkan seba-
pembelajaran (produk), karakteristik gai instrumen penilaian keterampilan
pendidik dan peserta didik, analisis ke- metakognisi.
butuhan rubrik. Instrumen angket uji ahli Langkah berikutnya, yaitu teknik
digunakan untuk menilai dan meng- analisis data. Setelah data diperoleh, ke-
umpulkan data tentang kelayakan produk mudian menganalisis data. Data hasil
berdasarkan kesesuaiannya, sebagai penelitian pendahuluan yang diperoleh
instrumen penilaian keterampilan meta- dari guru digunakan untuk mengetahui
kognisi siswa. Instrumen angket respon tingkat kebutuhan instrumen penilaian.
pengguna digunakan untuk mengum- Data kesesuaian instrumen penilaian
pulkan data tentang tingkat kemudahan, diperoleh dari ahli instrumn penilaian

139
keterampilan metakognisi melalui uji diperoleh melalui uj satu lawan satu.
atau validasi ahli. Data kesesuaian Angket respon terhadap produk memiliki
digunakan untuk mengetahui tingkat empat pilihan jawaban sesuai konten
kelayakan produk yang dihasilkan. Ins- pertanyaan, yaitu: “sangat menarik”,
trumen penilaian uji ahli ini memiliki ”menarik”, ”kurang menarik”, dan “tidak
dua pilihan jawaban sesuai konten per- menarik” atau “sangat baik”, “baik”,
tanyaan, yaitu: “Ya” dan “Tidak”. Revisi “kurang baik”, “tidak baik”. Masing-
dilakukan pada konten pertanyaan yang masing pilihan jawaban memiliki skoran
diberi pilihan jawaban “Tidak”, atau para berbeda yang mengartikan tingkat kese-
ahli memberikan masukan atau pendapat suaian produk pengguna. Skor penilaian
khusus terhadap prototype yang sudah dari tiap pilihan jawaban ini dapat dilihat
ada. padaTabel 1:
Data kemenarikan, kemudahan
penggunaan dan pemanfaatan produk

Tabel 1. Skor Penilaian terhadap Pilihan jawaban


Pilihan Jawaban Pilihan Jawaban Skor
Sangat menarik Sangat baik 4
Menarik Baik 3
Kurang menarik Kurang baik 2
Tidak menarik Tidak baik 1

Instrumen yang digunakan memiliki ke pernyataan penilaian untuk menen-


empat pilihan jawaban, sehingga skor tukan kualitas dan tingkat kemanfaatan
penilaian total dapat dicari dengan produk yang dihasilkan berdasarkan
menggunakan rumus: pendapat pengguna. Pengkonversian
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙𝑠𝑘𝑜𝑟
skor menjadi pernyataan penilaian ini
Skor penilaian= 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑠𝑘𝑜𝑟𝑝𝑎𝑑𝑎𝑖𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑚𝑒𝑛
x4 terdapat pada Tabel 2:
Hasil dari skor penilaian ini kemu-
dian dicari rata-rata dari sejumlah sub-
yek sampel uji coba dan dikonversikan

