Anda di halaman 1dari 7

SUMMARY

EKOLOGI TUMBUHAN DAN HEWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE
PLOT

Di susun oleh :
Ahmad Fatkhul Huda dan Wendy D. P.
Progdi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Keanekaragaman jenis yang tinggi menunjukkan suatu komunitas memiliki kompleksitas yang
tinggi karena terjadi interaksi antarjenis yang tinggi. Untuk mengetahui keanekaragaman jenis suatu
vegetasi, struktur, dan komposisi vegetasi dapat dilakukan dengan metode plot. Tujuan dari penelitian
yang   diadakan   di   kampus   2   Universitas   Muhammadiyah   Surakarta   adalah   untuk   mengetahui
banyaknya tumbuhan dan hewan yang ada dalam plot penelitian. Selain itu juga untuk menganalisa
data diperlukan ekologi kuantitatif yaitu Kepadatan ( D ), Kepadatan Relatif ( RD ), Frekuensi ( F ),
dan   Frekuensi   Relatif   (   RF   ).   Dalam   meneliti   hal   tersebut   digunakan   metode   plot.   Metode   plot
merupakan prosedur yang umum digunakan untuk meneliti berbagai tipe organisme, plot biasanya
berbentuk persegi atau lingkaran. Hasil penelitian menggunakan metode plot adalah ditemukannya
tumbuhan   berupa   jenis   rumput   yaitu   rumput   kaki   gajah,   bandotan,   rumput   teki,   mutiara,   kacang­
kacangan  dan   jarum.   Sedangkan   hewan   yang   ditemukan  adalah  semut   hitam   besar,   semut   merah,
semut   hitam,   belalang,   jangkrik,   kelabang   dan   rayap.   Setelah   diadakan   penelitian   ternyata   paling
banyak tumbuhan yang muncul pada tiap­tiap plot adalah rumput teki. Dan hewan yang paling banyak
dijumpai adalah jenis semut.

Kata kunci : keaneragaman, ekologi kuantitatif, metode plot
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keanekaragaman   merupakan   salah   satu   ciri   dari   suatu   komunitas   terutama   terkait   dengan
jumlah   individu   tiap   jenis   dari   komunitas   tersebut.keanekaragaman   jenis   menunjukkan   suatu
ukuran yang menggambarkan variasi jenis tumbuhan dari suatu komunitas yang dipengaruhi oleh
jumlah jenis. Apabila suatu daerah hanya didominasi oleh satu jenis tertentu saja, maka daerah
tersebut   dikatakan   tidak   memiliki   keanekaragaman   atau   memiliki   keanekaragaman   jenis   yang
rendah. Keanekaragaman jenis yang tinggi menunjukkan suatu komunitas memiliki kompleksitas
yang tinggi karena terjadi interaksi antarjenis yang tinggi.
Untuk   mengetahui   keanekaragaman   jenis   suatu   vegetasi,   struktur,   dan   komposisi   vegetasi
dapat dilakukan dengan metode plot. Metode plot merupakan prosedur yang umum digunakan
untuk sampling berbagai jenis organisme. Plot biasanya berbentuk persegi atau lingkaran. Dalam
metode plot, terdapat dua cara yang dapat dilakukan yaitu metode petak tunggal dan metode petak
ganda. Pada metode petak ganda, pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan banyak
petak contoh yang diletakkan tersebar atau sistematis. Hal tersebut bertujuan meminimalisir bias.
Kemudian dapat dilakukan identifikasi terhadap semua jenis dan menghitung banyaknya individu
dalam tiap plot. Setelah diperoleh data jumlah individu tiap jenis dan tiap plot lalu dilakukan
penghitungan atau analisis kuantitatif terhadap data yang diperoleh.
Metode plot mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi, dominansi pohon
dan   menaksir   volumenya.   Metode   ini   mudah   dan   lebih   cepat   digunanakan   untuk   mengetahui
komposisi, dominasi pohon dan menksir volumenya. Metode ini sering sekali disebut juga dengan
plot less method karena tidak membutuhkan plot dengan ukuran tertentu, area cuplikan hanya
berupa   titik.   Metode   ini   cocok   digunakan   pada   individu   yang   hidup   tersebar   sehingga   untuk
melakukan  analisa denga melakukan  perhitungan satu persatu akan  membutuhkan waktu  yang
sangat   lama,   biasanya   metode   ini   digunakan   untuk   vegetasi   berbentuk   hutan   atau   vegetasi
kompleks lainnya. Beberapa sifat yang terdapat pada individu tumbuhan dalam membent Para
pakar   ekologi   memandang   vegetasi   sebagai   salah   satu   komponen   dari   ekosistem,   yang   dapat
menggambarkan pengaruh dari kondisi­kondisi faktor  lingkungn dari  sejarah dan pada fackor­
faktor itu mudah diukur dan nyata. Dengan demikian analisis vegetasi secara hati­hati dipakai
sebagai alat untuk memperlihatkan informasi yang berguna tentang komponen­komponen lainnya
dari suatu ekosistem.