140
Tabel 2. Konversi Skor Penilaian Menjadi Pernyataan Nilai Kualitas
dalam Suyanto (2009: 227)

Skor Penilaian Rentang Skor Klasifikasi

4 3,26 - 4,00 Sangat baik


3 2,51 - 3,25 Baik
2 1,76 - 2,50 Kurang Baik
1 1,01 - 1,75 Tidak Baik

Konversi skor penilaian menjadi huluan ini diperoleh data bahwa sudah
pernyataan nilai kualitas dalam Suyanto ada instrumen penilaian keterampilan
(2009: 227). Sedangkan data keefektifan metakognisi, tetapi jarang digunakan,
produk diperoleh melalui uji kelompok karena guru lebih banyak menilai produk
ketika melakukan pembelajaran pada atau hasil akhir, sementara siswa
pokok bahasan gaya untuk SMP/MTs. cenderung ingin jika dirinya dinilai tidak
Apakah 75% indikator keterampilan hanya melalui hasil akhir saja, tapi
metakognisi siswa dilakukan uji coba proses pembelajarannya. Salah satu ma-
telah tercapai, dapat disimpulkan produk teri yang cocok jika diterapkan penilaian
pengembangan layak dan efektif metakognisi yaitu pada materi gaya ka-
digunakan sebagai instrumen keteram- rena pada materi ini cocok dibelajarkan
pilan metakognisi siswa. dengan cara sederhana. Berdasarkan
hasil penelitian pendahuluan tersebut
HASIL PENGEMBANGAN DAN maka dikembangkanlah instrumen peni-
PEMBAHASAN laian keterampilan metakognisi pada ma-
Hasil utama dari penelitian pengem- teri gaya.
bangan ini adalah instrumen penilaian 2. Hasil Pengembangan Produk.
keterampilan metakognisi. Tahapan da- Pada tahap ini dilakukan proses pengem-
lam penelitian pengembangan yang dila- bangan instrumen penilaian keterampilan
kukan dapat diuraikan sebagai berikut: metakognisi siswa pada materi gaya,
1. Hasil Penelitian Pendahuluan. yang di dalamnya memuat kompetensi,
Penelitian pendahuluan dilakukan untuk materi, uraian tugas, pan-duan penggu-
mengidentifikasi kebutuhan pembelajar- naan, rubrik penskoran, panduan peni-
an (produk), karakteristik pendidik dan laian, lembar penilaian keterampilan
peserta didik, analisis pembelajaran, dan metakognisidan contoh penilaian. Hasil
analisis kebutuhan topik. Penelitian pen- pengembangan ini diberi nama prototype
dahuluan ini dilakukan dengan cara ob- I.
servasi langsung dan wawancara dengan 3. Hasil Validasi Ahli. Setelah ang-
guru fisika di SMP Nusantara Bandar ket dan prototype I selesai dibuat, ke-
Lampung. Berdasarkan penelitian penda- mudian dilakukan validasi ahli instrumen
141
penilaian keterampilan metakognisi ber- bacaan yang pengembang percayakan
dasarkan aspek: kesesuaian isi dengan kepada ahli instrumen penilaian meta-
SK-KD dan kesesuaian isi dengan in- kognisi. Secara berturut-turut dapat dili-
dikator keterampilan metakognisi, uji hat pada Tabel 3, 4, dan 5 berikut:
validasi kontruksi,dan uji validasi keter-

Tabel 3. Rangkuman hasil uji validasi kesesuaian isi materi

Nama Penguji Komentar, Masukan atau Saran Perbaikan dari


Pengguna
- EP - Butir-butir pertanyaan belum membimbing
siswa melakukan keterampilan bertanya.
- Butir-butir pertanyaan hendaknya mengarah
pada materi yang kontekstual sehingga dapat
mengembangkan siswa melakukan keterampilan
konsep

- FS - Sudah sesuai namun konsepnya lebih


dikembangkan lagi.

- ES - Keseluruhan instrumen uji sudah cukup baik,


hanya perlu ditambahkan untuk menyertakan
indikator, pencapaian indikator proses.
- Kesesuaian isi dengan indikator keterampilan
metakognisi sudah cukup baik.

Tabel 4. Rangkuman hasil uji kontruksi

Nama Penguji Komentar, Masukan atau Saran Perbaikan dari


Pengguna
- EP - Setiap butir soal hendaknya didahului dengan
stimulus yang berupa wancana, grafik, gambar
dsb, sehingga dapat memotivasi siswa untuk
mengerjakan soal

- FS - Gambar lebih diperjelas lagi agar menarik untuk


siswa.

- ES - Instrumen uji validasi kontruksi penilaian sudah


cukup baik

142
Tabel 5. Rangkuman hasil uji keterbacaan

Nama Penguji Komentar, Masukan atau Saran Perbaikan


dari Pengguna
- Belum semua butir soal didahului dengan
- EP stimulus yang berupa gambar, grafik,
tabel dan sejenisnya.

- FS - Masih terdapat kesalahan dalam


penulisan, sebaiknya lebih teliti dalam
penulisan.

- ES - Instrumen uji validasi keterbacaan


instrumen penilaian sudah baik hanya
perlu menambahkan gambar pada
instrumen penilaian

Dari hasil uji pada prototipe I ini untuk mengetahui keefektifan produk
kemudian dilakukan perbaikan berda- yang dikenakan kepada 30 orang siswa
sarkan kritik dan saran yang ada, dan ha- di SMP Nusantara Bandar Lampung
sil perbaikannya diberi nama prototipe yang dipilih secara acak atas dasar
II. kesetaraan subjek penelitian untuk me-
4. Hasil Uji Coba Tes dan Revisi. menuhi kebutuhan.
Hasil prototype II kemudian dikenakan a. Hasil Uji Satu lawan Satu. Untuk
uji satu lawan satu dan uji kelompok. Uji uji satu lawan satu dikenakan pada 1
satu lawan satu digunakan untuk menge- orang guru fisika di SMP Nusantara
tahui kemanfaatan produk oleh peng- Bandar Lampung. Satu orang guru ini di-
guna, yaitu: kemenarikan, kemudahan mintai pendapatnya tentang prototype
penggunaan, dan kemanfaatan produk. ini. Hasil rangkumannya ditampilkan pa-
Sedangkan uji kelompok digunakan da Tabel 6 berikut:

Tabel 6. Respon dan penilaian guru dalam uji eksternal satu lawan satu terhadap
penggunaan prototype II

No Komentar, Masukan atau Saran Perbaikan dari Pengguna


1. Bahasa yang digunakan cukup mudah untuk dimengerti.
2. Contoh soal lebih diperbanyak agar lebih mengerti.
3. Tampilan warna dan gambar sudah cukup menarik.

b. Hasil Uji Kelompok. Uji kepada siswa kelas VII E yang berjumlah
lapangan kelompok kecil dikenakan 30 orang. Pada tahap ini siswa diberikan
143
kesempatan untuk mempelajari instr- Pengembangan ini juga dapat mem-
umen penilaian dan diberikan angket beri sumbangan bagi pemecahan masalah
kemenarikan, kemudahan dan keber- yang sama dalam konteks lebih luas. Hal
manfaatan. Uji keefektifan meng-ikuti itu dikarenakan instrumen penilaian kete-
standar nilai KKM pada pelajaran IPA di rampilan metakognisi siswa hasil
sekolah tersebut yaitu sebesar 64, hasil pengembangan ini telah mengalami tahap
dari uji tersebut 77% siswa telah tuntas uji coba dan revisi, dimana untuk aspek
KKM. Hal ini menunjukkan bahwa keterbacaan dalam instrumen penilaian
prototype II layak dan efektif digunakan keterampilan metakognisi sudah pro-
sebagai instrumen untuk menilai ke- porsional, pemilihan background dan
terampilan metakognisi siswa dalam me- proporsi warna sudah sesuai dan
lakukan pembelajaran. pemilihan jenis dan ukuran huruf sudah
sesuai.
PEMBAHASAN Untuk aspek uji kontruksi; uraian
Pada pembahasan ini disajikan kaji- ruang lingkup soal berupa batasan per-
an tentang produk pengembangan yang tanyaan dan jawaban dalam instrumen
telah direvisi, meliputi kesesuaian pro- penilaian keterampilan metakoknisi su-
duk yang dihasilkan dengan tujuan dah luas, jelas dan mendalam, instrumen
pengembangan serta kelebihan dan penilaian keterampilan metakognisi su-
kekurangan produk hasil pengembangan. dah cukup jelas untuk rumusan pertanya-
Kesesuaian Produk yang diha- an atau perintah yng menuntut jawaban
silkan dengan Tujuan Pengembangan. terurai terkait keterampilan metakog-
Penelitian pengembangan memiliki tuju- nisiyang ingin dicapai, pokok soal yang
an mengembangkan instrumen penilaian dinilai dalam penilaian keterampilan
keterampilan metakognisi yang memuat metakognisi sudah baik dan gambar
kompetensi, materi, uraian tugas, pan- sudah jelas.
duan penggunaan, rubrik penskoran, Aspek kesesuaian isi dengan SK-KD
panduan penilaian, lembar penilaian dan kesesuaian isi dengan indikator ke-
keterampilan metakognisi dan contoh terampilan metakognisi; sajian dalam
penggunaan yang teruji sesuai teori serta instrumen penilaian keterampilan meta-
dinyatakan efektif digunakan sebagai kognisi ini sudah sesuai dengan Standar
instrumen penilaian keterampilan meta- Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar
kognisi siswa dengan harapan agar (KD), indikator sudah sesuai dengan SK-
memberikan alternatif pemecahan masa- KD, pertanyaan-pertanyaan pada ins-
lah dalam hal penilaian keterampilan trumen sudah baik dan simbol-simbol
metakognisi siswa di SMP Nusantara yang digunakan sudah sesuai dengan
Bandar Lampung, memberikan masukan konsep.
bagi guru untuk memperbaiki sistem Setelah uji ahli dilakukan, berikut-
penilaiannya di kelas dan menyediakan nya adalah uji coba dalam kegiatan pem-
model instrumen untuk dikembangkan belajaran. Uji coba pertama adalah uji
pada mata pelajaran yang sama dengan satu lawan satu. Uji satu lawan satu
materi yang berbeda atau bahkan untuk digunakan untuk mengetahui kemanfaat-
pelajaran lain. an produk (instrumen penilaian keteram-
pilan metakognisi) oleh pengguna, yaitu