B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam praktikum ini adalah :
a.   Berapa ∑ hewan dan ∑ tumbuhan yang ditemukan di area petak plot seluas 3 x 1 m 2 ?
b. Bagaimana analisis data dalam menghitung Di, RDi, F, dan RF di area petak plot seluas 3 x 1
m2 ?
c. Ditemukan spesies tumbuhan dan hewan apa sajakah dalam area petak plot seluas seluas 3 x 1
m2 ?

C. Tujuan
a. Menghitung jumlah tumbuhan dan hewan yang ada pada petak plot.
b. Menghitung dan menganalisis K, Kr, F dan Fr pada petak plot.
c. Menemukan spesies tumbuhan dan hewan di petak plot.

D. Manfaat Penelitian
a. Bagi penulis : bermanfaat sebagai dasar dalam mengajar nanti dan menambah pengetahuan
tentang IPA
b. Bagi pembaca : sebagai referensi dalam ilmu yang relevan dan untuk bahan belajar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

Haryadi   (1979),   mengungkapkan   bahwa   sintesis   untuk   mengetahui   bentuk   dari   suatu
komunitas yang akakn dianalisa dan dicari harganya dapat menggunakan suatu cara yaitu kerapatan
dimana   jumlah   suatu   jenis   yang   ada   dari   seluruh   kuadran   dibandingkan   dengan   jumlah   seluruh
individu kuadran kemudian dikalikan 100%.
Khazali (2009), menyaytakan bahwa metode kuadran adalah metode analisa vvegetasi yang
menggunakan   daerah  persegi   sebagai   sampel   uniknya.   Kerapatan  ditentukan  oleh   jumlah  individu
suatu   populasi   jenis   tumbuhan   didalam   area   kuadran.   Frekuensi   ditentukan   oleh   kerapatan   jenis
tumbuhan yang dijumpai dalam sejumlah area cuplikan dibandingkan dengan seluruh cuplikan yang
dibuat (dalam bentuk %).
Ali   (2008),   menyatakan   bahwa   beberapa   metodologi   yang   umum   dan   sangat   efektif   serta
efisien   juka   digunakan   untuk   penelitian   yaitu   metode   kuadran,   metode   garis,   metode   tanpa   plot.
Metode kuadran berupa segi empat atau lingkaran yang menggambarkan luas area tertentu. Luasnya
bervariasi sesuai dengan bentuk vegetasi atau ditentukan terlebih dahulu lias minimumnya.
Kurniawan   (2010),   menyatakan   bahwa   dalam   mendeskripsikan   suatu   vegetasi   haruslah
dimulai dari suatu titik pandang bahwa vegetasi merupakan suatu pengelompokan tumbuh­tumbuhan
yang   hidup  bersama.   Dalam   ilmu  vegetasi   telah  dikembangkan  berbagai   metode   analisa   dan   juga
sintesis sehingga akan membantu mendeskripsikan suatu vegetasi sesuai dengan kemajuan bidang­
bidang pengetahuan lain.
Untuk   menghitung   komposisi   makhluk   hidup   di   suatu   tempat   diperlukan   sebuah   satuan
pengukuran seperti :
a. Soegianto ( 1994 ), menyatakan bahwa kepadatan merupakan jumlah individu per unit
area tau per unit volume. Kepadatan mutlak merupakan kepadatan yang mendiami bagian
tertentu
b. Andrica ( 2011 ), Frekuensi adalah nilai yang menyatakan derajat penyebaran jenis di
dalam   komunitasnya.   Frekuensi   dipengaruhi   oleh   beberapa   faktor   seperti   luas   petak
sampel, penyebaran tumbuhan dan ukuran jenis tumbuhan.