144
kemenarikan, kemudahan penggunaan, naan, rubrik penskoran, panduan peni-
dan kemanfaatan produk. Pada uji ini laian, lembar penilaian keterampilan me-
melibatkan 1 orang guru yang diberikan takognisi, contoh penggunaan sesuai de-
waktu untuk mempelajari produk ngan kondisi siswa masing-masing sudah
tersebut dan kemudian diberikan angket terpenuhi.
kemenarikan, kemudahan, dan keman- Kelebihan dan Kelemahan Produk
faatan produk untuk mengetahui respon Hasil Pengembangan. Kelebihan instru-
guru terhadap produk tersebut. Berda- men penilaian keterampilan metakog-nisi
sarkan hasil angket tersebut diperoleh ini dapat digunakan untuk menilai pe-
data bahwa instrumen penilaian kete- ngetahuan, sikap, dan keterampilan siswa
rampilan metakognisi siswa ini ber- dalam melakukan pembelajaran karena
kategori menarik dan mudah digu- telah melalui berbagai tahapan pengem-
wnakan dan bermanfaat. bangan dan uji coba (uji ahli, uji satu
Setelah melakukan uji satu lawan lawan satu, dan uji coba terbatas).
satu tahap selanjutnya adalah melakukan Instrumen penilaian keterampilan meta-
uji kemenarikan, kemudahan, dan ke- kognisi siswa ini telah mengalami taha-
manfaatan. Uji ini digunakan untuk pan uji coba dan revisi secara berkala, di-
mengetahui keefektifan produk, dengan mana uji yang dilakukan bertahap sesuai
melibatkan melibatkan 30 siswa SMP dengan komponen yang akan diuji secara
Nusantara Bandar Lampung. Uji keme- spesifik sehingga revisi lebih terarah
narikan, kemanfaatan, dan kemudahan sesuai dengan komponen yang diujikan.
dilakukan oleh 30 siswa dan mengisi Berdasarkan data diperoleh bahwa
angket yang tersedia. Kemudian guru secara keseluruhan instrumen penilaian
menilai keterampilan metakognisi siswa keterampilan metakognisi siswa ini me-
tersebut dengan menggunakan instru- miliki tampilan dan isi pembelajaran
men penilaian keterampilan metakognisi yang sesuai dengan sasaran pengguna,
yang telah dikembangkan. sehingga sangat menarik, sangat mudah
Hasil uji kemenarikan, kemudahan, digunakan, sangat bermanfaat, dan efek-
dan kemanfaatan, memperlihatkan pro- tif digunakan sebagai instrumen untuk
duk efektif digunakan sebagai instru- menilai keterampilan metakognisi siswa.
men penilaian keterampilan metakog- Penilaian keterampilan metakognisi
nisi siswa. Kesimpulan ini didapatkan dapat menilai pengetahuan, sikap, dan
dengan membandingkan pembelajaran keterampilan siswa dalam pemahaman
siswa setelah menggunakan media de- konsep dan pemecahan masalah yang
ngan KKM pada materi gaya yang di- tidak dapat dinilai dengan jenis pe-
tetapkan untuk SMP Nusantara Bandar nilaian berbentuk pilihan ganda atau
Lampung, yaitu sebesar 64, dengan per- menjodohkan. Penilaian keterampilan
sentase kelulusan siswa 76,7% . metakognisi siswa dapat menilai produk
Berdasarkan hasil uji coba dan dan proses pembelajaran. Instrumen
revisi yang telah dilakukan, maka tujuan penilaian keterampilan metakognisi sis-
pengembangan ini, yaitu menghasilkan wa pada materi gaya dibuat untuk mem-
instrumen penilaian keterampilan meta- permudah guru dalam menilai kete-
kognisi siswa yang memuat kompetensi, rampilan metakognisi siswa pada materi
materi, uraian tugas, panduan penggu- gaya.

145
Kelemahan produk hasil pengem- DAFTAR PUSTAKA
bangan, yaitu: 1) Diperlukan uji yang
lebih luas yaitu peserta yang di uji lebih Arikunto, Suharsimi.2002. Prosedur
banyak untuk mendapatkan hasil yang Penelitian Suatu Pendekatan
lebih efektif; 2) Membutuhkan lebih Praktek Edisi Revisi V. Jakarta:
banyak waktu dan tenaga dalam melaku- Rineka Cipta.
kan penilaian; 3) Siswa cenderung
kurang jujur dengan keadaannya saat Firman, H. 2000. Penilaian Hasil Belajar
mengisi lembar penilaian. dalam Pengajaran Kimia.
Bandung: FMIPA UPI.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan penelitian pengembangan Purnomo, Dwi. 2013. Proses
ini adalah: 1) Telah dihasilkan instrumen Metakognisi dan Pembentukan
penilaian keterampilan metakognisi yang Konsep dalam Matematika.
memuat kompetensi, materi, uraian tu- Malang: IKIP Budi Utomo Malang.
gas, panduan penggunaan, rubrik, pan-
duan penilaian, lembar penilaian kete- Suyanto, Eko. 2009. Pengembangan
rampilan metakognisi dan contoh peng- Contoh Lembar Kerja Fisika Siswa
gunaan yang telah teruji; 2) Instrumen dengan Latar Penuntasan Bekal
yang dihasilkan menarik dengan skor Awal Ajar Tugas Studi Pustaka
77%, mudah digunakan dengan skor dan Keterampilan Proses Untuk
80%, dan bermanfaat dengan skor 76% SMA Negeri 3 Bandarlampung.
serta efektif dengan skor 77% di- Prosiding Seminar Nasional
gunakan sebagai instrumen penilaian Pendidikan 2009. Lampung: Unila.
keterampilan metakognisi siswa.
Saran penelitian pengembangan ini Trianto. 2007. Model-model
adalah: 1) Guru hendaknya mengguna- Pembelajaran Inovatif Berorientasi
kan instrumen penilaian keteram-pilan Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi
metakognisi yang telah peneliti kem- Pustaka.
bangkan untuk menilai siswa dalam
pembelajaran; 2) Instrumen penilaian Vacca, Richard T. Dan Jo Anne L. 1989.
keterampilan metakognisi ini dapat di- Content Area Reading. Scott
gunakan untuk menilai siswa secara Foresman and Company. Lonsdon.
individu maupun kelompok; 3) Guru
yang menggunakan instrument hendak-
nya dapat pula mengembangkan ins-
trumen penilaian keterampilan meta-
kognisi untuk materi-materi lain.

146