Uman   (   2012   ),   menyatakan   bahwa   metode   plot   berpetak   adalah   prosedur   yang   umum
digunakan untuk sampling berbagai tipe organisme. Benuk plot biasanya persegi tatau dalam bentuk
lingkaran.  Ukuran plot  umumnya ditentukan berdasarkan luas  kurva  spesies  tumbuhan dan hewan
menetap ataupun yang bergerak lambat, contohnya hewan tanah dan hewan yang bersarang di lubang.
Penerapan metode plot berpetak untuk sampling dibagi menjadi 2 cara yaitu :
a. Metode petak tunggal yaitu metode yang hanya menggunakan satu petak sampling yang
mewakili suatu area.
b. Metode petak ganda yaitu menggunakan petak sampling tersebar merata dan sistematis.
B.  Penelitian yang Relevan

Penelitian yang relevan dilakukan oleh luky Nitria Sindi mahasiswa FKIP biologi Universitas
Muhammadiyah Surakarta dengan “ Metode Transek “  yang meneliti vegetasi dengan menggunakan
metode transek ( jalur ) line­intercept atau line transek. Menurut Oosting (1956), menyatakan bahwa
transek   merupakan   garis   sampling   yang   ditarik   menyilang   pada   sebuah   bentukkan   atau   beberapa
bentukan. Transek juga dapat dipakai dalam studialtituide dan mengetahui perubahan komunitas yang
ada.  Transek adalah jalur  sempit meintang lahan yang akan dipelajari/ diselidiki.  Metode Transek
bertujuan   untuk   mengetahui   hubungan   perubahan   vegetasi   dan   perubahan   lingkungan   sertauntuk
mengetahui hubungan vegeterasi yang ada disuatu lahan secara cepat.
a. Line Transect (transek garis) dalam metode ini garis – garis merupakan petak contoh (plot) .

Tanaman yang berada tepat pada garis dicatat jenisnya dan beberapa kali terdapat/ dijumpai

b. Belt transek (transek sabuk) Belt transek merupakan jalur vegetasi yang lebarnya sama dan
sangat panjang. Lebar jalur ditentukan oleh sifat – sifat vegetasinya untuk
menunjukan bagan yang sebenarnya.Lebar jalur untuk hutan antara 1 – 10 m.
Transek   1   m   dugunakan   jika   semak   dan   tunas   dibawah   diikukan,   tetapi   bila   hanya   pohon  –
pohonnya yang dewasa yang dipetakan,transek 10 m yang baik. Panjang transek tergantung tujuan
penelitian.   Setiap   segmentdipelajari   vegetasinya(   Shukla   et   al   .   1985   ).   Dan   hasilnya   adalah   di
temukannya 7 spesies tumbuhan yaitu  Cyperus rotundus,  Imperatan cyliandrica,  Aleocharis dulcis,
Anoxanopus compressus, Dactylactenium aegypatium, Paspalum commersonil, Cynodan dactylon.